Sabtu, 2 Mei 2026
light_mode

Azwar Abubakar: Jangan Percaya Pungli Dan Calo, Masuk PNS Tergantung Hasil Tes

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 28 Agt 2013
  • print Cetak

Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) tidak ada pungutan liar dan calo.

“Masyarakat nggak usah percaya dengan calo yang mengaku bisa masukkan jadi PNS,” kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Azwar Abubakar kepada Rakyat Merdeka, Senin (26/8).

Menurutnya, semua yang masuk menjadi PNS harus melalui kemampuan kompetensi. “Kami ingin PNS yang diterima berbasis kompetensi,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Anda yakin tidak ada pungli dan calo?
Yakin. Semua pungli dan calo sudah dilibas total. Kalau ada yang masih mengaku-ngaku bisa masukkan jadi PNS, nggak usah dipercaya. Masuk PNS tergantung hasil tes yang sangat ketat.

Ketat dari segi apa?
Bukan ketat dari soal. Tapi ketat dari kebocoran soal dan permainan-permainan.
Kalau dari sisi soal sih hanya di bawah sedikit lebih sulit dari soal untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Mulai tahun lalu kami sudah tidak ada toleransi bagi calo atau lainnya.

Soal saringan masuk PNS itu siapa yang buat?
Kami minta bantuan 10 kampus untuk buat soal. Kemudian minta bantuan polisi untuk mengamankannya.

Masyarakat kami himbau untuk tidak percaya lagi kalau ada orang yang mengaku dari Menpan bisa atur masuk PNS.

Mereka hanya spekulasi saja. Misalnya orang itu minta dibayar Rp 10 juta. Kalau tidak lulus dikembalikan sebagian. Maka saya himbau jangan percaya.

Seringkali anak pejabat yang jadi PNS, ini bagaimana?
Demi Allah yang kayak begitu tidak ada lagi. Kami sudah buat sistem penjaringan yang berlapis, sehingga yang dihasilkan adalah PNS-PNS berbasis kompetensi sesuai dengan kebutuhan kementerian, lembaga atau instansi di pusat maupun daerah. Birokrasi kita sekarang ini sudah berubah total.

Kenapa sampai berubah total?
Sekarang ini ada tes kemampuan dasar dan tes kemampuan bidang. Kalau tes dasar kita koordinasikan.

Tes dasar itu apa sih?
Itu meliputi tes kepribadian seseorang, tes akademik dan tes wawasan kebangsaan. Setelah itu baru kita terima menjadi PNS.

Misalnya guru kita tes kemampuan mengajarnya bagaimana. Lalu kita lihat apa lebih bagus atau tidak setelah dilakukan tes yang ketat itu.

Apa kondisinya lebih baik?
Sekarang sudah banyak peningkatan bila dibandingkan dengan yang lama. Memang tidak sempurna, tapi sekarang sudah lebih baik.

Siapa yang menilai kinerja PNS itu?
Ada sistemnya. Itu salah satu model. Maka tidak bisa lagi pintar tapi malas. Maka kalau di PNS harus mau tingkatkan kemampuannya.

PNS yang dibutuhkan lebih banyak di bidang apa ?
Semua dibutuhkan, jabatannya ada ratusan atau ribuan macam. Saya tidak bisa sebutkan satu per satu.

Kalau guru bagaimana?
Jumlah guru sudah lebih dari kebutuhan tapi kualitasnya tidak sebanding dengan persyaratan dan distribusinya.

Maka kita akan pindahkan guru-guru di kota besar ke daerah terpencil.

Kalau Anis Baswedan yang bekerja di perusahaan asing gajinya puluhan juta rupiah.

Tapi lebih mau mengajar 2 tahun di daerah terpencil dengan gaji Rp 2 juta per bulan.

Makanya kita cari jalan bagaimana memindahkan PNS yang sudah kelebihan ke tempat yang kosong.

Bagaimana kerja sama dengan Pemda?
Kerja sama Pemda, apakah kabupaten/kota atau provinsi dengan pusat itu harus dilakukan, supaya guru yang banyak di kota-kota besar itu bisa dipindahkan ke daerah.

Kita harus membuat kebijakan yang mengharuskan itu. Sudah saya sampaikan ke bupati-bupati untuk bantu distribusinya. Kami juga mita bantuan menteri-menteri lainnya agar ada kebijakan nasionalnya.

Itu tidak bisa dibiarkan, banyak anak-anak yang berhak mendapatkan pelayanan pemerintah masalah pendidikan.

Untuk satu SD harus ada enam guru kelas, satu guru agama dan satu kepala sekolah.

Berarti butuh koordinasi dengan kementerian lain?
Ya. Perlu bicara Mendikbud, Menteri Agama, Manpan dan Mendagri untuk membicarakan masalah pemetaan guru itu.

Guru harus berkompeten. Kalau tidak kompeten, kita hanya memindahkan kebodohan saja. Mengentaskan kemiskinan yang paling sistimatis adalah melalui pendidikan karena kemampuan juga mambantu peningkatan ekonomi.(RMOL)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DCS Dapil 5 NASDEM Madina

    DCS Dapil 5 NASDEM Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari NASDEM Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

  • SOLUSI ISLAM DALAM MASALAH KEMISKINAN

    SOLUSI ISLAM DALAM MASALAH KEMISKINAN

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nurhabibah, S.Pd. Kemiskinan adalah fenomena yang begitu mudah dijumpai di mana-mana. Kelaparan kian hari yang semakin bertambah. Di balik kemegahan gedung-gedung pencakar langit di Jakarta, misalnya, tidak terlalu sulit kita jumpai rumah-rumah kumuh berderet di bantaran sungai, atau para pengemis yang berkeliaran di perempatan-perempatan jalan. Anehnya, secara statistik jumlah mereka bukan berkurang, tetapi […]

  • PR II Memerintah Dekan Fakultas Farmasi

    PR II Memerintah Dekan Fakultas Farmasi

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Medan – Mantan Rektor USU, Prof Chairuddin P Lubis, menyebut Pembantu Rektor (PR) II USU, Prof Ir Armansyah Ginting, yang memerintah Dekan Fakultas Farmasi USU, Prof Sumadio, untuk membuat proposal proyek pengadaan peralatan di fakultas itu. enjadi saksi terdakwa Abdul Hadi selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), dalam sidang dugaan korupsi pada pengadaan peralatan di Fakultas […]

  • Hilangnya Kata “Madrasah” dalam Draf RUU Sisdiknas, Ada Apa?

    Hilangnya Kata “Madrasah” dalam Draf RUU Sisdiknas, Ada Apa?

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik   Ada apa? Itulah pertanyaan yang muncul dibenak beberapa kalangan yang telah mengetahui bocoran draf RUU Sisdiknas terbaru presented by Kemendikbudristek. Sebab, ada satu kata penting yang dihilangkan dalam  penyebutan jenjang pendidikan nasional yaitu Madrasah. Tentu saja hal tersebut akan menuai polemik baru dalam dunia pendidikan nasional. […]

  • Vonis Rendah, Jaksa KPK Banding Vonis Penyuap Bupati Mandailing Natal

    Vonis Rendah, Jaksa KPK Banding Vonis Penyuap Bupati Mandailing Natal

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Medan (Mandailing Online) – Pemilik PT Sige Sinar Gemilang Surung Panjaitan, yang menjadi terdakwa penyuap Bupati Mandailing Natal, Sumatra Utara, Muhammad Hidayat Batubara senilai Rp1 miliar untuk mendapatkan proyek pembangunan RSUD Panyabungan, divonis 2,5 tahun penjara. Dalam pembacaan vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan pada Senin (21/10), majelis hakim yang diketuai Agus Setiawan, […]

  • Tokoh Muda Linggabayu Apresiasi Kinerja Polres Madina

    Tokoh Muda Linggabayu Apresiasi Kinerja Polres Madina

    • calendar_month Rabu, 6 Okt 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Tokoh muda Linggabayu Denni Zulfikar Nasution mengapresiasi kinerja Polres Madina yang berhasil menangkap AS (31 tahun), bandar narkoba yang sering beroperasi di Desa Lobung, Kecamatan Linggabayu pada Senin (4/10) lalu. “Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pak Kapolres Madina, Pak Kapolsek Linggabayu serta seluruh jajaran, Plt. Kades dan seluruh lapisan masyarakat yang telah […]

expand_less