Senin, 25 Mei 2026
light_mode

Interupsi, Kopi Do Di Hamu, Amang?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
  • print Cetak

BIAR tak dikatai ‘Kuper’ atau nggak gaul, nai Heppot jadi latah pakai istilah khususnya saat melayani tamu pelangannya. Saat amani Jamotan dan kawan-kawannya asyk memperbincangkan kasus Century, dan sampai lupa pula memesan kopi, tiba-tiba ia nongol sambil mendekatkan sendok ke mulutnya layaknya operator gendang kibor ngetest mikropon. “Interupsi, kopi do di hamu, Amang? Dari tadi ngomong melulu,” tanyanya dengan suara dan mimik lagaknya anggota DPR. Maksudnya, apakah bapak-bapak itu memesan kopi atau ngobrol doang.

Tanpa ditanya, nai Heppot segera menerangkan apa makna interupsi. “Ini sama dengan santabi. Minta maaf sebab memotong pembicaraan,” ujarnya.

Dan yang membuat pelanggannya tambah heran, nai Heppot punya menu terbaru yang amat spesialis pula. Ada lappet Century, kopi bail out, teh manis lobby bahkan indomie voting. Kalau pake telor dan ada jagalnya, ini I ndomie opsi C. Kalau biasa saja, namanya opsi A. Dan yang satu ini boleh pula ngutang. Ia menambahkan, kalau mau gabungan opsi A dan C bisa juga. Caranya, satu mangkuk opsi A dan satu mangkuk lagi opsi C. Tapi menurutnya, yang memesan opsi gabungan ini pasti orangnya si mokkus, rakus, dan punya otak dogol alias bodoh.

“Ini sama dengan pilihan melompat atau turun. Masak ada melompat sambil turun. Jangankan Siantar Man, Batman pun takkan bisa. Tapi kalau menyelam sambil tenggelam, ya, ada,” celotehnya sambil mengaduk gula.

Meski seorang janda-namun tak kembang lagi karena sudah over dosis umur, nai Heppot rupanya rajin mengikuti perkembangan kasus Bank Century lewat televisi. “Seru kali bah, kayak nonton penalti sepakbola di Piala Dunia. Ini mengingatkanku waktu kecil,” ceritanya membuat pelanggannya penasaran.

“Bah, apa pula hubungannya? Kayaknya nggak nyambung, nggak smart gitu loh,” timpal amani Haposan yang selalu tampak awet muda. Maklumlah, meski umur sudah kepala enam, namun penampilan tak kalah gaya dengan anak muda. Rambut dicat pirang sehingga mirip turis Si Bontar Mata.

Nai Heppot cerita, pada masa kanak-kanaknya, bola kaki biasa digunakan dari unte atau buah limau. Kalau ada tendangan 12 pas alias penalti, maka sengaja dipilih yang bertubuh jangkung agar langkahnya lebih jauh. Nah, pada saat tendangan penalti dilakukan, rupanya bola unte pecah. Setengah masuk ke gawang dan setengahnya lagi keluar lapangan. Akibatnya ricuh. Pihak yang mengambil penalti ngotot bahwa golnya sah. Skor tentu satu kosong. Pihak yang terpenalti merasa dirugikan dan segera protes. “Kiper kami tadi menangkap bola yang keluar lapangan,” sanggah mereka. Tapi tak macam Liga PSSI, tak sampai memang terjadi baku hantam. Akhirnya terjadi musyawarah. Kedudukan setengah kosong sebab bola tadi hanya setengah yang masuk.

“Yang kumaksud, mestinya para wakil rakyat kita bisa mencontoh sepakbola kampung ini. Bukan marsilesengan, bernada mengejek, sebagaimana kita tonton di televisi. Ada yang terdengar mengoceh terus. Rapat bagudung pun tak macam itu,” tegas nai Heppot. Maksudnya rapat ngalor-ngidul.

“Jadi maksud Namboru, DPR sama dengan PSSI, tukang berantem?,” tanya amani Salbit.

“Kurang-lebih begitulah, makanya tak maju-maju. Semua saling mengklaim demi kepentingan rakyat. Kalau betul kepentingan rakyat nomor satu, tak susah lagi kita ini. Rakyat justru jadi komoditas politik. Lihat berbagai kampanye, semua calon berdalih kepentingan rakyat. Coba, apa sih susahnya mencari ke mana aliran dana Century itu. Sedangkan teroris di longkit-longkit ni hutu bisa kita dapat,” potong amani Kondar. Maksudnya celah-celah sarang kutu yang berkonotasi sulit dicari.

“Itulah Voting, maksudnya Volitik Tingkat Tinggi. Enakan Volare, Volitik rendah. Atau pola dan ture. Artinya, bermakna dan tak neko-neko,” timpal amani Jamotan sambil menyanyikan sepotong lagu yang dipopulerkan grup Los Panchos dan Gipsy King dari negeri Latin itu.
Sumber :Batak Pos

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Galang Dana Sinabung

    Galang Dana Sinabung

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Aktifis Karang Taruna Kabupaten Mandailing Natal bekerja sama dengan KSR PMI BLU STAIM gelar Penggalangan Dana untuk korban bencana alam Gunung Sinabung.(hol)

  • Ranto Panjang Minta Rambin Diganti Jembatan

    Ranto Panjang Minta Rambin Diganti Jembatan

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 7Komentar

    Manisak (Mandailing Online) – Warga Desa Ranto Panjang, Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta rambin yang ada di desa ditu diganti dengan jembatan besi. Kondisi jembatan rambin yang menghungkan Desa Ranto Panjang dengan dengan Desa Tandike dan Desa Sampuran ini sangat rawan terjadi kecelakaan, karena sudah rapuh dan sering anak-anak sekolah yang melintas […]

  • Konfercab NU 7 November

    Konfercab NU 7 November

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama (NU) ke-3 Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang semula direncanakan digelar Sabtu (30/10) diundur menjadi Minggu (7/11). “Pengunduran konfercab disebabkan karena belum maksimalnya persiapan pelaksanaan konfercab untuk memilih dan menentukan pimpinan organisasi Islam terbesar di Kabupaten Madina ini,” kata Wakil Ketua Panitia Pelaksana Konfercab NU ke-3 Madina, Syamsul Bahri Lubis SAg, […]

  • Ricuh Antara Pedagang Pasar Keliling Vs Satpol PP, Salah Siapa?

    Ricuh Antara Pedagang Pasar Keliling Vs Satpol PP, Salah Siapa?

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Novida Sari, S.Kom   Pemerintah Mandailing Natal telah mulai memindahkan pedagang dari lingkar pasar lama ke Gedung pasar eks bioskop Tapanuli sejak 28 Juni 2025. Namun, hingga hari ini, tidak semua pedagang berkenan untuk pindah. Walhasil, pasar sayur dan ikan di panyabungan kota terpecah menjadi 2 (dua). Puluhan personel Satpol PP, Damkar, Polisi dan […]

  • Peneliti YRKI: Ada Yang Salah Dalam Tata Kelola Desa

    Peneliti YRKI: Ada Yang Salah Dalam Tata Kelola Desa

    • calendar_month Sabtu, 16 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PADANGSIDIMPUAN (Mandailing Online) -Yayasan Rumah Konstitusi Indonesia (YRKI) kembali menyoroti perkembangan Desa setelah 5 tahun berlangsungnya pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Peneliti YRKI, Agus Anwar Sipahutar, SH.I, MH menyebutkan bahwa salah satu pertimbangan dikeluarkannya UU Desa tersebut adalah untuk memberdayakan agar menjadikan Desa itu menjadi kuat, maju, mandiri, dan demokratis, […]

  • Kasus CPNS Medan dibawa ke KPK

    Kasus CPNS Medan dibawa ke KPK

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota Medan, yang namanya muncul di website, tapi tidak lulus di pengumuman media massa mengadukan nasibnya ke DPRD dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH). Kondisi ini memunculkan penerimaan CPNS di lingkungan Pemko Medan beraroma “suap”. LBH Medan sendiri yang menerima pengaduan itu secara resmi membawa […]

expand_less