Sabtu, 25 Apr 2026
light_mode

Tuntas Enam Bulan, Investor Tawarkan PLTS

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 25 Sep 2013
  • print Cetak

MEDAN, – Investor gabungan asal Kanada-Indonesia menawarkan solusi krisis listrik di Sumut dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS yang diproyeksikan terbangun dalam enam bulan itu akan menyuplai daya listrik hingga 60 Megawatt.

Proyek pembangkit ini diharapkan menjadi solusi atas ketidakberdayaan PT PLN (Persero) Sumut memenuhi listrik masyarakat Sumut.

Penawaran ini disampaikan Raed Arab selaku CEO Quadra Solar Corporation melalui juru bicaranya Apollo Abdillah dan Awaluddin Batubara saat bertemu Wagub Sumut Tengku Erry Nuradii di Lantai 9 Kantor Gubsu di Jalan Diponegoro Medan, Selasa (24/9). Turut hadir perwakilan PT Gapura Sumatra Makmur, Tasimin.

Apollo mengatakan perusahaan patungan Kanada dan Indonesia itu meliputi Quadra Solar Corporation, Cuka Ventures Inc. Canada, serta PT Gapura Sumatra Makmur.

Tiga perusahaan ini menawarkan proyek pembangunan PLTS di tiga lokasi, yakni Langkat, Batubara, dan Simalungun dengan kapasitas daya masing-masing 20 Megawatt.

“Dalam pengerjaan proyek ini dibutuhkan 3.000 tenaga kerja. Tapi setelah PLTS beroperasi hanya butuh 500 oranga,” ujar Apollo.

Luas areal yang dibutuhkan bagi pembangunan PLTS di tiga lokasi mencapai 370 hektare, dengan perincian, PLTS Langkat membutuhkan lahan 100 hektar, PLST Batubara 150 hektare, serta PLTS Simalungun sekitar 120 hektare.

Sebelumnya, gabungan investor ini sudah mengajukan penawaran kepada PLN Wilayah I Sumbagut pada 10 Juni 2013 lalu untuk diteruskan kepada PT PLN di Jakarta pada 21 Juni 2013.

Pihak PLN Pusat membalas surat penawaran tersebut dengan alasan proyek pembangunan PLTS tak dapat direaliasasikan karena terbentur Peraturan Menteri (Permen) Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pembelian Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero) dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya Fotovoltaik. Jumlah pembelian daya untuk wilayah Sumut tak boleh melebihi 2 Megawatt.

Berdasarkan sebaran lokasi kuota kapasitas PLTS Fotovoltaik Tahun 2013 hanya diizinkan untuk wilayah Nias dengan kapasitas 2 Megawatt.

“Kami berharap Pemprovsumelayangkan surat kepada pemerintah pusat untuk meninjau ulang kebijakan Permen nomor 17 tahun 2013 itu,” tukas Apollo.

Wagubsu Tengku Erry Nuradi menjelaskan, Sumut saat ini mengalami krisis listrik cukup parah dibanding tahun sebelumnya. Dalam kondisi normal saja, Sumut mengalami defisit daya dalam keadaan normal mencapai 150 Megawatt.

Kondisi ini diperparah lagi akibat adanya pemeliharaan genset PLN hingga menyebabkan defisit mencapai 450 Megawatt.

“Kebutuhan listrik di wilayah Sumut mencapai 1.650 Megawatt. Pembangkit yang ada saat ini tak mencukupi kebutuhan masyarakat. Saya senang mendengar adanya penawaran ini. Artinya ada peluang bagi Sumut mendapatkan listrik yang cukup,” ujar Erry.

Secara rinci, Erry menyebutkan, berbagai langkah untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumut sudah dilakukannya. Dari desakan tersebut, PT PLN Wilayah I Sumbagut menyewa genset dan menjalin kerjasama dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Naga Raya, Aceh yang bisa menyuplai listrik sebesar 100 Megawatt.

Pasokan listrik juga diperoleh dari dari PT Inalum Asahan sebesar 120 Megawatt. Akibat menurunnya volume air Danau Toba hingga mengurangi kemampuan turbin, suplai listrik yang bisa diberikan Inalum berkurang menjadi 40 Megawatt.

Erry menyebutkan ada tiga pembangkit listrik yang akan beroperasi pada tahun depan, yakni Pembangkit Listrik Labuhanangin, Sarullah, serta PLTA Asahan 3 dengan total mencapai 1000 Megawatt. Ketiga pembangkit tersebut akan dikelola oleh PT PLN Wilayah I Sumbagut.

“Kebutuhan listrik di Sumut meningkat 7 persen tiap tahun. Artinya, daya yang harus disiapkan setiap tahun mencapai 120 Megawatt. Jika tidak, Sumut akan terus dilanda maslah listrik berkepanjangan,” papar Erry.

Terkait adanya Permen yang mengatur Pembelian Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero) dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya Fotovoltaik untuk wilayah Sumut tidak boleh lebih dari 2 Megawatt, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut segera akan menyurati Menteri ESDM.

“Kami akan surati Menteri ESDM untuk meminta arahan terkait kuota pembelian daya listrik dari PLTS di Sumut. Saya harap ada jawaban positif,” katanya.

Sementara itu, pemadaman yang tak teratasi PLN menyebabkan banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) terancam bangkrut. Biaya tambahan seperti pembelian dan perawatan genset, ditambah ongkos bahan bakar membuat para pengusaha kecil tersebut mengalami kesulitan keuangan.

Ketua UKM Center Sumut Deny Faisal Mirza mengungkapkan pemadaman listrik di Medan dan kota-kota lain di Sumut sudah di luar ambang batas toleransi. Dalam sehari saja, kata dia, pemadaman listrik terjadi hingga tiga kali dengan rentang waktu sekitar 1 sampai 4 jam.

“Pemadaman ini sangat merugikan masyarakat, khususnya pelaku UKM. Para pengusaha kecil terpaksa mengeluarkan biaya ekstra agar produksi terus berjalan. Sampai kapan kami tahan?” tukasnya.

Selain itu, tambahnya, sarana produksi pelaku usaha juga bakal mengalami kerusakan karena proses produksi menggunakan listrik. Jika alat rusak, kata Deny, otomatis pelaku usaha akan mengeluarkan biaya perbaikan alat.

Wakil Ketua Bidang UMKM Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut, Ihsan Taufik mengatakan jika terus berlanjut pemadaman lampu maka makin parah kedepan untuk para pengusaha apalagi UKM. Menurut dia, apa yang harus dilakukan PLN adalah bagaimana mengolah sejumlah energi terbarukan, semisal sumber daya air, biogas, dan lain lain.

“Sudah sekian panjang umur PLN, tapi kenapa nggak dicoba memberdayakan sumber energi lainnya. PLN jangan hanya menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) tapi bagaimana memanfaatkan sumber daya alam yang h ada,” katanya. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nasrul Hilmi Nasution Bantah Sering Absen Sebagai Anggota DPRD Madina

    Nasrul Hilmi Nasution Bantah Sering Absen Sebagai Anggota DPRD Madina

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ) – Nasrul Hilmi Nasution, anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang beberapa hari ini menjadi sorotan karena sering absen membantah. Dia mengatakan, tugas dari seorang anggota DPRD tidak seperti eksekutif yang harus selalu hadir setiap hari. Sehingga dirinya merasa tingkat kehadiran tak terlalu penting. “Anggota DPRD itu bukan seperti pemerintah […]

  • Dimintai Data Karyawan Oleh Dinas Tenaga Kerja Madina, Sejumlah Perusahaan Perkebunan Mangkir

    Dimintai Data Karyawan Oleh Dinas Tenaga Kerja Madina, Sejumlah Perusahaan Perkebunan Mangkir

    • calendar_month Selasa, 3 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Sejumlah perusahaan Perkebunan di Mandailing Natal ( Madina ) mangkir dalam panggilan terkait pendataan tenaga kerja perusahaan. hal itu diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Madina Erman Gafar Nasution pada Mandailing Online diruang kerjanya 3/10/2023. Dikatakannya, pemanggilan itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2021 dan Peraturan Daerah nomor […]

  • Pemkab Madina Lamban Pemicu Warga Batahan I Panen Sawit di Lahan Sengketa

    Pemkab Madina Lamban Pemicu Warga Batahan I Panen Sawit di Lahan Sengketa

    • calendar_month Senin, 18 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kelambanan pemerintah daerah menyelesaikan konflik antara warga Batahan I dengan PT. Pamaris diduga memicu aksi pemanenan buah sawit yang berujung penangkapan 12 warga Batahan I. Di hadapan anggota Komisi II DPRD Madina, Senin (18/4/2014), Kepala Desa Batahan I, Sobirin menjelaskan bahwa aksi pemanenan buah sawit oleh warga Batahan I di lahan […]

  • Pertina Madina Kirim 4 Petinju ke Porprop

    Pertina Madina Kirim 4 Petinju ke Porprop

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Empat petinju Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang lolos di di babak penyisihan PORWILDASU (Pekan Olah Raga Wilayah Daerah Sumatera Utara) siap meraih prestasi lebih tinggi pada even (Pekan Olah Raga Propinsi) Porprop Sumut yang akan dilaksanakan di Medan, 8-12 Nopember mendatang. Keempat petinju tersebut yakni, Rahmad Tanjung di kelas 51 Kg, Khaidir Akbar (kelas […]

  • Warga Buang Sampah di Pinggir Jalinsum

    Warga Buang Sampah di Pinggir Jalinsum

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Sejumlah warga di sekitar Aek Sulum Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), membuang sampah di pinggir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Aek Sulum. Akibatnya, di beberapa titik terlihat tumpukan-tumpukan sampah. Ironinya, tempat pembuangan sampah liar itu berdekatan dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Aek Sulum yang anjlok sepanjang 50 meter dengan kedalaman sekitar 10 […]

  • Usai Imam Salat Jumat, Saipullah Marlopo dengan Warga Mompang Julu

    Usai Imam Salat Jumat, Saipullah Marlopo dengan Warga Mompang Julu

    • calendar_month Sabtu, 12 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Sejumlah warga Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal (Madina), menilai calon bupati nomor urut 02 Saipullah Nasution punya kelebihan yang tidak dimiliki calon lain. Mereka yakin pengalaman Saipullah sebagai birokrat di pemerintah pusat akan mampu mengarahkan anggaran pembangunan dari pusat ke Madina. Sebelumnya, Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Nasution […]

expand_less