Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Puluhan Tanaman Kelapa Sawit Ditumbang Warga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 6 Feb 2012
  • print Cetak

Labuhanbatu. Puluhan batang tanaman kelapa sawit milik PT Smart Tbk Padang Halaban berlokasi di Desa Kampung Baru Sidomukti, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) ditebang ratusan warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Padang Halaban Sekitarnya (KTPHS), Minggu (5/2).
Aksi penebangan pohon kelapa sawit ini merupakan bentuk protes warga terhadap pemerintah yang dinilai tidak mampu menyelesaikan kasus sengketa tanah dan tidak berpihak kepada petani.

“Kita telah berjuang merebut kembali lahan petani yang telah dirampas PT Smart sejak tahun 1998. Namun hingga kini pemerintah tidak juga mampu mengembalikan hak rakyat tersebut dan lebih berpihak kepada perusahaan. Makanya kita tidak lagi percaya kepada pemerintah dan melakukan aksi pendudukan lahan yang selama ini dikuasai perusahaan,” ujar Sekretaris KTPHS M Safii, Minggu (5/2).

Dijelaskan, pada tahun 1969, pihak perusahaan perkebunan PT Smart Tbk Padang Halaban bersama pemerintah telah merampas lahan seluas 3.000 hektare yang sebelumnya telah dikuasai oleh petani Padang Halaban sekitarnya. Ketika itu pemerintah dan pihak perusahaan menggunakan berbagai cara untuk menggusur para petani dari tanahnya yang kini kembali mereka perjuangkan.

“Pada tahun 1969, polisi dan tentara telah menggusur para petani dari lahannya dengan tuduhan sebagai petani penggarap dan sebagai anggota partai komunis. Padahal kepentingannya untuk menerbitkan HGU perusahaan di lahan yang lebih dahulu dikuasai oleh para petani Padang Halaban,” jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, menurut pengakuan sejumlah saksi hidup, proses penggusuran para petani tersebut tak terlepas dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparatur pemerintah tersebut.

“Jadi saat itu, para petani sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa. Karena jika melawan dan menolak meninggalkan lahannya, para polisi dan tentara tak segan-segan mengacungkan senjata kepada para petani,” ungkapnya.

Ditambahkannya, para petani juga telah mendirikan sejumlah rumah papan dan telah menanami tanaman palawija di areal lahan sengketa tersebut. Bahkan, petani juga telah mendirikan sebuah mushollah berdinding papan di lahan bersengketa itu.

“Sejak Maret 2009, petani mulai menduduki lahan dan mendirikan rumah di lahan yang selama ini dikuasai perusahaan. Tujuan agar di lahan seluas 3.000 hektare itu dapat kembali menjadi perkampungan warga,” ujarnya.

Di lokasi, tak satupun anggota kepolisian yang tampak mengamankan aksi ratusan petani yang telah menebang hampir 50 batang pokok kelapa sawit di areal lahan perkebunan perusahaan tersebut dengan menggunakan mesin sinso.

Sementara pihak perusahaan belum berhasil dikomfirmasi wartawan terkait aksi petani tersebut. “Ini hari minggu mas, kantor perusahaan tutup,” ujar salah seorang security di kantor Manajemen PT Smart Tbk, Padang Halaban. (n fajar dame harahap.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tentang Etek Do Mulo Ni Gondang

    Tentang Etek Do Mulo Ni Gondang

    • calendar_month Kamis, 5 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Nasution Dari atas dan lereng bukit-bukit yang terdapat di Mandailing, semenjak dulu hingga pada masa sekarang ini masih sering kita dengar sesuatu bunyi yang berirama mempesona dan menggelitik jiwa, yang pada gilirannya dapat memikat perhatian kita. Suara apakah gerangan? Siapakah yang membunyikannya? Pertanda apakah gerangan? Dan berbagai pertanyaan lainnya yang melintas di dalam […]

  • Pembunuh Hj Sakinah & Anaknya Berkeliaran

    Pembunuh Hj Sakinah & Anaknya Berkeliaran

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Sudah hampir lima bulan peristiwa pembunuhan ibu dan anaknya, yakni Hj Sakinah Rangkuti (81) dan Halimahannum Lubis (55). Namun, hingga Kamis (3/2), Polres Madina masih belum menangkap pembunuh sadis tersebut. Peristiwa pembunuhan itu terjadi di Kelurahan Dalan Lidang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Madina, Minggu (19/9) lalu. Polisi mengaku, ada sedikit kesulitan untuk mengungkap pelaku pembunuhan, yakni […]

  • Adelin Lis Dibebaskan Setelah Jalani Hukuman dan Bayar UP

    Adelin Lis Dibebaskan Setelah Jalani Hukuman dan Bayar UP

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Terpidana perkara pembalakan liar hutan di Mandailing Natal, Sumatera Utara, Adelin Lis, keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta Medan, Sabtu (6/9/2025) setelah beberapa tahun menjalani vonis dan membayar uang pengganti kerugian negara. Kepala Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan Herry Suhasmin mengungkapkan jika terpidana kasus pembalakan liar di Kabupaten Mandailing Natal […]

  • Quota Gas LPG Untuk Madina Terlalu Minim

    Quota Gas LPG Untuk Madina Terlalu Minim

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasokan gas LPG untuk Mandailing Natal (Madina) selama ini masih kurang, penyebab terjadinya kelangkaan beberapa pekan lalu. Berdasar data Bagian Perekonomian Pemkab Madina, selama ini pihak Pertamina hanya memasok sebanyak 103.040 tabung ukuran 3kg per tahun melalui dua agen penyalur. Itu masih kurang jika dibandingkan jumlah penduduk dan jumlah konsumen di […]

  • 5 Milyar Dana BPJS Masih Mengendap di Rekening Dinas Kesehatan Madina

    5 Milyar Dana BPJS Masih Mengendap di Rekening Dinas Kesehatan Madina

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 5 milyar rupiah dana kapitasi program BPJS di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum sampai ke pihak puskesmas dan diduga masih mengendap di rekening Dinas Kesehatan Madina. Sejumlah pimpinan puskesmas mengaku, Senin (14/7/2014) dana tersebut belum sampai kepada puskesmas. Kondisi ini membuat hubungan antara Plt Kadis Kesehatan, Ismail Lubis dengan para […]

  • Alumni Musthofawiyah Raih Master of Arts di Yaman

    Alumni Musthofawiyah Raih Master of Arts di Yaman

    • calendar_month Jumat, 13 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    HADHRAMAUT, YAMAN (Mandailing Online) – Ahmad Suhaimi Nasution alumni pesantren Musthofawiyah berhasil melewati sidang tesis secara gemilang di Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Hadhramaut, Yaman, Kamis (12/08/21). Pria yang berasal dari Desa Darussalam (Pagaran Sigatal), Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara ini pun meraih gelar Master of Arts. Di hadapan para Doktor Dewan Penguji, dia membawakan judul “Atsaru […]

expand_less