Sabtu, 13 Jun 2026
light_mode

Pembunuh Hj Sakinah & Anaknya Berkeliaran

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
  • print Cetak


MADINA-Sudah hampir lima bulan peristiwa pembunuhan ibu dan anaknya, yakni Hj Sakinah Rangkuti (81) dan Halimahannum Lubis (55). Namun, hingga Kamis (3/2), Polres Madina masih belum menangkap pembunuh sadis tersebut.
Peristiwa pembunuhan itu terjadi di Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina, Minggu (19/9) lalu. Polisi mengaku, ada sedikit kesulitan untuk mengungkap pelaku pembunuhan, yakni rusaknya tempat kejadian perkara (TKP) saat polisi tiba.
Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK saat dikonfirmasi METRO melalui Kasubbag Humas AKP E Banjarnahor, Kamis (3/2) menyebutkan, hingga Kamis (3/2), Polres Madina belum menetapkan siapa tersangka di balik pembunuhan ibu dan anak yang terjadi bulan September lalu atau sekira sepekan usai lebaran. Namun, Banjarnahor menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan kasus tersebut.
Kendala yang dihadapi polisi dalam mengungkap pelaku pembunuhan itu, sebut Banjarnahor, adalah kondisi TKP yang telah rusak. Artinya, saat didatangi polisi dan hendak dilakukan olah TKP, kondisi TKP sudah tak sediakala.
“Seperti barang-barang yang ada di rumah sudah berubah tempat, dan juga telah banyak orang yang masuk sebelum polisi tiba di tempat. Sehingga kita kesulitan dalam mengungkap siapa pelakunya. Hingga saat ini belum ada tersangkanya,” terangnya.
Perwira dengan pangkat tiga balok kuning di pundaknya itu berharap kepada seluruh masyarakat, baik yang berdomisili di Kabupaten Madina ataupun di luar Madina yang mengetahui kasus pembunuhan tersebut, agar melaporkannya ke Polres Madina. Setidaknya, ada bahan atau petunjuk untuk kelanjutan kasus tersebut bagi polisi.
Ditambahkannya, kasus itu tidak akan pernah ditutup atau kedaluwarsa. Siapa dan dimanapun pelakunya berada, polisi akan menangkap dan melanjutkannya asal ada petunjuk yang jelas.
“Tak ada kata kasus ditutup karena kita masih terus proses. Hanya saja sesuai peraturan, waktu pengusutannya sekitar 18 tahun,” bebernya lagi.
Seperti diberitakan sebelumnya, keterangan yang diperoleh METRO di TKP serta sejumlah saksi, kedua mayat korban ditemukan pada Minggu sore (19/9) sekira pukul 18.00 WIB. Awalnya, keluarga memperoleh kabar dari Romi (34), seorang pegawai di Pemkab Madina, warga Medan dan mengekos di rumah korban.
Romi saat itu mengaku kalau dirinya baru pulang mudik dari Medan dan tiba di rumah korban atau lokasi kejadian pada Minggu pagi sekira pukul 10.00 WIB. Setibanya di rumah korban, kondisi pintu dan jendela rumah terkunci, sedangkan lampu yang ada di luar rumah tetap menyala. Saat itu dirinya memanggil ibu kosnya dari pintu depan dan belakang rumah, namun tak ada yang menyahut.
Ditambahkan Romi, ketika dalam perjalanan dari Medan ke Panyabungan, dirinya sempat beberapa kali menelepon ke ponsel milik korban, namun tidak aktif. Pesan singkat juga telah dikirimkannya untuk memberitahukan jika dirinya sudah di jalan menuju rumah, namun tidak dibalas.
Erwin (33), yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban bersama tetangganya, Adek (20), tiba di TKP sekitar pukul 17.00 WIB. Di mana Erwin, Adek dan warga lain berusaha untuk masuk ke dalam rumah, karena kondisi rumah terkunci dan lampu masih hidup. Saat itu juga mereka mendobrak pintu samping dengan merusak badan pintu dan membukanya dengan anak kunci yang masih ada. Alangkah terkejutnya warga, saat pintu berhasil dibuka atau tepatnya di depan pintu, warga melihat Halimah dalam kondisi tak bernyawa lagi dengan berlumuran darah, dan jenazah ibunya Hj Sakinah Rangkuti di kamar tidur. (wan)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nyatakan Diri Maju Cakada Madina, Dahlan Ngaku Ingin Lanjutkan Tugas yang Terbengkalai

    Nyatakan Diri Maju Cakada Madina, Dahlan Ngaku Ingin Lanjutkan Tugas yang Terbengkalai

    • calendar_month Minggu, 2 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dahlan Hasan Nasution Nyatakan akan lanjutkan tugas tugas yang terbengkalai di dalam agenda Penyampaian Visi Misi Bakal Calon Kepala Daerah (Cakada) Mandailing Natal Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtra (PKS) Madina. Minggu, (02/06/2024). “Saya kan hanya melanjutkan tugas tugas yang terbengkalai,” Ujar Dahlan Eks Mantan […]

  • Jelang Lengser, Kepala Daerah Dilarang Mutasi

    Jelang Lengser, Kepala Daerah Dilarang Mutasi

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Banyaknya praktik kecurangan yang dilakukan kepala daerah sebelum mengakhiri masa jabatan membuat Kemendagri menyusun aturan baru. Yakni, enam bulan sebelum masa jabatan berakhir kepala daerah dilarang mengeluarkan kebijakan strategis. “Sebelum mundur, mereka (kepala daerah) biasanya mengeluarkan kebijakan strategis yang menguntungkan diri sendiri dan kelompoknya,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Reydonnyzar Moenek. Pria yang […]

  • Bupati Ancam Pengusaha

    Bupati Ancam Pengusaha

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jika Bermasalah Izin Dicabut Bupati Madina, HM Hidayat Batubara SE ancam pengusaha di wilayah Madina apabila tak mau diatur dan selalu memunculkan masalah dengan masyarakat. Sanksinya, Bupati akan mencabut seluruh izin usaha. Hal itu ditegaskan Hidayat di hadapan ratusan masyarakat yang terdiri dari 3 kecamatan sebagai lokasi perusahaan perkebunan di Madina, yakni Kecamatan Natal, Batahan […]

  • Amnesty International Diminta Usut Penembakan Massa 22 Mei

    Amnesty International Diminta Usut Penembakan Massa 22 Mei

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Onilne) – Dunia internasional diminta melakukan kajan terhadap kasus penembakan terhadap massa demonstrasi aksi 22 Mei 2019 di Jakarta. Hingga siang hari, Rabu (22/5/2019) sekitar 6 orang dari pihak massa unjukrasa 22 Mei meninggal dunia, salahsatunya teridentifikasi akibat tembakan peluru. Sehari sebelumnya, Amnesty International Indonesia telah menyerukan agar pihak berwenang harus memastikan adanya […]

  • Mandailing Natal Awal Tahun 1900

    Mandailing Natal Awal Tahun 1900

    • calendar_month Selasa, 7 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Askolani Nasution Budayawan Tanggal 11 Januari 1859, Asisten Residen Mandailing Angkola, A.P. Godon pensiun. Ia kemudian digantikan oleh B. Zellner. Tanggal 13 Juni 1860, Zelner digantikan oleh W.A. Henny. Mr. Henny kemudian digantikan oleh P. Severijn pada tanggal 10 Desember 1860. Pergantian itu karena Henny diangkat sebagai sekretaris Gubernur Militer Sumatera. Tanggal 29 April […]

  • SI DUDU

    SI DUDU

    • calendar_month Kamis, 25 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ompak poken i Pasar Kotanopan ari Sabtu, kehe mada Si Dudu marsadu tu sadu giot manabusi sipatu sikola ni anaknia Si Batu. I tonga dalan nida Si Dudu mada sada bayo na marlereng maroban indalu duruk tu duru-duru. Arani i bulus marlojong antong Si Dudu laos marsurak-surak: “Jooouuuu … adong bayo na manabu !” Alak […]

expand_less