Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Rebutan Lahan Eks PTPN II, 1 Tewas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Agt 2012
  • print Cetak

Ditikam di Depan Anak Kandung

LABUHAN DELI, (MO)- Persoalan sengketa tanah sepertinya tidak ada habisnya, kembali satu nyawa melayang dan dua lainnya kritis akibat bentrokan memperebutkan lahan eks PTPN II. Peristiwa tersebut terjadi di lahan garapan Pasar X Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang, Rabu (1/8) kemarin.

Keterangan dihimpun Sumut Pos di sekitar lokasi kejadian, bentrokan berdarah di lahan garapan itu terjadi sekira pukul 13.45 WIB. Ketika itu korbann
Hergiono alias Ang (45) warga Jalan Baut Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan bersama empat rekannya yakni Ragil, Heri, Yanto, dan Hendro (42) warga Titi Baru Klumpang Kecamatan Hamparan Perak bermaksud memasang plang dan bendera mengatasnamakan kelompok petani penggarap di areal tersebut.

Belum sempat plang dipasang persis di depan lahan garapan milik Kelompok Tani Maju Lestari (KTML) Sumut, tiba-tiba puluhan pria dengan menumpangi mobil dan sepeda motor mendatangi Hergiono dan temannya. “Aku tak tahu mereka (pelaku) dari kelompok mana. Hanya saja sebelum terjadi bentrokan, kami sempat ribut mulut sama mereka,” ujar Hendro, seorang korban saat dirawat di Klinik Tumbuh Sehat, Marelan.

Karena sama-sama bersikeras mengaku sebagai pemilik atas lahan garapan tersebut, keributan mulut antarkedua kelompok ini kemudian berakhir bentrok. Dalam kejadian itu, Hergiono tewas bersimbah darah setelah mengalami luka bacok di bagian leher, perut, dan tangannya. Sedangkan keempat temannya termasuk Ragil dan Hendro yang mengalami luka bacok berhasil selamat setelah berupaya melarikan diri ke permukiman warga.

“Karena kulihat mereka jumlahnya banyak sambil bawa parang dan panah, aku langsung lari ke rumah warga. Oleh warga aku disembunyikan sedangkan yang lain aku tak tahu melarikan diri ke mana. Cuma, sebelum lari aku sempat melihat si Ang terkapar di tanah,” ungkapnya.

Hendro mengaku, dirinya ikut memasang plang di lahan garapan itu setelah diajak oleh Ragil. Karena tak menyangka bakal terjadi keributan, pria kurus bercelana panjang warna hitam ini pun ikut. “Aku ‘gak tahu soal permasalahan tanah garapan itu, aku datang ke lahan itu karena diajak sama si Ragil. Dan kalau tahu bakal rebut, pasti aku tak mau diajak sama dia,” tuturnya.

Warga setempat ketika ditanyai Sumut Pos menyebutkan, sebelum bentrokan berdarah terjadi, Hergiono yang kerap mengaku anggota BIN ini pernah terlibat keributan dengan seorang pria berinisial Jur yang juga mengaku sebagai kelompok penggarap.

“Beberapa hari sebelumnya memang sudah ada keributan, masalahnya salah satu dari kelompok penggarap berencana membangun rumah ibadah di lahan itu. Sedangkan kelompok satunya lagi melarang karena mengaku lahan itu punya dia,” sebut warga yang minta namanya untuk tidak ditulis.
Warga mengaku, sebelum bentrokan terjadi mereka sempat melihat belasan sepeda motor dan mobil melintas masuk ke lahan garapan.”Kalau untuk 30 orang mungkin ada, mereka naik kereta (sepeda motor, Red) dan mobil, tak berapa lama ada beberapa orang lari minta tolong ke arah rumah warga di sini. Sedangkan pelakunya ada yang lari ke arah perkebunan menuju Hamparan Perak,” lanjut warga.

Sementara, petugas Polres Pelabuhan Belawan yang tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan warga selanjutnya melakukan pengamanan dan mengevakuasi jasad Hergiono ke RSU dr Pirngadi Medan guna kepetingan penyidikan. Sedangkan sejumlah barang bukti di antaranya sebuah plang milik korban disita petugas.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Yudi Priyanto ketika dihubungi Sumut Pos mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku dalam pristiwa bentrokan di lahan garapan yang mengakibatkan seorang warga tewas.”Sebentar dulu ya, kita masih melakukan pengejaran terhadap pelakunya ini,” ujar Yudi singkat.

Adit (21) keponakan Hergiono ketika ditemui di instalasi jenazah RSUD dr Pirngadi Medan mengungkapkan, pamannya itu dikeroyok. Saat itu, selain dengan teman-temannya, pamannya juga bersama anaknya Topan (4). “Tanpa basa-basi pamanku dan kawannya siang itu langsung dikeroyok bahkan di depan anak kandungnya sendiri. Karena ‘gak seimbang mereka sempat lari, tapi saat itu paman berhasil ditahan orang itu dan ‘gak bisa menyelamatkan diri,” ujar Adit yang mengakui jika korban memiliki dua anak kandung dan seorang anak tiri.

Menurut Adit, beruntung Topan tak ikut jadi korban. “Karena dia anak-anak makanya dibiarkan sama pelaku, tapi anaknya saat itu melihat langsung ayahnya dipukuli,”terang Adit.

Sementara paman Hergiono yang turut mengantarkan jasad ke RSUD dr Pirngadi Medan tidak mau memberikan komentar apapun. Begitupun saat disinggung tentang konflik terkait perebutan lahan garapan, lagi-lagi paman korban bungkam. (mag-17/uma.b.sumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Banjir Butuh Makanan & Pakaian

    Korban Banjir Butuh Makanan & Pakaian

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    17 Rumah Masih Terendam Air Setinggi 1 Meter TAPSEL-METRO; Korban banjir di Dusun Gua Asom, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, membutuhkan bantuan berupa makanan, air bersih, dan pakaian yang layak. Sebab, dari Sabtu (2/10) malam hingga Senin (4/10) warga masih bertahan di loteng. Mereka tidak berani turun ke bawah untuk mencari makan dan minum. […]

  • Pecat Anggota DPRD Amoral!

    Pecat Anggota DPRD Amoral!

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kasus dugaan amoral oknum anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) BEH terus bergulir. Masyarakat 14 desa Daerah Pemilihan Madina (Dapem) IV mengadukan BEH ke Badan Kehormatan DPRD Madina dan kepada Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Masyarakat menuntut pemberhantian BEH dari anggota DPRD Madina. Selain masyarakat, pengaduan juga dilayangkan tiga […]

  • Pedagang Pasar Sigalangan Minta Perlindungan DPRD

    Pedagang Pasar Sigalangan Minta Perlindungan DPRD

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidimpuan. Sebanyak 14 orang pedagang Pasar Sigalangan, Kecamatan Batang Angkola, Tapsel, Rabu (11/1), mendatangi kantor DPRD setempat untuk meminta perlindungan kepada dewan atas tidak meratanya pembagian kios. Pasar yang tadinya bangunan lama terbuat dari papan, kini direhab secara besar-besaran menjadi pasar dengan konstruksi bertingkat. Namun, sejumlah pedagang lama tidak kebagian kios. “Kami yang sudah puluhan […]

  • Punya Visi dan Misi yang Kuat dan Jelas, NNB Tiga Kecamatan di Madina Nyatakan Dukungan ke Harun- Ichwan

    Punya Visi dan Misi yang Kuat dan Jelas, NNB Tiga Kecamatan di Madina Nyatakan Dukungan ke Harun- Ichwan

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): Naposo Nauli Bulung ( NNB ) 3 Kecamatan yakni Panyabungan Selatan, Lembah Sorik Marapi dan Puncak Sorik Marapi nyatakan bergabung dengn Pasangan Calon Bupati nomor urut 1 Harun-Ichwan. mereka mengaku siap memenangkan pasangan Harun-Ichwan dalam Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mandailing Natal. Sikap gabungan […]

  • KPK Dalami Pengaduan Dugaan Korupsi Bupati Dairi

    KPK Dalami Pengaduan Dugaan Korupsi Bupati Dairi

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Divisi Pengaduan Masyarakat (Dumas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini masih terus menelaah laporan pengaduan dugaan korupsi Bupati Dairi, Jhonny Sitohang Adinegoro yang disampaikan “Masyarakat Peduli Dairi” pertengahan Januari lalu. Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, penelaahan sangat diperlukan sebagai pintu masuk bagi upaya penanganan dugaan korupsi. Karena itu prosesnya juga tidak dapat […]

  • Warga Aek Nabara Akhirnya Nikmati Listrik

    Warga Aek Nabara Akhirnya Nikmati Listrik

    • calendar_month Selasa, 12 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Akhirnya penduduk Desa Aek Nabara Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Nata menikmati aliran listrik. Ini kali pertama desa itu terang di malam hari sejak Indonesia merdeka. Arus listrik itu diperoleh dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dibangun pemerintah desa setelah menerima anggaran Dana Desa Tahun 2015. Desa Aek Nabara […]

expand_less