Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Malaysia Usulkan Lembaga Komunikasi Budaya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 5 Jul 2012
  • print Cetak

Pasca Ribut Tor-tor Mandailing

foto manortor(TEMPO.CO, Jakarta) – Malaysia mengusulkan pembentukan lembaga komunikasi budaya. Melalui lembaga ini Indonesia-Malaysia bisa berkomunikasi lebih bersahabat dan intensif soal masalah budaya.

Ide ini disampaikan Wakil Perdana Menteri Malaysia Y.A.B Tan Sri Dato’ Muhyiddin Haji Mohd. Yassin kepada Wakil Presiden Boediono di Istana Wakil Presiden, Selasa, 3 Juli 2012.

“Jadi tidak menimbulkan kesalahpahaman atau letupan-letupan di kalangan masyarakat yang mungkin ada salah pengertian mengenai masalah tersebut,” kata juru bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat, Selasa, 3 Juli 2012.

Wakil Presiden Boediono, menurut Yopie, menyambut baik ide tersebut. “Wapres menegaskan Indonesia-Malaysia sudah menjadi tetangga dan bangsa yang serumpun. Tentu komunikasi yang baik lebih menguntungkan daripada hubungan yang panas, bergejolak, dan tidak produktif,” kata Yopie.

Dalam pembicaraan kehormatan sebelum mengikuti pertemuan Menteri Pendidikan se-ASEAN di Yogyakarta, Tan Sri Dato Muhyiddin juga menyampaikan pandangan tentang isu klaim kepemilikan terhadap tari tortor dan alat musik Gordang Sambilan.

“Kami tak pernah bermaksud mengklaim, tapi sekadar melakukan fungsi preservasi sehingga jangan sampai aktivitas budaya tersebut pupus suatu saat. Tapi kami lega kesalahpahaman itu kini sudah selesai,” kata Muhyiddin, seperti dikutip dari situs resmi Wakil Presiden.

Apalagi, kata Yopie, banyak orang Indonesia yang pindah ke Malaysia dan membina keluarga di sana, tapi tetap mewariskan aneka budaya dan kebiasaannya hingga ratusan tahun. “Seperti Wakil Perdana Menteri ini, ayahnya keturunan Bugis dan ibunya keturunan Jawa,” kata Yopie.

Yopie melanjutkan, Muhyiddin ingin menghidupkan kembali aneka acara untuk mempererat tukar-menukar kebudayaan. “Seperti menghidupkan kembali titian muhibah yang pernah ada di Jakarta dan Kuala Lumpur. Juga program berita Serumpun,” kata dia. (ARYANI KRISTANTI)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satu Desa Rata-Rata Kelola Rp 1 Miliar

    Satu Desa Rata-Rata Kelola Rp 1 Miliar

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 1Komentar

    JAKARTA – Rancangan Undang-Undang Desa akhirnya diketok menjadi undang-undang dalam rapat paripurna DPR, Rabu (18/12). Dengan ketentuan alokasi sebesar 10 persen dari dana transfer daerah APBN, tiap desa bisa mengelola anggaran hingga Rp 1 miliar setiap tahun. Jika besaran 10 persen itu mencapai Rp 104,6 triliun, kemudian dibagi sekitar 72 ribu desa, maka rata-rata bisa […]

  • Seputar Pembangunan Masjid Qurrotul Qolbi Mompang Julu, Bukan Penggelapan Dana

    Seputar Pembangunan Masjid Qurrotul Qolbi Mompang Julu, Bukan Penggelapan Dana

    • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – KA alias Khoirul Anwar Hasibuan, anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Partai Hanura membantah menggelap dana hibah untuk pembangunan Mesjid Qurrotul Qolbi Mompang Julu, Panyabungan Utara. KA menyatakan bahwa masalah ini bukanlah penggelapan dana. Dia menyatakan harus meluruskan kesalahfahaman yang beredar selama ini yang sangat menyudutkannya. Bantahan itu disampaikan Khoirul […]

  • Selama Ramadhan, 37 Masuk Islam di Masjid Lautze

    Selama Ramadhan, 37 Masuk Islam di Masjid Lautze

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jumlah warga yang berpindah memeluk agama islam atau mualaf, terutama dari etnis Tionghoa, di Masjid Lautze, Jakarta Barat meningkat sepanjang bulan puasa atau Ramadhan tahun ini. Menurut staf Pembina dan Pengislaman Mualaf Masjid Lautze Ustad Suhaemi, pada Ramadhan kali ini, jumlah warga Tionghoa yang menjadi mualaf di masjid tersebut mencapai 37 orang. […]

  • Jika Masyarakat Adat Diakui, Akan Tercipta Pembangunan Berdasar Kearifan Lokal

    Jika Masyarakat Adat Diakui, Akan Tercipta Pembangunan Berdasar Kearifan Lokal

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Pengakuan terhadap masyarakat adat memiliki dampak positif bagi kelangsungan pembangunan di Mandailing Natal (Madina) yang harmonis serta terjaganya alam dari penjarahan perusahaan kapitalis yang rakus. Dampak positifnya juga mudahnya pemerintah daerah menyeselasikan sengketa antara masyarakat dengan investor yang bergerak di sektor pertambangan dan perkebunan. Sampai saat ini Madina belum memiliki […]

  • Bupati Harusnya Bawa Izin Lokasi PT ALN ke Jalur Hukum

    Bupati Harusnya Bawa Izin Lokasi PT ALN ke Jalur Hukum

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 5Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jika bupati Madina Hidayat Batubara benar tidak menandatangani izin lokasi PT. ALN, sebaiknya bupati membawanya ke ranah hukum agar ada penyelidikan mengungkap siapa oknum pejabat di Pemkab Madina yang menandatangani. “Ini bisa menjadi kasus pemalsuan tandatangan seorang bupati,” kata anggota DPRD Mandailing Natal (Madina), Ali Hanafiah, menjawab wartawan, Selasa (8/10/2013). Menurutnya, […]

  • Solat Gaib dan Bantuan Dana dari Madina Untuk Korban Wamena

    Solat Gaib dan Bantuan Dana dari Madina Untuk Korban Wamena

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Solat gaib dilaksnakan di masjid agung Nur Ala Nur, Panyabungan, Mandailing Natal, Jum’at (4/10/2019) untuk korban kemanusiaan di Wamena, Papua. Solat gaib dilaksanakan usai solat Jum’at. Nazir masijd, Amru Rangkuti menyatakan, solat gaib ini dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT melimpahkan rahmat bagi penduduk Papua yang mengalami korban agar terhindar […]

expand_less