Senin, 12 Okt 2026
light_mode

Pandemi Sebabkan Jumlah Siswa SMP di Madina Berkurang

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
  • print Cetak

BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Pandemi Covid-19 telah menyebabkan terjadinya pergeseran cara hidup masyarakat. Bukan saja terjadi pada sektor kesehatan, tapi juga pada penentuan tempat sekolah anak-anak.

Tingginya kasus Covid-19 pada 2020 lalu membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan belajar di rumah. Namun, awal tahun ini pemerintah membuaka sekolah untuk jenis pesantren.

Hal ini memeengaruhi para orang tua dalam memilih sekolah untuk anaknya. Banyak orang tua memilih pesantren karena menghindari sekolah daring.

Kondisi ini menyebabkan sekolah-sekolah non pesantren, termasuk sekolah negeri di banyak wilayah Mandailing Natal (Madina) mengalami penurunan siswa. Salah satu sekolah yang terpengaruh adalah SMP Nageri 1 Bukit Malintang.

Dari pengakuan Kepala Sekolah Zulkarnain ketika menerima kunjungan Komisi I DPRD Madina, Senin (29/11) terjadi penurunan jumlah yang signifikan.

“Tahun-tagun sebelumnya jumlah siswa kita lebih dari 200, tapi tahun ini hanya 140 saja,” katanya.

Zulkarnaen mengatakan pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya untuk membujuk orang tua agar menyekolahkan anaknya di SMP tersebut.

“Bahkan kita menjumpai masyarakat secara door to door. Sekolah daring membuat para orang tua siswa memilih menyekolahkan anaknya di yayasan (pesantren),” ujarnya.

Ketua Komisi I Zubaidah Nasution mengaku prihatin dengan keadaan sekolah tersebut.

“Kita akan sampaikan persoalan ini kepada Dinas Pendidikan. Fasilitas sekolah ini tergolong lengkap, tapi siswanya sangat sedikit,” katanya.

Selain itu Zubaidah juga menyarankan agar pihak sekolah melakukan inisiatif sehingga anak-anak merasa nyaman sehingga minat untuk sekolah di SMP ini kembali muncul.

Komisi I menekankan agar sekolah meningkatkan prestasi akademik dan non akademik siswa sehingga bisa bersaing dengan sekolah lain sederajat.

“Sehingga untuk tahun-tahun berikutnya menjadi pemicu bagi masyarakat menyekolahkan anaknya di SMPN 1 Bukit Malintang,” terangnya.

Saat ini vaksinasi menjadi satu indikator penentu level PPKM yang artinya juga menentukan bisa tidaknya sekolah tatap muka dilangsungkan. Kunjungan Komisi I ke Bukit Malintang pun pada dasarnya untuk mengecek persentase vaksinasi di tingkat pelajar.

Terkait hal ini, pihak SMPN 1 Bukit Malintang telah melakukan pendekatan yang bagus sehingga capaian vaksinasi di sekolah tersebut sudah hampir 100 persen.

“Kita ingin sekolah tatap muka terus berlangsung, untuk itu kita mendorong capaian target vaksinasi. Dari 140 siswa tinggal 6 orang lagi yang belum divaksin,” jelas Zulkarnain.

Kondisi penurunan jumlah siswa juga terjadi di sekolah-sekolah lain yang jauh dari Kota Panyabungan, misalnya di SMPN 1 Hutabargot dan SMPN 1 Panyabungan Barat.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • 21.330 Paket Bantuan Sosial Disalurkan, Warga Berterimakaih

    21.330 Paket Bantuan Sosial Disalurkan, Warga Berterimakaih

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 21.330 paket bantuan sosial jenis sembako disalurkan Pemkab Madina dan DPRD Madina menanggulangi dampak ekonomi Covid-19. Penerima paket sembako tersebut adalah warga miskin di luar penerima PKH dan Rastra. Bantuan sosial ini bersumber dari re-focusing atau penyesuaian anggaran APBD Madina untuk penanganan COVID-19 yang sebelumnya telah dibahas di ruang paripurna […]

  • MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (6)

    MANDAILING DALAM LINTASAN SEJARAH (6)

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    oleh : Z. Pangaduan Lubis Willem Iskandar Mencerdaskan Bangsanya Dalam perjalanan sejarah etnis Mandailing sepanjang abad ke-18 tokoh Willem Iskandar wajib dicatat. Karena jasanya sangat besar bagi etnis Mandailing dalam usaha untuk mencerdaskan bangsanya. Dan juga Willem Iskandar berjasa besar untuk mempelopori perkembangan pendidikan modern di Sumatera bagian Utara. Willem Iskandar adalah putera Mangaraja Tinating […]

  • Pimpinan KPK Disantet

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Paranormal Ki Sabdo Jagad Royo mengingatkan pimpinan KPK kini berusaha disantet karena sepak terjangnya di Gedung KPK, Rabu (22/5).(JPNN).

  • Komisi I DPRD Madina Gagal Sidak ke PT.TBS

    Komisi I DPRD Madina Gagal Sidak ke PT.TBS

    • calendar_month Sabtu, 9 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        NATAL (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Madina gagal menjalankan tugas Sidak di lokasi PT. Tri Bahtera Srikandi di Sikara-kara, Natal, Sabtu (9/11/2019). Rombongan Komisi I yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) itu meliputi Asmaruddin Nasution, Ishar Helmi dan H. Amdani serta didampingi pejabat sekretariat Komisi I, Adi. Asmaruddin Nasution menjawab Mandailing Online menyatakan […]

  • 2023 PAD Madina Capai 98,48 Persen, Tahun Ini Terjadi Kenaikan Target

    2023 PAD Madina Capai 98,48 Persen, Tahun Ini Terjadi Kenaikan Target

    • calendar_month Jumat, 26 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tahun 2023 lewat, Pendapatan Asli Daerah ( PAD ) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina terealisasi Rp. 124,430,109,539,00 Atau sekitar 98.48 persen dari target realisasi 126,355,615,905,00. Hal ini dikatakan Kepala Badan Pendapatan Daerah Ahmad Yasir Lubis Kamis 25/01/2023. ” ada 10 jenis pajak yang mengalir bagi PAD Madina. BPHTB atau Bea perolehan hak […]

  • Balita Penderita Jantung Bocor Butuh Bantuan Dermawan

    Balita Penderita Jantung Bocor Butuh Bantuan Dermawan

    • calendar_month Rabu, 15 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) : Bayi penderita jantung bocor sejak lahir membutuhkan bantuan biaya operasi di rumah sakit. Bayi itu bernama M. Rizky Halomoan Lubis (1,8 tahun) anak dari pasangan Napjali Lubis dengan Nuriah Siregar warga Desa Mompang Julu Kecamatan Panyabungan Utara, Madina. Kondisi keluarga ekonomi yang sangat terbatas menyebabkan kendala untuk mengobati Rizky […]

expand_less