Selasa, 29 Sep 2026
light_mode

Empat orang tewas longsor di Tapteng

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Senin, 24 Nov 2014
  • print Cetak

MEDAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat longsor di Desa Sibio Bio, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Sabtu sekitar pukul 01.00 WIB menelan empat korban tewas.

“Sebanyak lima unit rumah di tebing tertimbun longsor. Empat orang tewas tertimbun longsor dan satu bayi berusia empat bulan belum ditemukan karena terbawa longsor dan arus sungai,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

Kelima korban itu terdiri dari dua kepala rumah tangga, yaitu Saut Marita Zebua (laki-laki, 28 tahun), Ariyani Telaumbanua (perempuan, 20), Daliato Zebua (laki-laki, 20), Yunita Telaumbanua (perempuan, 18) dan Butet (4 bulan, anak pasangan Dalizato dan Yunita).

Tim SAR telah mengevakuasi empat korban dalam kondisi meninggal akibat tertimbun longsor di Kecamatan Sibabangun itu. Sedangkan pencarian bayi masih dilakukan dengan menyusuri sungai. Kondisi medan tergolong berat karena berbupa perbukitan dan hutan.

Daerah Tapanuli Tengah adalah daerah rawan longsor. Hampir setiap tahun terjadi longsor dan menimbulkan korban.

Umumnya, kata dia, korban adalah masyarakat kelas ekonomi rendah yang menempati daerah-daerah rawan longsor. “Terbatasnya kemampuan untuk memproteksi diri dan lingkungannya menyebabkan masyarakat selalu terancam dari longsor,” kata Sutopo.

Puncak hujan di wilayah Sumut sendiri biasa terjadi pada kurun November-Desember setiap tahunnya. Sehingga ancaman banjir dan longsor akan meningkat.

Pada 2014 ini, telah terjadi 337 kejadian longsor di Indonesia dengan korban jiwa 267 jiwa tewas. Longsor menjadi bencana yang menimbulkan korban jiwa terbesar selama satu tahun belakangan. Daerah yang dilanda longsor umumnya tidak luas dan terjadi di wilayah Indonesia yang bertopografi curam.

“Tidak mungkin pemerintah membangun talud di seluruh daerah rawan. Sebab ada 274 kabupaten/kota berada di daerah bahaya sedang-tinggi dari longsor di Indonesia. Ada 124 juta jiwa penduduk yang terpapar dari bahaya longsor kategori sedang-tinggi,” kata dia.

Sumber : (antara)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terpesona Ajaran Wudhu, Pria Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam

    Terpesona Ajaran Wudhu, Pria Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam

    • calendar_month Senin, 16 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Islam sangat menganjurkan kebersihan dan wudhu menjadi contoh nyata praktik kesehatan bagi manusia. Itulah yang membuat takjub seorang warga AS bernama Matthew Braun. Perkara yang seringkali dianggap remeh itu justru membuat pria kelahiran Kota Brodhead, Wisconsin itu jatuh hati pada Islam. Braun memang seorang yang sangat peduli kesehatan. Minat pendidikannya pun pada segala ilmu kesehatan, […]

  • Tiada Ayah Ibu, 11 Bocah Terancam Kelaparan

    Tiada Ayah Ibu, 11 Bocah Terancam Kelaparan

    • calendar_month Kamis, 13 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Satu keluarga di Desa Hutaimbaru, Panyabungan Timur, Mandailing Natal terancam kelaparan jika tak dibantu segera. Mereka adalah 11 bocah yang masih kecil-kecil ditinggal ibu yang wafat dua bulan lalu, sedangkan ayah mereka sudah 4 bulan di dalam penjara. Otomatis, 11 bocah itu saat ini hanya diasuh oleh Ummi Roiyah (18) […]

  • Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (2)

    Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (2)

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Para pecandu Lubuk Larangan juga terdapat 2 variasi motivasinya. Motif pertama : ikan yang ditangkap hanya untuk konsumsi keluarganya semata alias tak dijual. Motif kedua : sebagian ikan untuk konsumsi keluarga, sebagian untuk dijual. Harga tiket dua variasi. Untuk orang luar desa lebih mahal dibanding penduduk desa setempat. Di […]

  • Kasus Spanduk Bupati Madina Pemakai Sabu-Sabu Bisa Picu Konflik Horizontal

    Kasus Spanduk Bupati Madina Pemakai Sabu-Sabu Bisa Picu Konflik Horizontal

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus spanduk di kota Panyabungan tahun 2012 lalu yang menuduh bupati Madina pemakai narkotika jenis sabu-sabu dan sempat masuk ranah hukum hingga kini tak diketahui akhir penanganannya. Kasus spanduk ini menyeret Ketua Umum Gemmpar (Gerakan Masyarakat Mahasiswa Pemantau Aparatur Negara), Ramlan T Daulay, S.Sos sebagai pihak yang dituduh menghasut pembuatan dan […]

  • Ini Dia Kontrak Politik Yusuf-Imron dengan PKS

    Ini Dia Kontrak Politik Yusuf-Imron dengan PKS

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah resmi mendukung dan memperjuangkan pemenangan pasangan calon bupati/wakil bupati Madina Drs. HM. Yusuf Nasution,Msi-H. Imron Lubis,S.Pd.MM, Minggu malam (23/8) lalu. Dan kontrak politik antara PKS dengan pasangan Yusuf-Imron tentu menjadi salah satu landasan bagi PKS dan pasangan Yusuf-Imron dalam membangun Madina ke depan yang harus direalisaskan […]

  • Bupati Jum’atan di Sirangkap, Warga Keluhkan Infrastruktur

    Bupati Jum’atan di Sirangkap, Warga Keluhkan Infrastruktur

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – “Masih banyak kekurangan di desa kami ini, Pak Bupati. Seperti insfratruktur jalan dan sebagainya, mohonlah, Pak”. Itu kalimat tokoh Desa Sirangkap Kecamatan Panyabungan Timur, kepada Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution, Jum’at (27/2/2026). Menurut warga, pembangunan sebelumnya tertunda akibat efesiensi anggaran dari pemerintah pusat. Mereka berharap agar dilanjutkan. Bupati melaksanakan […]

expand_less