Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Pemkab Didesak Bentuk Tim Penyelesaian Perkebunan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 27 Sep 2013
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Mandailing Natal (Madina), Ali Anafiah meminta Pemkab Madina segera membentuk tim penyelesaian sengketa lahan antara perusahaan perkebunan dengan masyarakat.

“Pemkab Madina harus tegas terhadap perusahaan perkebunan yang telah mengabaikan hak-hak masyarakat, terutama terhadap perusahaan yang telah melakukan penyerobotan lahan warga,” ketanya kepada wartawan, Kamis (26/9/2013) diruang kerjanya.

Tim yang dibentuk Pemkab Madina ini nantinya harus segera mengevaluasi setiap izin perkebunan yang ada.

Tim juga harus mengutamakan prinsip yang diinginkan oleh Pemkab Madina dan masyarakat yang ada disekitar areal perkebunan.

“Bila memang perusahaan masih tetap mengabaikan kepentingan masyarakat, maka harus secepatnya Pemkab mencabut izin perusahaan perkebunan itu,” kata Ali.

Diungkapkannya, persoalan sengketa lahan antara perusahaan dengan masyarakat terutama di wilayah Pantai Barat Madina sudah berlangsung lama, bahkan hak-hak masyarakat cenderung telah terlupakan.

“Hasil pertemuan antara Komisi A DPRD Sumatera Utara bersama dengan Kakanwil BPN Provsu, Kakan BPN Madina dengan beberapa direksi perusahaan pada bulan Agustus yang lewat dan ditindaklanjuti dengan pertemuan di aula kantor bupati Madina harus segera ditindaklanjuti oleh Pemkab Madina,” tegaskan Ali.

Sementara itu, lanjutnya, Wakil Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution sudah pernah menegaskan bahwa seluruh perusahaan perkebunan yang bersengketa di Madina harus segera diselesaikan, bila tidak pemkab tidak akan merekomendasi HGU perusahaan terkait.

Ali menyatakan, beberapa kali dilangsungkan pertemuan antara Pemkab Madina, perusahaan perkebunan dan masyarakat, ternyata dua perusahaan tidak pernah hadir, yakni PT.Palmaris Raya dan PT.Randy.

“Jadi kita melihat kedua perusahaan ini tidak ada niat baik untuk menyelesaiakan sengketa dengan masyarakat, terutama penguasaan terhadap areal transmigrasi, bahkan DPRD Madina telah mengeluarkan rekomendasi Pansus agar Pemkab Madina segera mencabut izin PT.Palmaris Raya, namun hingga saat ini kita melihat Pemkab madina belum melakukan pencabutan izin dari perusahaan itu,” ungkap Ali.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa Bumi 6 Skala Richter Di Pantai Barat Madina

    Gempa Bumi 6 Skala Richter Di Pantai Barat Madina

    • calendar_month Minggu, 8 Nov 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Informasi Di peroleh Dari BMKG Gempa yang terasa sekitar jam 4.34 wib berada di lokasi sekitar 40 Km arah Barat dari Natal Kabupaten Mandailing natal tidak berpotensi Tsunami. 08 November 2015 16:34:57 WIB Magnitudo : Lokasi: 0.57 LU – 98.71 BT 85 km BaratDaya MANDAILINGNATAL-SUMUT 98 km Tenggara NIASSELATAN-SUMUT 109 km BaratDaya PADANGSIDEMPUAN-SUMUT 248 km BaratLaut […]

  • Antikritik di Negeri yang Menjunjung Tinggi Demokrasi

    Antikritik di Negeri yang Menjunjung Tinggi Demokrasi

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Sosial Masyarakat   Viralnya sejumlah mural yang dijadikan sebagian rakyat untuk menyuarakan kritikannya malah ditanggapi para penggawa negeri dengan penghapusan dan tindakan hukum bagi pembuatnya. Nampaknya bersuara lewat senipun di negeri demokrasi terus di bungkam.  Sungguh ini sangat bertolak belakang dengan jargon negeri ini yang katanya menjunjung tinggi […]

  • Jelang Ramadhan, SMSI Madina Salurkan 1 ton Beras ke Anak Yatim dan Jompo

    Jelang Ramadhan, SMSI Madina Salurkan 1 ton Beras ke Anak Yatim dan Jompo

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ):  – Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berbagi satu ton beras untuk anak yatim dan jompo di sekitaran Panyambungan. Acara ini dilaksanakan, sebagai bentuk syukur pengurus SMSI Madina dan menyalurkan sumbangan dari donatur-donatur ini agar dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan, Kamis […]

  • Rehab Pustu Pastab Jae Bertukar Lokasi?

    Rehab Pustu Pastab Jae Bertukar Lokasi?

    • calendar_month Minggu, 26 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tak diketahui dimana letak kelirunya. Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Pastep Jae Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal dipugar. Padahal di plang merek proyek tertulis Pustu Desa Pastap Julu. Pantauan Mandailing Online, sejumlah pekerja sedang bekerja melakukan perehaban Pustu Desa Pastap Jae.  Sementara plang merek bertuliskan atas nama Dinas Kesehatan Mandailing Natal memampangkan Pustu […]

  • Dualisme di Tubuh PPP Madina Berakhir

    Dualisme di Tubuh PPP Madina Berakhir

    • calendar_month Selasa, 29 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dualisme kepengurusan DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Mandailing Natal telah berakhir pasca putusan Mahkamah Agung. Itu dikatakan Ketua DPC PPP Mandailing Natal (Madina), Ahmad Rijal Lubis didampingi Sekretaris M. Ridwan Lubis kepada wartawan, kemarin. “Kami jelaskan, bahwa semua kisruh atau apapun namanya yang terjadi selama setahun ini sudah berakhir dan […]

  • Islam Mewujudkan Kemerdekaan Hakiki

    Islam Mewujudkan Kemerdekaan Hakiki

    • calendar_month Minggu, 15 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nurhabibah, S.Pd Tinggal di Padangsidempuan Tak terasa beberapa hari lagi  bangsa Indonesia merayakan kembali hari kemerdekaan negeri ini untuk yang ke-76 kalinya. Di tengah suasana perayaan kemerdekaan itu, bangsa ini tentu layak bertanya: Apa sebetulnya arti kemerdekaan yang hakiki itu? Betulkah kita telah benar-benar merdeka? Betulkah kita telah sungguh-sungguh terbebas dari segala bentuk penjajahan? […]

expand_less