Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Puluhan Tanaman Kelapa Sawit Ditumbang Warga

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 6 Feb 2012
  • print Cetak

Labuhanbatu. Puluhan batang tanaman kelapa sawit milik PT Smart Tbk Padang Halaban berlokasi di Desa Kampung Baru Sidomukti, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) ditebang ratusan warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Padang Halaban Sekitarnya (KTPHS), Minggu (5/2).
Aksi penebangan pohon kelapa sawit ini merupakan bentuk protes warga terhadap pemerintah yang dinilai tidak mampu menyelesaikan kasus sengketa tanah dan tidak berpihak kepada petani.

“Kita telah berjuang merebut kembali lahan petani yang telah dirampas PT Smart sejak tahun 1998. Namun hingga kini pemerintah tidak juga mampu mengembalikan hak rakyat tersebut dan lebih berpihak kepada perusahaan. Makanya kita tidak lagi percaya kepada pemerintah dan melakukan aksi pendudukan lahan yang selama ini dikuasai perusahaan,” ujar Sekretaris KTPHS M Safii, Minggu (5/2).

Dijelaskan, pada tahun 1969, pihak perusahaan perkebunan PT Smart Tbk Padang Halaban bersama pemerintah telah merampas lahan seluas 3.000 hektare yang sebelumnya telah dikuasai oleh petani Padang Halaban sekitarnya. Ketika itu pemerintah dan pihak perusahaan menggunakan berbagai cara untuk menggusur para petani dari tanahnya yang kini kembali mereka perjuangkan.

“Pada tahun 1969, polisi dan tentara telah menggusur para petani dari lahannya dengan tuduhan sebagai petani penggarap dan sebagai anggota partai komunis. Padahal kepentingannya untuk menerbitkan HGU perusahaan di lahan yang lebih dahulu dikuasai oleh para petani Padang Halaban,” jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, menurut pengakuan sejumlah saksi hidup, proses penggusuran para petani tersebut tak terlepas dari tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparatur pemerintah tersebut.

“Jadi saat itu, para petani sama sekali tidak mampu berbuat apa-apa. Karena jika melawan dan menolak meninggalkan lahannya, para polisi dan tentara tak segan-segan mengacungkan senjata kepada para petani,” ungkapnya.

Ditambahkannya, para petani juga telah mendirikan sejumlah rumah papan dan telah menanami tanaman palawija di areal lahan sengketa tersebut. Bahkan, petani juga telah mendirikan sebuah mushollah berdinding papan di lahan bersengketa itu.

“Sejak Maret 2009, petani mulai menduduki lahan dan mendirikan rumah di lahan yang selama ini dikuasai perusahaan. Tujuan agar di lahan seluas 3.000 hektare itu dapat kembali menjadi perkampungan warga,” ujarnya.

Di lokasi, tak satupun anggota kepolisian yang tampak mengamankan aksi ratusan petani yang telah menebang hampir 50 batang pokok kelapa sawit di areal lahan perkebunan perusahaan tersebut dengan menggunakan mesin sinso.

Sementara pihak perusahaan belum berhasil dikomfirmasi wartawan terkait aksi petani tersebut. “Ini hari minggu mas, kantor perusahaan tutup,” ujar salah seorang security di kantor Manajemen PT Smart Tbk, Padang Halaban. (n fajar dame harahap.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • BISNIS KRIPIK SINGKONG BANJARKOBUN DARI PINGGIR JALAN (Bagian 2-selesai)

    BISNIS KRIPIK SINGKONG BANJARKOBUN DARI PINGGIR JALAN (Bagian 2-selesai)

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Tim Mandailing Epicentrum LANGKAH KEDUA: Kuasai Pasar Kecil Dulu Jangan langsung berpikir minimarket besar. Justru lebih strategis mengisi pasar paling realistis, yaitu: • warung kopi, • kantin sekolah, • loket travel, • kios bensin, • meja kasir toko kecil. Dan inilah teknik paling penting, “mainkan” sistem titip jual, konsinyasi – laku barang baru bayar. […]

  • Cipta Kerja Sah :  Pengusaha Happy, Rakyat Tercekik, Negara Tergadai !

    Cipta Kerja Sah : Pengusaha Happy, Rakyat Tercekik, Negara Tergadai !

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Pengusaha menyambut baik pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) menjadi undang-undang (uu) melalui Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dilaksanakan pada hari Senin (5/10). Mereka juga memberikan apresiasi kepada pemerintah dan anggota dewan. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan […]

  • Srikandi PP Madina Gelar Muscab

    Srikandi PP Madina Gelar Muscab

    • calendar_month Kamis, 24 Mar 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Srikandi Pemuda Pancasila Cabang Mandailing Natal (Madina) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) I di aula hotel Payaloting, Sigalapang, Panyabungan, pada Kamis (24/3). Muscab yang mengangkat tema “Re-aktualsasi Peran dan Eksistensi Srikandi Pemuda Pancasila, Mengukuhkan Kiblat Pergerakan Kaum Perempuan” ini dihadiri secara langsung oleh Ketua DPW Srikandi PP Sumut Rosda, SE dan beberapa […]

  • Bila Merapi Memburuk, SBY Kembali ke Indonesia

    Bila Merapi Memburuk, SBY Kembali ke Indonesia

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Kunjungan kerja Presiden SBY ke luar negeri hanya efektif empat hari. Bila sewaktu-waktu kondisi Gunung Merapi memburuk, Presiden SBY kembali ke Tanah Air. Demikian jawaban Menko Polhukam Djoko Suyanto saat ditanya kemungkinan jadwal kunjungan kerja Presiden SBY ke luar negeri akan berubah. Sebab hingga kini, status Merapi masih dinyatakan awas. “Bila ada perubahan […]

  • Bahaya Mercuri Limbah Galundung

    Bahaya Mercuri Limbah Galundung

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    PANYABUNGAN (Mandaling Online) – Bahaya mercuri dari limbah gelondong batu emas (Galundung) sangat luar biasa terhadap manusia. Pemerintah Mandailing Natal harus melakukan langkah-langkah cepat terhadap unit-unit gelondong batu emas di kawasan pemukiman. “Lingkungan yang terkontaminasi oleh merkuri dapat membahayakan kehidupan manusia karena adanya rantai makanan. Merkuri terakumulasi dalam mikro-organisme yang hidup di air sungai dan […]

  • Argentina Selidiki Kejahatan Myanmar Terhadap Muslim Rohingya

    Argentina Selidiki Kejahatan Myanmar Terhadap Muslim Rohingya

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sistem peradilan Argentina akan menyelidiki tuduhan kejahatan perang yang dilakukan militer Myanmar terhadap minoritas Rohingya di negara itu berdasarkan putusan pengadilan yang menjunjung prinsip keadilan universal. Keputusan pengadilan banding membatalkan putusan pengadilan yang lebih rendah yang menolak permintaan penyelidikan oleh Organisasi Rohingya Burma (BROUK) yang berbasis di Inggris. Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut tindakan keras […]

expand_less