Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Medan Peringkat Keempat Kekerasan Terhadap Anak

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 26 Jul 2012
  • print Cetak

Medan, Kota Medan menduduki urutan keempat terbanyak kasus kekerasan terhadap anak setelah Jakarta, Makassar dan Jawa Barat, terhadap kekerasan seksual yang dialami anak.

“Data yang kita peroleh dan di upgrade setiap tahunnya terdapat dari 21 juta anak di Indonesia, Medan menduduki peringkat keempat kasus kekerasan seksual. Dimana sekitar 62 persennya kasus kekerasan seksual itu dilakukan orang terdekat,” ujar Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arits Merdeka Sirait di Medan, Rabu (25/07/2012).

Menurutnya, dengan mengacu pada jumlah tersebut, maka Kota Medan tidak pantas dikatakan sebagai kota layak anak yang selama ini diprogramkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Sebab masih banyak ditemukan kasus-kasus kekerasan yang dialami anak serta prostitusi.

“Ini jumlah yang cukup mengejutkan dan tidak seperti yang diharapkan. Jumlah ini harusnya lebih rendah. Tapi yang kita temukan ternyata jauh dari kenyataan. Bahkan banyak kita temukan anak-anak dari keluarga miskin yang tidak boleh sakit. Artinya, anak-anak yang sakit sama sekali tidak ditangani oleh tenaga medis,” jelasnya.

Disebutkannya, faktor tingginya kasus kekerasan anak, tak lain dikarenakan kemiskinan serta hubungan yang tidak harmonis antara orang tua dan anak.

“Ini disebabkan faktor kemiskinan, hubungan yang tidak baik antara orang tua dan anak sehingga anak membangun sendiri kedekatannya dengan kekerasan,” jelasnya.

Bahkan saat ini, lanjutnya, kasus kekerasan seksual yang dialami anak tidak sepenuhnya tuntas ditangani oleh aparat kepolisian karena terbentur alat bukti yang tidak cukup. Seharusnya, untuk menjerat pelaku, alat bukti yang ditunjukkan cukup dengan keterangan korban maupun melalui psikolog serta observasi medis seperti hasil visum.

“Bukan rahasia umum lagi, kasus seperti ini bisa diloloskan hanya dengan uang pelicin. Seolah-olah ini adalah kasus biasa. Bahkan petugas kepolisian selalu menyatakan kasusnya tidak cukup bukti dan selanjutnya pelaku dibebaskan. Padahal yang namanya kasus kekerasan seksual seperti ini tidak pernah ada saksi. Kalau ada saksi, maka kasusnya tidak akan terjadi,” tegasnya.

Bagaimana dengan kasus kekerasan yang dilakukan seorang anak?

“Hendaknya hukuman terhadap anak lebih bijak diberikan. Kita harus bedakan, mana yang merupakan kejahatan anak dan mana kasus kenakalan anak. Begitupun, kalau kasus itu masuk dalam kategori kejahatan, penanganan yang diberikan kepada anak harus berbeda dengan orang dewasa. Misalnya, kalau orang dewasa menjalani vonis 8 tahun penjara, maka anak yang divonis 8 tahun penjara hanya 1/3 hukuman yang dijalankan serta dibina dengan baik,” jelasnya.

Begitupun, melalui momentum Hari Anak Nasional, Komnas Perlindungan Anak sendiri, lanjutnya, mencanangkan Gerakan Peluk Anak Indonesia.

“Ini dilakukan berdasarkan Kongres Anak Indonesia di Batam pada 9-14 Juli 2012 lalu. Karena saat ini orang tua sudah tidak dekat lagi dengan anak mereka. Ini membuat anak-anak sudah tidak nyaman lagi berada di lingkungan mereka. Untuk itu kedekatan antara orang tua dan anak harus dibangun kembali,” terangnya. (BS-021)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • MAHASISWA MISKIN KIAN BERPELUANG

    MAHASISWA MISKIN KIAN BERPELUANG

    • calendar_month Selasa, 12 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TERKAIT PROGRAM BEASISWA MADINA Catatan: Dahlan Batubara   Kebijakan terhadap para pelajar yang teraplikasi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mandailing Natal Tahun Anggaran 2013, salah satunya memberikan peluang yang seluas-luasnya kepada seluruh anak didik lulusan SMA,SMK dan MAN memasuki perguruan tinggi negeri. Peluang itu diutamakan kepada para mahasiswa dan mahasiswi dari kalangan rumah […]

  • UKM : SUMBER EKONOMI MASA DEPAN INDONESIA

    UKM : SUMBER EKONOMI MASA DEPAN INDONESIA

    • calendar_month Selasa, 3 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Alghif Aruni Nur Rukman, S.P Mahasiswa Magister Sains Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor   Masalah yang dihadapi Indonesia saat ini adalah bagaimana kita bisa keluar dari sebutan negara berkembang menjadi negara yang dapat sejajar dengan negara maju. Persoalan ini menjadipentingkarenapotensi Indonesia menjadi negara majumasihterbukaluas, sehingga Indonesia perlumempertahankanpotensi yang adasekaligus juga […]

  • Perolehan PAD Madina Masih 31 Persen

    Perolehan PAD Madina Masih 31 Persen

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Realisasi perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Mandailing Natal hingga pertengahan September 2016 masih sekitar 31 persen. Itu terungkap dalam rapat antara Badan Anggaran DPRD Mandailing Natal (Madina) dengan Pemkab Madina di gedung dewan, Kamis (15/9) membahas serapan anggaran untuk semester pertama APBD 2016. Rendahnya perolehan PAD itu menimbulkan aura […]

  • Jika Tak RSU, Minimal Puskesmas Plus

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Camat Siabu, Samsi S.sos menyatakan, jika Puskesmas Siabu tidak bisa dijadikan rumah sakit umum, minimal statusnya ditingkatkan menjadi puskesmas plus. Hal itu dikatakannya menjawab wartawan, Selasa (4/6/2013) terkait desakan warga Kecamatan Siabu agar Puskesmas Siabu dijadikan RSU. “Kalau memang anggaran untuk pembangunan rumah sakit belum memungkinkan saat ini, alangkah baiknya pemerintah […]

  • Liat Rumahnya Terbakar, Seri Dewi Pingsan

    Liat Rumahnya Terbakar, Seri Dewi Pingsan

    • calendar_month Jumat, 1 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    SIABU( Mandailing Online )- Istri Asmar Yasir bernama Seri Dewi Pemilik rumah yang ludes terbakar sempat pingsan saat melihat seisi rumahnya dibalut api, tak ada yang bisa di selamatkan, harta bendanya ludes di lalap si jago merah siang tadi 1/9/2023 di Kelurahan Simangambat, Lorong III, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal ( Madina ). Kejadian naas itu […]

  • Lembaga Keuangan Non Riba Saatnya Berdiri di Daerah

    Lembaga Keuangan Non Riba Saatnya Berdiri di Daerah

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Lembaga keuangan non riba atau pinjaman tanpa bunga menjadi solusi penting menyelamatkan keterpurukan usaha kecil menengah di daerah. Cara ini patut ditiru oleh Pemkab Mandailing Natal (Madina). Pemerintah daerah bisa bekerjasama dengan sejumlah bank dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) mendirikan lembaga keuangan non riba ini. Lembaga keuangan non riba ini menjadi solusi penting bagi […]

expand_less