Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode

Pekan Depan Data Honorer K2 Diverifikasi

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 3 Mar 2014
  • print Cetak

MEDAN – Memeriksa keabsahan berkas peserta yang lulus seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari tenaga honorer kategori dua (K2) bukanlah pekerjaan yang mudah.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan, Lahum Lubis mengakui hal tersebut. Menurutnya, yang menjadi persoalan dalam berkas honorer K2 yakni surat keterangan (SK) pengangkatan.

“Tenaga honorer K2 itu mayoritas dari guru, serta SK pengangkatan sebagai honorer  dibuat oleh kepala sekolah di tempat bertugas, dan itu terlalu mudah untuk dimanipulasi,” ujar Lahum kepada Sumut Pos (Grup JPNN).

Namun, pihaknya mengaku tetap optimis dapat melakukan pekerjaan dengan maksimal karena akan dibantu beberapa instansi terkait seperti Dinas Pendidikan serta Inspektorat yang tergabung dalam tim terpadu.

Tim terpadu, kata dia, yang  akan melakukan pemeriksaan masih sedang dalam tahapan pembahasan SK sebagai dasar hukum untuk bekerja. ” Minggu kedua bulan Maret kemungkinan besar tim sudah bisa bekerja, ” tegasnya.

Mantan Kadispenda Kota Medan ini mengeluhkan sikap honorer K2 yang melayangkan protes. Pasalnya, nama tenaga honorer K2 yang akan mengikuti ujian sudah pernah diuji publik.

“Sewaktu uji publik tidak ada yang mempermasalahkan, setelah diumumkan baru gejolak muncul,” sesalnya.

Lahum juga membantah jika pihaknya dituding lambat dalam melakukan verifikasi data tenaga honorer K2. Dia mengaku hasil resmi tenaga honorer K2 yang lulus CPNS baru diberikan secara resmi pada pekan kemarin.

“Nama-nama yang diumumkan kemarin didapat melalui website resmi dari BKN,  itu tidak bisa kita jadikan pegangan,” bilangnya.

Lebih jauh dia mengungkapkan, nama-nama peserta yang lulus diakuinya tidak memiliki rangking sehingga ketika ada beberapa tenaga honorer yang bermasalah BKD Kota Medan tidak dapat berbuat apa-apa karena harus direkomendasikan kepada BKN untuk diambil keputusan.

“Yang mengeluarkan nama peserta ujian dan mengumumkannya BKN, BKD Kota Medan tidak pernah dilibatkan apapun kecuali pemberkasan. Ketika BKD menyurati BKN terkait 26 nama peserta ujian K2 dari Dinas Pertamanan yang sebelumnya sudah pernah dinyatakan Tidak Memenuhi Kriteria (TMK), BKN tidak pernah membalas surat tersebut atau memberikan tanggapan apapun,” cetusnya. (Jpnn)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres Mandailing Natal Tangkap Lima Perambah Hutan

    Polres Mandailing Natal Tangkap Lima Perambah Hutan

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mandailing Natal, – Polres Mandailing Natal menangkap lima tersangka yang diduga pelaku perambah hutan dan pembalakan liar di kawasan hutan produksi terbatas di daerah itu. “Para pelaku ditangkap saat menebangi hutan dan menjadikannya kayu gergajian. Bekas perambahan hutan tersebut juga dibakar untuk dijadikan areal perkebunan,” kata Kasat Reskrim Polres Mandailing Natal AKP Sarluman Siregar di […]

  • Tim Teknis Telusuri Batas Tapsel-Madina

    Tim Teknis Telusuri Batas Tapsel-Madina

    • calendar_month Kamis, 8 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tim teknis mulai melakukan penelusuran area perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dengan Kabupaten Mandailing Natal. Kegiatan ini menindaklanjuti MoU (Memorandum Of Understanding) yang ditandatangani bupati kedua kabupaten. Tapal batas antar kabupaten bertetangga ini menjadi polemik selema beberapa tahun terakhir terutama polemik di tingkat warga desa di perbatasan. Tim teknis dipimpin Kabag Tapem […]

  • DCS Dapil 1 Gerindra Madina

    DCS Dapil 1 Gerindra Madina

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DAFTAR CALON SEMENTARA ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Partai Gerakan Indonesia Raya ( GERINDRA ) Dapil 1 Madina

  • 38 Desa, 2 Kelurahan di Madina Tidak Terdaftar di Mendagri

    38 Desa, 2 Kelurahan di Madina Tidak Terdaftar di Mendagri

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 38 desa dan 2 kelurahan pada 14 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) belum terdaftar di Mendagri. Itu diketahui setelah keluarnya Keputusan KPU Nomor 630/Kpts/KPU/2013 dimana jumlah tertera hanya 364 desa/kelurahan di Madina yang seharusnya 404 desa/kelurahan. Ini bisa menganggu proses Pemilu 2014 mendatang, terutama bagi penyelengara pemilu. Keputusan KPU […]

  • Awal Tahun Sejumlah Harga Bahan Pokok di Madina Naik

    Awal Tahun Sejumlah Harga Bahan Pokok di Madina Naik

    • calendar_month Selasa, 2 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Berikut harga ecer sejumlah kebutuhan bahan komoditas yang dibutuhkan konsumen di Pasar Tradisional Pasar Baru Kota Panyabungan di Awal tahun 2024 Harga cabai kian pedas lantaran pasokan mulai berkurang. Cabe merah contohnya saat ini hatganya Rp.40.000 /kg harga lama sendiri diharga Rp. 30.000 /kg. Jenis cabe rawit harga si aaal tahun […]

  • Oji Ganding Terkendala Surat Permohonan Izin

    Oji Ganding Terkendala Surat Permohonan Izin

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejauh ini belum ada kepastian pihak mana yang harus mengajukan izin keluar bagi Ali Makmur Nasution alias Oji Ganding dari dalam penjara Sipapaga Panyabungan agar Oji Ganding dapat keluar penjara satu hari mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah menjadi anggota DPRD Madina, Selasa (2/9/2014) di gedung DPRD Madina. Sebab hingga malam ini, […]

expand_less