Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Sumut Daerah Terkorup, Kerugian Negara Rp400 M

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
  • print Cetak

JAKARTA, – Sumatera Utara menempati ranking pertama provinsi dengan potensi terkorup di Indonesia. Hal itu tergambar dari catatan yang dikeluarkan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra). Dari 278 kasus korupsi yang terjadi di Sumut, jumlah kerugian negara diperkirakan mencapai sekitar Rp400 miliar.

“Urutan pertama Sumut, kemudian disusul Provinsi Aceh, Papua Barat dan DKI Jakarta. Kerugian negara diketahui setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Semester II Tahun 2012,” ujar Direktur Investigasi dan Advokasi Fitra, Uchok Sky Khadafi di Jakarta, Jumat (19/7).

Menurut Uchok, secara kuantitas kasus korupsi yang terjadi di Sumut, memang angkanya jauh di bawah DKI Jakarta. Yaitu hanya 278 kasus, sementara di DKI tercatat mencapai 967 kasus. Namun, nilai potensi kerugian negara yang ditimbulkan di Sumut mencapai Rp400, sementara di DKI Jakarta hanya Rp191 miliar.

“Ini menunjukkan komitmen kepala daerah di Sumut sangat minim untuk melakukan pemberantasan korupsi pada pemerintahan yang ada. Karena, saat terpilih menjadi kepala daerah, yang dipikirkan bukan melayani rakyat. Tapi, lebih kepada mencari kembali modal yang telah dikeluarkan agar bisa menang di Pilkada sebelumnya,” katanya.

Sayangnya, menghadapi kondisi ini, DPRD yang ada menurutnya justru melumpuhkan fungsi yang dimiliki oleh lembaga tersebut.

Dari hasil investigasi yang dilakukan Fitra, menurut Uchok para anggota DPRD justru cenderung bukan melakukan pengawasan terhadap eksekutif. Namun, justru bekerjasama mencari materi lewat program-program Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) demi kepentingan pribadi dan partai.

“Selama ini wakil rakyat bukannya memerjuangkan aspirasi atau anggaran untuk rakyat. Kalau melihat anggaran untuk daerah, itu masyarakat tidak bisa membedakan antara anggaran yang boros atau dikorup.

Karena semua masuk kantong mereka,” katanya. Uchok yakin, jika BPK melakukan audit yang lebih intensif, maka temuan terjadinya potensi korupsi akan jauh lebih besar. “Selama ini, hanya di bawah 30 persen dokumen program yang dilakukan verifikasi ke lapangan.

Sehingga temuannya sedikit. Dan juga kebanyakan teknik auditnya bukan investigasi program, tapi hanya audit program. Jadi temuannya banyak yang dibantah oleh Pemda setempat,” katanya.

Dia menambahkan, beberapa sektor yang berpeluang terjadinya korupsi di antaranya sektor penerimaan pajak, Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Dekonsentrasi. Untuk sektor penerimaan pajak, modus yang ada berupa penyelewengan dari target yang telah ditetapkan.

Kemudian potensi pemerasan kepada wajib pajak melalui penggelembungan nilai pajak. Selain itu juga manipulasi data karena adanya tatap muka secara langsung antara wajib pajak dengan pemeriksa.

Untuk sektor DAU, DAK dan Dekonsentrasi potensi korupsi karena sistem pelaporannya tidak mempunyai strandarisasi. Selain itu juga alokasi penggunaannya tidak transparan. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Pelita Tak Menerangi Gulita

    Ketika Pelita Tak Menerangi Gulita

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nurasiah Lubis, S.Pd Ibu rumah tangga, tinggal di Tapsel Cahaya menerangi kegelapan, penunjuk jalan di kala gelap. Kita sangat membutuhkan cahaya untuk melihat segala sesuatu, begitulah perumpamaan seorang guru bak pelita penerang di dalam gulita. Menurut Imam al~Ghazali Guru merupakan Siraj (pelita) segala zaman, orang yang hidup semasa dengannya akan memperoleh pancaran cahaya keilmuannya. […]

  • DCS Dapil 5 PBB Madina

    DCS Dapil 5 PBB Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari PBB Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

  • Wabup Jakfar Sukhairi : 40 % Dana Desa Harus Uang Tunai Untuk Warga

    Wabup Jakfar Sukhairi : 40 % Dana Desa Harus Uang Tunai Untuk Warga

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Madina, H.M Ja’far Sukhairi Nasution menghimbau agar 40 persen pagu Dana Desa (DD) dialihkan ke dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga yang kian berat secara ekonomi dampak pandemi Corona (Covid-19). Dia juga meminta dukungan semua pihak agar pengalihan 40 persen itu mampu diaplikasikan para kepala desa. “Ini […]

  • Apresiasi Rencana Pendirian ITS Madina, MPC PP: Akan Melahirkan SDM Unggul dan Kompetitif

    Apresiasi Rencana Pendirian ITS Madina, MPC PP: Akan Melahirkan SDM Unggul dan Kompetitif

    • calendar_month Senin, 10 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Mandailing Natal (MPC PP Madina) mengapresiasi rencana pendirian Institut Teknologi dan Sains (ITS) di Desa Pidoli Lombang, Panyabungan. Pendirian ITS ini nantinya akan melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif. Hal itu disampaikan Ketua Bidang Pendidikan dan Litbang SDM Masnah, S.Pd kepada Mandailing Online, […]

  • Sofwat Nasution Mendaftar ke Partai Berkarya

    Sofwat Nasution Mendaftar ke Partai Berkarya

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) -Brigjend TNI (Purn) M. Sofwat Nasution, Senin (11/11) mendaftar di DPD Partai Berkarya Madina. Dengan demikian, bakal calon bupati Madina ini sudah terdaftar di lima partai politik. Yaitu, Gerindra, PKS, Perindo, PKPI, dan Berkarya. “InsyaAllah masih ada beberapa partai lagi yang akan kami daftarkan juga. Ini sebagai bukti keseriusan kami memenangkan […]

  • Kepala BKPSDM Ingatkan Pelamar PPPK Madina Jangan Percaya Calo

    Kepala BKPSDM Ingatkan Pelamar PPPK Madina Jangan Percaya Calo

    • calendar_month Senin, 25 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Kepala BKPSDM Mandailing Natal ( Madina ) Abdul Hamid mengingatkan, Pelamar PPPK (Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja) tahun 2023 untuk tidak mempercayai calo atau oknum-oknum tertentu yang mengiming-imingi bisa melobi untuk meluluskan seleksi PPPK di lingkungan Pemkab Madina. Senin 25/9/2023. “Kepada para pelamar seleksi PPPK diingatkan untuk tidak mempercayai calo […]

expand_less