Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Warga Dilatih Ambil Contoh Uji Sisa Proses Tambang Martabe

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 11 Okt 2013
  • print Cetak

MEDAN, (Mandailing Online)- Pertama kalinya di Indonesia, warga sekitar pertambangan diikutkan dalam pemantauan kualitas air sisa proses tambang. Hal ini dirasakan masyarakat Batangtoru dan Muara Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sebanyak 17 perwakilan warga dilatih mengambil contoh uji sisa proses Tambang Emas Martabe, pada 8-10 Oktober di Medan.

Ke-17 perwakilan masyarakat Batangtoru dan Muara Batangtoru tersebut menjadi bagian dari 51 anggota Tim Terpadu Pemantau Kualitas Air Limbah Tambang Emas Martabe ke Sungai Batangtoru, yang dibentuk berdasarkan SK Gubsu pada 19 Juli lalu.

Tim terpadu ini bermasa kerja dua tahun, dengan tugas utama melakukan pengambilan sampel air pada titik-titik yang sudah ditentukan. Yaitu, ujung masuk pipa air sisa proses (inlet), ujung keluar pipa air sisa proses (outlet) di Sungai Batangtoru ,pada 500 meter sebelum titik pelepasan air; pada titik percampuran air sisa proses dan air Sungai Batangtoru (outfall); serta pada titik 500 meter, 1.000 meter, 2.000 meter, dan 3.000 meter setelah pelepasan air.

”Pengambilan contoh uji air sisa proses dilakukan setiap bulan, dan tiap tiga bulan ada perwakilan tim yang dikirim ke Jakarta untuk melihat dan mengambil data hasil uji cek sampel, sebelum diinterpertasi oleh Divisi Evaluasi yang dikoordinir oleh Badan Lingkungan Hidup Sumut,” kata Kepala BLH Provsu, Dr. Ir. Hidayati kepada wartawan di Medan, kemarin malam, di sela-sela pelatihan.(sumutpos)

Pelatihan berlangsung selama dua hari diikuti seluruh anggota Divisi Pengambilan Contoh Uji (sampling). Tujuannya, membekali seluruh anggota tim agar mampu melaksanakan tugasnya sesuai prosedur dan teknik yang benar. Pada pelatihan yang digelar Tambang Martabe bersama BLH Provsu dan Pemkab Tapsel, para peserta dibekali dengan teori dan praktik langsung cara mengambil contoh uji yang benar, serta menyaksikan gambaran umum proses uji proses uji laboratorium di Analis UPL Laboratorium Lingkungan BLH Provsu.

Presiden Direktur G-Resources, Peter Albert mengatakan, pelatihan tersebut akan dilanjutkan dengan pengambilan contoh uji air secara berkala, di delapan lokasi yang ditetapkan dalam SK Gubsu. ”Hal itu tentu kami dukung dan fasilitasi, guna mewujudnyatakan komitmen transparansi kami terhadap perlindungan lingkungan, penghargaan terhadap alam dan masyarakat, yang pada akhirnya mengarah kepada tata kelola tambang yang bertanggung jawab. Tambang Emas Martabe akan beroperasi selama puluhan tahun ke depan, bertumbuh dengan selalu membuka peluang pengembangan yang berdampak positif bagi peningkatan kualiatas hidup masyarakat.”

Menurut Kepala BLH Provsu, Dr. Ir. Hidayati, pelibatan warga masyarakat dalam pemantauan sampel ini merupakan yang pertama kali dan satu-satunya di Indonesia. ”Ini bisa menjadi model bagi perusahaan lain,” katanya.

Menurut Hidayati, selama pihaknya melakukan uji sampel pada sisa proses tambang Martabe, hasilnya selalu di bawah baku mutu alias tidak ada masalah. ”Begitupun, kita terus melakukan pemantauan karena itu tugas pemerintah. Jika ditemukan hasil uji sampel di atas baku mutu, perusahaan tambang akan ditegur dan bisa diberi sanksi administrasi bahkan sanksi hukum,” katanya.

Ia meminta warga yang dilatih memantau sampel air agar jangan takut menyampaikan kebenaran, asalkan berdasarkan ilmu pengetahuan. Pihak perusahaan sendiri yakin air sisa proses tambang mereka di bawah baku mutu.

Dua warga yang ikut dilatih, yakni Parsaulian Lubis (41), Kades Wek IV Batangtoru, serta Saleh Karim Matondang (41), warga Desa Hapasong Baru Batangtoru, mengatakan selama ini belum ada keluhan masyarakat akan efek samping selama setahun tambang beroperasi. ”Tetapi karena air sungai Batangtoru banyak dimanfaatkan warga untuk pertanian dan MCK (mandi, cuci, kakus), yeah… warga tentu lebih yakin kalau perwakilan mereka ikut memantau kualitas air,” katanya.

Untuk itu, mereka bertekad akan ikut terus memantau kualitas air Sungai Batangtoru, usai mengikuti pelatihan.

Untuk diketahui, Tambang Emas Martabe terletak di sisi barat Pulau Sumatera, Kecamatan Batangtoru, Sumatera Utara, mulai berproduksi penuh pada awal 2013. Pemegang saham tambang ini adalah G-Resources Group Ltd sebesar 95 persen, dan pemegang 5 persen saham lainnya adalah PT Artha Nugraha Agung, yang 75 persen sahamnya dimiliki Pemkab Tapsel dan 30 persen dimiliki Pemprovsu. (mea)

Read more: http://www.hariansumutpos.com/2013/10/67019/warga-dilatih-ambil-contoh-uji-sisa-proses-tambang-martabe#ixzz2hNK7aFBs

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ustadz dari PKS: Ya Tanda-tanda Kiamat Memang itu

    Ustadz dari PKS: Ya Tanda-tanda Kiamat Memang itu

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Kehebohan tentang suara mirip trompet dari langit di seluruh pelosok dunia seperti di Amerika, Kanada, Jerman, Hungaria, Ceko, Denmark, Swedia, Inggris, Kosta Rika, Ukraina, dan Prancis, ikut dikomentari oleh politikus PKS, Hidayat Nur Wahid. Sosok yang kini menjabat Wakil Ketua MPR RI itu mengatakan bahwa salah satu tanda-tanda kiamat adalah terdengarnya sangkakala […]

  • Badan Jalan Tertimbun Material Longsor, Desa Pastap Julu Terisolir

    Badan Jalan Tertimbun Material Longsor, Desa Pastap Julu Terisolir

    • calendar_month Jumat, 8 Des 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Desa Pastap Julu di Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) terisolir akibat jalan menuju desa tertimbun material longsor pada Kamis malam 7/12/2023. Hingga pagi ini Jum’at 8/12/2023, material longsor masih menutupi badan jalan menunggu alat berat milik Pemda melakukan pembersihan material. Warga desa yang hendak bepergian pun terpaksa […]

  • HUT Madina Selesai, Pemkab Berterimakasih

    HUT Madina Selesai, Pemkab Berterimakasih

    • calendar_month Senin, 13 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pelaksanaan HUT Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ke-18 telah selesai. Dan Pemkab Madina mengucapkan terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat atas kesuksesan seluruh kegiatan. Itu diungkap Sekda Madina, Syafe’i Lubis didampingi Asisten III, Sahnan Batubara, Kadis Infokom dan Kabag Humas Muktar Afandi di sekretariat ruang kerja Asisten II, Senin (13/3/2017) dalam konfrensi pers. […]

  • Ahmad Husein : Infrastruktur Kebutuhan Vital Pertumbuhan Ekonomi Rakyat Madina

    Ahmad Husein : Infrastruktur Kebutuhan Vital Pertumbuhan Ekonomi Rakyat Madina

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, Ahmad Husein Nasution menyatakan bahwa infrastruktur sangat urgen menopang pertumbuhan ekonomi rakyat. Itu diungkapkannya menjawab wartawan usai menyampaikan visi misi di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di aula hotel Rindang, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Selasa (28/1/2020). Infrastruktur dan sektor ekonomi kerakyatan merupakan dua poin prioritas utama […]

  • Tambang Pasir Resahkan Warga Pidoli

    Tambang Pasir Resahkan Warga Pidoli

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kegiatan penambangan pasir di Pidoli Lombang meresahkan warga. Pasalnya warga belum mengetahui apakah aktivitas itu sudah memperoleh izin eksploitasi atau belum. Penambangan pasir itu berlokasi di sungai Aek Pohon, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut. Informasi yang dihimpun Mandailing Online, Selasa (2/8/2022) perusahaan yang melakukan penambangan itu berjenis […]

  • Tympanum Garap Film “Lilu”

    Tympanum Garap Film “Lilu”

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Kemajuan sinematografi di Mandailing Natal, Sumatera Utara terus berkibar. Ini tak terlepas dari para sineas Mandailing yang kian banyak melahirkan karya-karya meramaikan kancah perfilman di tanah air. Setelah meraih rangkaian sukses memproduksi films berbasis Mandailing “Biola Na Mabugang”, “Biola Na Mabugang II- Tias Ni Bugang”, lalu “Tias Part II”, Tympanum Novem […]

expand_less