Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Tiap malam geng motor harus diberantas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 19 Feb 2012
  • print Cetak

MEDAN – Maraknya aksi geng motor atau geng kereta yang belakangan ini meresahkan masyarakat harus segera diantisipasi dan disikapi secara kolektif. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Medan telah bersikap melakukan kebijakan bersama untuk mengatasi geng kereta.

Salah satu upaya yang akan dilakukan dengan penekanan terhadap peran guru di sekolah, untuk mengawasi berkembangnya kelompok-kelompok tersebut. “Setiap malam aparat kepolisian melakukan operasi terhadap geng motor. Kita menginginkan kota ini aman dan kondusif,” kata Kapolresta Medan Kombes Monang Situmorang, tadi malam. Monang mengimbau sekolah dan guru harus aktif mengawasi siswanya. Termasuk juga orang tua di rumah. “Ke depan kami akan masuk ke sekolah-sekolah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya telah melakukan langkah-langkah solutif dan tindakan tegas guna mengatasi masalah geng kereta. “Sebagai langkah solutif, kita akan menilang sepeda motor yang tidak lengkap surat-suratnya. Sepeda motornya ditahan sampai bisa menunjukkan suratsurat. Di samping itu setiap malam akan menggelar operasi di seluruh jajaran polsek yang berada di wilayah hukum Polresta Medan,” katanya.

Sementara itu, psikolog ahli remaja di Sumatera Utara, Irna Minauli menjelaskan meski belum ada data yang pasti, namun keterlibatan remaja dalam berbagai kelompok terutama dalam aksi geng motor yang menjurus pada kenakalan tampaknya semakin meningkat. Kegiatan yang dilakukan sudah menyangkut kriminal dengan menjarah beberapa toko dan mengganggu warga.

Menurutnya, para remaja ini mungkin merasa tidak mendapat tempat dalam keluarga ataupun di lingkungan sekolahnya. “Mereka seperti membawa kebencian dalam diri mereka. Dengan sengaja mereka seolah mengolok-olok petugas kepolisian dan figur otoritas lain. Nasihat dan pendapat orang tua sepertinya sudah tidak mengena lagi,” ujar Irna.

Irma mengatakan, kekerasan yang melibatkan pelajar menunjukan masih lemahnya sistem pengawasan masyarakat termasuk orang tua serta. Selain itu, ia juga menilai ini akibat ketidakmampuan aparat kepolisan menangkap sinyal gangguan keamanan. “Jadi, dalam kasus pelajar yang masih berada pada usia belia sangat rentan dengan pengaruh budaya dari luar termasuk lingkungan. Siswa biasanya langsung mencontoh budaya kekerasan yang terjadi di lingkungan,” ujarnya
(dat03/waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • IPK Tinggi, Ijazah Ada, Sudah Siap Kerja?

    IPK Tinggi, Ijazah Ada, Sudah Siap Kerja?

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Supardi
    • 0Komentar

    Oleh: Supardi S.H.I Sociopreneur / Founder Business Owners Community (BOC)     … Ada satu pertanyaan yang mungkin membuat sebagian mahasiswa tidak nyaman: Kalau besok wisuda, selain ijazah, apa yang benar-benar bisa Anda tawarkan kepada dunia? Pertanyaan ini bukan untuk meremehkan pendidikan tinggi. Justru sebaliknya, ini adalah ajakan kepada mahasiswa untuk melihat pendidikan secara lebih […]

  • Dugaan Penggunaan Galian C Ilegal Oleh PT Jaya Kontruksi di Madina, Polisi Belum Bertindak

    Dugaan Penggunaan Galian C Ilegal Oleh PT Jaya Kontruksi di Madina, Polisi Belum Bertindak

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Polisi sampai hari ini tak bisa menindak PT.Jaya Kontruksi yang beroperasi melakukan pembangunan jalan Nasional di wilayah Kabupaten Mandailing Natal. Dugaan penggunaan galian C ilegal untuk pembangunan jalan nasional di wilayah Mandailing Natal ini harusnya menjadi dasar menindak perusahaan kontruksi tersebut. Kasat Reskrim Polres Mandailing Natal pada wartawan 5 juli 2023 […]

  • Penumpang ALS Menuju Madina Melonjak Sejak H-5 Idul Fitri

    Penumpang ALS Menuju Madina Melonjak Sejak H-5 Idul Fitri

    • calendar_month Sabtu, 30 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Catatan tidak resmi terminal ALS Panyabungan menunjukkan arus mudik ke Madina mulai melonjak sejak H-5 Idul Fitri, baik dari Medan maupun dari arah Jawa. Pun begitu, arus mudik lebaran tahun ini yang memakai jasa armada ALS lebih rendah dibanding tahun lalu. Mas, pegawai loket PT. Antar Lintas Sumatera Cabang Panyabungan menjawab […]

  • Dugaan Penggelapan Gaji Aparat Desa Hutaraja Pansel Terus Mencuat. Temuan Baru Intensip Guru MDA, Bilal Mayit dan Kader Kesdes Diduga Juga Digelapkan Kades

    Dugaan Penggelapan Gaji Aparat Desa Hutaraja Pansel Terus Mencuat. Temuan Baru Intensip Guru MDA, Bilal Mayit dan Kader Kesdes Diduga Juga Digelapkan Kades

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online) – Dugaan penggelapan gaji aparat desa oleh Kepala Desa Hutaraja, di Kecamatan Panyabungan Selatan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) terus mencuat. Temuan baru ternyata, Kepala Desa juga diduga menggelapkan gaji BPD, Guru MDA, Bilal mait, BKM Masjid dan Kader Kesehatan desa untuk tahun anggaran 2024 akhir sapai 2025. Dari keterangan Syafruddin […]

  • Warga Minta Tambang Emas di Huta Bargot Dilegalkan

    Warga Minta Tambang Emas di Huta Bargot Dilegalkan

    • calendar_month Selasa, 12 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    Panyabungan, Masyarakat berharap keberadaan tambang emas di Huta Bargot dibina bukan dibinasakan. Hal itu disampaikan masyarakat saat Tim Pemberdayaan Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Mineral Tambang (P3SDMT) melakukan sosialisasi di Desa Simalagi, Kecamatan Huta Bargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) baru-baru ini. Tambang emas ilegal di Huta Bargot yang sudah beroperasi sekian lama dan bisa meningkatakan perekonomian […]

  • Arus Balik Lebaran, Kipang dan “Alame” Laris Manis

    Arus Balik Lebaran, Kipang dan “Alame” Laris Manis

    • calendar_month Rabu, 29 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Gelombang arus balik lebaran dari Mandailing Natal (Madina) tidak saja meramaikan terminal angkutan darat dan badan jalan oleh kenderraan-kenderaan pribadi, namun juga mendongkrak penjualan kipang dan dodol Mandailing alias “alame”. Para pedagang kipang dan dodol di pasar Panyabungan, Rabu (29/8) mengungkapkan banyak para perantau yang hendak balik memesan dan membeli kipang dan […]

expand_less