Selasa, 6 Okt 2026
light_mode

Tuntas Enam Bulan, Investor Tawarkan PLTS

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 25 Sep 2013
  • print Cetak

MEDAN, – Investor gabungan asal Kanada-Indonesia menawarkan solusi krisis listrik di Sumut dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS yang diproyeksikan terbangun dalam enam bulan itu akan menyuplai daya listrik hingga 60 Megawatt.

Proyek pembangkit ini diharapkan menjadi solusi atas ketidakberdayaan PT PLN (Persero) Sumut memenuhi listrik masyarakat Sumut.

Penawaran ini disampaikan Raed Arab selaku CEO Quadra Solar Corporation melalui juru bicaranya Apollo Abdillah dan Awaluddin Batubara saat bertemu Wagub Sumut Tengku Erry Nuradii di Lantai 9 Kantor Gubsu di Jalan Diponegoro Medan, Selasa (24/9). Turut hadir perwakilan PT Gapura Sumatra Makmur, Tasimin.

Apollo mengatakan perusahaan patungan Kanada dan Indonesia itu meliputi Quadra Solar Corporation, Cuka Ventures Inc. Canada, serta PT Gapura Sumatra Makmur.

Tiga perusahaan ini menawarkan proyek pembangunan PLTS di tiga lokasi, yakni Langkat, Batubara, dan Simalungun dengan kapasitas daya masing-masing 20 Megawatt.

“Dalam pengerjaan proyek ini dibutuhkan 3.000 tenaga kerja. Tapi setelah PLTS beroperasi hanya butuh 500 oranga,” ujar Apollo.

Luas areal yang dibutuhkan bagi pembangunan PLTS di tiga lokasi mencapai 370 hektare, dengan perincian, PLTS Langkat membutuhkan lahan 100 hektar, PLST Batubara 150 hektare, serta PLTS Simalungun sekitar 120 hektare.

Sebelumnya, gabungan investor ini sudah mengajukan penawaran kepada PLN Wilayah I Sumbagut pada 10 Juni 2013 lalu untuk diteruskan kepada PT PLN di Jakarta pada 21 Juni 2013.

Pihak PLN Pusat membalas surat penawaran tersebut dengan alasan proyek pembangunan PLTS tak dapat direaliasasikan karena terbentur Peraturan Menteri (Permen) Nomor 17 Tahun 2013 tentang Pembelian Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero) dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya Fotovoltaik. Jumlah pembelian daya untuk wilayah Sumut tak boleh melebihi 2 Megawatt.

Berdasarkan sebaran lokasi kuota kapasitas PLTS Fotovoltaik Tahun 2013 hanya diizinkan untuk wilayah Nias dengan kapasitas 2 Megawatt.

“Kami berharap Pemprovsumelayangkan surat kepada pemerintah pusat untuk meninjau ulang kebijakan Permen nomor 17 tahun 2013 itu,” tukas Apollo.

Wagubsu Tengku Erry Nuradi menjelaskan, Sumut saat ini mengalami krisis listrik cukup parah dibanding tahun sebelumnya. Dalam kondisi normal saja, Sumut mengalami defisit daya dalam keadaan normal mencapai 150 Megawatt.

Kondisi ini diperparah lagi akibat adanya pemeliharaan genset PLN hingga menyebabkan defisit mencapai 450 Megawatt.

“Kebutuhan listrik di wilayah Sumut mencapai 1.650 Megawatt. Pembangkit yang ada saat ini tak mencukupi kebutuhan masyarakat. Saya senang mendengar adanya penawaran ini. Artinya ada peluang bagi Sumut mendapatkan listrik yang cukup,” ujar Erry.

Secara rinci, Erry menyebutkan, berbagai langkah untuk memenuhi kebutuhan listrik di Sumut sudah dilakukannya. Dari desakan tersebut, PT PLN Wilayah I Sumbagut menyewa genset dan menjalin kerjasama dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Naga Raya, Aceh yang bisa menyuplai listrik sebesar 100 Megawatt.

Pasokan listrik juga diperoleh dari dari PT Inalum Asahan sebesar 120 Megawatt. Akibat menurunnya volume air Danau Toba hingga mengurangi kemampuan turbin, suplai listrik yang bisa diberikan Inalum berkurang menjadi 40 Megawatt.

Erry menyebutkan ada tiga pembangkit listrik yang akan beroperasi pada tahun depan, yakni Pembangkit Listrik Labuhanangin, Sarullah, serta PLTA Asahan 3 dengan total mencapai 1000 Megawatt. Ketiga pembangkit tersebut akan dikelola oleh PT PLN Wilayah I Sumbagut.

“Kebutuhan listrik di Sumut meningkat 7 persen tiap tahun. Artinya, daya yang harus disiapkan setiap tahun mencapai 120 Megawatt. Jika tidak, Sumut akan terus dilanda maslah listrik berkepanjangan,” papar Erry.

Terkait adanya Permen yang mengatur Pembelian Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero) dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya Fotovoltaik untuk wilayah Sumut tidak boleh lebih dari 2 Megawatt, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut segera akan menyurati Menteri ESDM.

“Kami akan surati Menteri ESDM untuk meminta arahan terkait kuota pembelian daya listrik dari PLTS di Sumut. Saya harap ada jawaban positif,” katanya.

Sementara itu, pemadaman yang tak teratasi PLN menyebabkan banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) terancam bangkrut. Biaya tambahan seperti pembelian dan perawatan genset, ditambah ongkos bahan bakar membuat para pengusaha kecil tersebut mengalami kesulitan keuangan.

Ketua UKM Center Sumut Deny Faisal Mirza mengungkapkan pemadaman listrik di Medan dan kota-kota lain di Sumut sudah di luar ambang batas toleransi. Dalam sehari saja, kata dia, pemadaman listrik terjadi hingga tiga kali dengan rentang waktu sekitar 1 sampai 4 jam.

“Pemadaman ini sangat merugikan masyarakat, khususnya pelaku UKM. Para pengusaha kecil terpaksa mengeluarkan biaya ekstra agar produksi terus berjalan. Sampai kapan kami tahan?” tukasnya.

Selain itu, tambahnya, sarana produksi pelaku usaha juga bakal mengalami kerusakan karena proses produksi menggunakan listrik. Jika alat rusak, kata Deny, otomatis pelaku usaha akan mengeluarkan biaya perbaikan alat.

Wakil Ketua Bidang UMKM Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut, Ihsan Taufik mengatakan jika terus berlanjut pemadaman lampu maka makin parah kedepan untuk para pengusaha apalagi UKM. Menurut dia, apa yang harus dilakukan PLN adalah bagaimana mengolah sejumlah energi terbarukan, semisal sumber daya air, biogas, dan lain lain.

“Sudah sekian panjang umur PLN, tapi kenapa nggak dicoba memberdayakan sumber energi lainnya. PLN jangan hanya menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) tapi bagaimana memanfaatkan sumber daya alam yang h ada,” katanya. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Sumut Fahrizal Efendi Nasution Desak Poldasu Tetapkan Tersangka di SMGP

    Anggota DPRD Sumut Fahrizal Efendi Nasution Desak Poldasu Tetapkan Tersangka di SMGP

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Anggota DPRD Sumut, H. Fahrizal Efendi Nasution, SH Glr Sutan Kumala Bongsu Lenggang Alam Nasution mendesak Polda Sumut menetapkan tersangka tragedi pembukaan sumur PLTP Sorik Marapi yang menewaskan 5 warga Sibanggor Julu. “Setelah Tim Polda Sumut turun melakukan investigasi, semestinya saat ini sudah ada tersangka dari manajemen PT SMGP,” kata Fahrizal […]

  • Kejari Madina Periksai Sejumlah Camat Terkait Bimtek Desa

    Kejari Madina Periksai Sejumlah Camat Terkait Bimtek Desa

    • calendar_month Jumat, 6 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Kejaksaan Negeri Mandailing Natal Kamis 5/10/2023 periksa sejumlah Camat terkait pelaksanaan Bimbingan Teknis ( Bimtek ) perangkat desa yang berlangsung beberapa kali. Pemanggilan sejumlah Camat itu juga terkesan tertutup. sumber Mandailing Online menyebut ada 6 Camat di Kabupaten ini yang dimintai keterangannya oleh penyidik Kejaksaan. Sementara, salah seorang Camat yang enggan […]

  • Sumut butuh tambahan guru daerah terpencil

    Sumut butuh tambahan guru daerah terpencil

    • calendar_month Kamis, 12 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN – Sumatera Utara dinilai masih membutuhkan tambahan tenaga pendidik yang akan ditempatkan di daerah terpencil dan tertinggal, mengingat dewasa ini sebagian besar tenaga guru masih terpusat di daerah-daerah perkotaan saja. “Beberapa daerah di Sumut masih ada yang kekurangan tenaga guru seperti di Nias dan Pakpak Bharat. Ini tentunya harus menjadi perhatian pemerintah bagimana kekurangan […]

  • Aliansi Mahasiswa Aksi di Pomdam I/BB, Desak TNI Tindak Oknum Diduga Lindungi PETI Madina

    Aliansi Mahasiswa Aksi di Pomdam I/BB, Desak TNI Tindak Oknum Diduga Lindungi PETI Madina

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MEDAN|| Mandailing Online – Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sumatera Utara Berkah menggelar aksi unjuk rasa di depan Pomdam I/Bukit Barisan, Medan, Selasa (19/5/2026). Aksi diikuti Koordinator Madina, JMI, dan Gempet SU. Massa menyoroti maraknya Pertambangan Tanpa Izin di Mandailing Natal yang dinilai terbuka, berulang, dan menimbulkan korban jiwa. Wilayah yang disebut meliputi Batang Natal, Lingga […]

  • Sipir Rutan Penganiaya Anak di Natal Tak Ditahan.Ali Mutiara : Jaksa Harus Tolak Pelimpahan Berkasnya

    Sipir Rutan Penganiaya Anak di Natal Tak Ditahan.Ali Mutiara : Jaksa Harus Tolak Pelimpahan Berkasnya

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) – Penyidik Polres Mandailingnatal (Madina), menetapkan MTA, oknum sipir Lapas Kelas II B Natal menjadi tersangka kasus penganiayaan terhadap seorang anak dibawah umur berinisial NV (9) di Kecamatan Natal yang terjadi pada (28 /8/ 2023) lalu. Penetapan tersangka terhadap pria 30 tahun itu pada Rabu 30/8/2023 lalu berdasarkan hasil penyelidikan dan […]

  • DPRD kecam pembangunan ABB

    DPRD kecam pembangunan ABB

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Pembangunan proyek peningkatan Jalan Angin Barat Baru (ABB), Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal karena pembangunannya tidak sesuai dengan bestek yang ada, dikecam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Demikian kata anggota DPRD Madina, Jafar Rangkuti dan Zubeir Lubis, pagi ini. Menurut Jafar, pihaknya sudah banyak mendapat pengaduan dari masyarakat tentang pembangunan jalan ini. Informasi […]

expand_less