Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode

Seputar Bocah SD Ngaku Nyaris Diculik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
  • print Cetak


Kapolres: Tak Ada Penculikan

TAPSEL- Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Subandriya SH MH mengatakan, tidak ada kasus penculikan di wilayah hukumnya. Ini dutarakan Subandriya terkait adanya pengakuan Wilda Rizkia Sinambela (10), warga Desa Roncitan Natambang, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapsel yang mengaku nyaris menjadi korban penculikan.

“Tidak ada penculikan, dan bantu menginformasikan kepada masyarakat tidak ada kasus penculikan di wilayah Polres Tapsel,” kata Kapolres singkat, kemarin (22/11).

Akan Selidiki Kebenaran

Info Penculikan

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Waiman ketika dikonfirmasi METRO, Senin (22/11), mengaku akan menyelidiki terlebih dahulu kebenarannya.

“Kita selidiki dulu kebenaran infomasi tersebut,” ujar Waiman.

Diutarakan Waiman, pihaknya juga mengajak semua masyarakat agar berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Peran aktif masyarakat dibutuhkan dalam menjaga Kamtibmas. Kita juga mengimbau masyarakat agar bisa cepat menyampaikan informasi jika ada suatu kejadian atau yang mencurigakan ke pihak kepolisian,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wilda Rizkia Sinambela mengaku nyaris menjadi korban penculikan, Kamis (18/11) sekira pukul 18.00 WIB. Saat itu bocah perempuan ini dihampiri seorang wanita dan dinaikkan secara paksa ke dalam mobil. Beruntung, anak pasangan Hasittongan Sinambela (50) dan Roslina Pohan (48) warga Roncitan Natambang ini terus meronta dan berteriak hingga pelaku melepaskannya.

Kepada METRO, Wilda Rizkia didampingi kedua orangtuanya, saat ditemui di ladang mereka di Saba Pakkal Dolok, kemarin (21/11) menuturkan, saat kejadian itu, Wilda hendak pergi salat ke masjid. Namun sebelum waktu salat tiba, dirinya teringat masih ada tugas yang diberikan guru dari sekolah dan membutuhkan penghapus.

Anak keenam dari enam bersaudara ini pun bermaksud hendak membeli penghapus di kedai (lopo) yang berada di pinggir jalan provinsi Sipirok-SDH (rumah korban sekitar 150 meter masuk ke dalam dari pinggir jalan, red). Namun, setibanya di lopo, ternyata tutup. Beberapa saat kemudian, mobil Kijang bewarna hitam menghampirinya.

Seorang wanita berambut sebahu turun dari mobil dan langsung menariknya masuk ke dalam mobil sembari menutup mulutnya sehingga korban tidak bisa menjerit. Di dalam mobil itu berisi dua orang. Yakni seorang wanita dan sopir mobil. Setelah korban masuk ke mobil, sopir mobil langsung tancap gas.

Saat dalam perjalanan, Wilda terus meronta. Begitu tangan wanita yang membekap mulutnya terlepas, korban langsung menjerit minta tolong. “Saya terus menunjangi pelaku yang menyumbat mulutku. Rambut wanita itu sebahu, aku tak mengenalnya. Tapi kalau jumpa, saya pasti kenal dia,” ujar Wilda.

Diceritakannya, saat mobil melintas di tanjakan jalan rusak Aek Torop Simpang Ujung Padang atau sekitar satu kilometer dari lopo tempatnya hendak membeli penghapus tersebut, teriakan Wilda semakin keras.

“Saat di jalan rusak depan bengkel si Agus (Aek Torop Desa Naggar Jati, red) saya terus menjerit. Lalu, saya langsung dikeluarkannya, dan saya langsung berlari menuju persawahan,” ungkapnya.

Setelah itu, korban menemui warga sekitar dan menceritakan kejadian yang dialaminya. Wilda pun meminta tolong untuk diantarkan ke rumahnya sekitar pukul 20.00 WIB.

Ibu Wilda, Roslina Pohan kepada METRO mengatakan, putrinya masih trauma setelah percobaan penculikan tersebut dialaminya.

“Inilah bekasnya masih ada ito. Jumat (19/11) lalu dia sangat trauma, dan tak mau bicara. Tapi esoknya (Sabtu, red) baru dijelaskannya semua. Kalau famili kita silih berganti datang menjenguk dan ingin tahu kejadiannya,” katanya sembari memperlihatkan bekas sumbatan terhadap mulut korban yang dilakukan pelaku kala itu. (neo)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 66 Siswa SMA Negeri 3 Panyabungan Masuk PT Jalur Undangan

    66 Siswa SMA Negeri 3 Panyabungan Masuk PT Jalur Undangan

    • calendar_month Rabu, 3 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dari 186 total jumlah siswa lulus di SMA Negeri 3 Panyabungan, sebanyak 66 mendapat undangan masuk perguruan tinggi negeri. “Ini membanggakan. Dan kami mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah Bu Doharni Siregar serta seluruh guru,” kata Komite Sekolah Bidang Pembangunan SMA Negeri 3 Panyabungan, Mandailing Natal,  Ali Musa Lubis kepada Mandailing Online, […]

  • Di Madina, Dana PSKS Mulai Disalurkan

    Di Madina, Dana PSKS Mulai Disalurkan

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT Pos Indonesia Cabang Kabupaten Mandailing Natal mulai menyalurkan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) sejak Minggu (23/11). Kepala Cabang Kantor Pos Panyabungan, Ramli Siregar, Senin (24/11) mengatakan dana yang disalurkan untuk tiap kepala keluarga penerima sebesar 400 ribu rupiah untuk dua bulan, yakni Nopember-Desember 2014. “Sehubungan dengan keterbatasan personil […]

  • Sapi di Padangsidimpuan Hanya 966 Ekor

    Sapi di Padangsidimpuan Hanya 966 Ekor

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    P Sidimpuan, – Kota Padangsidimpuan akan mendatangkan hewan ternak untuk kebutuhan warga saat hari Raya Idul Adha 1434 H. Soalnya, sesuai data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padangsidimpuan, untuk tahun 2013 tercatat jumlah sapi ternak warga yang ada di Padangsidimpuan hanya 966 ekor. Kepala BPS Kota Padangsidimpuan melalui Kasi IPDS, Joel Roy Peranginangin […]

  • Irwan Daulay : Madina Harus Melakukan Terobosan Terkait Tingginya Angka Kemiskinan dan Rendahnya IPM

    Irwan Daulay : Madina Harus Melakukan Terobosan Terkait Tingginya Angka Kemiskinan dan Rendahnya IPM

    • calendar_month Rabu, 19 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sudah waktunya melakukan terobosan penting dalam upaya menurunkan angka kemiskina dan menaikkan IPM yang  masih rendah. Salah satu upayanya melalui pembentukan Tim Ekonomi yang kuat. Berikan mereka kewenangan penuh untuk bekerja,” ujar tokoh masyarakat Madina, Irwan H. Daulay dalam akun fecebook-nya, Rabu (19/7/2017). Seiring dengan pembentukan […]

  • Bupati Madina Dilaporkan ke Mabes Polri

    Bupati Madina Dilaporkan ke Mabes Polri

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution resmi dilaporkan ke Mabes Polri, Kamis (1/10) terkait dugaan penggelapan uang warga. “Hari ini tepat 1 Oktober 2015, saya selaku kuasa hukum dari bapak H.Tajuddin Pardosi telah secara resmi melaporkan Dahlan Hasan Nasution (bupati Madina) ke Bareskrim Mabes Polri,” kata Razman Arief Nasution kepada wartawan melalui […]

  • Ini Jalur Alternatif Menghindari Mompang Julu

    Ini Jalur Alternatif Menghindari Mompang Julu

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pelintas jalur lintas Sumatera (Jalinsum) bisa memakai jalur alternatif agar tidak terjebak di titik Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal, Sumut yang masih diblokir warga siang ini Kamis (2/7/2020). Jalur alternatif itu adalah Panyabungan-Huatabargot-Jambur. Berdasar penelusuran Mandailing Online jalur itu hanya dapat dilalui kenderaan roda empat. Kenderaan roda empat […]

expand_less