Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Rebutan Lahan Eks PTPN II, 1 Tewas

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 2 Agt 2012
  • print Cetak

Ditikam di Depan Anak Kandung

LABUHAN DELI, (MO)- Persoalan sengketa tanah sepertinya tidak ada habisnya, kembali satu nyawa melayang dan dua lainnya kritis akibat bentrokan memperebutkan lahan eks PTPN II. Peristiwa tersebut terjadi di lahan garapan Pasar X Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang, Rabu (1/8) kemarin.

Keterangan dihimpun Sumut Pos di sekitar lokasi kejadian, bentrokan berdarah di lahan garapan itu terjadi sekira pukul 13.45 WIB. Ketika itu korbann
Hergiono alias Ang (45) warga Jalan Baut Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan bersama empat rekannya yakni Ragil, Heri, Yanto, dan Hendro (42) warga Titi Baru Klumpang Kecamatan Hamparan Perak bermaksud memasang plang dan bendera mengatasnamakan kelompok petani penggarap di areal tersebut.

Belum sempat plang dipasang persis di depan lahan garapan milik Kelompok Tani Maju Lestari (KTML) Sumut, tiba-tiba puluhan pria dengan menumpangi mobil dan sepeda motor mendatangi Hergiono dan temannya. “Aku tak tahu mereka (pelaku) dari kelompok mana. Hanya saja sebelum terjadi bentrokan, kami sempat ribut mulut sama mereka,” ujar Hendro, seorang korban saat dirawat di Klinik Tumbuh Sehat, Marelan.

Karena sama-sama bersikeras mengaku sebagai pemilik atas lahan garapan tersebut, keributan mulut antarkedua kelompok ini kemudian berakhir bentrok. Dalam kejadian itu, Hergiono tewas bersimbah darah setelah mengalami luka bacok di bagian leher, perut, dan tangannya. Sedangkan keempat temannya termasuk Ragil dan Hendro yang mengalami luka bacok berhasil selamat setelah berupaya melarikan diri ke permukiman warga.

“Karena kulihat mereka jumlahnya banyak sambil bawa parang dan panah, aku langsung lari ke rumah warga. Oleh warga aku disembunyikan sedangkan yang lain aku tak tahu melarikan diri ke mana. Cuma, sebelum lari aku sempat melihat si Ang terkapar di tanah,” ungkapnya.

Hendro mengaku, dirinya ikut memasang plang di lahan garapan itu setelah diajak oleh Ragil. Karena tak menyangka bakal terjadi keributan, pria kurus bercelana panjang warna hitam ini pun ikut. “Aku ‘gak tahu soal permasalahan tanah garapan itu, aku datang ke lahan itu karena diajak sama si Ragil. Dan kalau tahu bakal rebut, pasti aku tak mau diajak sama dia,” tuturnya.

Warga setempat ketika ditanyai Sumut Pos menyebutkan, sebelum bentrokan berdarah terjadi, Hergiono yang kerap mengaku anggota BIN ini pernah terlibat keributan dengan seorang pria berinisial Jur yang juga mengaku sebagai kelompok penggarap.

“Beberapa hari sebelumnya memang sudah ada keributan, masalahnya salah satu dari kelompok penggarap berencana membangun rumah ibadah di lahan itu. Sedangkan kelompok satunya lagi melarang karena mengaku lahan itu punya dia,” sebut warga yang minta namanya untuk tidak ditulis.
Warga mengaku, sebelum bentrokan terjadi mereka sempat melihat belasan sepeda motor dan mobil melintas masuk ke lahan garapan.”Kalau untuk 30 orang mungkin ada, mereka naik kereta (sepeda motor, Red) dan mobil, tak berapa lama ada beberapa orang lari minta tolong ke arah rumah warga di sini. Sedangkan pelakunya ada yang lari ke arah perkebunan menuju Hamparan Perak,” lanjut warga.

Sementara, petugas Polres Pelabuhan Belawan yang tiba di lokasi kejadian setelah menerima laporan warga selanjutnya melakukan pengamanan dan mengevakuasi jasad Hergiono ke RSU dr Pirngadi Medan guna kepetingan penyidikan. Sedangkan sejumlah barang bukti di antaranya sebuah plang milik korban disita petugas.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Yudi Priyanto ketika dihubungi Sumut Pos mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku dalam pristiwa bentrokan di lahan garapan yang mengakibatkan seorang warga tewas.”Sebentar dulu ya, kita masih melakukan pengejaran terhadap pelakunya ini,” ujar Yudi singkat.

Adit (21) keponakan Hergiono ketika ditemui di instalasi jenazah RSUD dr Pirngadi Medan mengungkapkan, pamannya itu dikeroyok. Saat itu, selain dengan teman-temannya, pamannya juga bersama anaknya Topan (4). “Tanpa basa-basi pamanku dan kawannya siang itu langsung dikeroyok bahkan di depan anak kandungnya sendiri. Karena ‘gak seimbang mereka sempat lari, tapi saat itu paman berhasil ditahan orang itu dan ‘gak bisa menyelamatkan diri,” ujar Adit yang mengakui jika korban memiliki dua anak kandung dan seorang anak tiri.

Menurut Adit, beruntung Topan tak ikut jadi korban. “Karena dia anak-anak makanya dibiarkan sama pelaku, tapi anaknya saat itu melihat langsung ayahnya dipukuli,”terang Adit.

Sementara paman Hergiono yang turut mengantarkan jasad ke RSUD dr Pirngadi Medan tidak mau memberikan komentar apapun. Begitupun saat disinggung tentang konflik terkait perebutan lahan garapan, lagi-lagi paman korban bungkam. (mag-17/uma.b.sumut)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa dan Guru Diinterogasi Polisi

    Siswa dan Guru Diinterogasi Polisi

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SELUMA, – Kapolres Seluma AKPB Parhorian Lumban Gaol, S.Ik melalui Kapolsek Sukaraja Iptu Suraya, SH mengatakan, 8 siswa SMAN 6 Seluma, dan 6 diantaranya disebut menginjak Alquran akan diinterogasi di Mapolsek Sukaraja. Hal itu dilakukan guna mengetahui kejadian awal hingga akhir kejadian tersebut. Tidak hanya mereka, juga oknum guru serta saksi lainnya. Selain itu, tidak […]

  • PKBM Serang Banten Nyatakan Saipul Nasution Kades Rao Rao Lombang Miliki Ijazah Sah dan Bukan Palsu

    PKBM Serang Banten Nyatakan Saipul Nasution Kades Rao Rao Lombang Miliki Ijazah Sah dan Bukan Palsu

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online: PKBM ( Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Dinas Pendidikan Serang Banten, Provinsi Banten menyatakan, Saipul Nasution Kepala Desa Rao Rao Lombang adalah siswa PKBM lingkungan Dinas Pendidikan Serang Banten pada tahun 2020 dan dinyatakan lulus. Hal ini dikatakan Siska Admin Dinas Pendidikan Serang Banten pada redaksi Mandailing Online mengklarifikasi pemberitaan dugaan Ijazah Palsu […]

  • Manto Berpeluang Jadi Ketua KWRI Madina

    Manto Berpeluang Jadi Ketua KWRI Madina

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) Kabupaten Mandailing Natal berencana melangsungkan Musyawarah Daerah (Musda) bulan ini. Ketua Panitia Musda, Muhammad Rusdi Batubara didampingi Sekretaris Panitia, Hendri Husein menjawab Mandailing Online di Panyabungan, Minggu (7/11/2021) menyatakan Musda direncanakan berlangaung pada 25 November 2021. Selain merumuskan program organisasi ke depan, Musda ini juga […]

  • BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 3)

    BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 3)

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Nasution Berikut ini diterakan ornamen-ornamen yang terdapat pada tutup ari dari Sopo Godang dan Bagas Godang. 5. Bintang na Toras melambangkan pendiri huta Makna: Huta tersebut didirikan oleh Natoras yang sekaligus berkedudukan sebagai pimpinan pemerintahan dan pimpinan adat yang dilengkapi dengan Hulubalang, Bayo-bayo Nagodang, Datu, dan Sibaso. 6. Rudang melambangkan suatu Huta yang […]

  • Manchester City puncaki klasemen liga utama Inggris

    Manchester City puncaki klasemen liga utama Inggris

    • calendar_month Minggu, 18 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    London, (MO) – Manchester City memuncaki klasemen sementara Liga Utama Inggris setelah menang 5-0 atas Aston Villa pada Sabtu, namun tim peringkat ketiga Chelsea kini menjalani empat pertandingan tanpa kemenangan setelah kalah 1-2 di kandang West Bromwich Albion. Gol David Silva pada menit ke-43 membawa City unggul di Stadion Etihad, sebelum dua penalti dari Sergio […]

  • Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

    Kisah Imam Denmark Menemukan Cahaya Islam

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Reino Arild Pedersen, merupakan imam pertama pengisi khotbah Jumat di Denmark. Ia lebih terkenal dengan nama Abdul Wahid Pedersen, namanya setelah berislam. Siapa sangka, sang imam yang pengetahuan keislamannya luas itu merupakan seoran mualaf. Hingga mengenal Islam, perjalanannya pun tak singkat. Ia menempuh banyak perjalanan hingga mendapat manisnya hidayah. Perjalanannya dimulai saat usianya masih 16 […]

expand_less