Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Esensi Keterwakilan di Reses Fakhrizal Efendi Nasution

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 25 Des 2017
  • print Cetak

Fakhrizal Efendi Nasution dan dinamika Reses di Kecamatan Siabu

SIABU (Mandailing Online) – Anggota DPRD Sumut, H. Fakhrizal Efendi Nasution melakukan rangkaian Reses di berbagai titik di Kecamatan Siabu.

Reses hari pertama berlangsung di Balai Desa Kecamatan Siabu, Jum’at (22/12/2017) dihadiri perangkat-perangkat pemerintahan desa se-Kecamatan Siabu.

Hari Sabtu di Desa Hutapuli dihadiri masyarakat desa itu. Hari Minggu di Kelurahan Simangambat.

Dari seluruh rangkaian Reses itu, aspirasi tokoh-tokoh masyarakat disampaikan kepada H. Fakhrizal Efendi Nasution. Ragam segmen aspirasi juga berbeda-beda, mulai dari sisi sosial kemasyarakatan, infrastruktur, pertanian hingga olah raga.

Selain itu, berbagai esensi kelegislasian dan keterwakilan sangat kental di tiga titik Reses itu, mulai dari nuansa kepedulian dipedulikan, pemahaman mekanisme penyusunan APBD hingga pemahaman terhadap dinamika pembangunan di segala sektor.

Dari esensi  kepedulian dipedulikan misalnya, masyarakat Desa Hutapuli dan masyarakat Kelurahan Simangambat merasakan kehadiran Fakhrizal ini sebagai sesuatu yang sangat penting karena baru kali ini Desa Hutapuli dan Kelurahan Simangambat didatangi anggota DPRD.

“Baru pak Fakhrizal ini yang datang ke desa kami, sebelumnya belum pernah datang anggota DPRD Sumut ke desa kami,” kata Kepala Desa Hutapuli, Hanafi.

Hal yang sama juga di Kelurahan Simangambat. “Jangankan anggota DPRD Sumut, dari DPRD Madina saja baru kali ini datang. Makanya kami baru faham apa yang disebut reses,” ungkap Suarman Siregar, tokoh masyarakat Simangambat.

Oleh karenanya, baik masyarakat Hutapuli maupun masyarakat Simangambat sangat antusias terhadap kehadiran Fakhrizal Efendi Nasution sebagai sosok wakil rakyat yang dinilai memiliki kepedulian kepada konstituen.

Di sisi lain, Reses yang dilakukan Fakhrizal Efendi Nasution menimbulkan pemahaman di kalangan masyarakat tentang mekanisme proses perencanaan, penyusunan hingga penetapan APBD dan pelaksanaan program-program yang dianggarkan pemerintah daerah.

Masyarakat memahami jalur hasil Reses, jalur Musrenbang di berbagai tingkatan, memahami segmen-segmen Komisi di legislatif dan singkroniasasi antar Komisi dalam kaitan proses merealisasikan aspirasi masyarakat oleh anggota legislatif.

Lebih jauh dari itu, Reses yang dilakukan Fakhrizal Efendi Nasution ini juga menimbulkan pemahaman bagi masyarakat tentang apa yang disebut KUA-PPS, anggaran tahun berjalan, etape penganggaran mulai dari Rancangan APBD hingga Perubahan APBD dalam kaitannya dengan masa tunggu bagi merealisasikan tiap-tiap aspirasi masyarakat di dalam sistem APBD.

Semua pemahaman masyarakat itu tercipta karena dialog sangat hidup antara Fakhrizal Efendi Nasution dengan masyarakat di setiap lokasi reses.

Dialog yang berlangsung bukan saja membahas sektor-sektor pembangunan yang diaspirasikan masyarakat, tetapi juga mendialogkan dinamika pembangunan dari berbagai sisi termasuk sisi kewajiban anggota legislatif, pemerintah dan masyarakat itu sendiri.

Fakhrizal Efendi Nasution sendiri dalam setiap pertemuan dengan masyarakat di tiap titik Reses itu sangat mampu membangun hubungan dialogis sehingga bangunan-bangunan dialog yang terjadi berlangsung dengan suasana kekeluargaan dan “hakouman”.

Bangunan dialogis yang demikian itu menimbulkan rasa saling peduli dan dipedulikan antara konstituen dan seorang politisi.

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salbiah Nakhodai KPOTI Madina 2021-2026

    Salbiah Nakhodai KPOTI Madina 2021-2026

    • calendar_month Rabu, 10 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Salbiah, S.Ag, MM terpilih menakhodai Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Mandailing Natal (Madina) pada musyawarah kabupaten yang berlangsung pada 8 November 2021. Musyawarah yang digelar di aula MAN 1 Madina ini dihadiri Pengurus KPOTI Sumatera Utara Syamsul Lubis. Syamsul juga didaulat sebagai pimpinan sidang pemilihan ketua. Musyawarah ini […]

  • Irigasi Takberfungsi 10 Hektar Lahan Sawah di Gunung Baringin Beralih Fungsi

    Irigasi Takberfungsi 10 Hektar Lahan Sawah di Gunung Baringin Beralih Fungsi

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) –Disaat Pemda Madina melalui Dinas Pertanian memberi bantuan bibit padi ke 20 kelompok tani di Panyabungan Timur baru baru ini. Sejumlah petani justru mengeluh karena lahan persawahan mereka tidak bisa ditanami padi akibat tidak berfungsinya irigasi Petani di Saba Roncam, Kelurahan Gunung Barungin, Kecamatan Panyabungan Timur contohnya. Mereka mengeluh pasalnya lahan persawahan […]

  • Meninjau Kembali “Eksperimentasi” Pilkada Langsung Di Indonesia

    Meninjau Kembali “Eksperimentasi” Pilkada Langsung Di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 22 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pilkada melalui perwakilan DPRD menurut saya merupakan pilihan rasional di tengah-tengah situasi yang ”berisik’ akibat dari ’politik sebagai panglima’ yang mengakibatkan terbengkelainya pembangunan ekonomi sekarang ini. Oleh: Tri Ratnawati Di era ‘kapitalisasi pilkada’ saat ini, figur-figur berduit atau yang dipasoki dana oleh pihak lain, peluang mereka untuk memenangi pilkada langsung cenderung besar dengan cara money […]

  • Warga Madina dukung kebun sawit USU

    Warga Madina dukung kebun sawit USU

    • calendar_month Kamis, 6 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Koperasi Pengembangan Universitas Sumatera Utara semakin berharap bisa kembali menjalankan usaha kebun sawitnya di Mandailing Natal (Madina), menyusul adanya dukungan masyarakat dari tiga desa di kabupaten itu. “Dukungan dari masyarakat Desa Suka Makmur, Desa Singkuang dan Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis, di Madina (Mandailing Natal) yang berdekatan dengan kebun agar KP […]

  • MAMBAYU YANG MAKIN SEDIKIT

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Omline) – Meski jumlahnya tak banyak, masa sekarang aktivitas “mambayu” (mengayam tikar) di kalangan kaum ibu di Mandailing masih dijumpai di beberpa desa. Faktor ekspansi produk-produk tikar pabrikan, aktivitas mambayu di kalangan wanita Mandailing juga berfaktor mulai berubahnya pola hidup dan pola pandang masyarakat Mandailing secara umum kepada hal-hal yang bersifat pragmatis. Berbeda […]

expand_less