Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Terkait Penanganan PETI, PMII Madina Nilai Kapolres Lempar Tanggung Jawab

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Minggu, 22 Jun 2025
  • print Cetak

Ketua PC PMII Madina, Abdul Rahman Hasibuan

PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menyampaikan respons kritis terhadap pernyataan Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh, SH, SIK dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beberapa waktu lalu diaula kantor Bupati Madina.

Alih-alih menunjukkan komitmen penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI), Kapolres dinilai justru mengalihkan tanggung jawab kepada masyarakat, serta mengabaikan indikasi keterlibatan aparat penegak hukum dalam aktivitas tersebut.

Ketua PC PMII Madina, Abdul Rahman Hasibuan menilai, pernyataan Kapolres yang menyebut masyarakat tidak kooperatif dalam upaya penertiban merupakan bentuk pengalihan isu dan kegagalan dalam menjalankan fungsi pengawasan serta penegakan hukum secara profesional.

“Pernyataan tersebut tidak mencerminkan keberpihakan terhadap keadilan. Kami menolak anggapan bahwa rakyat adalah aktor utama dalam pertambangan ilegal ini,”ungkap Ketua PC PMII Madina, Abdul Rahman Hasibuan dalam pers relisnya kepada wartawan, Sabtu (21/06/2025) malam.

Faktanya dilapangan imbuh Rahman, terdapat indikasi kuat adanya keterlibatan pemodal besar dan oknum aparat yang turut membekingi aktivitas tersebut.

PC PMII Madina menduga terdapat aktor-aktor kuat yang terorganisir di balik maraknya pertambangan ilegal, termasuk pihak-pihak dari unsur aparat keamanan dan elite lokal yang seharusnya berperan sebagai penjaga hukum dan perusakan lingkungan.

Senada dengan Sekretaris PC PMII Madina, Ismail Marzuki yang menyatakan bahwa ketidaktegasan Kapolres dalam menindak pelaku dan dugaan keterlibatan anggotanya menjadi indikator lemahnya komitmen pemberantasan tambang ilegal.

“Jika memang serius dalam penegakan hukum, maka langkah pertama adalah melakukan evaluasi dan pemeriksaan terhadap anggota internal kepolisian yang terindikasi terlibat,” pungkas Ismail Marzuki.

Lalu Ismail Marzuki pun berpendapat adanya pembiaran hanya akan memperkuat dugaan adanya kompromi institusional terhadap kejahatan lingkungan di Kabupaten Madina ini.

Dan ketidakhadiran Kapolres Madina dalam aksi unjuk rasa mahasiswa pada Jum’at 20 Juni 2025 kemaren, juga dinilai sebagai bentuk ketidaksiapan berdialog secara terbuka dan akuntabel dengan publik.

“Hukum tidak boleh tunduk pada kekuatan uang. Aparat penegak hukum harus menjadi pelindung rakyat dan lingkungan, bukan pelindung kejahatan. Kami akan terus mengawal isu ini hingga keadilan benar-benar ditegakkan,”tandas kedua petinggi PC PMII Madina tersebut mengakhiri.

PC PMII Mandailing Natal pun menyampaikan tuntutannya sebagai berikut:

a. Tangkap dan adili seluruh pelaku serta oknum aparat yang terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal.

b. Evaluasi dan, bila perlu, copot Kapolres Mandailing Natal apabila terbukti melakukan pembiaran terhadap aktivitas ilegal.

c. Tegakkan hukum secara adil dan menyeluruh tanpa memihak kepada pemilik modal atau kekuasaan. (Ril)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Desa di Rock Balancing

    Dana Desa di Rock Balancing

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Mengapa belum banyak terdengar kepala desa yang dipenjara akibat dugaan korupsi uang Dana Desa ? Mengapa kepala desa belum banyak terdengar ditangkap gara-gara dugaan korupsi uang Dana Desa? Bukankah sudah banyak pengaduan dari masyarakat kepada Inspektorat? Bahkan unjukrasa sudah berkali-kali. Kok tak banyak kabar tindaklanjutnya? Pertanyaan ini menggema di desa-desa. Memang sejumlah kepala desa […]

  • Raja Sahlan Bakal Tersangka

    Raja Sahlan Bakal Tersangka

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Raja Sahlan Nasution, orang dekat Bupati Nonaktif Madina Hidayat Batubara menjadi calon tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan RSUD Panyabungan Madina. Status pesakitan yang bakal disandang Staf Ahli Bupati Madina ini terungkap dalam sidang lanjutan terdakwa Hidayat, di Pengadilan Tipikor, Senin (11/11). Majelis hakim kesal pada saksi Raja Sahlan yang selalu menjawab […]

  • Pemprovsu Harus Tinjau Proyek Dek Rantopuran di Madina

    Pemprovsu Harus Tinjau Proyek Dek Rantopuran di Madina

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diminta memeriksa pelaksanaan pembanguan dek penahan banjir Sungai Rantopuran di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Pasalnya, terjadi perbedaan pandang antara pihak kontraktor dengan pihak UPT SDA Batang Gadis Batang Natal soal bahan material untuk cor dek. Itu dikatakan Muhammad Rusdi Batubara dari Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) […]

  • Batahan Tutup Pintu Negosiasi Dengan PT Palmaris

    Batahan Tutup Pintu Negosiasi Dengan PT Palmaris

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 6 desa di Kecamatan Batahan, Mandailing Natal (Madina) menutup pintu bagi negosiasi dengan PT. Palmaris Raya. Mereka juga mendesak Pemkab Madina menjalankan rekomendasi PT. Palmaris agar pihak perusahaan sawit itu berhenti mendekati warga. Sikap 6 desa ini tertuang dalam notulen rapat pertemuan antara warga dengan manajemen perusahaan yang difasilitasi Muspika […]

  • 17 Tahun Terbaring Sakit, Bupati Janji Bantu Usman

    17 Tahun Terbaring Sakit, Bupati Janji Bantu Usman

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga Desa Lumbandolok, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Usman Zulkahfi (17) remaja, yang sejak lahir tak bisa berbuat apa-apa dan hanya terbaring di rumah panggung dan setiap hari ditemani ibunya, Rosmaita (43), dalam waktu dekat akan merasa lega. Pasalnya, Pj Bupati Madina, Aspan Sofian Batubara berjanji akan mengecek kesehatan Usman dan akan menindaklanjuti pengobatannya. […]

  • Kriteria Bupati Madina : Yang Penting Ikhlas Majukan Madina

    Kriteria Bupati Madina : Yang Penting Ikhlas Majukan Madina

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Syahriwan Nasution menyatakan tidak muluk-muluk soal kriteria calon bupati Madina. “Yang penting orangnya mau dan punya niat untuk memajukan Madina,” katanya kepada wartawan, Senin (1/6). Menurutnya, bupati itu mau memajukan Madina. Membawa Madina ini malangkah meninggalkan keterpurukan. "Tentu saja, tidak satu orang pun […]

expand_less