Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Pembunuh Hj Sakinah & Anaknya Berkeliaran

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
  • print Cetak


MADINA-Sudah hampir lima bulan peristiwa pembunuhan ibu dan anaknya, yakni Hj Sakinah Rangkuti (81) dan Halimahannum Lubis (55). Namun, hingga Kamis (3/2), Polres Madina masih belum menangkap pembunuh sadis tersebut.
Peristiwa pembunuhan itu terjadi di Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina, Minggu (19/9) lalu. Polisi mengaku, ada sedikit kesulitan untuk mengungkap pelaku pembunuhan, yakni rusaknya tempat kejadian perkara (TKP) saat polisi tiba.
Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK saat dikonfirmasi METRO melalui Kasubbag Humas AKP E Banjarnahor, Kamis (3/2) menyebutkan, hingga Kamis (3/2), Polres Madina belum menetapkan siapa tersangka di balik pembunuhan ibu dan anak yang terjadi bulan September lalu atau sekira sepekan usai lebaran. Namun, Banjarnahor menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan kasus tersebut.
Kendala yang dihadapi polisi dalam mengungkap pelaku pembunuhan itu, sebut Banjarnahor, adalah kondisi TKP yang telah rusak. Artinya, saat didatangi polisi dan hendak dilakukan olah TKP, kondisi TKP sudah tak sediakala.
“Seperti barang-barang yang ada di rumah sudah berubah tempat, dan juga telah banyak orang yang masuk sebelum polisi tiba di tempat. Sehingga kita kesulitan dalam mengungkap siapa pelakunya. Hingga saat ini belum ada tersangkanya,” terangnya.
Perwira dengan pangkat tiga balok kuning di pundaknya itu berharap kepada seluruh masyarakat, baik yang berdomisili di Kabupaten Madina ataupun di luar Madina yang mengetahui kasus pembunuhan tersebut, agar melaporkannya ke Polres Madina. Setidaknya, ada bahan atau petunjuk untuk kelanjutan kasus tersebut bagi polisi.
Ditambahkannya, kasus itu tidak akan pernah ditutup atau kedaluwarsa. Siapa dan dimanapun pelakunya berada, polisi akan menangkap dan melanjutkannya asal ada petunjuk yang jelas.
“Tak ada kata kasus ditutup karena kita masih terus proses. Hanya saja sesuai peraturan, waktu pengusutannya sekitar 18 tahun,” bebernya lagi.
Seperti diberitakan sebelumnya, keterangan yang diperoleh METRO di TKP serta sejumlah saksi, kedua mayat korban ditemukan pada Minggu sore (19/9) sekira pukul 18.00 WIB. Awalnya, keluarga memperoleh kabar dari Romi (34), seorang pegawai di Pemkab Madina, warga Medan dan mengekos di rumah korban.
Romi saat itu mengaku kalau dirinya baru pulang mudik dari Medan dan tiba di rumah korban atau lokasi kejadian pada Minggu pagi sekira pukul 10.00 WIB. Setibanya di rumah korban, kondisi pintu dan jendela rumah terkunci, sedangkan lampu yang ada di luar rumah tetap menyala. Saat itu dirinya memanggil ibu kosnya dari pintu depan dan belakang rumah, namun tak ada yang menyahut.
Ditambahkan Romi, ketika dalam perjalanan dari Medan ke Panyabungan, dirinya sempat beberapa kali menelepon ke ponsel milik korban, namun tidak aktif. Pesan singkat juga telah dikirimkannya untuk memberitahukan jika dirinya sudah di jalan menuju rumah, namun tidak dibalas.
Erwin (33), yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban bersama tetangganya, Adek (20), tiba di TKP sekitar pukul 17.00 WIB. Di mana Erwin, Adek dan warga lain berusaha untuk masuk ke dalam rumah, karena kondisi rumah terkunci dan lampu masih hidup. Saat itu juga mereka mendobrak pintu samping dengan merusak badan pintu dan membukanya dengan anak kunci yang masih ada. Alangkah terkejutnya warga, saat pintu berhasil dibuka atau tepatnya di depan pintu, warga melihat Halimah dalam kondisi tak bernyawa lagi dengan berlumuran darah, dan jenazah ibunya Hj Sakinah Rangkuti di kamar tidur. (wan)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • PT SMGP Tunjukkan Kepedulian, Bagikan Sebako Kepada Anak Yatim di Panyabungan Barat

    PT SMGP Tunjukkan Kepedulian, Bagikan Sebako Kepada Anak Yatim di Panyabungan Barat

    • calendar_month Rabu, 29 Jun 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT Sorik Marapi Geothermal Power kembali membagikan paket sembako kepada 128  anak yatim dan anak berkebutuhan khusus. Kali ini di  6 desa di Kecamatan Panyabungan Barat, Mandailing Natal, Senin,(27/6). Sembako yang disalurkan berupa 2 kg beras, minyak goreng 1 kg, mie lidi 1 bungkus, susu 2 kaleng, gula 1 kg, ikan […]

  • HUT RI di Kecamatan Natal

    HUT RI di Kecamatan Natal

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Peringatan HUT RI ke-70 di Kecamatan Natal, Mandailing Natal dipusatkan di lapangan Merdeka, Natal, Senin (17/8). Pasukan pengibar bendera dari berbagai sekolah di Kecamatan Matal sedang khusuk menaikkan bendera merah putih.   Foto : Ali Hanafiah

  • “Naik Darah Tinggiku Ngurus Kartu Keluarga di Pemkab Madina Ini”

    “Naik Darah Tinggiku Ngurus Kartu Keluarga di Pemkab Madina Ini”

    • calendar_month Senin, 15 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    “Katanya bupati sekarang berjanji pelayanan ngurus KTP sama Kartu Keluarga mudah untuk rakyat Madina. Apanya yang mudah. Susahnya bikin darah tinggi saya naik,” kata Sarimuddin, warga Desa Gunung Tua Lumban Pasir, Kecamatan panyabungan, Sabtu (13/8) lalu di warung tak jauh dari Dinas Dukcapilsosnakertrans Madina. Betapa tidak naik pitam, sejak hari Rabu (10/8/2016) dia mengurus Kartu […]

  • Dua Pelajar Mompang Julu Dapat Penangguhan Tahanan

    Dua Pelajar Mompang Julu Dapat Penangguhan Tahanan

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Polres Mandailing Natal mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap dua pelajar kasus kerusuhan Mompang Julu. Kedua pelajar dan masih dibawah umur itu berinisial IAH (16) dan RN (17) dikembalikan kepada orang tua mereka, Rabu (8/7/2020). Penangguhan penahanan dikabulkan setelah dilaksanakan pertemuan antara Muspika Panyabungan Utara, Kadis PPPA, tokoh masyarakat dengan Kapolres […]

  • Pemkab Didesak Bentuk Tim Penyelesaian Perkebunan

    Pemkab Didesak Bentuk Tim Penyelesaian Perkebunan

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 10Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Mandailing Natal (Madina), Ali Anafiah meminta Pemkab Madina segera membentuk tim penyelesaian sengketa lahan antara perusahaan perkebunan dengan masyarakat. “Pemkab Madina harus tegas terhadap perusahaan perkebunan yang telah mengabaikan hak-hak masyarakat, terutama terhadap perusahaan yang telah melakukan penyerobotan lahan warga,” ketanya kepada wartawan, Kamis (26/9/2013) diruang kerjanya. Tim yang […]

  • Karier Polwan Berjilbab jangan Dipersempit

    Karier Polwan Berjilbab jangan Dipersempit

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Rencana pencabutan larangan penggunaan jilbab bagi polisi wanita (polwan) jangan sampai menimbulkan diskriminasi di kemudian hari. “Yang harus diwaspadai, jangan sampai pencabutan larangan penggunaan jilbab justru menimbulkan diskriminasi. Artinya, polwan jangan kemudian hanya ditempatkan di belakang layar,” ujar Penggiat Gerakan Pemberdayaan Swara Perempuan (GPSP) Yudha Irlang kepada INILAH.COM, Selasa (18/6/2013). Apa yang dimaksud […]

expand_less