Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Organ tubuh jenazah TKI hilang

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
  • print Cetak

JAKARTA – Rieke Diah Pitaloka meminta kepada Presiden SBY untuk melakukan penyelidikan terkait tewasnya tenaga kerja Indonesia (TKI), Anita Purnama Boru Huahuruk (35 tahun) yang bekerja di Malaysia, asal Medan Sumatera Utara.

Rieke menegaskan, peti jenazah almarhum dari informasi yang ia himpun,  dibuang kelaut. Anita Purnama Boru Huahuruk (35 tahun) adalah warga Kelurahan Satria, Kota Binjai, Sumatera Utara yang bekerja di Malaysia sejak bulan Agustus 2013. Almarhum sempat  bekerja di sebuah restoran selama dua bulan,kemudian pindah kerja lagi lantaran tidak tahan dengan majikannya.

“Almarhum terakhir berkomunikasi dengan keluarga tanggal 30 Januari 2014. Dalam isi SMS nyadisebutkan bahwa almarhum sudah capai bekerja dan ingin kembali ke kampung halamannya. 2. TKI juga sempat mengirimkan dua kali gajinya sebanyak Rp 5juta kepada pihak keluarga dan berangkat ke Malaysia sendiri melalui jasa Ibu Umi,” papar Rieke, politisi PDI Perjuangan dalam pernyataannya kepada pers, hari ini.

“Peti Jenazah diketemukan oleh nelayan dan keluarga dihubungi oleh Kepolisian daerah Binjai mengenai adanya jenazah almarhum. Disebutkan bahwa oleh pihak polisi, jenazah diperkirakan sudah empat hari dilaut,” tambahnya.

Dijelaskan kembali, sebelum dikuburkan pada Sabtu, 08 Januari 2014, pihak keluarga sempat membuka isi peti jenazah. Menurut ibu Anna, lanjut Rieke, salah satu saudara almarhum, salah satu mata almarhum sudah tidak ada, di bagian leher ada bekas hitam seperti dicekik. Almarhum juga tidak mengenakan pakaian lengkap dan sebagian besar badan almarhum sudah rusak dan membusuk.

Didalam peti juga diketemukan paspor, uang sebesar 1 ringgit, cincin dan kalung emas milik almarhum.

“Saya berharap kepada bapak Presiden SBY untuk segera melakukan penyelidikan atas penyebab kematian Almarhum. Jika memang almarhum terbukti meninggal karena dianiyaya, maka pemerintah SBY harus meminta keterangan dan meminta pemerintah Malaysia untuk memproses siapapun yang telah melakukan kekejaman terhadap almarhum sehingga meninggal,” Rieke menegaskan.

Hingga saat ini, cerita Rieke, menurut keluarga, pemerintah belum ada yang menghubungi pihak keluarga mengenai peristiwa ini. Ditegaskan, jangan sampai ada diskriminasi perlindungan dari pemerintah terhadap para TKI apapun status kerjanya.

“Dan memastikan hak-hak ketenagakerjaan almarhum diberikan oleh sang majikan. Hak ketenagakerjaan yang diberikan tidak boleh sebagai alasan untuk tidak diusutnya kasus ini secara pidana,” pungkas Rieke Diah Pitaloka.

Sebelumnya dikisahkan, baru setahun mengais rezeki sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, Anita Boru Hutahuruk (35) pulang ke kampung halamannya dalam kondisi tidak lagi bernyawa.

Faisal, keponakan Anita, menuturkan bibinya tersebut meninggal dunia diduga lantaran mendapat perlakuan buruk dan dianiaya majikannya.

“Agustus 2013, dia berangakat ke Malaysia untuk bekerja. Dia pernah menelepon kami, dan mengatakan tak tahan bekerja di rumah majikannya,” kata Faisal, Minggu (9/2) kemarin.

Sepengetahuan Faisal, Anita akhirnya memutuskan kabur dari rumah majikannya. Bermodalkan uang seadanya, Anita hendak pulang ke kampung halaman. Anita merupakan warga Jalan Bintara, Kota Binjai, Sumatera Utara.

“Tapi setelah itu, tak lagi ada informasi darinya. Sampai Jumat (31/1), saya mendapat telepon dari seseorang yang mengaku polisi perairan Malaysia. Seseorang itu menginformasikan bibi saya meninggal karena tenggelam di laut,” tuturnya.

Akhirnya, pihak keluarga bersepakat dengan seseorang yang mengaku anggota polisi perairan Malaysia itu untuk bertemu di SPBU Kota Pinang, Minggu (9/2), untuk serah terima mayat Anita.

Selain mayat, sambung Faisal, keluarga hanya diberikan surat kematian dari Rumah Sakit Sinoboi, paspor, cincin, kalung emas, dan uang sebesar 1 ringgit milik almarhumah.

“Kami hanya ingin kejelasan, apakah benar keluarga kami tewas karena tenggelam dilaut, atau sudah terlebih dahulu dihabisi majikannya di Malaysia. Ke mana kami harus mengadu. Kami tidak tahu harus berbuat apa,” tandasnya.(tribun.yahoo)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Kunjungi Keluarga Pengidap Penyakit Katarak

    Bupati Madina Kunjungi Keluarga Pengidap Penyakit Katarak

    • calendar_month Senin, 19 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Ja’far Sukhairi Nasution bersama Kepala Dinas Kesehatan, dr Faisal Situmorang mengunjungi lima bersaudara penderita penyakit katarak, di Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Senin (19/6/2023). Dalam kunjungan tersebut Bupati menyebutkan pemerintah sudah melakukan upaya dalam menanganinya dan sudah pernah juga di lakukan operasi katarak. “Sudah pernah di […]

  • Tokoh Kekuatan Rakyat

    Tokoh Kekuatan Rakyat

    • calendar_month Minggu, 22 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Adakah tokoh yang menyatu dengan rakyat dalam satu ikatan ideologi yang kuat yang tidak takluk di hadapan kekuasaan rezim. Adakah tokoh karismatik yang menyatu dengan rakyat, membentuk kekuatan gelombang energi positif yang dahsyat. Ketika rejim kekuasaan mengerahkan militer menghadapi gelombang energi positif itu, menandakan bahwa tokoh karismatik itu telah menjelma menjadi tokoh kekuatan rakyat yang […]

  • Madina WDP Sejak 2014

    Madina WDP Sejak 2014

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Enam tahun sudah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menetapkan Pemkab Madina dalam kategori WDP (Wajar Dengan Pengecualian). Itu terungkap dalam laporan pertanggungjawaban (LPj) bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di DPRD Madina, Senin (24/8/2020). Dalam nota pengantar LPj tahun anggaran 2019 yang dibacakan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution di sidang paripurna DPRD itu […]

  • Tim Dainang Dukung Dahlan-Aswin

    Tim Dainang Dukung Dahlan-Aswin

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasangan Dahlan-Aswin mendapat kunjungan kehormatan kalangan kaum ibu dari daerah Mandailing Godang. Komponen kaum ibu itu terasosiasi dalam Tim Dainang. Tim Dainang ini tumbuh di desa desa dalam mengejawantahkan hak hak politik dan aspirasi kaum ibu rumah tangga. Kunjungan itu dirangkai dalam silaturrahmi dan buka puasa bersama di Kampoeng Kaos Madina, […]

  • Raul Lemos Segera Diperiksa Polisi, Aniaya Wartawan Global

    Raul Lemos Segera Diperiksa Polisi, Aniaya Wartawan Global

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar mengatakan pihak kepolisian akan menindaklanjuti laporan wartawan Global TV, Zaky Makmun, terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan suami penyanyi Krisdayanti, Raul Lemos. Polres Bandara terima laporan dari korban bahwa dia dianiaya oleh saudara Lemos. Dalam waktu dekat terlapor Raul akan segera kami periksa di sana Raul Lemos […]

  • 2011, biaya persalinan gratis

    2011, biaya persalinan gratis

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Tahun 2011 masyarakat Sumatera Utara kembali akan mendapatkan pelayanan kesehatan gratis. Pemerintah akan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi penghuni panti asuhan, penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas), korban bencana alam dan biaya persalinan tanpa kecuali di 2011 nanti. Kepala Bidang Kepesertaan Jamkesmas, Kamaru Zaman, mengatakan untuk penghuni panti sosial, mereka tidak mempunyai kartu Jamkesmas, tapi […]

expand_less