Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Rakorprov TPID, Sumut Distribusi Barang Diperketat

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
  • print Cetak

 

Pandan – inflasi Sumatera Utara (Sumut) pada bulan April 2015 tercatat 0,89% dan di atas capaian nasional yang hanya 0,36%. Hal ini pun membuat inflasi Sumut secara year on year (yoy) berada dikisaran 6,84%. Tidak ayal, hal ini pun dikhawatirkan bakal mengerek inflasi Sumut sehingga target inflasi 4-5% tahun 2015 bisa gagal. Karena itu, Tim Pengendalian inflasi Daerah (TPID) menegaskan akan memperketat jalur distribusi barang terutama bahan pangan. "Menjaga jalur distribusi barang terutama bahan pokok menjadi kunci mengendalikan inflasi. Kalau produksi memang tidak ada masalah. Justru selama ini, distribusi barang baik itu antarpulau, antarprovinsi hingga antarkota, sangat rentan untuk memicu inflasi karena sistem tata niaga terlalu panjang. Sehingga harga menjadi mahal karena banyak yang melakukan penambahan harga," kata Ketua Tim Ahli TPID Sumut, Difi A Johansyah, dalam Rakorprov TPID Sumut, dengan tema Optimalisasi Peran Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dalam Mendukung Stabilitas Harga Melalui Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pembenahan Tata Niaga, di Hotel Pia Pandan, Tapanuli Tengah, Senin (18/5).

Turut hadir dalam Rakorpov tersebut Plh Sekda Pemprovsu yang juga Ketua TPID Sumut Sabrina, Asisten Deputi Bidang Moneter, Neraca Pembayaran dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi, Plt Bupati Tapanuli Tengah Sukran Jamilan Tanjung, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut Bismark SP Sitinjak Kepala Perwakilan BI Sibolga M Junaifin, Kepala BI Pematangsiantar Elly Tjan, kepala dinas SKPD Provsu, serta ketua TPID kabupaten/kota se-Sumut.

Difi menambahkan, jalur distribusi barang di Sumut memang masih cukup panjang. Dengan jalur tersebut, harga menjadi lebih mahal ketika sampai ke konsumen. Jadi dengan bisa memperketat jalur distribusi, otomatis inflasi akan terkendali. "Kesepakatan untuk menjaga jalur distribusi sangat penting. Meski inflasi juga disumbang oleh kenaikan BBM, elpiji 12 kg dan tarif dasar listrik (TDL), tapi harga bahan pokok selalu penyumbang utama. Karena kebutuhannya yang cukup tinggi hingga distribusinya harus dijaga supaya harga yang sampai ke konsumen tidak mahal," kata Difi yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut.

Untuk 2015 ini, kata Difi, tingginya realisasi inflasi Sumut dibandingkan provinsi lain disebabkan oleh meningkatnya tekanan harga pada komoditas volatile food yakni bawang merah, cabai merah, ikan-ikanan, daging dan beras. Selain itu, ada juga dampak dari tambahan anggaran infrastruktur yang berasal dari program pengalihan anggaran subsidi energi yang tentu memerlukan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

"Itu juga menjadi perhatian TPID maupun Pemprovsu dan kabupaten/kota dalam melakukan pengendalian inflasi. Kita tentu selalu berharap supaya tekanan inflasi pada kelompok volatile foods dan second pass through effect dari administered prices mampu diantisipasi dengan baik," ujar Difi.

Plh Sekda Pemprovsu selaku Ketua TPID Sumut Sabrina, mengatakan, jalur distribusi memang akan sangat membantu untuk mengendalikan inflasi. Memperketat jalur distribusi ini, kata Sabrina, sangat penting terutama menjelang Ramadhan dan Idulfitri."Namun selain menjaga jalur distribusi, momen Ramadhan dan Idulfitri yang kerap memicu inflasi, TPID juga harus melakukan rapat dengan mengundang distributor. Selain itu, mempersiapkan data stok dan kebutuhan bahan pokok, menganalisa sumber-sumber inflasi daerah, melakukan kunjungan ke sentra, gudang distributor dan pasar-pasar. TPID juga harus melakukan sosialisasi penyebarluasan informasi tentang stok pangan untuk mengatasi masyarakat agar tidak memborong kebutuhan pokok. Karena itu yang sering memicu inflasi," katanya.

Terkait kebijakan harga BBM yang mengikuti mekanisme pasar, menurut Sabrina, hal tersebut harus dikaji ulang. Sebab, kebijakan itu jadi pemicu kenaikan harga barang-barang. "Meski kebijakan pemerintah itu untuk menyehatkan anggaran, tapi tidak bisa menahan gejolak harga. Jadi untuk menjaga harga tidak labil, sebaiknya dilakukan secara periode, bisa per semester atau pun tahunan," pungkas Sabrina.

Sumber : medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 3)

    BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 3)

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Nasution Berikut ini diterakan ornamen-ornamen yang terdapat pada tutup ari dari Sopo Godang dan Bagas Godang. 5. Bintang na Toras melambangkan pendiri huta Makna: Huta tersebut didirikan oleh Natoras yang sekaligus berkedudukan sebagai pimpinan pemerintahan dan pimpinan adat yang dilengkapi dengan Hulubalang, Bayo-bayo Nagodang, Datu, dan Sibaso. 6. Rudang melambangkan suatu Huta yang […]

  • Bamus DPRD Madina Gagal Lagi

    Bamus DPRD Madina Gagal Lagi

    • calendar_month Senin, 13 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Madina gagal lagi, Senin (13/8) untuk menetapkan jadwal agenda pembahasan Perhitungan APBD 2011. Ini gagal kali kedua setelah pada Jum’at (10/8) gagal rapat akibat tak mencukupi quorum. Kegagalan kali kedua ini juga akibat jumlah anggota yang hadir tidak mencukupi quorum. Dari 23 total jumlah anggota Bamus plus […]

  • Video: Warga Hutapuli Kembali Tolak PT Sorikmas Mining

    Video: Warga Hutapuli Kembali Tolak PT Sorikmas Mining

    • calendar_month Selasa, 7 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Pertemuan antara warga Desa Hutapuli dengan pihak PT Sorikmas Mining belum menemukan titik terang. Warga tetap menolak kehadiran perusahaan yang bergerak di bidang tambang emas tersebut karena khawatir dengan dampak buruk aktivitas perusahaan.

  • PAW Anggota DPRD Madina Dari Partai PKB Berlangsung Hikmat

    PAW Anggota DPRD Madina Dari Partai PKB Berlangsung Hikmat

    • calendar_month Selasa, 16 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Secara resmi Hj Riadoh Rangkuti telah duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal periode 2009-2014 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pelantikan Riadoh dilakukan melalui proses Pengganti Antar Waktu (PAW) dari Alm H Abdurahman Mustofa Nasution , yang telah meninggal dunia beberapa waktu ya lewat. Pengambilan sumpah janji Hj Riadoh berlangsung di ruang sidang […]

  • 3 calon Sekdaprovsu belum jelas

    3 calon Sekdaprovsu belum jelas

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Walaupun pihak Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) telah melangsungkan proses fit and proper test (uji kelayakan, red) terhadap 3 calon Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), namun hingga saat ini Sumatera Utara (Sumut) masih minus akan keberadaan Sekdaprovsu definitif. Wakil Ketua DPRD Sumut, Sigit Pramono Asri menuturkan, tidak tertutup kemungkinan ketiga nama calon Sekdaprovsu […]

  • Ini Syarat untuk Pendaftaran Calon Ketua PWI Madina Periode 2022-2025

    Ini Syarat untuk Pendaftaran Calon Ketua PWI Madina Periode 2022-2025

    • calendar_month Rabu, 31 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)  – Panitia konferensi IV Persatuan Wartaawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membuka penjaringan atau pendaftaran calon Ketua PWI Kabupaten Madina masa bakti 2022-2025 Dapat diketahui, PWI Madina akan mengadakan konferensi IV untuk menyusun program kerja juga menyusun kepengursan untuk periode 2022-2025 pada hari Senin (5/9) depan. Ketua Panitia, Zamharir Rangkuti kepada […]

expand_less