Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Esensi Keterwakilan di Reses Fakhrizal Efendi Nasution

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 25 Des 2017
  • print Cetak

Fakhrizal Efendi Nasution dan dinamika Reses di Kecamatan Siabu

SIABU (Mandailing Online) – Anggota DPRD Sumut, H. Fakhrizal Efendi Nasution melakukan rangkaian Reses di berbagai titik di Kecamatan Siabu.

Reses hari pertama berlangsung di Balai Desa Kecamatan Siabu, Jum’at (22/12/2017) dihadiri perangkat-perangkat pemerintahan desa se-Kecamatan Siabu.

Hari Sabtu di Desa Hutapuli dihadiri masyarakat desa itu. Hari Minggu di Kelurahan Simangambat.

Dari seluruh rangkaian Reses itu, aspirasi tokoh-tokoh masyarakat disampaikan kepada H. Fakhrizal Efendi Nasution. Ragam segmen aspirasi juga berbeda-beda, mulai dari sisi sosial kemasyarakatan, infrastruktur, pertanian hingga olah raga.

Selain itu, berbagai esensi kelegislasian dan keterwakilan sangat kental di tiga titik Reses itu, mulai dari nuansa kepedulian dipedulikan, pemahaman mekanisme penyusunan APBD hingga pemahaman terhadap dinamika pembangunan di segala sektor.

Dari esensi  kepedulian dipedulikan misalnya, masyarakat Desa Hutapuli dan masyarakat Kelurahan Simangambat merasakan kehadiran Fakhrizal ini sebagai sesuatu yang sangat penting karena baru kali ini Desa Hutapuli dan Kelurahan Simangambat didatangi anggota DPRD.

“Baru pak Fakhrizal ini yang datang ke desa kami, sebelumnya belum pernah datang anggota DPRD Sumut ke desa kami,” kata Kepala Desa Hutapuli, Hanafi.

Hal yang sama juga di Kelurahan Simangambat. “Jangankan anggota DPRD Sumut, dari DPRD Madina saja baru kali ini datang. Makanya kami baru faham apa yang disebut reses,” ungkap Suarman Siregar, tokoh masyarakat Simangambat.

Oleh karenanya, baik masyarakat Hutapuli maupun masyarakat Simangambat sangat antusias terhadap kehadiran Fakhrizal Efendi Nasution sebagai sosok wakil rakyat yang dinilai memiliki kepedulian kepada konstituen.

Di sisi lain, Reses yang dilakukan Fakhrizal Efendi Nasution menimbulkan pemahaman di kalangan masyarakat tentang mekanisme proses perencanaan, penyusunan hingga penetapan APBD dan pelaksanaan program-program yang dianggarkan pemerintah daerah.

Masyarakat memahami jalur hasil Reses, jalur Musrenbang di berbagai tingkatan, memahami segmen-segmen Komisi di legislatif dan singkroniasasi antar Komisi dalam kaitan proses merealisasikan aspirasi masyarakat oleh anggota legislatif.

Lebih jauh dari itu, Reses yang dilakukan Fakhrizal Efendi Nasution ini juga menimbulkan pemahaman bagi masyarakat tentang apa yang disebut KUA-PPS, anggaran tahun berjalan, etape penganggaran mulai dari Rancangan APBD hingga Perubahan APBD dalam kaitannya dengan masa tunggu bagi merealisasikan tiap-tiap aspirasi masyarakat di dalam sistem APBD.

Semua pemahaman masyarakat itu tercipta karena dialog sangat hidup antara Fakhrizal Efendi Nasution dengan masyarakat di setiap lokasi reses.

Dialog yang berlangsung bukan saja membahas sektor-sektor pembangunan yang diaspirasikan masyarakat, tetapi juga mendialogkan dinamika pembangunan dari berbagai sisi termasuk sisi kewajiban anggota legislatif, pemerintah dan masyarakat itu sendiri.

Fakhrizal Efendi Nasution sendiri dalam setiap pertemuan dengan masyarakat di tiap titik Reses itu sangat mampu membangun hubungan dialogis sehingga bangunan-bangunan dialog yang terjadi berlangsung dengan suasana kekeluargaan dan “hakouman”.

Bangunan dialogis yang demikian itu menimbulkan rasa saling peduli dan dipedulikan antara konstituen dan seorang politisi.

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petasan Dilarang Beredar!

    Petasan Dilarang Beredar!

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunte menegaskan, segala bentuk dan ukuran petasan dilarang digunakan. Sebab bisa membahayakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Sementara itu, untuk kembang api juga memiliki ukuran yang bisa digunakan atau tidak. Menurut kapolres, dalam waktu dekat Polres Madina akan merazia petasan yang dijajakan di pasar Panyabungan. “Para pedagang petasan itu tidak ada […]

  • Warga Batang Natal Tolak Kehadrian PT Inanta

    Warga Batang Natal Tolak Kehadrian PT Inanta

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Penduduk Kecamatan Batang Natal menolak kehadiran PT. Inanta di wilayah itu. Alasannya, kawasan itu adalah daerah rawan bencana, terutama banjir dan longsor. Selain alasan itu, warga juga tidak ingin muncul masalah akibat ekspansi perusahaan kapitalis yang sejauh ini marak di kawasan Pantai Barat yang tidak jelas penyelesaiannya dan mengakibatkan rakyat selalu dalam […]

  • Baru Diaspal Sudah Mulai Mengelupas

    Baru Diaspal Sudah Mulai Mengelupas

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pembangunan jalan menuju Kecamatan Panyabungan Timur perlu dipertanyakankan. Sebab, baru diaspal, terlihat ada yang sudah terkelupas. Demikian pantauan MedanBisnis di Panyabungan Timur, Jumat (22/10). Aspal yang terkelupas mulai terlihat dari titik 2+950 yang baru beberapa hari dilaksanakan penghamparan aspalnya. Dari pengakuan masyarakat setempat, jalan Panyabungan Timur yang baru dikerjakan itu sering dilewati truk pengangkut […]

  • 28 Kelompok Nelayan Dapat 2,8 Milyar

    28 Kelompok Nelayan Dapat 2,8 Milyar

    • calendar_month Kamis, 8 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 28 kelompok nelayan di Mandailing Natal (Madina) mendapatkan dana bantuan langsung sebesar 2,8 milyar rupiah untuk pengembangan usaha penangkapan ikan. Masing-masing kelompok memperoleh 100 juta rupiah. Pemberian bantuan langsung tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Madina Hidayat Batubara di Hotel Rindang, Panyabungan, Rabu (7/11). Para nelayan yang memperoleh dana ini […]

  • Lasiak Lumban Dolok, di Gantian Air

    Lasiak Lumban Dolok, di Gantian Air

    • calendar_month Selasa, 19 Feb 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Lasiak dari Lumban Dolok termasuk cabai yang populer. Terutama di kalangan pedagang. Keterkenalannya itu serupa dengan keterkenalan lasiak Sibanggor. Lasiak dalam bahasa Mandailig. Cabai bahasa Indonesia-nya. Desa Lumban Dolok berada di Kecamatan Siabu. Mandailing Natal. Sumatera Utara. Lasiak Lumban Dolok tak sepedas lasiak Sibanggor. Tapi, tak sepedas Sibanggor ini […]

  • Wow, Meski di Dalam Penjara, Jagading Meraih 1 Kursi di Pemilu

    Wow, Meski di Dalam Penjara, Jagading Meraih 1 Kursi di Pemilu

    • calendar_month Kamis, 17 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ir. Ali Makmur Nasution alias Jaganding diprediksi meraih kursi DPRD Mandailing Natal (Madina) pada Pemilu 2014 ini dari Dapil I. Ali Makmur pria yang juga menjabat ketua DPC Hanura Madina sudah mendekam di LP Sipapaga sejak bulan Pebruari 2014 lalu setelah keluarnya putusan kasasi Mahkamah Agung tanggal 12 September 2013 lalu […]

expand_less