Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Semangat Berkurban Untuk Membangun Bangsa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 30 Sep 2013
  • print Cetak

Oleh Dr HM Harry Mulya Zein

Dua pekan lagi kita umat Islam akan merayakan hari Raya kurban. Kurban berasal dari kata Arab yakni Qurbah, yang bermakna mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam ritual Kurban, umat Islam juga melakukan udlhiyah atau juga berarti penyembelihan hewan kurban. Seluruh umat Islam di muka bumi melaksanakan penyembelihan hewan kurban seperti domba, sapi atau unta, sebagai tanda memenuhi panggilan Allah SWT.

Hari Raya Kurban juga merupakan refleksi atas catatan sejarah perjalanan kebaikan umat manusia pada masa lalu. Dalam konteks sejarah, Hari Raya Kurban berarti refleksi atas ketulusan dan loyalitas Nabi Ibrahim terhadap perintah-perintah Allah SWT.

Dalam konteks ini, mimpi Ibrahim untuk menyembelih anaknya, Ismail, merupakan sebuah ujian Tuhan, sekaligus perjuangan maha berat seorang Nabi Ibrahim yang diperintah oleh Tuhannya melalui malaikat Jibril untuk mengurbankan anaknya. Peristiwa itu harus dimaknai sebagai pesan simbolik agama, yang menunjukkan ketakwaan, keikhlasan, dan kepasrahan seorang Ibrahim pada titah sang pencipta.

Hampir seluruh ulama sepakat bahwa apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim terhadap Ismail adalah bukti penyerahan diri sepenuhnya terhadap perintah Tuhan. Oleh karenanya ajaran Nabi Ibrahim disebut sebagai ajaran Islâm atau (penyerahan diri). Seorang mufassir modern, Muhamad Ali (1874-1951) memaknai kurban sebagai tindakan kerendahan hati dan kesabaran dalam penderitaan dan ketakjuban kepada Ilahi. Dalam hal penyembelihan hewan sebagai simbol kurban.

Sementara intelektual Muslim asal Iran, Ali Syariati, dalam bukunya ‘Hajj’, ibadah ritual Kurban bukan sekadar memiliki makna bagaimana manusia (baca: umat Islam) mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga mendekatkan diri kepada sesama manusia, terutama mereka yang tergolong sebagai kaum dhuafa dan marginal.

Ali Syariati memaknainya sebagai sebuah perumpamaan atas kemusnahan dan kematian ego. Berkurban berarti menahan diri dari, dan berjuang melawan, godaan ego. Kurban atau penyembelihan hewan sebenarnya adalah lambang dari penyembelihan hewan (nafsu hewani) dalam diri manusia.

Ibadah Kurban juga memiliki pesan bahwa umat Islam diharuskan lebih mendekatkan diri dengan kaum dhuafa (kaum miskin) dan lebih mengutamakan nilai-nilai persaudaraan dan kesetiakawanan sosial.

Ibadah Kurban juga mengajarkan bahwa umat Islam tidak mengambil harta kekayaan orang lain. seruan “Korbanlah Ismalilmu” yang bernada perintah tidak hanya saran tetapi juga merupakan sebuah keharusan.

Dengan begitu, melalui berqurban, kita dapat mendekatkan diri kepada kaum dhuafa. Bila kita diberikan kenikmatan dari Allah, maka kita diwajibkan untuk berbagi kenikmatan dengan orang lain. Ibadah kurban mengajak mereka yang termasuk dalam golongan dhuafa untuk merasakan kenyang.

Atas dasar spirit itu, peringatan Idul Adha dan ritus kurban memiliki tiga makna penting sekaligus. Pertama, makna ketakwaan manusia atas perintah sang Khalik. Kurban adalah simbol penyerahan diri manusia secara utuh kepada sang pencipta, sekalipun dalam bentuk pengurbanan seorang anak yang sangat kita kasihi.

Dalam tataran sosial, spirit ibadah berqurban sebaiknya kita jadikan sebagai prinsip hidup dalam berbagai sesama umat manusia dalam kehidupan sehari-hari. Spirit berqurban janganlah sekadar kita implementasikan hanya membeli hewan ternak lalu disembelih dan dagingnya dibagikan kepada kaum dhuafa. Sebaiknya lebih dari itu. Spirit berkurban harus kita jadikan spirit hidup sepanjang masa.

Bagi seorang aparatur pemerintah, spirit berqurban bisa dijadikan sebagai prinsip hidup dalam memberikan pelayanan publik terbaik dan menuju yang paling terbaik untuk masyarakat. Memberikan pelayanan publik kepada masyarakat tidak pandang bulu, suku, ras, agama, latarbelakang ekonomi serta tidak bermotifkan keuntungan.

Bagi seorang akademisi, pelajar dan mahasiswa, sebaiknya spirit berkurban bisa menjadi landasan dalam belajar, mengajar dan melakukan penelitian yang menghasilkan ilmu bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

Spirit berqurban bisa menjadi prinsip hidup sipapun dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Mulailah dari sekarang.
(rmol)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membangun Pendidikan Harus Melalui Hati Tulus

    Membangun Pendidikan Harus Melalui Hati Tulus

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan Ulang Tahun PGRI Ke-65 di Kabupaten Mandailing Natal Kadis Pendidikan Drs Musaddad Daulay MM berpesan dalam membangun pendidikan guru harus melalui hati yang tulus dan ikhlas. “Profesi (guru-red) yang harus mempunyai kesabaran dan keuletan yang luar biasa dalam upaya mencerdaskan anak bangsa agar dapat meraih prestasi […]

  • Harga Bawang Putih 90 Ribu Per Kilo

    Harga Bawang Putih 90 Ribu Per Kilo

    • calendar_month Rabu, 20 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) –  Harga bawang putih di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melonjak tajam. Kini sudah mencapai 90 ribu rupiah per kilo garam. Pantauan wartawan sejak Minggu (17/3), hinga Rabu (20/3) laju harga bawang putih ini terus naik tanpa henti hingga menembus angka 90 ribu rupiah. Bawang merah juga mengganas dan […]

  • CPNS Wajib Ikuti TKD

    CPNS Wajib Ikuti TKD

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Setiap CPNS wajib mengikuti dan lulus tes kompetensi dasar (TKD) maupun tes kompetensi bidang (TKB) sesuai bidang tugas masing-masing jabatan. Ini agar CPNS yang dihasilkan memiliki intelegensia tinggi, memiliki ketrampilan, dan keahlian sesuai tuntutan jabatan. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Azwar Abubakar mengatakan, untuk TKD metodenya seperti tahun 2012 di mana […]

  • 357 Pajabat Dilantik

    357 Pajabat Dilantik

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pj Bupati Mandailing Natal (Madina) melalui Sekretaris Daerah melantik sebanyak 357 pejabat struktural eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Kabupaten Madina. Pelantikan ini digelar di Gedung Serba Guna sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (15/4). Pj Bupati Madina Ir Aspan Sofian Batubara MM yang dibacakan Sekdakab Madina, H Gozali SH MM mengatakan, pelantikan ini […]

  • Hama Tikus Hantui Petani

    Hama Tikus Hantui Petani

    • calendar_month Senin, 13 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Masyarakat petani Kabupaten Mandailing Natal masih merasa was-was dalam memasuki musim tanam kali ini. Pasalnya serangan hama tikus masih mengahantui karena sampai saat ini hama tikus belum bisa dibasmi habis. “Kita merasa was-was dalam menghadapi musim tanam kali ini karena benih yang kita tabur untuk bibit menghadapi musim tanam kali ini selalu habis dimakan […]

  • Bupati Madina Tak Akui Terima Gratifikasi

    Bupati Madina Tak Akui Terima Gratifikasi

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEDAN, – Bupati Mandailing Natal (Madina) Muhammad Hidayat Batubara tetap kukuh mengakui uang Rp 1 miliar yang ia dapat dua hari sebelum ditangkap KPK adalah utang. “Saya merasa pinjaman saja uang dari Khairul Anwar (Plt Kadis Pekerjaan Umum Madina) itu,” katanya usai menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan, Rabu (2/9/2013). didakwa melanggar pasal 12 […]

expand_less