Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Pembunuh Hj Sakinah & Anaknya Berkeliaran

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
  • print Cetak


MADINA-Sudah hampir lima bulan peristiwa pembunuhan ibu dan anaknya, yakni Hj Sakinah Rangkuti (81) dan Halimahannum Lubis (55). Namun, hingga Kamis (3/2), Polres Madina masih belum menangkap pembunuh sadis tersebut.
Peristiwa pembunuhan itu terjadi di Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina, Minggu (19/9) lalu. Polisi mengaku, ada sedikit kesulitan untuk mengungkap pelaku pembunuhan, yakni rusaknya tempat kejadian perkara (TKP) saat polisi tiba.
Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIK saat dikonfirmasi METRO melalui Kasubbag Humas AKP E Banjarnahor, Kamis (3/2) menyebutkan, hingga Kamis (3/2), Polres Madina belum menetapkan siapa tersangka di balik pembunuhan ibu dan anak yang terjadi bulan September lalu atau sekira sepekan usai lebaran. Namun, Banjarnahor menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan kasus tersebut.
Kendala yang dihadapi polisi dalam mengungkap pelaku pembunuhan itu, sebut Banjarnahor, adalah kondisi TKP yang telah rusak. Artinya, saat didatangi polisi dan hendak dilakukan olah TKP, kondisi TKP sudah tak sediakala.
“Seperti barang-barang yang ada di rumah sudah berubah tempat, dan juga telah banyak orang yang masuk sebelum polisi tiba di tempat. Sehingga kita kesulitan dalam mengungkap siapa pelakunya. Hingga saat ini belum ada tersangkanya,” terangnya.
Perwira dengan pangkat tiga balok kuning di pundaknya itu berharap kepada seluruh masyarakat, baik yang berdomisili di Kabupaten Madina ataupun di luar Madina yang mengetahui kasus pembunuhan tersebut, agar melaporkannya ke Polres Madina. Setidaknya, ada bahan atau petunjuk untuk kelanjutan kasus tersebut bagi polisi.
Ditambahkannya, kasus itu tidak akan pernah ditutup atau kedaluwarsa. Siapa dan dimanapun pelakunya berada, polisi akan menangkap dan melanjutkannya asal ada petunjuk yang jelas.
“Tak ada kata kasus ditutup karena kita masih terus proses. Hanya saja sesuai peraturan, waktu pengusutannya sekitar 18 tahun,” bebernya lagi.
Seperti diberitakan sebelumnya, keterangan yang diperoleh METRO di TKP serta sejumlah saksi, kedua mayat korban ditemukan pada Minggu sore (19/9) sekira pukul 18.00 WIB. Awalnya, keluarga memperoleh kabar dari Romi (34), seorang pegawai di Pemkab Madina, warga Medan dan mengekos di rumah korban.
Romi saat itu mengaku kalau dirinya baru pulang mudik dari Medan dan tiba di rumah korban atau lokasi kejadian pada Minggu pagi sekira pukul 10.00 WIB. Setibanya di rumah korban, kondisi pintu dan jendela rumah terkunci, sedangkan lampu yang ada di luar rumah tetap menyala. Saat itu dirinya memanggil ibu kosnya dari pintu depan dan belakang rumah, namun tak ada yang menyahut.
Ditambahkan Romi, ketika dalam perjalanan dari Medan ke Panyabungan, dirinya sempat beberapa kali menelepon ke ponsel milik korban, namun tidak aktif. Pesan singkat juga telah dikirimkannya untuk memberitahukan jika dirinya sudah di jalan menuju rumah, namun tidak dibalas.
Erwin (33), yang masih memiliki hubungan keluarga dengan korban bersama tetangganya, Adek (20), tiba di TKP sekitar pukul 17.00 WIB. Di mana Erwin, Adek dan warga lain berusaha untuk masuk ke dalam rumah, karena kondisi rumah terkunci dan lampu masih hidup. Saat itu juga mereka mendobrak pintu samping dengan merusak badan pintu dan membukanya dengan anak kunci yang masih ada. Alangkah terkejutnya warga, saat pintu berhasil dibuka atau tepatnya di depan pintu, warga melihat Halimah dalam kondisi tak bernyawa lagi dengan berlumuran darah, dan jenazah ibunya Hj Sakinah Rangkuti di kamar tidur. (wan)
Sumber : Metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Percepat Pengusutan Kebakaran Pasar Hilir, Kapolres Madina Mendapat Apresiasi

    Percepat Pengusutan Kebakaran Pasar Hilir, Kapolres Madina Mendapat Apresiasi

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim Percepatan Pemeriksaan yang dibentuk Polres Madina dalam mengusut kasus penyebab kebakaran di Pasar Hilir, Panyabungan mendapat apresiasi. Pembentukan tim ini dinilai sebagai keseriusan Kapores Mandailing Natal (Madina), AKPB Rudy Rifani menegakkan supremasi hukum serta azas keadilan bagi para keluarga korban kebakaran. “PDI Perjuangan mengapresiasi langkah kapolres yang telah membentuk Tim […]

  • Harapkan Pilkada Madina Berjalan Tanpa Money Politic

    Harapkan Pilkada Madina Berjalan Tanpa Money Politic

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masyarakat Mandailing Natal harapkan Pilkada Madina putaran Ke II tanggal 24 April 2011 berjalan dengan aman serta jauh dari politik uang ( MOL)

  • Mantan Kapolri Jenderal Kunarto Tutup Usia

    Mantan Kapolri Jenderal Kunarto Tutup Usia

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA : Mantan Kepala Kepolisian RI Jenderal (Purn) Kunarto meninggal dunia di Rumah Sakit Internasional Surabaya, Rabu pada pukul 04.00 WIB. “Rencananya almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata sekitar pukul 14.00 WIB,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas), Brigjen Pol Ketut Untung Yoga Ana di Jakarta, Rabu 28 September 2011. Almarhum Kunarto adalah […]

  • Refleksi Pawai Obor 1 Muharram 1448 H: Di Sini Bersalawat, Di Sana Menghujat

    Refleksi Pawai Obor 1 Muharram 1448 H: Di Sini Bersalawat, Di Sana Menghujat

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Moechtar Nasution*   Suatu malam di tahun  lalu, sesudah salat isya, saya duduk di teras Masjid Jamik Kota Siantar bertepatan dengan malam 1 Muharram. Sepertinya hampir setiap tahun, masyarakat didominasi anak-anak di kelurahan ini memang selalu menggelar pawai obor berkeliling kampung. Malam ini juga dipastikan ada karena sudah dipost di linimasa facebook saudara saya, […]

  • Menghidupkan Jiwa Mandailing di Ruang Publik; Urgensi Transformasi Nama Alun-Alun Menjadi Adian Pardomuan Panyabungan

    Menghidupkan Jiwa Mandailing di Ruang Publik; Urgensi Transformasi Nama Alun-Alun Menjadi Adian Pardomuan Panyabungan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Moechtar Nasution
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution* Sekretaris Dewan Pendiri GEREP INSTITUTE (Pusat Kajian Madina)   Pendahuluan Setiap kota membutuhkan episentrum, sebuah ruang bersama tempat warganya bernapas, bertemu, merajut asa, dan merayakan dinamika kehidupan. Di jantung Kabupaten Mandailing Natal, peran krusial ini selama bertahun-tahun dipikul oleh hamparan ruang terbuka hijau yang biasa kita sebut secara refleks dan mekanis […]

  • Darmin Nasution dan Mulia P Nasution dibalik kesuksesan Gordang Sambilan sampai Istana Negara

    Darmin Nasution dan Mulia P Nasution dibalik kesuksesan Gordang Sambilan sampai Istana Negara

    • calendar_month Senin, 27 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Darmin Nasution tokoh Mandailing yang juga Gubernur Bank Indonesia serta Mulia Parlindungan Nasution yang juga mantan Ketua Ikanas (Ikatan Marga Nasution) Sponsor Gordang Sambilan Mandailing hingga menggema di istana negara. Untuk kali pertama, Gordang Sambilan dipertunjukkan di istana merdeka, Jakarta. Alat musik tradisional Mandailing tersebut dipagelarkan dalam acara HUT RI, Jum’at (17/8). Sebanyak 4 orang […]

expand_less