Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Dirut Utama PT Bank Sumut Gus Irawan: KPUM SS Harus Tingkatkan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
  • print Cetak


Panyabungan, Direktur Utama Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu mengatakan Kredit Peduli Usaha Makro Sumut Sejahtera (KPUM-SS) yang sudah berjalan ditengah masyarakat harus dapat meningkatkan taraf ekonomi rakayat sehingga kesejahtraan hidup dapat meningkat sesuai dengan cita-cita dan harapan bersama rakyat Indonesia.

Demikian disampaikan Direktur Utama Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu Rabu (17/11). Di Sopo Godang Kelurahan Kota Siantar Kecamatan Panyabungan, sehubungan kunjungan kerjanya di beberapa daerah Kabupaten / Kota se Sumatera Utara dan Madina yang terahir yang bertepatan pada hari raya Idul Adha.

H Gus Irawan Pasaribu yang gemar mengurusi ibu-ibu lewat Kredit Peduli Usaha Makro Sumut Sejahtera (KPUM-SS) langsung mendatangi peserta ke Kelurahan Kuta Siantar Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal dalam rangka melihat langsung secara ril perkembangan program ini.

Program ini terus dikembangkan terhadap masyarakat yang mempunyai usaha kecil dan diharapkan bisa berkembang secepat mungkin sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga terutama pelaku usaha mikro untuk mencapai masyarakat yang sejahtra dan bahagia sehingga tercipta keluarga sakinah warohmah.

“KPUM-SS yang mengadopsi metodologi Gramen Bank yang dikembangkan oleh Prof Muhammad Yunus, Bangladesh karena metode ini terbukti efektif memberikan kesempatan kepada kaum miskin untuk berkesempatan mendapatkan pelayanan keuangan selam 30 tahun, dan telah di adopsi dengan berhasil dilebihi dari 130 negara di dunia,” sebutnya.

Dikatakannya, sasaran kita dalam menjalankan program ini adalah perempuan dari keluarga berpenghasilan rendah yang telah atau berpotensi memiliki mengelola usaha mikro dengan skim kredit berkelompok atau KKM (Kelompok Keuangan Mikro) yang beranggotakan kelompok terdiri dari 20-30 orang anggota yang berhasil dari wilayah domisili yang berdekatan.

“Dengan terbentuknya kelompok tersebut baru kita berikan kredit tanpa memerlukan jaminan fisik dan tabungan sehingga tiap anggota harus membentuk tabungan wajib sebelum memperoleh kredit yang menjadi syarat untuk mendapatkan kredit dan dasar penilaian saat perpanjangan kredit.

Pada prinsipnya jaminan utama adalah kepercayaan dan respect antar sesame anggota dengan pihak bank yang terwujud dalam system tanggung rentang,” katanya.

Program ini sudah kita mulai dari Nias setelah mendapat musibah tsunami beberapa tahun lalu dan ini sudah berhasil kembali mengakat ekonomi masyarakat dengan membuka berbagai usaha kecil yang tidak memberatkan nasabah dalam pengembalian kreditnya terbukti hingga saat ini tidak ada satupun kredit yang macet.

” Program Sumut Sejahtera ini sudah kita rambah ke berbagai kabupaten di setiap cabang Bank Sumut demi untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga sebagai bank umum satu-satunya yang menjalankan program KPUM di Indonesia,’ sebutnya.

Kepala Cabang Bank Sumut Panyabungan Hifsan Lubis melaporkan bahwa PT Bank Sumut Cabang Panybungan yang telah enam bulan menjalankan program tersebut telah mencapai angka 1.108 peserta program KPUM SS-1 dari 56 kelompok.

Dengan total plafon Rp 962 juta plafon Rp 500 ribu sampai Rp 5 Juta karena kita tertantang untuk membuktikan bahwa masyarakat prasejahtera khususnya kaum perempuan produktif yang ada di Kabupaten Mandailing Natal menjadi target program ini sesungguhnya cukup feasible jika dikelola secara baik dan professional.

“Aktivitas dan transaksi dilakukan dilokasi domisili kelompok bukan di bank dengan tujuan supaya bank benar-benar lebih dekat kemasyarakat dan juga untuk mengurangi biaya masyarakat mengingat kondisi keuangan mereka yang sangat minim yang selam ini salah satu alas an mereka enggan ke Bank,” sebutnya. (man)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dr. Radjamin Nasution Walikota Pertama Surabaya

    Dr. Radjamin Nasution Walikota Pertama Surabaya

    • calendar_month Selasa, 24 Mei 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Namanya dr. Radjamin Nasution, gelar Sutan Kumala Pontas, lahir di Barbaran Julu, Panyabungan Barat, Mandailing Natal, Sumatera Utara tanggal 15 Agustus 1892. Di Surabaya, Radjamin Nasution termasuk bumiputera yang berpendidikan tinggi. Naluri dan jalan pikirannya bangkit. Apalagi ia menyadari bahwa tinggal dan berkeluarga di tempat kelahiran sobatnya, dr. Soetomo. Radjamin mulai menyingsingkan lengan baju, memulai […]

  • Korcam dan Kordes di Kecamatan Siabu Berikrar Dukung Paslon SAHATA

    Korcam dan Kordes di Kecamatan Siabu Berikrar Dukung Paslon SAHATA

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Dukungan makin tak terbendung. Itulah kondisi yang saat ini dihadapi pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA). Setelah alumni Ponpes Musthafawiyah mendeklarasikan dukungan, kini giliran ratusan Koordinator Relawan Kecamatan (Korcam) dan Koordinator Desa (Kordes) se-Kecamatan Siabu […]

  • Bupati Madina: Defisit Anggaran Itu Ada, Tapi Belum Pasti Jumlahnya

    Bupati Madina: Defisit Anggaran Itu Ada, Tapi Belum Pasti Jumlahnya

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Berita): Pj Bupati Mandailing Natal Ir H Aspan Sofian Batubara, MM menanggapi pembicaraan yang hangat tentang terjadinya Devisit Kas Daerah di Madina yang sempat mengakibatkan unjuk rasa dari Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Madina kemaren, saat di Konfirmasi Waratawan, Rabu (13/10) di ruang kerjanya yang didampingi oleh Kabag Humasy M. Taufiq Lubis, SH, MM. Aspan […]

  • KETAKUTAN DI TANAH SENDIRI

    KETAKUTAN DI TANAH SENDIRI

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga Sibanggor Tak Lagi Tidur Nyenyak (Bagian 2)   Laporan : Dahlan Batubara dan Seri Aida Lubis   Hamparan sawah itu kini terbengkalai. Petaninya takut ke sawah itu. Bayangan meregang nyawa di sawah oleh sebaran racun senantiasa menghantui sanubari petani. Itu gambaran terkini di kalangan petani Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, […]

  • Calon Pengganti Kapolri Suara Sumbang untuk Sutarman

    Calon Pengganti Kapolri Suara Sumbang untuk Sutarman

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    JAKARTA, – Kabareskrim Polri Komjen Pol Sutarman menjadi calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden SBY ke DPR. Aktivis antikorupsi pesimis Sutarman dapat membawa perubahan di tubuh Polri. “Ya kita tidak bisa berharap ada perubahan besar di kepolisian, ya begini-begini saja. Kalau transparansi internasional menyebut lembaga paling korup itu Polri, nanti di masa mendatang sepertinya tidak […]

  • Pemkab Madina Masih Lemah Mengatasi Carut Marut Investasi

    Pemkab Madina Masih Lemah Mengatasi Carut Marut Investasi

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di Mandailing natal (Madina) masih banyak perusahaan perkebunan yang belum memenuhi kewajibannya untuk membangun kebun plasma bagi masyarakat sekitar. Gambaran ini dinilai akibat lemahnya pemerintah daerah melakukan pembenahan di sektor investasi. Kelemahan pemerintah daerah dalam memberikan keamanan berinvestasi di Madina juga bisa dilihat dari munculnya berbagai bentuk potensi gangguan sosial […]

expand_less