Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Cerpen HUJAN DAN WANITA TUA

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 22 Sep 2017
  • print Cetak

Hujan dan Wanita Tua

Karya : WAHYUNI LUBIS

 

Hujan dan kenangan kembali menemui ia yang sedang duduk bersandar di atas kursi roda. Wanita lansia yang tak bisa berbuat apa-apa bahkan untuk meracik segelas kopi pun ia hampir  tak kuasa. Ia adalah seorang wanita yang ditinggal mati oleh kekasihnya dan kini ia hidup sendiri di bawah naungan rumah kecil yang dibangun oleh kekasihnya dahulu. Katanya, rumah ini nanti akan menjadi tempat mereka menghabiskan hari tua.

Bila akhir pekan tiba, anak beserta menantunya akan datang untuk menjenguk dia. Tapi, seringkali kegiatan tersebut hanya terjadi dua kali dalam satu bulan dengan alasan sibuk akan pekerjaan yang tak bisa di tinggal. Sebagai anak tunggal, Rangga selalu menawarkan kepada ibunya untuk tinggal bersama dia agar dia bisa merawat dan menjaganya. Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah oleh wanita tua itu. Ia beralasan tak mau merepotkan sang anak dan tak mau jika rumah peninggalan suaminya harus ditempati oleh orang lain.

Setiap pagi wanita tua itu menghabiskan waktu dengan duduk di teras halaman belakang rumah dan ditemani dengan secangkir kopi yang ia buat dengan susah payah, sebab tenaga yang ia miliki sekarang tak lagi sekuat waktu ia masih berusia tiga puluh dua. Bersendagurau bersama kucing peliharaannya merupakan salah satu rutinitas yang ia lakukan setiap pagi. Bahkan sering kali ia berdialog dengan hewan peliharaannya tersebut, seakan kucing itu mengerti akan keadaan hati yang ia rasakan selama ini.

Rindu ingin bertemu, misalnya.

Hari-hari yang ia lewati dengan beberapa ingatan tentang kekasih membuat ia sulit untuk menerima kenyataan. Ia selalu terbayang akan kejadian lima tahun silam. Peristiwa tragis yang terjadi pada tahun 2012 lalu, mengakibatkan nyawa suaminya melayang karena kecelakaan hebat yang mereka alami dan  membuat kaki kanannya pun harus diamputasi. Sungguh ini di luar kuasa, sebab pada saat kejadian itu mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah yang baru dibangun suaminya, dan rumah itu adalah rumah yang ia huni saat ini.

Kala September tiba, hati pun mulai resah, sebab hujan akan melanda untuk beberapa bulan ke depan. Tak begitu sulit bagi wanita tua itu untuk menyembunyikan luka dari orang sekelilingnya, namun perihal hujan ia selalu kalah. Hujan selalu membawanya pada kenangan yang mustahil akan terulang. Hujan selalu mengingatkan ia akan kopi yang pernah ia teguk bersama sang kekasih kala itu. Hujan datang dan meninggalkan bekas, layaknya kopi yang tinggal ampas.

Perlahan-lahan ia menepis memori akan hujan yang membawa rindu, namun tetap saja ia kalah. Ia tak mampu menebas rindu yang berdiri kokoh didalam nalurinya.

Wanita tua itu selalu berdoa supaya tuhan lekas mengirim malaikat maut untuknya, agar ia bisa menyusul sang suami. Ia selalu penasaran kira-kira jawaban apa yang diberi suaminya saat malaikat Munkar dan Nakir mulai bertanya akan tugasnya sebagai pemimpin. Hhmmm….semoga saja tuhan mengabulkan permintaan wanita tua itu.

 

Selain kopi, tembang lawas juga kerap menemani hari-hari wanita tua itu. ”Aku Cinta Padamu” adalah judul  lagu yang dinyanyikan oleh Desi Ratnasari merupakan salah satu tembang lawas yang sangat ia senangi. Kira-kira lirik pertamanya begini :

“Di dalam hatiku, di dalam hatimu / kusimpan cintamu / kau simpan cintaku
untuk selamanya / kupegang tanganmu / kau pegang tanganku / kita satu langkah / kita satu tujuan / menuju bahagia…………..,”

Beberapa memori ia simpan dalam berkas tersembunyi yang ia kunci dalam ingatan abadi. Sungguh sangat menyayat hati bahkan sering kali ia harus menahan gigil untuk memeluk kenangan yang memilukan bathin.

***

Sore itu hujan datang lagi. Ia kembali duduk di teras halaman belakang rumahnya, namun kali ini ia duduk tidak ditemani dengan kapi. Sengaja, sebab ia ingin menikmati percikan air hujan yang mengingatkan ia akan cerita kekasih.

”Jika kau rindu, coba kau nikmati percikan hujan itu. Kau tahu, rasanya seperti sedang menggenggam jemari orang yang kita cinta. Bulu romamu pun seakan terbangun dari tidurnya, bahkan detakan jantung pun seolah-olah ikut merayakan rasa rindu  yang hadir,”  kata bualan yang seringkali dilontarkan oleh kekasih wanita tua itu kala rindu dan hujan datang bertamu.

Wanita tua itu pun menutup matanya, menarik nafas dan membuangnya kembali. Beberapa kali terapi itu ia lakukan. Sungguh ini membuat ia terjatuh jauh dalam ingatan terhadap cinta yang ia sebut sebagai cinta yang abadi. Sebab, hingga detik ini, setiap kali hujan bertamu seringkali ia merasa jika ia sedang menghabiskan waktu dengan sang pujaan hati, tersenyum, bercanda, saling menggenggam hingga akhirnya menangis.

Berjanji untuk menua bersama dalam rumah dan suasana alam yang menggoda. Namun hakikatnya manusia hanya bisa berencana, toh tuhan juga yang menentukan. Mungkin inilah yang disebut dengan takdir. Tak ada satu pun yang tahu, bahkan mereka yang punya mantra pun tak bisa menerka, ketentuan seperti apa nanti yang akan dijalani.

Tak ada yang bisa dilakukan wanita tua itu untuk bisa bercengkrama dengan kekasihnya selain dengan lantunan doa kepada Sang Kuasa, semoga nanti bila saatnya telah tiba mereka bisa bertemu dalam ruangan yang disebut dengan surga.***

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina Gelar Festival Gordang Sambilan dan Tor-Tor Mandailing

    Madina Gelar Festival Gordang Sambilan dan Tor-Tor Mandailing

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal menggelar Festival Gordang Sambilan dan Tor-Tor. Pembukaan dilakukan hari ini, Rabu (27/9/2017) di Taman Raja Batu, Panyabungan oleh Wakil Bupati Mandailing Natal, Jakfar Sukhair Nasution. Festival ini diikuti oleh utusan-utusan kecamatan dari wilayah Mandailing Godang dan Mandailing Julu. Total peserta sebanyak 10 grup gordang dan 10 grup […]

  • Diduga Sarang Korupsi, Dinas Kesehatan Madina Didemo Mahasiswa

    Diduga Sarang Korupsi, Dinas Kesehatan Madina Didemo Mahasiswa

    • calendar_month Kamis, 11 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aliansi Mahasiswa melakukan unjukrasa di Dinas Kesehatan Madina terkait dugaan terjadinya korupsi. Unjukrasa berlangsung Kamis (11/4/2019) di halaman Dinas Kesehatan Mandailing Natal (Madina) oleh sekitar 20 orang tergabung dalam Mahasiswa Revolusioner (AMR) Tapanuli Bagian Selatan. Pengunjukrasa juga membacakan surat Pernyataan Sikap yang ditandatangani unsur-unsur AMR, yakni Ketua Umum DPP […]

  • Ombudsman Temukan Maladministrasi Bupati Madina, Minta Batalkan Sanksi Disiplin Rahmad Daulay

    Ombudsman Temukan Maladministrasi Bupati Madina, Minta Batalkan Sanksi Disiplin Rahmad Daulay

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA || Mandailing Online-pada 19 mei 2026, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara menemukan maladministrasi dalam proses penjatuhan hukuman disiplin terhadap Rahmad Daulay, S.T. oleh Bupati Mandailing Natal. Temuan ini dituangkan dalam surat resmi bernomor T/00659/LM.11-02/0119.2026/V/2026 tertanggal 19 Mei 2026. Surat yang ditujukan kepada Rahmad Daulay itu berisi “Penyampaian Perkembangan Laporan” atas pengaduan yang sebelumnya […]

  • Asisten I Akui Pemkab Madina Salah Terbitkan Izin

    Asisten I Akui Pemkab Madina Salah Terbitkan Izin

    • calendar_month Jumat, 28 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan,(MO)- Sidang lanjutan kasus pemalsuan dokumen yang mengakibatkan kerugian terhadap PT Madina Agro Lestari (MAL), Pemkab Mandailing Natal dan notaris secara umum dengan terdakwa Ignasius Sago kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (27/09/2012). Dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Erwin Mangatas Malau, menghadirkan saksi Asisten I Pemerintah Kabupaten Madina M Sahnan Pasaribu serta […]

  • Warga Gunungtua Jae Cek Penanganan Kasus Kepdes di Polres Madina

    Warga Gunungtua Jae Cek Penanganan Kasus Kepdes di Polres Madina

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Desa Gunungtua Jae, Panyabungan mendatangi Polres Madina untuk menanyakan progres penanganan kasus kepala desa yang diberhentikan sementara. Sekitar 6 warga menemui pejabat kepolisian di ruang Tipikor Polres Madina, Selasa (2/6/2020). “Alhamdulillah, kami diterima dengan baik,” ujar Daud Lubis salah satu warga. Dikatakan, pihak penyidik polres hingga saat ini terus melanjutkan […]

  • Heboh, Gambar Palu-Arit Bertebaran

    Heboh, Gambar Palu-Arit Bertebaran

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    TEBINGTINGGI, – Lambang dan tulisan soal komunis hebohkan Tebingtinggi, Kamis (12/9). Saking gegernya, warga menjadi cemas, takut insiden yang tidak-tidak terjadi. Polisi dan tentara telah berkoordinasi untuk mengungkap siapa pelakunya. Kalimat yang menghebohkan tersebut ditulis menggunakan cat pilox. Bunyinya “Komunis harga mati. Bangun dan Melawan! Hidup rakyat. Kita sudah ditindas, kita harus melawan. Revolusi harga […]

expand_less