Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Pandemi Sebabkan Jumlah Siswa SMP di Madina Berkurang

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
  • print Cetak

BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Pandemi Covid-19 telah menyebabkan terjadinya pergeseran cara hidup masyarakat. Bukan saja terjadi pada sektor kesehatan, tapi juga pada penentuan tempat sekolah anak-anak.

Tingginya kasus Covid-19 pada 2020 lalu membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan belajar di rumah. Namun, awal tahun ini pemerintah membuaka sekolah untuk jenis pesantren.

Hal ini memeengaruhi para orang tua dalam memilih sekolah untuk anaknya. Banyak orang tua memilih pesantren karena menghindari sekolah daring.

Kondisi ini menyebabkan sekolah-sekolah non pesantren, termasuk sekolah negeri di banyak wilayah Mandailing Natal (Madina) mengalami penurunan siswa. Salah satu sekolah yang terpengaruh adalah SMP Nageri 1 Bukit Malintang.

Dari pengakuan Kepala Sekolah Zulkarnain ketika menerima kunjungan Komisi I DPRD Madina, Senin (29/11) terjadi penurunan jumlah yang signifikan.

“Tahun-tagun sebelumnya jumlah siswa kita lebih dari 200, tapi tahun ini hanya 140 saja,” katanya.

Zulkarnaen mengatakan pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk membujuk orang tua agar menyekolahkan anaknya di SMP tersebut.

“Bahkan kita menjumpai masyarakat secara door to door. Sekolah daring membuat para orang tua siswa memilih menyekolahkan anaknya di yayasan (pesantren),” ujarnya.

Ketua Komisi I Zubaidah Nasution mengaku prihatin dengan keadaan sekolah tersebut.

“Kita akan sampaikan persoalan ini kepada Dinas Pendidikan. Fasilitas sekolah ini tergolong lengkap, tapi siswanya sangat sedikit,” katanya.

Selain itu Zubaidah juga menyarankan agar pihak sekolah melakukan inisiatif sehingga anak-anak merasa nyaman sehingga minat untuk sekolah di SMP ini kembali muncul.

Komisi I menekankan agar sekolah meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa sehingga bisa bersaing dengan sekolah lain sederajat.

“Sehingga untuk tahun-tahun berikutnya menjadi pemicu bagi masyarakat menyekolahkan anaknya di SMPN 1 Bukit Malintang,” terangnya.

Saat ini vaksinasi menjadi satu indikator penentu level PPKM yang artinya juga menentukan bisa tidaknya sekolah tatap muka dilangsungkan. Kunjungan Komisi I ke Bukit Malintang pun pada dasarnya untuk mengecek persentase vaksinasi di tingkat pelajar.

Terkait hal ini, pihak SMPN 1 Bukit Malintang telah melakukan pendekatan yang bagus sehingga capaian vaksinasi di sekolah tersebut sudah hampir 100 persen.

“Kita ingin sekolah tatap muka terus berlangsung, untuk itu kita mendorong capaian target vaksinasi. Dari 140 siswa tinggal 6 orang lagi yang belum divaksin,” jelas Zulkarnain.

Kondisi penurunan jumlah siswa juga terjadi di sekolah-sekolah lain yang jauh dari Kota Panyabungan, misalnya di SMPN 1 Hutabargot dan SMPN 1 Panyabungan Barat.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prof David Keldani, Pendeta yang Menemukan Kebenaran Islam

    Prof David Keldani, Pendeta yang Menemukan Kebenaran Islam

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    “Saya tidak bisa menghubungkan sebab-sebab saya memeluk Islam, kecuali kepada petunjuk Allah RabbulAlamin. Tanpa petunjuk Allah, segala pelajaran atau ilmu, pembahasan dan lain-lain usaha untuk menemukan kepercayaan yang lurus ini bahkan mungkin menyebabkan orang tersesat,” ujar Prof Abdul-Ahad Dawud B.D, bekas Pendeta Tinggi di David Bangamni Keldani, Iran. Pendeta David Benjamin Keldani,B.D, merupakan namanya sebelum […]

  • MQK Madina Diikuti 367 Santri

    MQK Madina Diikuti 367 Santri

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LEMBAH SORIK MARAPI (Mandailing Online) Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) antar pesantren tingkat Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resmi dimulai di Pondok Pesantren Roihanul Jannah, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Selasa (18/10/2022). Musabaqah ini berlangsung selama tiga hari, 18 Oktober hingga 20 Oktober 2022, dan diikuti seluruh pondok pesantren yang ada di Kabupaten Madina. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat […]

  • Sorikmas Mining Bantu Penimbunan Jalan

    Sorikmas Mining Bantu Penimbunan Jalan

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    Perusahaan PT Sorikmas Mining membantu penimbunan jalan lintas Malintang – Tanjung Sialang, Jumat (20/9). Jalan lintas desa Malintang Jae – Tanjung Sialang ini merupakan jalur vital masyarakat menuju sentra perkebunan masyarakat pada dua desa itu. (MO)

  • Pemerintah Terkesan Didikte SMGP

    Pemerintah Terkesan Didikte SMGP

    • calendar_month Jumat, 5 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Protes berkepanjangan tak bisa terelakkan di Mandailing Natal pasca beroperasinya sebagian aktivitas PT SMGP (Sorik Marapi Geothermal Power) merujuk izin Surat Kementerian ESDM lewat Direktur Panas Bumi EBTKE Harris, beberapa waktu yang lalu. “Kita menganalisis bahwa Direktur Panas Bumi Harris diduga kuat sengaja ikut bermain api dalam jerami yang bisa  berpotensi […]

  • Penghujan, Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    Penghujan, Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    Foto seorang penyadap karet di Desa Gunung Tua Julu, Panyabungan PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Musim penghujan dalam beberapa minggu terakhir berakibat pada penurunan produksi dan harga penjulan getah karet tingkat pengumpul di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Muklis, petani karet di Panyabungan, Jum’at (15/11/2013) menyatakan harga getah karet pada penjualan hari Kamis berada di kisaran 9.000 […]

  • Dana Desa Dinilai Gagal, Bupati Diminta Evaluasi PMD Madina

    Dana Desa Dinilai Gagal, Bupati Diminta Evaluasi PMD Madina

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dana Desa di Mandailing Natal dinilai gagal mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Kucuran Dana Desa yang mencapai ratusan milyar per tahun per desa pun dinilai mubazir alias tak menghasilkan apa-apa bagi ekonomi masyarakat desa. Kondisi ini dinilai akibat lemahnya visi pemerintahan desa sehingga tak mampu mensinergiskan pertumbuhan ekonomi ditengah kucuran Dana Desa […]

expand_less