Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Pariwisata dan Budaya Dalam Diskusi Pemuda Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 15 Nov 2021
  • print Cetak

Kebudayaan bisa dimaknai sebagai basis pariwisata.

Pariwisata bukanlah ‘predator’ pemangsa kebudayaan, namun

menempatkan pariwisata  menjadi fasilitator dan agen kebudayaan.

Agen yang dimaksud adalah mengangkat eksistensi budaya ke tingkat yang tinggi dengan cara mengeksplorasi nilai-nilai budaya, bukan mengeksploitasi (memperalat atau memeras) budaya.

Dengan demikian, industri pariwisata tidak lagi meletakkan budaya sebagai sub-ordinasi, melainkan sebagai orientasi nilai bagi seluruh dinamika dalam dirinya.

“Semestinya kita memuliakan budaya, yang dalam praktiknya seolah menjadi komersial,” kata ujar Muklis Nasution atau yang lebih akrab disapa Radja Sibanggor yang menjadi panelis acara Diskusi Kebudayaan di Warung Nenek, Panyabungan, Senin (15/11/2021).

Diskusi Kebudayaan yang bertajuk “Pariwisata Berbasis Budaya” itu diselenggarakan oleh Ikatan Pemuda Mandailing.

Tema yang diangkat di diskusi itu sesuai dengan tematik pembangunan Kabupaten Mandailing Natal 2022.

Bertindak sebagai keynote speaker dalam diskusi tersebut Presiden Ikatan Pemuda Mandailing, Tan Gozali. Moderator Baun Aritonang.

Peserta diskusi dari kalangan generasi muda dan kader Ikatan Pemuda Mandailing

Tan Gozali di kesempatan itu menyebut, pariwisata adalah lokomotif perekonomian di Kabupaten Mandailing Natal.

Pariwisata terbukti memberi manfaat bagi semua aspek.

Menyadari hal itu pengembangan pariwisata harus disesuaikan dengan budaya yang ada di Mandailing Natal, antara lain peninggalan budaya dan kesenian tradisonal yang bisa menjadi daya tarik wisata.

Mewujudkan kabupaten pariwisata yang berbasis budaya perlu diperkuat dukungan keanekaragaman obyek, Gordang Sambilan, atraksi Moncak Mandailing dan daya tarik wisata lainnya.

“Mulai bulan ini setiap Sabtu dan  Minggu Ikatan Pemuda Mandailing akan follow up ke desa dan kelurahan yang kita nilai layak jadi potensi atau objek wisata,” katanya.

“Kita merancang mengadakan panggung kesenian terbuka di beberapa titik strategis di Kabupaten Mandailing Natal dengan menampilkan kelompok-kelompok kesenian yang potensial”.

Dalam diskusi itu terungkap juga bahwa promosi pariwisata tak mungkin terlepas dari media, baik melalui iklan, atau tulisan lepas berupa feature, straight news, artikel dan lainnya.

Karena, salah satu daya tarik wisata, selain menjual obyeknya juga harus memberi informasi yang benar.

Sumber: Rilis Ikatan Pemuda Mandailing
Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sisi Pilkada : Terbentur dan Remuk

    Sisi Pilkada : Terbentur dan Remuk

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Roy Samsuri Lubis   Manusia mati meninggalkan nama, merupakan adagium yang paling tepat menggambarkan eksistensi Sutan Ibrahim di bumi Nusantara. Pria yang punya nama kebangsaan Datuk Sutan Malaka ini cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia, mulai dari era kolonial, awal kemerdekaan bahkan sampai saat ini. Bahkan saking populernya, pernah satu masa ia dianggap […]

  • Jakfar Sukhairi Calbup Pendaftar Pertama di PKB

    Jakfar Sukhairi Calbup Pendaftar Pertama di PKB

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, HM Jakfar Sukhairi Nasution mendaftar di DPC PKB Madina, Rabu (27/11/2019). Beliau balon bupati yang mendaftar di PKB setelah partai ini membuka pandaftaran bagi balon bupati Madina hari ini. Jakfar Sukhairi yang saat ini mejabat wakil bupati Madina. Tercatat juga Jakfar Sukhairi merupakan salah satu […]

  • Abrasi Pantai, Pemukiman Tabuyung Bahaya

    Abrasi Pantai, Pemukiman Tabuyung Bahaya

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Pemukiman Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal, Sumut dalam bahaya menyusul rangkaian abrasi pantai laut. Pemkab Mandailing Natal (Madina) maupun Pemprov Sumatera Utara (Sumut) didesak bergerak cepat menangani abrasi. Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (DPP Ima Madina) menyatakan pemkab maupun pemprov harus mengindahkan UU Nomor […]

  • Madina Terapkan e-KTP 2011

    Madina Terapkan e-KTP 2011

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA-; Mendagri Gamawan Fauzi mengingatkan bupati/wali kota di 197 daerah yang akan menerapkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik atau e-KTP pada 2011. Khusus untuk Sumatera Utara, ada 12 kabupaten/kota, yakni Langkat, Deli Serdang, Simalungun, Asahan, Labuhanbatu, Mandailing Natal (Madina), Serdang Bedagai, Batubara, Labuhanbatu Selatan, Kota Pematangsiantar, Tanjung Balai, dan Binjai. Melalui Surat Edaran (SE) tertanggal […]

  • Anggota DPRD Madina Dapil I

    Anggota DPRD Madina Dapil I

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    1. Nama Lengkap : HATTA USMAN RANGKUTI, SH 2. Tempat/Tanggal Lahir/ Umur : Longat, 26 Juni 1981 3. Jenis Kelamin                      : Laki-laki 4. Agama                                : Islam 5. Status Perkawinan   […]

  • Petani di Gunung Tua Merasa Ditipu Pemkab Madina

    Petani di Gunung Tua Merasa Ditipu Pemkab Madina

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onlie) – Petani di beberapa desa kawasan Gunung Tua Raya Kecamatan Panyabungan merasa ditipu oleh Pemkab Madina. Pasalnya bibit padi yang disalurkan kepada petani dicurigai sebagai bibit kadaluarsa. Sejumlah petani di Gunug Tua kepada Mandailing Online, Selasa (7/2/2017) mengungkapkan bahwa tanaman padi varietas Mekongga yang dibagikan Pemkab  Madina beberapa bulan lalu ternyata hasil […]

expand_less