Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Rakorprov TPID, Sumut Distribusi Barang Diperketat

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
  • print Cetak

 

Pandan – inflasi Sumatera Utara (Sumut) pada bulan April 2015 tercatat 0,89% dan di atas capaian nasional yang hanya 0,36%. Hal ini pun membuat inflasi Sumut secara year on year (yoy) berada dikisaran 6,84%. Tidak ayal, hal ini pun dikhawatirkan bakal mengerek inflasi Sumut sehingga target inflasi 4-5% tahun 2015 bisa gagal. Karena itu, Tim Pengendalian inflasi Daerah (TPID) menegaskan akan memperketat jalur distribusi barang terutama bahan pangan. "Menjaga jalur distribusi barang terutama bahan pokok menjadi kunci mengendalikan inflasi. Kalau produksi memang tidak ada masalah. Justru selama ini, distribusi barang baik itu antarpulau, antarprovinsi hingga antarkota, sangat rentan untuk memicu inflasi karena sistem tata niaga terlalu panjang. Sehingga harga menjadi mahal karena banyak yang melakukan penambahan harga," kata Ketua Tim Ahli TPID Sumut, Difi A Johansyah, dalam Rakorprov TPID Sumut, dengan tema Optimalisasi Peran Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dalam Mendukung Stabilitas Harga Melalui Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pembenahan Tata Niaga, di Hotel Pia Pandan, Tapanuli Tengah, Senin (18/5).

Turut hadir dalam Rakorpov tersebut Plh Sekda Pemprovsu yang juga Ketua TPID Sumut Sabrina, Asisten Deputi Bidang Moneter, Neraca Pembayaran dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi, Plt Bupati Tapanuli Tengah Sukran Jamilan Tanjung, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut Bismark SP Sitinjak Kepala Perwakilan BI Sibolga M Junaifin, Kepala BI Pematangsiantar Elly Tjan, kepala dinas SKPD Provsu, serta ketua TPID kabupaten/kota se-Sumut.

Difi menambahkan, jalur distribusi barang di Sumut memang masih cukup panjang. Dengan jalur tersebut, harga menjadi lebih mahal ketika sampai ke konsumen. Jadi dengan bisa memperketat jalur distribusi, otomatis inflasi akan terkendali. "Kesepakatan untuk menjaga jalur distribusi sangat penting. Meski inflasi juga disumbang oleh kenaikan BBM, elpiji 12 kg dan tarif dasar listrik (TDL), tapi harga bahan pokok selalu penyumbang utama. Karena kebutuhannya yang cukup tinggi hingga distribusinya harus dijaga supaya harga yang sampai ke konsumen tidak mahal," kata Difi yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut.

Untuk 2015 ini, kata Difi, tingginya realisasi inflasi Sumut dibandingkan provinsi lain disebabkan oleh meningkatnya tekanan harga pada komoditas volatile food yakni bawang merah, cabai merah, ikan-ikanan, daging dan beras. Selain itu, ada juga dampak dari tambahan anggaran infrastruktur yang berasal dari program pengalihan anggaran subsidi energi yang tentu memerlukan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

"Itu juga menjadi perhatian TPID maupun Pemprovsu dan kabupaten/kota dalam melakukan pengendalian inflasi. Kita tentu selalu berharap supaya tekanan inflasi pada kelompok volatile foods dan second pass through effect dari administered prices mampu diantisipasi dengan baik," ujar Difi.

Plh Sekda Pemprovsu selaku Ketua TPID Sumut Sabrina, mengatakan, jalur distribusi memang akan sangat membantu untuk mengendalikan inflasi. Memperketat jalur distribusi ini, kata Sabrina, sangat penting terutama menjelang Ramadhan dan Idulfitri."Namun selain menjaga jalur distribusi, momen Ramadhan dan Idulfitri yang kerap memicu inflasi, TPID juga harus melakukan rapat dengan mengundang distributor. Selain itu, mempersiapkan data stok dan kebutuhan bahan pokok, menganalisa sumber-sumber inflasi daerah, melakukan kunjungan ke sentra, gudang distributor dan pasar-pasar. TPID juga harus melakukan sosialisasi penyebarluasan informasi tentang stok pangan untuk mengatasi masyarakat agar tidak memborong kebutuhan pokok. Karena itu yang sering memicu inflasi," katanya.

Terkait kebijakan harga BBM yang mengikuti mekanisme pasar, menurut Sabrina, hal tersebut harus dikaji ulang. Sebab, kebijakan itu jadi pemicu kenaikan harga barang-barang. "Meski kebijakan pemerintah itu untuk menyehatkan anggaran, tapi tidak bisa menahan gejolak harga. Jadi untuk menjaga harga tidak labil, sebaiknya dilakukan secara periode, bisa per semester atau pun tahunan," pungkas Sabrina.

Sumber : medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Diminta Bantu Korban Bencana Alam

    Pemkab Diminta Bantu Korban Bencana Alam

    • calendar_month Kamis, 21 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, (MO) – Aktivis Kabupaten Palas, Safran Harahap SH meminta kepada eksekutif dan legislatif agar melakukan pengkajian penanganan terhadap masyarakat yang mengalami korban bencana. Pemkab disarankan memberikan bantuan bagi masyarakat yang mengalami kerugian material akibat bencana alam. “Pemerintah harus mengkajinya, termasuk apa solusi yang akan diberikan bagi masyarakat yang mengalami kerugian material akibat bencana,” jelas […]

  • Real Qount : Pasangan SUKA Unggul

    Real Qount : Pasangan SUKA Unggul

    • calendar_month Rabu, 9 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga pukul 20.00 Wib, perolehan suara pasangan SUKA mencapai sekitar 41 persen berdasar real qount C1 yang terus masuk dari para saksi yang dikordinir PKS. Perolehan itu berdasar data posisi suara masuk 74 % dari total jumlah TPS Pilkada Madina 2020 pada pukul 20.00 wib, Rabu (9/12/2020). Itu diungkap Ketua Tim […]

  • Pakai Rakit Lempengan Papan

    Pakai Rakit Lempengan Papan

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tiga perempuan memanfaatkan rakitan lempeng papan agar tidak terbenam di arus banjir yang menerjang pemukiman Desa Balimbing, Kecamatan Natal, Mandailing Natal, Sabtu (18/12/2021). Sekitar 200 rumah terbenam di desa ini menyusul luapan Sungai Batang Natal akibat curah hujan yang kontiniu dalam beberapa hari terakhir. Foto: Muhammad Yusuf

  • Usai Nonton Debat, Fahrizal Sebut Saipullah Calon Bupati Kelas Menteri

    Usai Nonton Debat, Fahrizal Sebut Saipullah Calon Bupati Kelas Menteri

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALUTA (Mandailing Online) – Ketua DPD Partai Hanura Mandailing Natal (Madina) Fahrizal Efendi Nasution menilai wawasan dan pengalaman birokrasi calon bupati Madina nomor urut 2, H. Saipullah Nasution, boleh dibilang sudah sekelas menteri. Dia menyampaikan penilaian itu usai menonton debat publik Pilkada Madina 2024. “Wawasan dan pengalaman Saipullah itu boleh kita bilang sudah sekelas menteri,” […]

  • Aktivis Anti Korupsi di Medan Ditembaki 4 OTK

    Aktivis Anti Korupsi di Medan Ditembaki 4 OTK

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Muchtar Efendy (41) warga Jl Yong Panah Hijau, Lingkungan VIII kini terbaring di Rumah Sakit Delima Martubung. Pada Minggu (15/2/2015) dinihari, pria bertubuh gempal ini ditembaki 4 orang tak dikenal saat dirinya baru saja turun dari atas mobil. Menurut keterangan korban, kejadian ini bermula saat dirinya berkunjung ke rumah rekannya Saharudin (39) yang […]

  • Setelah 44 Tahun Dipenjara, Dibebaskan Karena Tak Terbukti Bersalah

    Setelah 44 Tahun Dipenjara, Dibebaskan Karena Tak Terbukti Bersalah

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SEJAK umur 18 tahun ia sudah masuk penjara. Ia sial. Entah di mana letak ”sial” itu dalam peta kehidupan manusia. Ia baru dibebaskan dari penjara pekan lalu. Ketika umurnya sudah 62 tahun. Ia dinyatakan tidak bersalah –setelah 44 tahun di dalam penjara. Itulah nasib Kevin Strickland. Ia dituduh ikut melakukan pembunuhan tiga orang di Kansas […]

expand_less