Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Dahlan Hasan Nasution, Mengabdi Ditengah Kritikan dan Hujatan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 3 Sep 2015
  • print Cetak

 

(Bagian 1 dari 2 tulisan)

Dimensi kepemimpinan telah lama menjadi kajian yang menarik terutama terhadap keberhasilan kepemimpinan dalam suatu organisasi. Kompetensi kepemimpinan dapat diketahui dari keberhasilan seseorang dalam kepemimpinannya bagi pencapaian tujuan organisasi apalagi bagi seorang pemimpin aparatur memang harus dituntut untuk mampu membawa organisasi publik yang dipimpinnya dalam pemberian pelayanan yang berkualitas.

Hudges mengatakan bahwa ”government organization are created by the public, for the public, and need to be accountable to it.” Organisasi publik dibuat oleh publik, untuk publik, dan karenanya harus dipertangjungjawabkan kepada publik. Bertumpu pada pendapat ini, pemimpin organisasi publik diwajibkan memiliki akuntabilitas atas pencapaian kinerja dikarenakan tujuan utama organisasi publik sesungguhnya memberikan pelayanan guna pemenuhan tingkat kepuasan masyarakat semaksimal mungkin.

Karakteristik manajemen pelayanan pada sektor publik sebagai suatu keseluruhan kegiatan pengelolaan pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah, memiliki dasar hukum yang jelas dalam penyelenggaraannya, memiliki kelompok kepentingan yang luas termasuk kelompok sasaran yang ingin dilayani (wide stakeholders), memiliki tujuan sosial serta akuntabel pada publik.

Sejalan dengan perkembangan manajemen penyelenggaraan pemerintah, dan dalam upaya mewujudkan pelayanan prima, paradigma pelayanan publik berkembang dengan fokus pengelolaan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan (customer-driven government) yang dicirikan dengan lebih memfokuskan diri pada fungsi pengaturan, pemberdayaan masyarakat, serta menerapkan sistem kompetisi dan pencapaian target yang didasarkan pada visi, misi, tujuan dan sasaran.

Karakter tersebut adalah bagian dari demokrasi yang menjadi pilar dalam penerapan sistem pemerintahan yang diharapkan. Ada adagium yang cukup dikenal oleh publik tentang demokrasi, yaitu “dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat”, kendatipun demikian, cita-cita politik yang menginginkan bentuk demokrasi sering kali “jauh panggang dari api”. Realitasnya aspirasi rakyat tidak terakomodir dengan baik, meskipun sistemnya sudah tersedia.

Oleh karena itu ada sebahagian ahli pikir politik mengatakan bahwa sebaik apa pun sistem yang dibangun, jika pelaksanaanya tidak memiliki integritas dan komitmen, maka sia-sialah ekspektasi yang digayutkan pada sistem tersebut, sehingga ada benarnya orang bijak mengatakan bahwa yang paling penting adalah The man behind the gun. Bukan senjatanya atau sistemnya, tetapi bagaimana kualitas sumber daya manusia yang tersedia untuk menjadi perangkat supra dari sumber politik. Pertanyaan ini paling mengemuka ketika ekspekatasi publik sering berbenturan kebijakan (policy) dari pengambil keputusan (decition of making).

Kalau kita melihat di kabupaten Mandailing Natal, di bawah kepemimpinan Bapak Dahlan Hasan Nasution, program-program serta capaian-capaian atas berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan, tentu saja masih jauh dari apa yang diharapkan oleh masyarakat utamanya sektor yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Kita tidak akan membedah satu persatu namun sesungguhnya banyaknya tuntutan dan keluhan dari masyarakat merupakan fakta riil yang tidak bisa dinafikan.

Jalan keluar yang paling elegan adalah bersikap mendengarkan. Dengan turun kebawah atau bahasa populisnya “blusukan” masyarakat berharap aspirasi mereka didengarkan. Berbicara langsung dengan petani, tukang becak, nelayan, atau komponen masyarakat lainnya untuk mendengarkan secara langsung persoalan yang mereka alami sembari melihat dan meninjau kondisi sesungguhnya apa yang terjadi dimasyarakat akar rumput.

Harapan masyarakat ini tentu saja murni adanya. Hal yang paling dikhawatirkan adalah banyaknya aparatur bawahan yang hanya sekedar melaporkan keindahan dan kecantikan tanpa sedikitpun yang bisa memberikan kelemahan dan kekurangan pembangunan. Tentu saja ada banyak motif dan kita tidak akan mengupasnya namun jikapun diprediksi diduga kuat hanya untuk tetap mendapatkan simpati padahal sebenarnya kondisi ini jika berlarut-larut akan melahirkan eskalasi konflik dan bisa meruntuhkan kredibilitas, kewibawaan, dan martabat kepemimpinan itu sendiri.

Akhirnya yang terjadi timbul ketidakharmonisan antara masyarakat dengan pemimpin karena kesalahpahaman/ketidaksampaian informasi yang dipelintir oleh oknum-oknum tertentu demi kepentingan-kepentingan tertentu. Ini akan berujung kepada pertaruhan nama baik seorang pemimpin dimata masyarakat yang dipimpinnya. Pemelintiran informasi ini jika sudah lama terjadi akan berdampak panjang bagi pemerintahan.

Harus diakui takdir seorang pemimpin memang harus mendapatkan kritikan, hujatan bahkan fitnahan. Akan tetapi meskipun itu takdir, pemimpin yang bijaksana tentu saja harus menganggap semua itu sebagai masukan yang berharga. Dengan kritikan itu maka tentu saja harus ada upaya untuk melakukan perubahan. Dan Dahlan Hasan Nasution berupaya untuk mengakomodir semua permasalahan ini dalam langkah sistimatis dan bertahap.

Beliau mengambil suatu falsafah hidup yang menyatakan semua manusia memiliki nurani untuk bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah”. Ada yang mengatakan kalau anda tidak mau diserang, dikritik ataupun dikecam, please say nothing, do nothing and be nothing. Dan Dahlan Hasan Nasution lebih memilih untuk dikritik karena melakukan kebijakan yang bagi sebagian orangnya lainnya tidak populis.

Adalah hal yang wajar jika pencapaian beliau dalam kepemimpinannya belum bisa berjalan seoptimal mungkin sesuai harapan masyarakat namun masyarakat juga selama ini sangat cerdas untuk memilih dan memilah informasi mengingat waktu baginya untuk menata pembangunan masih sangat singkat, usia yang masih balita dalam proses dekonstruksi ulang suatu sistem. Namun jika mau jujur akan diketemukan sumbangan bagi pembangunan yang dilaksanakannya dalam waktu yang singkat tersebut meskipun secara harfiah tidak terlalu menonjol mengingat keterbatasan waktu dan ragam permasalahan kemasyarakatan yang dihadapi.

Beliau tetap berbuat dan mengabdi dengan segenap kemampuan yang dimiliki karena berbuat dalam sebuah pengabdian tentu saja tidak harus diukur dengan sanjungan dan pujian. Ditengah banyaknya kritikan dan atribut lainnya yang sejenis, belaiu dengan kearifannya sebagai pamong senior menyatakan kesiapan untuk pasang badan demi pembangunan Mandailing Natal. Beliau tentu saja akan menjadikan semua cibiran itu sebagai bagian dari upaya “muhasabah” untuk berbenah diri guna memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya. (bersambung)

Perangkum      : Tim

Editor              : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tirta Madina Siapkan Air Bersih untuk KEK

    Tirta Madina Siapkan Air Bersih untuk KEK

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Tirta Madina menyatakan telah mempersiapkan rencana infrastruktur air bersih bagi kebutuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batahan. Titik sumber air hingga peta jalur pipa telah dimatangkan oleh Tirta Madina. Sebab, pasokan air sangat urgen untuk semua aktivitas industri, perkantoran hingga pemukiman di kawasan KEK. Itu diungkapkan Direktur Perusahaan Daerah Air […]

  • Pabrik Aspal Terbakar, Satu Tewas, Satu Rawat Inap

    Pabrik Aspal Terbakar, Satu Tewas, Satu Rawat Inap

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu orang tewas dan satu luka bakar dalam peristiwa kebakaran pabrik aspal berlokasi di pingiran Aek Pohon, Kelurahan Sipolu-polu, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Senin malam (8/7/2013) sekira pukul 20.00 Wib. Diduga kebakaran terjadi sewaktu pekerja sedang melakukan pengisian bahan bakar pada salah satu mesin diesel. Korban tewas bernama Amin (27), sementara […]

  • Oknum Pengurus Satu Ormas di Madina Minta Hentikan Pemberitaan PETI

    Oknum Pengurus Satu Ormas di Madina Minta Hentikan Pemberitaan PETI

    • calendar_month Sabtu, 15 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Maraknya pemberitaan Aktifitas penambangan emas tanpa izin ( PETI ) di Desa Lobung Kecamatan Lingga Bayu Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) yang terus beroperasi tanpa ada tindakan dari penegak hukum membuat seorang jurnalis yang bertugas di Madina merasa tertekan akibat adanya permintaan oknum pengurus salah satu organisasi masyarakat untuk […]

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 2)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 2)

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Beberapa tonggak sastra yang berkembang di kolonial tersebut patut dicatat periode-periode pertumbuhan sastra berikut: Willem Iskander (1840-1876). Ia menulis dalam bahasa Mandailing yang amat imajinatif terutama karena dipengaruhi kemampuannya yang tinggi dalam penguasaan bahasa Melayu. Karya-karyanya dipublikasikan secara luas setelah kematiannya, antara lain: “Hendrik Nadenggan Roa, Sada Boekoe Basaon ni Dakdanak.” […]

  • Wabup Madina : Petani Gagal Panen di Siabu Akan Dibantu

    Wabup Madina : Petani Gagal Panen di Siabu Akan Dibantu

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Pemkab Mandailing Natal akan mengupayakan bantuan bagi petani padi yang gagal panen di Kecamatan Siabu. Hal itu dikatakan Wakil Bupati Mandailing Natal, Jakfas Sukhairi Nasution menjawab wartawan via seluler, Selasa (10/1) terkait ratusan hektar tanaman padi yang berusia menjelang panen membusuk akibat terrendam banjir luapan Sungai Batang Angkola di sejumlah desa […]

  • Madina Enggan Menyuap Pusat Soal CPNS

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabar merebak di Madina bahwa tidak ikutnya Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam penerimaan CPNS tahun 2013 ditengarai akibat Pemkab Madina enggan memberikan suap quota kepada departemen di Jakarta. Kabar itu menjadi salah satu topik pembicaraan di Panyabungan. Sementara itu, dalam beberapa pembicaraan tidak resmi dengan wartawan, sejumlah kalangan pejabat di Madina […]

expand_less