Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Seputar Bocah SD Ngaku Nyaris Diculik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
  • print Cetak


Kapolres: Tak Ada Penculikan

TAPSEL- Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Subandriya SH MH mengatakan, tidak ada kasus penculikan di wilayah hukumnya. Ini dutarakan Subandriya terkait adanya pengakuan Wilda Rizkia Sinambela (10), warga Desa Roncitan Natambang, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapsel yang mengaku nyaris menjadi korban penculikan.

“Tidak ada penculikan, dan bantu menginformasikan kepada masyarakat tidak ada kasus penculikan di wilayah Polres Tapsel,” kata Kapolres singkat, kemarin (22/11).

Akan Selidiki Kebenaran

Info Penculikan

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Waiman ketika dikonfirmasi METRO, Senin (22/11), mengaku akan menyelidiki terlebih dahulu kebenarannya.

“Kita selidiki dulu kebenaran infomasi tersebut,” ujar Waiman.

Diutarakan Waiman, pihaknya juga mengajak semua masyarakat agar berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Peran aktif masyarakat dibutuhkan dalam menjaga Kamtibmas. Kita juga mengimbau masyarakat agar bisa cepat menyampaikan informasi jika ada suatu kejadian atau yang mencurigakan ke pihak kepolisian,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wilda Rizkia Sinambela mengaku nyaris menjadi korban penculikan, Kamis (18/11) sekira pukul 18.00 WIB. Saat itu bocah perempuan ini dihampiri seorang wanita dan dinaikkan secara paksa ke dalam mobil. Beruntung, anak pasangan Hasittongan Sinambela (50) dan Roslina Pohan (48) warga Roncitan Natambang ini terus meronta dan berteriak hingga pelaku melepaskannya.

Kepada METRO, Wilda Rizkia didampingi kedua orangtuanya, saat ditemui di ladang mereka di Saba Pakkal Dolok, kemarin (21/11) menuturkan, saat kejadian itu, Wilda hendak pergi salat ke masjid. Namun sebelum waktu salat tiba, dirinya teringat masih ada tugas yang diberikan guru dari sekolah dan membutuhkan penghapus.

Anak keenam dari enam bersaudara ini pun bermaksud hendak membeli penghapus di kedai (lopo) yang berada di pinggir jalan provinsi Sipirok-SDH (rumah korban sekitar 150 meter masuk ke dalam dari pinggir jalan, red). Namun, setibanya di lopo, ternyata tutup. Beberapa saat kemudian, mobil Kijang bewarna hitam menghampirinya.

Seorang wanita berambut sebahu turun dari mobil dan langsung menariknya masuk ke dalam mobil sembari menutup mulutnya sehingga korban tidak bisa menjerit. Di dalam mobil itu berisi dua orang. Yakni seorang wanita dan sopir mobil. Setelah korban masuk ke mobil, sopir mobil langsung tancap gas.

Saat dalam perjalanan, Wilda terus meronta. Begitu tangan wanita yang membekap mulutnya terlepas, korban langsung menjerit minta tolong. “Saya terus menunjangi pelaku yang menyumbat mulutku. Rambut wanita itu sebahu, aku tak mengenalnya. Tapi kalau jumpa, saya pasti kenal dia,” ujar Wilda.

Diceritakannya, saat mobil melintas di tanjakan jalan rusak Aek Torop Simpang Ujung Padang atau sekitar satu kilometer dari lopo tempatnya hendak membeli penghapus tersebut, teriakan Wilda semakin keras.

“Saat di jalan rusak depan bengkel si Agus (Aek Torop Desa Naggar Jati, red) saya terus menjerit. Lalu, saya langsung dikeluarkannya, dan saya langsung berlari menuju persawahan,” ungkapnya.

Setelah itu, korban menemui warga sekitar dan menceritakan kejadian yang dialaminya. Wilda pun meminta tolong untuk diantarkan ke rumahnya sekitar pukul 20.00 WIB.

Ibu Wilda, Roslina Pohan kepada METRO mengatakan, putrinya masih trauma setelah percobaan penculikan tersebut dialaminya.

“Inilah bekasnya masih ada ito. Jumat (19/11) lalu dia sangat trauma, dan tak mau bicara. Tapi esoknya (Sabtu, red) baru dijelaskannya semua. Kalau famili kita silih berganti datang menjenguk dan ingin tahu kejadiannya,” katanya sembari memperlihatkan bekas sumbatan terhadap mulut korban yang dilakukan pelaku kala itu. (neo)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Pimpin Upacara HUTRI di Madina

    Bupati Pimpin Upacara HUTRI di Madina

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menjadi inspektur upacara bendera memperingati detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di pelataran parkir Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Rabu (17/8) pagi. Sukhairi mengenakan seragam PDH warna putih naik ke podium upacara. Tak lama kemudian komamdan upacara melaporkan bahwa upacara […]

  • Jalur Natal-Batahan, Jalur Lumpur Tebal

    Jalur Natal-Batahan, Jalur Lumpur Tebal

    • calendar_month Senin, 7 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jalan raya menuju Kecamatan Batahan, Mandailing Natal selalu membuat miris. Selalu berlumpur tebal. Entah sampai kapan rakyat di sana dapat menikmati indahnya merdeka. Badan jalan jalur Natal-Batahan di titik Desa Pardamean Baru ini difoto oleh Ikhsan Nby.   Sumber : akun Facebook Iksan Nby Editor    : Dahlan Batubara

  • Asap Datang Lagi

    Asap Datang Lagi

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah sekitar sepekan hilang, kini asap kembali menyelimuti Panyabungan dan kawasan lain di Mandailing Natal. Pantauan di Panyabungan, Rabu (30/9), asap mulai menyelimuti langit sejak pagi, dan terus menebal hingga sore. “Padahal, dalam sepekan terakhir, asap ini telah hilang digerus oleh hujan yang turun,” kata Hollad Lubis kepada Mandailing Online di […]

  • 3.167 KK di Madina tanpa listrik

    3.167 KK di Madina tanpa listrik

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Sungguh memprihatinkan nasib 3.167 kepala keluarga (KK) di 20 desa di Kabupaten Mandailing Natal hingga kini belum menikamti listrik baik jaringan PT PLN maupun pembangkit tenaga diesel (PLTD). Sehingga warga terpaksa menggunakan lampu teplok dan bagi yang warga yang mampu membeli mesin genset untuk menerangi rumahnya. Desa-desa yang belum teraliri listrik ini rata-rata […]

  • Kadis Perkim Madina : Proyek Jalan yang Dirusak di Desa Jambur Baru Batang Natal Statusnya Belum Pelepasan Asset

    Kadis Perkim Madina : Proyek Jalan yang Dirusak di Desa Jambur Baru Batang Natal Statusnya Belum Pelepasan Asset

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA || Mandailing Online –Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Pemkab Madina, Ruly Andriady ST, memastikan bahwa proyek pembangunan jalan lingkungan di Desa Jambur Baru, Kecamatan Batang Natal, yang dibangun dari APBD tahun 2022, statusnya belum ada pelepasan aset. “Sudah dicek dan benar ada pembangunan jalan lingkungan di desa Jambur Baru Batang Natal tahun […]

  • Penggabungan Malaria Center & Dinkes Kebijakan Keliru

    Penggabungan Malaria Center & Dinkes Kebijakan Keliru

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pj Bupati Mandailing Natal Ir H Aspan Sofian Batubara MM sebaiknya mengurungkan niatnya untuk menggabungkan Kantor Malaria Centre dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). Keberadaan Kantor Malaria Center dinilai masih sangat perlu dipertahankan karena telah berhasil meminimalisir jumlah penderita malaria di Madina. “Rencana penggabungan kantor itu keliru. Semua pihak harus jujur dan jangan karena sentimen pribadi […]

expand_less