Senin, 3 Agu 2026
light_mode

M. YUNAN NASUTION, Perintis Kemerdekaan Asal Botung

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 17 Agt 2018
  • print Cetak

 

Catatan: Askolani Nasution

 

Puluhan tahun foto close-up beliau ada di lemari kami. Beliau Amantua kami. Karena itu banyak kisah-kisah beliau yang saya dengar. Dan namanya ada di Tugu Perintis Kemerdekaan Kotanopan. Suka berjas, berpeci miring. Kalau berbicara tidak tampak kesan “tajam” sebagaimana tulisan-tulisannya.

Beliau lahir di Botung, Kotanopan, tanggal 22 Nopember 1913. Wafat di Jakarta tanggal 29 November 1996. Lulus perguruan Sumatera Thawalib, Bukit Tinggi.

Beliau jurnalis penting di Hindia Belanda masa kolonial, selain Adam Malik, Parada Harahap, dan lain-lain. Bersama Buya Hamka, beliau redaktur majalah “Pedoman Masyarakat” sejak tahun sejak 1936. Juga memimpin majalah “Panji Islam”, dan lain-lain. Tulisannya tajam.

Di masa awal berdirinya Partai Masyumi, Yunan Nasution terpilih menjadi Sekretaris Jenderal tahun 1956, ketua umumnya Mohammad Natsir, seorang yang dianggap politisi Islam terpenting sejak masa kolonial hingga masa Orde Lama. Bersama Prawoto Mangkusasmito, Muhamad Roem, Muchtar Lubis, dan lain-lain, Yunan Nasution dipenjarakan Soekarno karena perbedaan konsep politik. Bersama mereka juga beliau bergabung dengan PRRI.

Karirnya dimulai semasa muda. Mula-mula masuk gerakan kepanduan SIAP (Sarekat Islam Afdeling Pandu) di Bukit Tinggi. Tahun 1932 Ketua Pemuda Muslimin Indonesia Bukit Tinggi dan Anggota Pusat Pemuda Muslimin serta mendirikan koran “Biro Himalaya” di Bukit Tinggi. Tahun 1933, dua kali masuk penjara di Bukit Tinggi. Setelah bebas, beliau tidak diperbolehkan tinggal di Sumatera Barat, akhirnya pindah ke Medan. Bersama A Wahid Erdan, H. Majid Abdullah, mereka mendirikan Majalah “Soeloeh Islam” di Medan. Selanjutnya bersama Buya Hamka memimpin mingguan “Pedoman Masyarakat” selama 7 tahun.

Masa Jepang mulai terjun dalam pergerakan Muhammadiyah, awalnya terpilih sebagai Ketua Muhammadiyah Medan. Pada awal Revolusi terpilih sebagi Konsul Muhammadiyah Sumatera Timur. Tahun 1943 bersama Buya Hamka menerbitkan Majalah Semangat Islam di Medan. Bersama A Wahab Siregar, M. Saleh Umar dan Udin Sr mendirikan Harian “Mimbar Umum” di Medan. Tahun 1945 terpilih sebagai Ketua Masyumi Sumatera Timur. Awal Revolusi beliau menjadi anggota DPR Sumatera Timur, kemudian Sumatera Utara, Anggota Dewan Pemerintahan pada Keresidenan Sumatera Timur dan Prov. Sumatera Utara.Menjadi anggota KNI Pusat mewakili Sum. Utara.

Tahun 1948 menerbitkan harian “Islam Berjuang” bersama H. Mahals, juga Perintis Kemerdekaan. Tahun 1949 dipilih menjadi Anggota Perwakilan RIS, mewakili daerah Republik dari Sumatera. Tahun 1950 menjadi Anggota DPR Kesatuan dan pindah ke Jakarta menjadi Ketua Masyumi Jakarta Raya. Tahun 1950, bersama Alm. Z.A. Ahmad Suardi Tasrif mendirikan Harian “Abadi”, membawakan suara perjuangan Partai Masyumi. Tahun 1956 menjadi Anggota DPR mewakili Daerah Pemilihan Jakarta Raya. Tahun 1956 dan 1959 terpilih menjadi Sekjen Masyumi, sampai Masyumi dibubarkan tahun 1960. Tahun 1960 Harian “Abadi” dilarang terbit, terbit kembali tahun 1970. Januari 1962 beliau ditahan oleh Rezim Soekarno selama 4 tahun 4 bulan, bersama-sama Alm. Prawoto, Alm. Pak Roem disusul Alm Pak Isa Anshari, Alm. Sumarsono,, Muttaqin, St. Syahrir, Anak Agung Gde Agung, Mokhtar Lubis, Subadio Sostrosatomo. Pada saat yang sama ditahan pula Pak Natsir, Syafruddin Prawiranegara, Burhanudin Harahap. Setelah keluar dari penjara aktif dalam kegiatan da’wah, sebagai Ketua Dewan Da’wah Jakarta Raya merangkap sebagai Wakil Ketua Dewan Da’wah Pusat.

Yunan Nasution pernah terpilih menjadi Ketua umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Jakarta Raya. Disamping itu beliau juga menjabat anggota Pimpinan Pusat Dewan Da’wah Indonesia.***

 

Askolani Nasution adalah budayawan, sutradara film Mandailing

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dosen penjual ijazah palsu terancam

    Dosen penjual ijazah palsu terancam

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online)- Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah I Aceh-Sumut, Dian Armanto menegaskan, oknum dosen Sug (50) yang ditangkap Kepolisan Langsa, Aceh menjual ijazah sarjana S-1 palsu kepada warga Langkat bisa diberhentikan. “Perbuatan oknum dosen tersebut, sangat tidak terpuji, memalukan dan harus diproses secara hukum,” katanya ketika dihubungi di Medan, hari ini. Oknum dosen […]

  • Tersangka  Penikamam Anak-anak, Pecandu Ganja

    Tersangka Penikamam Anak-anak, Pecandu Ganja

    • calendar_month Rabu, 18 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) : Tersangka pelaku penikaman terhadap dua bocah di Desa Simangambat Tambangan, ditengarai mengalami gangguan jiwa akibat kecanduan mengisap ganja. Kepala Desa Simangambat  Tambangan, Asrin menjawab wartawan, Rabu (18/11) menyatakan tersangka Syahril diduga stres karena sudah lama mengkonsumsi narkoba jenis ganja. “Sebab setahu kita, beberapa tahun lalu, kondisi tersangka masih sehat. Mungkin inilah salah […]

  • Bupati Dahlan Hasan : “Santri Harus Percaya Diri”

    Bupati Dahlan Hasan : “Santri Harus Percaya Diri”

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PURBABARU (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution menyampaikan pesan agar santri selalu percaya diri. Sebab perasaan tidak percaya diri sering kali menyebabkan kehilangan gairah dan optimisme untuk belajar dan menggapai cita-cita. “Jangan pernah merasa sebagai orang miskin. Jangan pernah merasa rendah diri karena karena orang tua tidak mampu,” kata Dahlan Hasan di depan […]

  • Hasil Seleksi CPNS Ditukangi?

    Hasil Seleksi CPNS Ditukangi?

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Pengumunan hasil seleksi CPNS Pemko Medan amburadul dan diduga ditukangi. Pasalnya, Selasa (21/12/2010) sekira pukul 21.00 WIB, Kabid Pengadaan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemko Medan Ayub Saufi dan temannya enggan memberikan pengumuman CPNS Pemko Medan yang sudah distempel dan dijadwalkan akan diberikan Selasa (21/12/2010) malam untuk diumumkan di media cetak, Rabu (22/12/2010). Pantauan wartawan, […]

  • MERINDUKAN PENGUASA YANG ADIL, AMANAH DAN TIDAK KORUP

    MERINDUKAN PENGUASA YANG ADIL, AMANAH DAN TIDAK KORUP

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Di dalam al-Quran Allah SWT berfirman: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul-Nya. Jangan pula kalian mengkhianati amanah-amanah kalian. Padahal kalian tahu (QS al-Anfal [8]: 27). Menurut Ibnu Abbas ra. ayat di atas bermakna, “Janganlah kalian mengkhianati Allah SWT dengan […]

  • Ansor Kecam Tindakan Oknum Kacapem Bank Sumut

    Ansor Kecam Tindakan Oknum Kacapem Bank Sumut

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Utara mengecam keras tindakan oknum Kepala Cabang Pembantu (Kacapem) Bank Sumut Gunung Tua Toguan Siregar yang mengancam Wartawan Metro Star, Zulham Dani Rambe. “Ansor mengecam segala bentuk kekerasan yang menimpa pekerja media (jurnalis), apalagi pelakunya sekelas Kacapem Bank Sumut Gunung Tua,” tegas Ketua PW GP Ansor Sumut Fadli […]

expand_less