Sabtu, 14 Mar 2026
light_mode

Apa yang Diharapkan dari Kedatangan Presiden Jokowi ke Madina? (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Mar 2017
  • print Cetak

Jalan tol di Tabagsel ilustrasi

Hemat kita, persoalan Indonesia itu adalah infrastruktur. Jika pilihan menunggu tumbuh dulu indutri dan perdagangannya baru muncul jalan tol tentu itu adalah kebijakan klasik yang membuat kita begini-begini saja sejak berdiri RI. Sebaiknya pemerintah (indonesia atau sumut) harus keluar dari candu kebijakan klasik itu, sebab jalan tol dan pelabuhan merupakan poin penting menggenjot pertumbuhan industri dan perdagangan, dan jasa serta akan berrantai ke sektor-sektor lain.

————————————————————————————-

Presiden Republik Indonesia, Joko Wododo dijadwal berkunjung ke Mandailing Natal dan Barus di Tapanuli Tengah pada 24 hingga 25 Maret 2017.

Di Barus, Bupati akan meresmikan tugu titik nol atau awal mula masuknya agama Islam ke Nusantara (Indonesia sekarang).

Sedangkan di Mandailing Natal, Presiden Jokowi direncanai melakukan Silaturrahim Nasional dengan para ulama se Tapanuli Bagian Selatan bertempat di Pesantren Musthofawiyah Purbabaru; meresmikan pembangunan asrama santri di pesantren itu serta meresmikan pembangunan asrama haji di Panyabungan; juga kabarnya dijadwal minum kopi Mandailing (Mandheling Coffee) di Taman Raja Batu.

Moment kunjungan presiden ini merupakan kunjungan ke kawasan Tapanuli Bagian Selatan dan Tapanuli Bagian Tengah. Dua kawasan di Sumatera Bagian Tenggara yang memiiki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang tinggi. Pun kunjungan ini memiliki kaitan harapan terhadap laju pertumbuhan ekonomi di dua kawasan itu melalui sisi penggenjotan laju infrastruktur.  

Kabarnya Madina akan mengajukan percepatan pembangunan Bandara Bukit Malintang  yang terletak di Kecamatan Bukit Malintang serta percepatan pembangunan beberapa hal lain pelabuhan Palimbungan di Batahan.

Pelabuhan Palimbungan memang harus digenjot, tetapi apakah bandara Bukit Malintang akan berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi di kawasan ini?  Apakah akan disebut mimpi jika wacana jalan tol lebih baik diperjuangankan? Bukankah jalan tol telah diakui negara-negara di dunia sebagai infrastruktur maha penting sebagai pemicu pembangkit geliat industri, perdagangan dan jasa.

Hemat kita, persoalan Indonesia itu adalah infrastruktur. Jika pilihan menunggu tumbuh dulu indutri dan perdagangannya baru muncul jalan tol tentu itu adalah kebijakan klasik yang membuat kita begini-begini saja sejak berdiri RI. Sebaiknya pemerintah (indonesia atau sumut) harus keluar dari candu kebijakan klasik itu, sebab jalan tol dan pelabuhan merupakan poin penting menggenjot pertumbuhan industri dan perdagangan, dan jasa serta akan berrantai ke sektor-sektor lain.

Pemerintah-pemerintah daerah di kawasan Tabagsel (Madina, Palas, Paluta, Tapsel, Sidimpuan) dan Tapanuli Bagian Tengah selayaknya satu kata satu kesepakatan merancang pembukaan ruas-ruas jalan tol yang  menghubungkan akses jalur cepat dari titik-titik di Tabagsel ke Bandara Pinang Sori, dan koneksi jalur lebar antar kawasan di Tabagsel yang menghubungan sentra-sentra ekonomi se-Tabagsel dengan pelabuhan laut di pantai barat dan pantai timur.

Jalur-jalur itu meliputi lintasan Kotanopan-Panyabungan-Pinang Sori-pelabuhan laut di pantai timur-pantai barat; jalur Pinangsori-Angkola-Pinarik-Gunungtua-Sibuhuan-pantai barat-pantai timur. Pelabuhan laut di pantai barat sudah dimulai pembangunan Palimbungan; di Patai Timur ada Dumai maupun Tanjung Balai.

Jika selama ini waktu tempuh Panyabungan-Pinangsori sekitar 4 (dan pinggang seperti patah karna jalan buruk) akan terpangkas menjadi 1,5 jam saja (tak sakit lagi pinggang) kalau ada jalan tol.

 

***

Tulisan CEO Jawa Pos, Dahlan Iskan (2004, jauh sebelum dia diangkat menjadi Menteri BUMN) tentang perjalanan dua kali mengunjungi satu kebupaten di Provisni Xinjiang, Cina.

Bunyi tulisan itu kira-kira seperti ini : “Kabupaten itu sangat jauh masuk ke dalam, sekitar 400 Km jarak tempuhnya dari jalan provinsi. Tentu saya harus siapkan fisik saya di dalam bus…….dugaan saya meleset, jalan sepajang 400 Km itu ternyata sangat mulus dan lebar. Dua jalur. Dalam satu jalur muat 4 fuso jika disusun membentang”.

Lalu Dahlan Iskan tiba di kabupetan itu. Ibukotanya biasa saja. Hanya ada 1 pabrik besar, dan sebanyak 3 pabrik besar sedang dibangun. Uniknya, di pinggiran kota sudah dibangun jalan pemukiman di sana sini walau belum ada rumah. Jalan-jalan pemukiman itu dibangun sesuai Perencanaan Tata Ruang Kota.

Setelah kembali dari kabupaten itu, Dahlan Iskan menemui kepala “Bappeda” provinsi dan berkata : “Mengapa pemerintah Anda membangun jalan lebar sepanjang 400 Km ke satu kabupaten, padahal kabupaten itu tak menghasilkan apa-apa. Toh hanya ada 1 pabrik besar di sana. Di Indonesia pemerintah akan dituduh melakukan pembangunan mubazir”.

Si kepala Bappeda menjawab : “kita tunggu saja 3 tahun lagi apa yang akan terjadi”.

Tiga tahun kemudian, kunjungan kedua (dan tulisan itu ditulis di kunjungan kedua itu) Dahlan Iskan menulis kira-kira begini: “Ternyata, sudah ada 7 pabrik skala besar di kabupaten itu, dan 3 pabrik lagi sedang tahap membangun. Belum termasuk industri-industri kecil yang bertumbuhan. Lapangan kerja banyak. Bahkan banyak dari daerah lain berdatangan merantau ke kabupaten ini”. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rp 20 M untuk Perbaikan Jalan Nasional Wilayah Barat

    Rp 20 M untuk Perbaikan Jalan Nasional Wilayah Barat

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tapsel – Untuk Percepatan pembangunan koridor jalan nasional di wilayah barat Sumatera Utara, pemerintah pusat melalui Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PERA) akan menggarkan Rp 20 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan pada APBN-P. Anggaran itu terungkap saat Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M Pasaribu dan pelaksana tugas (Plt) Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Sukran Tanjung, di […]

  • Hindari Pemuda Dari Narkoba, Warga Harapkan Pembangunan Lapangan Sepakbola

    Hindari Pemuda Dari Narkoba, Warga Harapkan Pembangunan Lapangan Sepakbola

    • calendar_month Senin, 6 Mar 2017
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Panyabungan, 6/3 (Mandailing Online) –  Untuk mengantisipasi para pemuda  terhadap penggunaan narkoba, warga desa Rantonatas kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal harapkan pembangunan lapangan sepak bola. Harapan itu disampaikan oleh warga masyarakat desa itu kepada pada Dprd Kabupaten Mandailing Demokrat, Dodi Martua Tanjung, S.Pi pada reses I tahun  2017  beberapa hari yang lalu. Selain itu […]

  • Beasiswa Untuk Mahasiswa Tahun 2015 Digulirkan

    Beasiswa Untuk Mahasiswa Tahun 2015 Digulirkan

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Pendidikan Mandailing Natal (Madina) kembali meluncurkan bantuan beasiswa bagi mahasiswa miskin berprestasi tahun 2015. Beasiswa ini ditujukan kepada mahasiswa miskin berprestasi asal Madina yang kuliah di universitas negeri atau terguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia. Kasi Subsidi dan Bantuan Dinas Pendidikan Madina, Dollar Hafriyanto kepada Mandailing Online, Kamis (17/9) […]

  • Masyarakat Tetap Tolak Keberadaan KP-USU

    Masyarakat Tetap Tolak Keberadaan KP-USU

    • calendar_month Senin, 7 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Kehadiran KP-USU dalam usaha pembukaan kebun sawit di Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) masih pro kontra ditengah berlanjutnya sidang di PTUN Medan. Kasus KP-USU ini mencuat setelah pihak Polres Madina menyetop aktivitas KP-SU di lapangan pada bulan Oktober 2012 karena izin lokasi dan izin usaha perkebunan KP […]

  • Pangdam I/BB terima calon Tamtama tahun 2012

    Pangdam I/BB terima calon Tamtama tahun 2012

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) memberikan kesempatan kepada para pemuda untuk menjadi Tamtama Prajurit Karier TNI AD Tahun 2012. Bagi yang berminat menjadi Prajurit TNI AD dapat mendaftarkan diri, pendaftaran dimulai pada tanggal 9 sampai dengan 20 Januari 2012 atau sampai alokasi pendaftar terpenuhi sesuai ratio (tujuh kali alokasi). […]

  • Fahrizal: Bupati Berwenang Cabut Izin Perusahaan Yang Mengancam Nyawa Warga

    Fahrizal: Bupati Berwenang Cabut Izin Perusahaan Yang Mengancam Nyawa Warga

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) — Anggota DPRD Sumatera Utara H. Fahrizal Efendi Nasution, SH berpendapat bupati berwenang mencabut izin operasioal satu perusahaan berdasar ketentuan tertentu. Ketentuan itu, apabila suatu perusahaan gagal menjaga lingkungan hidup, mengancam kesehatan warga, serta keselamatan jiwa masyarakat sekitar. Itu diungkap Fahrizal, Minggu petang (2/10/2022) mengamati PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) […]

expand_less