Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Rebutan Lahan Eks PTPN II, 1 Tewas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Agt 2012
  • print Cetak

Ditikam di Depan Anak Kandung

LABUHAN DELI, (MO)- Persoalan sengketa tanah sepertinya tidak ada habisnya, kembali satu nyawa melayang dan dua lainnya kritis akibat bentrokan memperebutkan lahan eks PTPN II. Peristiwa tersebut terjadi di lahan garapan Pasar X Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang, Rabu (1/8) kemarin.

Keterangan dihimpun Sumut Pos di sekitar lokasi kejadian, bentrokan berdarah di lahan garapan itu terjadi sekira pukul 13.45 WIB. Ketika itu korbann
Hergiono alias Ang (45) warga Jalan Baut Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan bersama empat rekannya yakni Ragil, Heri, Yanto, dan Hendro (42) warga Titi Baru Klumpang Kecamatan Hamparan Perak bermaksud memasang plang dan bendera mengatasnamakan kelompok petani penggarap di areal tersebut.

Belum sempat plang dipasang persis di depan lahan garapan milik Kelompok Tani Maju Lestari (KTML) Sumut, tiba-tiba puluhan pria dengan menumpangi mobil dan sepeda motor mendatangi Hergiono dan temannya. “Aku tak tahu mereka (pelaku) dari kelompok mana. Hanya saja sebelum terjadi bentrokan, kami sempat ribut mulut sama mereka,” ujar Hendro, seorang korban saat dirawat di Klinik Tumbuh Sehat, Marelan.

Karena sama-sama bersikeras mengaku sebagai pemilik atas lahan garapan tersebut, keributan mulut antarkedua kelompok ini kemudian berakhir bentrok. Dalam kejadian itu, Hergiono tewas bersimbah darah setelah mengalami luka bacok di bagian leher, perut, dan tangannya. Sedangkan keempat temannya termasuk Ragil dan Hendro yang mengalami luka bacok berhasil selamat setelah berupaya melarikan diri ke permukiman warga.

“Karena kulihat mereka jumlahnya banyak sambil bawa parang dan panah, aku langsung lari ke rumah warga. Oleh warga aku disembunyikan sedangkan yang lain aku tak tahu melarikan diri ke mana. Cuma, sebelum lari aku sempat melihat si Ang terkapar di tanah,” ungkapnya.

Hendro mengaku, dirinya ikut memasang plang di lahan garapan itu setelah diajak oleh Ragil. Karena tak menyangka bakal terjadi keributan, pria kurus bercelana panjang warna hitam ini pun ikut. “Aku ‘gak tahu soal permasalahan tanah garapan itu, aku datang ke lahan itu karena diajak sama si Ragil. Dan kalau tahu bakal rebut, pasti aku tak mau diajak sama dia,” tuturnya.

Warga setempat ketika ditanyai Sumut Pos menyebutkan, sebelum bentrokan berdarah terjadi, Hergiono yang kerap mengaku anggota BIN ini pernah terlibat keributan dengan seorang pria berinisial Jur yang juga mengaku sebagai kelompok penggarap.

“Beberapa hari sebelumnya memang sudah ada keributan, masalahnya salah satu dari kelompok penggarap berencana membangun rumah ibadah di lahan itu. Sedangkan kelompok satunya lagi melarang karena mengaku lahan itu punya dia,” sebut warga yang minta namanya untuk tidak ditulis.
Warga mengaku, sebelum bentrokan terjadi mereka sempat melihat belasan sepeda motor dan mobil melintas masuk ke lahan garapan.”Kalau untuk 30 orang mungkin ada, mereka naik kereta (sepeda motor, Red) dan mobil, tak berapa lama ada beberapa orang lari minta tolong ke arah rumah warga di sini. Sedangkan pelakunya ada yang lari ke arah perkebunan menuju Hamparan Perak,” lanjut warga.

Sementara, petugas Polres Pelabuhan Belawan yang tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan warga selanjutnya melakukan pengamanan dan mengevakuasi jasad Hergiono ke RSU dr Pirngadi Medan guna kepetingan penyidikan. Sedangkan sejumlah barang bukti di antaranya sebuah plang milik korban disita petugas.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Yudi Priyanto ketika dihubungi Sumut Pos mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku dalam pristiwa bentrokan di lahan garapan yang mengakibatkan seorang warga tewas.”Sebentar dulu ya, kita masih melakukan pengejaran terhadap pelakunya ini,” ujar Yudi singkat.

Adit (21) keponakan Hergiono ketika ditemui di instalasi jenazah RSUD dr Pirngadi Medan mengungkapkan, pamannya itu dikeroyok. Saat itu, selain dengan teman-temannya, pamannya juga bersama anaknya Topan (4). “Tanpa basa-basi pamanku dan kawannya siang itu langsung dikeroyok bahkan di depan anak kandungnya sendiri. Karena ‘gak seimbang mereka sempat lari, tapi saat itu paman berhasil ditahan orang itu dan ‘gak bisa menyelamatkan diri,” ujar Adit yang mengakui jika korban memiliki dua anak kandung dan seorang anak tiri.

Menurut Adit, beruntung Topan tak ikut jadi korban. “Karena dia anak-anak makanya dibiarkan sama pelaku, tapi anaknya saat itu melihat langsung ayahnya dipukuli,”terang Adit.

Sementara paman Hergiono yang turut mengantarkan jasad ke RSUD dr Pirngadi Medan tidak mau memberikan komentar apapun. Begitupun saat disinggung tentang konflik terkait perebutan lahan garapan, lagi-lagi paman korban bungkam. (mag-17/uma.b.sumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Atika: Keberadaan TNI-Polri Esensial dalam Pencapaian Vaksinasi

    Wabup Atika: Keberadaan TNI-Polri Esensial dalam Pencapaian Vaksinasi

    • calendar_month Kamis, 10 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menyebutkan keberadaan Forkopimda dan TNI-Polri dalam mengejar capaian target vaksinasi sangat esensial. Hal itu disampaikan Atika sebagai bantahan atas pemberitaan miring yang menyudutkan dirinya di salah satu media online. Dalam berita itu diterangkan bahwa Wabup Atika telah menyudutkan institusi lain sebagai penyebab […]

  • Asisten I Akui Pemkab Madina Salah Terbitkan Izin

    Asisten I Akui Pemkab Madina Salah Terbitkan Izin

    • calendar_month Jumat, 28 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan,(MO)- Sidang lanjutan kasus pemalsuan dokumen yang mengakibatkan kerugian terhadap PT Madina Agro Lestari (MAL), Pemkab Mandailing Natal dan notaris secara umum dengan terdakwa Ignasius Sago kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (27/09/2012). Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Erwin Mangatas Malau, menghadirkan saksi Asisten I Pemerintah Kabupaten Madina M Sahnan Pasaribu serta […]

  • 6 Plt Kadis di Pemkab Madina Diprediksi Jadi Kandidat Kuat di Lelang Jabatan

    6 Plt Kadis di Pemkab Madina Diprediksi Jadi Kandidat Kuat di Lelang Jabatan

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Pasca keluarnya 21 nama yang lulus administrasi peserta lelang jabatan di 6 Dinas di Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, diprediksi ada 6 nama kandidat kuat yang bakalan mendapatkan posisi jabatan Kepala Dinas tersebut. Ke enam nama itu adalah mereka yang saat ini menjadi Pelaksana Tugas ( Plt ) di enam Dinas […]

  • Gas Elpiji 3 Kilogram Langka di Padangsidempuan

    Gas Elpiji 3 Kilogram Langka di Padangsidempuan

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Padangsidempuan – Warga kembali resah akibat langkanya gas elpiji isi 3 kilogram di tingkat pengecer. Tidak itu saja, harga gas 3 kilogram juga naik mencapai Rp 20 ribu per tabung di tingkat pengecer. "Tidak ada gas elpiji ditemukan di sejumlah lopo pengecer," kata seorang warga Tajuddin Nasution (56) kepada Medan Bisnis sambil menenteng tabung gas […]

  • Eks Ketua Bawaslu: MK Dapat Diskualifikasi Cakada yang Terbukti Curang TSM

    Eks Ketua Bawaslu: MK Dapat Diskualifikasi Cakada yang Terbukti Curang TSM

    • calendar_month Senin, 15 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Mantan Ketua Bawaslu RI periode 2008-2012, Bambang Eka Cahya Widodo menyatakan Mahkamah Konstitusi (MK) dapat mendiskualifikasi calon kepala daerah terpilih yang terbukti melakukan kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Hal itu disampaikan menjelang Sidang Pleno pembacaan Putusan  MK soal sengketa Pemilukada. Rencananya MK akan mengeluarkan ketetapan tersebut tanggal 17-24 Maret 2021. Bambang […]

  • Listrik Sering Padam, Pelanggan PLN di Madina Kecewa

    Listrik Sering Padam, Pelanggan PLN di Madina Kecewa

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Akibat aliran listrik di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akhir-akhir ini sering padam tanpa penjelasan yang jelas dari pihak PT PLN Cabang Panyabungan, masyarakat Madina merasa kesal dan mengecam keras kinerja PLN. Banyak masyarakat yang mempunyai usaha menggunakan jasa arus listrik seperti warnet, radio dan usaha lain lainnya merasa kecewa akibat banyaknya kerugian yang mereka […]

expand_less