Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Diputuskan, Nilai UN Tidak Dipakai untuk Kelulusan SNM PTN

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Jumat, 13 Feb 2015
  • print Cetak

JAKARTA – Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Muhammad Nasir memastikan, nilai ujian nasional tidak dipakai dalam pertimbangan kelulusan SNM PTN.

Dengan keputusan itu, Nasir mengatakan segera mengoreksi Peraturan Menristek-Dikti tentang penerimaan mahasiswa baru. Sebab dalam peraturan ini, Nasir menetapkan bobot nilai unas dalam pertimbangan kelulusan SNM PTN sebesar 10 persen.

Pertimbangan lainnya dari nilai rapor semater I sampai V, catatan prestasi akademik lainnya, serta pertimbangan lain yang ditetapkan rektor.

"Aturan itu sudah tidak berlaku. Segera saya terbitkan peraturan baru," katanya di kantor Ditjen Dikti Kemenristek-Dikti, Jakarta kemarin (12/2).

Dia menjelaskan, pertimbangan kelulusan SNM PTN tahun ini tinggal dari rekaman nilai rapor, catatan akademik lain, serta indikator-indikator lain yang ditetapkan majelis rektor PTN.

Nasir tidak menampik bahwa akhir-akhir ini para rektor PTN berdebat sangat alot. Diantara materi perdebatannya adalah, di SMA saja nilai unas tidak dipakai sebagai pertimbangan kelulusan. Lantas kenapa para rektor PTN dipaksa untuk menjadikan nilai unas sebagai salah satu pertimbangan kelulusan SNM PTN.

Meski telah memastikan nilai unas tidak dipakai sebagai penentu kelulusan SNM PTN, Nasir mengatakan pelaksanaan unas harus kredibel dan serius. Sebab Kemenristek-Dikti bersama para rektor PTN akan meneliti sebaran nilai Unas 2015.

Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu mengatakan, akan meneliti korelasi nilai unas dengan nilai rapor di setiap daerah hingga sekolah.

"Apakah korelasinya negatif atau postif," ujarnya. Korelasi keduanya positif jika rata-rata nilai rapor dan nilai unas sama-sama bagus atau sama-sama jelek. Sedangkan korelasi negatif jika rata-rata nilai unas bagus-bagus, tapi nilai rapor jelek-jelek. Atau sebaliknya, nilai unas jelek-jelek tetapi nilai rapornya bagus-bagus.

Jika korelasi nilai unas dengan nilai rapor positif, Nasir mengatakan tahun depan tidak menutup kemungkinan kebijakannya diganti lagi. Yakni menggunakan nilai unas sebagai pertimbangan kelulusan SNM PTN. Sebaliknya jika korelasi keduanya negatif, berarti ada potensi kecurangan saat pengisian nilai rapor. Atau bisa juga kecurangan dalam pwnyelenggaraan unas.

Dengan keputusan final ini, nilai unas sama sekali tidak bisa menggugurkan ketetapan kelulusan SNM PTN. Siswa yang ditetapkan lulus SNM PTN pada 9 Mei, hanya bisa dianulir jika dia dinyatakan tidak lulus sekolah (SMA/sederajat) pada 18 Mei.

Sebab tidak mungkin ada mahasiswa yang tidak lulus sekolah. Perlu diingat sekarang tidak ada lagi istilah tidak lulu atau lulus unas.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam mengaku belum mendengar langsung keputusan dari Menristek-Dikti terkait posisi nilai unas dengan SNM PTN.

"Saya tidak mau berandai-andai," katanya. Nizam hanya mendengar, muncul dukungan dari DPR supaya nilai unas tetap dipakai sebagai pertimbangan kelulusan SNM PTN. (jpnn)

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Dukung Program Pj Bupati Madina

    DPRD Dukung Program Pj Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari PDI Perjuangan Iskandar Hasibuan mendukung program Pj Bupati Aspan Sofian Batubara tentang penerapan disiplin jam kerja serta memberantas kontaraktor dan pejabat “nakal”. Hal itu disampaikan Iskandar Hasibuan di Kantor DPRD Madina, Kamis (24/09/2010) setelah membaca berita di beberapa media terkait program kerja Pj Bupati Madina ke depan. “Saya pribadi […]

  • Bupati Madina Diperiksa Kejatisu

    Bupati Madina Diperiksa Kejatisu

    • calendar_month Senin, 14 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), Dahlan Hasan Nasution akhirnya memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Sumut (Kejatisu), Senin (14/10/2019). Sebelumnya, saksi dalam kasus pembangunan TRB dan TSSS ini sempat tiga kali tak memenuhi panggilan jaksa. Dahlan tiba di Kejatisu di Jalan AH. Nasution, Medan, sekitar pukul 10.00. Ia mengenakan kemeja lengan pendek putih, […]

  • Remaja Dihimbau Hindari Seks Pranikah

    Remaja Dihimbau Hindari Seks Pranikah

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN : Psikolog Universitas Medan Area, Mustika Tarigan meminta remaja harus menghindari seks pranikah sementara orang tua dituntut mewaspadai buah hati mereka agar tidak terjerumus untuk berhubungan intim. “Perbuatan seperti itu tidak hanya menyangkut moral seorang remaja, tetapi juga merupakan tindakan tidak terpuji yang harus dijauhi,” katanya di Medan, Selasa 30 November 2010, ketika diminta […]

  • Istri Surung Merengek ke Jaksa

    Istri Surung Merengek ke Jaksa

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut Surung Panjaitan, terdakwa penyuap Bupati Madina Hidayat Batubara empat tahun penjara dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (17/10). Usai sidang, istri Surung, Blondina Marpaung menangis dan meminta jaksa KPK meringankan tuntutan hukum bagi suaminya. Dengan yang wajah muram, dosen Fakultas Kedokteran USU ini meninggalkan […]

  • Ribuan Mualaf Eropa Berhaji Tahun Ini

    Ribuan Mualaf Eropa Berhaji Tahun Ini

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LONDON–Sebanyak 4.500 mualaf dari seluruh Eropa menuaikan haji tahun ini. Jumlah ini yang terbesar ketimbang tahun sebelumnya. Organisasi Masyarakat Islam Eropa Kamal Argon menilai antusiasme berhaji dikalangan mualaf muncul selepas tragedi 9//11. “Kampanye yang dilakukan umat Islam di seluruh dunia, utamanya dunia Barat membantu banyak warga Eropa menemukan kebenaran tentang Islam,” kata dia seperti dilansir […]

  • Dari Tolak Bala Hingga Mengayun: Jejak Tradisi Kelahiran di Kampung Mesjid, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara

    Dari Tolak Bala Hingga Mengayun: Jejak Tradisi Kelahiran di Kampung Mesjid, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle Nur'ainun Ritonga
    • 0Komentar

    Oleh: Nur’ainun Ritonga & Yunizar Ritonga Dosen Bahasa dan Sastra Arab STAIN Mandailing Natal & Guru Sekolah Dasar Swasta Shinta Jaya, Labuhanbatu Utara     Kelahiran seorang anak bukan sekadar peristiwa biologis, tetapi juga peristiwa sosial dan sarat makna budaya. Di Kampung Mesjid, Labuhanbatu Utara, kelahiran masih diiringi sejumlah tradisi yang melibatkan keluarga, tetangga, mencerminkan […]

expand_less