Jumat, 11 Sep 2026
light_mode

Pekan Depan Data Honorer K2 Diverifikasi

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 3 Mar 2014
  • print Cetak

MEDAN – Memeriksa keabsahan berkas peserta yang lulus seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari tenaga honorer kategori dua (K2) bukanlah pekerjaan yang mudah.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan, Lahum Lubis mengakui hal tersebut. Menurutnya, yang menjadi persoalan dalam berkas honorer K2 yakni surat keterangan (SK) pengangkatan.

“Tenaga honorer K2 itu mayoritas dari guru, serta SK pengangkatan sebagai honorer  dibuat oleh kepala sekolah di tempat bertugas, dan itu terlalu mudah untuk dimanipulasi,” ujar Lahum kepada Sumut Pos (Grup JPNN).

Namun, pihaknya mengaku tetap optimis dapat melakukan pekerjaan dengan maksimal karena akan dibantu beberapa instansi terkait seperti Dinas Pendidikan serta Inspektorat yang tergabung dalam tim terpadu.

Tim terpadu, kata dia, yang  akan melakukan pemeriksaan masih sedang dalam tahapan pembahasan SK sebagai dasar hukum untuk bekerja. ” Minggu kedua bulan Maret kemungkinan besar tim sudah bisa bekerja, ” tegasnya.

Mantan Kadispenda Kota Medan ini mengeluhkan sikap honorer K2 yang melayangkan protes. Pasalnya, nama tenaga honorer K2 yang akan mengikuti ujian sudah pernah diuji publik.

“Sewaktu uji publik tidak ada yang mempermasalahkan, setelah diumumkan baru gejolak muncul,” sesalnya.

Lahum juga membantah jika pihaknya dituding lambat dalam melakukan verifikasi data tenaga honorer K2. Dia mengaku hasil resmi tenaga honorer K2 yang lulus CPNS baru diberikan secara resmi pada pekan kemarin.

“Nama-nama yang diumumkan kemarin didapat melalui website resmi dari BKN,  itu tidak bisa kita jadikan pegangan,” bilangnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, nama-nama peserta yang lulus diakuinya tidak memiliki rangking sehingga ketika ada beberapa tenaga honorer yang bermasalah BKD Kota Medan tidak dapat berbuat apa-apa karena harus direkomendasikan kepada BKN untuk diambil keputusan.

“Yang mengeluarkan nama peserta ujian dan mengumumkannya BKN, BKD Kota Medan tidak pernah dilibatkan apapun kecuali pemberkasan. Ketika BKD menyurati BKN terkait 26 nama peserta ujian K2 dari Dinas Pertamanan yang sebelumnya sudah pernah dinyatakan Tidak Memenuhi Kriteria (TMK), BKN tidak pernah membalas surat tersebut atau memberikan tanggapan apapun,” cetusnya. (Jpnn)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penceramah Disertifikasi Wawasan Kebangsaan, Untuk Apa?

    Penceramah Disertifikasi Wawasan Kebangsaan, Untuk Apa?

    • calendar_month Rabu, 9 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban   Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut baru-baru ini membahas wacana sertifikasi wawasan kebangsaan bagi para penceramah agama di Indonesia. Dijelaskan Gus Yaqut bahwa sertifikasi wawasan kebangsaan ini bertujuan untuk penguatan moderasi beragama bagi para dai dan penceramah. Sehingga nantinya penceramah maupun dai […]

  • Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    Modernisasi Pada Bentuk dan Tema Dalam Prosa-Prosa Willem Iskander (1840-1876) (bagian 1)

    • calendar_month Rabu, 1 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: HARIS SUTAN LUBIS Fakultas Sastra Universitas Sumatera Utara Abstract Willem Iskander is known as an educator and man of letters from South Tapanuli. He produced poem and prose in Si Bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk in nineteenth century. His prose is differed from the prose form at that moment. The form of his prose is short […]

  • Sekeluarga Tinggal di ‘Kandang Kambing’

    Sekeluarga Tinggal di ‘Kandang Kambing’

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Satu keluarga terdiri atas lima warga Desa Sarak Matua, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, selama 15 tahun terakhir tinggal di rumah papan kecil dekat dengan kandang kambing milik warga. Adalah Husni (50) alias Jaidup dan empat anaknya, Ega (20), Nurhalimah (13), Aliatas (10) dan si bungsu Daud (8), yang tinggal berdesak-desakan di rumah berukuran […]

  • Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 2)

    Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 2)

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sastra Klasik Seni sastra Mandailing ditularkan melalui tradisi yang khas, misalnya melalui medium berikut: [4] 1. Marturi.  Tradisi bercerita dalam konteks sosial Mandailing yang dilakukan secara verbal. Cerita ditularkan secara turun-temurun. Plot menggunakan alur maju dan banyak memuat ajaran tentang budi pekerti. 2. Ende Ungut-ungut dibedakan atas temanya. Ende merupakan ungkapan hati, ekspresi kesedihan karena […]

  • Bupati Madina Ingatkan Anak-Anak Rentan Jadi Pengguna Narkoba

    Bupati Madina Ingatkan Anak-Anak Rentan Jadi Pengguna Narkoba

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengingatkan bahwa di masa kini anak-anak merupakan kelompok rentan menjadi pengguna narkoba karena kurangnya pengawasan dan lingkungan yang buruk. Hal itu disampaikan Saipullah saat menyerahkan santunan kepada 83 anak yatim Desa Pidoli Lombang di Lorong Aek Galoga, Panyabungan, Kamis (29/1/2026). “Banyak peredaran-peredaran narkotika […]

  • Syamsul jangan angkat Sekda!

    Syamsul jangan angkat Sekda!

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pasca pensiunnya RE. Nainggolan dari jabatannya sebagai Sekretaris Daeraha (Sekda) Sumut, beberapa nama muncul menjadi kandidat penggantinya. Wacana pengangkatan Sekda definitif pun meruak. Namun ada beberapa kalangan yang menilai agar hal ini jangan terburu-buru dilakukan karena status hukum yang dipanggul Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Syamsul Arifin. “Jika dipaksakan penetapan Setdapropsu bisa `bumerang` di […]

expand_less