Rabu, 7 Okt 2026
light_mode

Islam Beri Perubahan Pada Masyarakat Inggris

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 3 Mar 2014
  • print Cetak

LONDON – Islam secara tradisi tidak dekat dengan masyarakat Inggris. Namun, Islam telah menjelma menjadi komunitas agama terbesar kedua di Britania Raya. Ini ditandai dengan ribuan masyarakat Inggris yang memutuskan menjadi mualaf.

Pakar Studi Perbandingan Agama dan Filsafat, Annie Thompson menilai Islam dipilh lantaran sebagian masyarakat Inggris terlanjut frustasi dengan moral yang ditawarkan sekularisme. Mereka menjadi rindu pada kehadiran suasana religius.

“Dan Islam menawarkan lebih dari sekedar percaya kepada Tuhan, Islam menawarkan panduan hidup sehingga mereka bisa memahami kehidupan,” kata dia seperti dilansir onislam.net, Kamis (27/2).

Data terakhir menyebut, populasi Muslim Inggris hanya 2.7 persen dari populasi total. Namun, beberapa studi yang dipublikasi belum lama ini menyimpulkan ada satu perubahan besar dalam masyarakat Inggris, dimana perubahan itu adalah persatuan dan kepatuhan terhadap agama mereka. Yang lebih penting lagi, Islam bisa beradaptasi mulus dengan peradaban barat.

Di Brighton, East Sussex misalnya, Masjid Al Madinah telah menambah bangunan baru dari bangunan awal. Mereka membagi pelaksanaan shalat Jumat menjadi dua sesi, satu hal yang menandakan betapa besar semangat berislam Muslim Inggris. Apa yang dicapai Masjid Al Madinah serupa dengan masjid-masjid lainnya.

Hussein Ali Al Bogheti, Cendikiawan Muslim asal Yaman, yang sempat mengunjungi Inggris pada dekade 90-an memamparkan Islam memiliki integritas ajaran yang menarik minat generasi baru Inggris. “Islam menawarkan jawaban dan kebenaran yang kuat. Narasi yang menyatukan jiwa dan pikiran,” ucapnya.

Lisa Hamilton , insinyur sipil dari Bournemouth, mengaku menjadi hal yang biasa ketika seorang anak yang lahir di Inggris, mengetahui bahawa orang tuanya ateis.  Meski mulus melalui transisi menuju individu dewasa, ada hal yang kurang yakni spiritualitas.

“Ketika saya mengunjungi Tunisia, saya mendengar Adzan. Dalam panggilan itu, saya tidak pernah mendengar panggilan mengingat Tuhan seindah ini,” kata dia.

Sejak itu, Lisa mulai mendalami Islam. Ia pelajari berbagai literatur, termasuk Alquran.  Pada puncaknya, Lisa menemukan kebahagiaan dan ketenangan pikiran. Satu hal yang ia rindukan. “Iman itu hal yang sedikit lucu, butuh keyakinan hati dan pikiran. Islam telah menjawab pertanyaan saya akan kebutuhan kekuatan spiritual dan ketenangan pikiran,” ucapnya.

“Yang menarik, bagi keluarga saya, Islam seperti bukanlah hal asing. Mereka mulai menerima keputusan saya menjadi Muslim,” kata dia.(republika.co.id)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Bocah 12 Tahun Jadi Tersangka Kapolsekta Patumbak Salah Kaprah

    Kasus Bocah 12 Tahun Jadi Tersangka Kapolsekta Patumbak Salah Kaprah

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN- Penetapan status tersangka bocah usia 12 tahun, Fahmi, warga Jalan Panglima Denai Gang Seser Medan Amplas bertentangan dengan koridor hukum. Kasus anak bukan ditangani di Polsekta, melainkan harus dilakukan di Polresta Medan melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Pernyataan itu dikatakan Ketua Pokja Pengaduan Komisi Perlindungan Anak Daerah Indonesia (KPAID) Sumut, Muslim Harahap, […]

  • PT Rendi Harus Bangun Kebun Plasma Untuk Warga Singkuang

    PT Rendi Harus Bangun Kebun Plasma Untuk Warga Singkuang

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT. Rendi Permata Raya harus merealisasikan kebun plasma sawit kepada warga Singkuang 1 Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina). Pembangunan plasma merupakan kewajiban perusahaan itu sesuai tuntutan aturan yang berlaku. Bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution memberikan waktu tempo 1 bulan bagi PT. Rendi Permata Raya untuk memulai pembangunan kebun plasma […]

  • Tol Kuala Namu belum akan beres tahun ini

    Tol Kuala Namu belum akan beres tahun ini

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Pemerintah mulai membangun jalan tol Medan-Kuala Namu sejak September tahun lalu. Ditargetkan tol ini akan rampung akhir 2014. Namun, Direktur Jendral Bina Marga, Djoko Murjanto, ragu target itu akan tercapai. “Sepertinya tidak akan selesai tahun ini, kami masih terkendala permasalahan tanah,” kata Djoko, akhir pekan. Djoko mengungkapkan, pembangunan yang merupakan Viability Gap Fund […]

  • Hasil Lab, Air Sisa Proses Tambang Martabe Aman

    Hasil Lab, Air Sisa Proses Tambang Martabe Aman

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Sesuai dengan hasil uji Laboratorium, kandungan logam dari air sisa proses PT G-Resources Martabe, yang beroperasi di wilayah Desa Aek Pining, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapsel, masih berada di bawah baku mutu. Hal ini terungkap pada pembukaan sekaligus penyampaian hasil uji laboratorium sisa air proses Tambang Martabe, di Rechall Pelangi Camp, Senin […]

  • Pencucian uang Bupati Tobasa diselidiki

    Pencucian uang Bupati Tobasa diselidiki

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Pihak Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal khusus (Dit Reskrimsus) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) terus menyelidiki tindakan pidana pencucian uang (TPPU), dugaan hasil korupsi pelepasan lahan proyek pembangunan PLTA Asahan III di Dusun Batumamak, Desa Meranti Utara, Kecamatan Pintu Pohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Diduga yang  dilakukan Bupati Tobasa, Pandapotan Kasmin […]

  • KontraS Sumut Dampingi Korban Kekerasan Polisi

    KontraS Sumut Dampingi Korban Kekerasan Polisi

    • calendar_month Minggu, 25 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – KontraS Sumatera Utara menyoroti tindak kekerasan oknum polisi di Sumut terhadap tersangka. Itu terkait kasus dua warga Medan atas nama Rian dan Deva yang diduga telah menjadi korban penyiksaan oknum polisi inisial AS di sekitar Jl. SM. Raja, Medan (29/06/21) akibat dituduh mencuri heandphone milik AS. HP tersebut sebenarnya sudah dikembalikan […]

expand_less