Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Rakorprov TPID, Sumut Distribusi Barang Diperketat

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2015
  • print Cetak

 

Pandan – inflasi Sumatera Utara (Sumut) pada bulan April 2015 tercatat 0,89% dan di atas capaian nasional yang hanya 0,36%. Hal ini pun membuat inflasi Sumut secara year on year (yoy) berada dikisaran 6,84%. Tidak ayal, hal ini pun dikhawatirkan bakal mengerek inflasi Sumut sehingga target inflasi 4-5% tahun 2015 bisa gagal. Karena itu, Tim Pengendalian inflasi Daerah (TPID) menegaskan akan memperketat jalur distribusi barang terutama bahan pangan. "Menjaga jalur distribusi barang terutama bahan pokok menjadi kunci mengendalikan inflasi. Kalau produksi memang tidak ada masalah. Justru selama ini, distribusi barang baik itu antarpulau, antarprovinsi hingga antarkota, sangat rentan untuk memicu inflasi karena sistem tata niaga terlalu panjang. Sehingga harga menjadi mahal karena banyak yang melakukan penambahan harga," kata Ketua Tim Ahli TPID Sumut, Difi A Johansyah, dalam Rakorprov TPID Sumut, dengan tema Optimalisasi Peran Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dalam Mendukung Stabilitas Harga Melalui Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pembenahan Tata Niaga, di Hotel Pia Pandan, Tapanuli Tengah, Senin (18/5).

Turut hadir dalam Rakorpov tersebut Plh Sekda Pemprovsu yang juga Ketua TPID Sumut Sabrina, Asisten Deputi Bidang Moneter, Neraca Pembayaran dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Bidang Perekonomian Edi Prio Pambudi, Plt Bupati Tapanuli Tengah Sukran Jamilan Tanjung, Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumut Bismark SP Sitinjak Kepala Perwakilan BI Sibolga M Junaifin, Kepala BI Pematangsiantar Elly Tjan, kepala dinas SKPD Provsu, serta ketua TPID kabupaten/kota se-Sumut.

Difi menambahkan, jalur distribusi barang di Sumut memang masih cukup panjang. Dengan jalur tersebut, harga menjadi lebih mahal ketika sampai ke konsumen. Jadi dengan bisa memperketat jalur distribusi, otomatis inflasi akan terkendali. "Kesepakatan untuk menjaga jalur distribusi sangat penting. Meski inflasi juga disumbang oleh kenaikan BBM, elpiji 12 kg dan tarif dasar listrik (TDL), tapi harga bahan pokok selalu penyumbang utama. Karena kebutuhannya yang cukup tinggi hingga distribusinya harus dijaga supaya harga yang sampai ke konsumen tidak mahal," kata Difi yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut.

Untuk 2015 ini, kata Difi, tingginya realisasi inflasi Sumut dibandingkan provinsi lain disebabkan oleh meningkatnya tekanan harga pada komoditas volatile food yakni bawang merah, cabai merah, ikan-ikanan, daging dan beras. Selain itu, ada juga dampak dari tambahan anggaran infrastruktur yang berasal dari program pengalihan anggaran subsidi energi yang tentu memerlukan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

"Itu juga menjadi perhatian TPID maupun Pemprovsu dan kabupaten/kota dalam melakukan pengendalian inflasi. Kita tentu selalu berharap supaya tekanan inflasi pada kelompok volatile foods dan second pass through effect dari administered prices mampu diantisipasi dengan baik," ujar Difi.

Plh Sekda Pemprovsu selaku Ketua TPID Sumut Sabrina, mengatakan, jalur distribusi memang akan sangat membantu untuk mengendalikan inflasi. Memperketat jalur distribusi ini, kata Sabrina, sangat penting terutama menjelang Ramadhan dan Idulfitri."Namun selain menjaga jalur distribusi, momen Ramadhan dan Idulfitri yang kerap memicu inflasi, TPID juga harus melakukan rapat dengan mengundang distributor. Selain itu, mempersiapkan data stok dan kebutuhan bahan pokok, menganalisa sumber-sumber inflasi daerah, melakukan kunjungan ke sentra, gudang distributor dan pasar-pasar. TPID juga harus melakukan sosialisasi penyebarluasan informasi tentang stok pangan untuk mengatasi masyarakat agar tidak memborong kebutuhan pokok. Karena itu yang sering memicu inflasi," katanya.

Terkait kebijakan harga BBM yang mengikuti mekanisme pasar, menurut Sabrina, hal tersebut harus dikaji ulang. Sebab, kebijakan itu jadi pemicu kenaikan harga barang-barang. "Meski kebijakan pemerintah itu untuk menyehatkan anggaran, tapi tidak bisa menahan gejolak harga. Jadi untuk menjaga harga tidak labil, sebaiknya dilakukan secara periode, bisa per semester atau pun tahunan," pungkas Sabrina.

Sumber : medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngotot Duetkan PDIP-Demokrat

    Ngotot Duetkan PDIP-Demokrat

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA-PDIP tetap berharap bisa berduet dengan Partai Demokrat pada Pilpres 2014. Komunikasi dua partai itu hingga saat ini terus diintensifkan untuk mencapai kesepakatan. Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) PDIP Taufik Kiemas mengatakan, ide untuk menduetkan pasangan capres-cawapres dari PDIP dan Demokrat bukan hal yang terlalu dini dibicarakan. “Akan terus diintensifkan. Kan, dua tahun lagi memasukkan […]

  • Darul Mursyid Perpanjang Waktu Penerimaan Siswa Baru

    Darul Mursyid Perpanjang Waktu Penerimaan Siswa Baru

    • calendar_month Rabu, 10 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) memperpanjang rentang waktu pendaftaran siswa baru tahun pemebelajaran 2013/2014. “Gelombang ke-2 atau masa perpanjangan penerimaan siswa baru ini atas permintaan para orang tua calon siswa, sebab kondisi ekonomi belum stabil,” kata Kepala MTs Darul Mursyid, Ali Ibrahim Siregar kepada wartawan, Senin (8/7/2013). Banyak calon […]

  • Relawan Penanggulangan Bencana  Dibentuk

    Relawan Penanggulangan Bencana Dibentuk

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 15 elemen mayarakat membentuk forum Relawan Penanggulangan Bencana, Kamis (31/10/2013) sore di aula STAIM, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Forum ini berfungsi membantu pemerintah daerah dalam menanganai bencana alam di daerah itu. Forum ini juga segera akan membentuk ranting di 23 kecamatan di Madina. Madina termasuk daerah rawan bencana alam diantara […]

  • Bupati Madina Santuni Yatim Piatu dan Jompo

    Bupati Madina Santuni Yatim Piatu dan Jompo

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyantuni anak yatim dan jompo di Pasar Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu, Kamis (15/10). Penyantunan ini menyelingi acara pengajian akbar peringatan Tahun Baru Hijiriah 1437 dihadiri seribuan masyarakat. Santunan diserahkan kepada 200 anak yatim dan piatu serta 11 otangtua jompo di kawasan Kecamatan Lingga […]

  • Dicekal, Syamsul Arifin mau coba kabur?

    Dicekal, Syamsul Arifin mau coba kabur?

    • calendar_month Rabu, 13 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Syamsul Arifin, Senin (11/10) kemarin, tidak menghadiri panggilan pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Langkat TA 2000-2007 sebesar Rp102,7 miliar. Ketidak hadiran itu karena Syamsul Arifin ada rapat paripurna dengan DPRD Sumut terkait penyampaian nota keuangan RAPBD Sumut TA 2011. Isu beredar mantan Bupati Langkat itu akan […]

  • Polres Tebingtinggi Ungkap Komplotan Geng Naga Merah

    Polres Tebingtinggi Ungkap Komplotan Geng Naga Merah

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tebingtinggi, Satuan Reskrim Polres Tebingtinggi berhasil membongkar “Geng Naga Merah” spesialis pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor) dan kasus tindak pidana kejahatan jambret yang meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polres Tebingtinggi sejak Januari hingga Februari 2011. Dengan terungkapnya Geng Naga Merah ini, Reskrim Polres Tebingtinggi membekuk enam tersangka di antaranya, SL alias Pian (23) warga Jalan […]

expand_less