Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

GP Ansor : Dinkes Jangan Paksa Rakyat Suntik Vaksin MR

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 31 Agt 2018
  • print Cetak

Ahmad Rijal Lubis

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Mandailing Natal (Madina) resah dengan adanya penyuntikan Vaksin MR di sekolah-sekolah oleh Dinas Kesehatan melalui Bidan Desa.

Menanggapi kondisi ini Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Madina, Ahmad Rijal Lubis, S.Pd.I, Jum’at (3/8/2018) meminta Pemerintah Kabupaten Madina melalui Dinas Kesehatan untuk tidak memaksakan penyuntikan Vaksin MR kepada masyarakat karena banyak penolakan dari orang tua siswa yang khawatir anaknya disuntik Vaksin MR.

Oleh karena itu penyuntikan Vaksin MR kepada siswa di sekolah tidak bisa dipaksakan karena dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak penolakan oleh masyarakat.

GP Ansor belakangan ini sudah benyak menerima laporan dari orang tua siswa yang khawatir anaknya disuntik dengan Vaksin MR,” kata Rijal.

Sesuai Fatwa MUI Pusat dijelaskan bahwa Vaksin MR jelas menggunakan bahan babi dan haram hukumnya menggunakannya kecuali dalam keadaan darurat. Akan tetapi kadar ukuran darurat yang dikmasud belum ditemukan pemahamannya secara rinci, oleh karena itu masyarakat sangat khawatir penyuntikan Vaksin ini menjadi haram.

Disebutkan Rijal pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Dinas Kesehatan. “Dari hasil konsultasi dengan Dinkes Madina kami mendapat informasi bahwa penyuntikan Vaksin MR ini adalah program Nasional dan harus dilaksanakan, akan tetapi tidak ada paksaan bagi masyarakat untuk mengikutinya. Artinya, bagi masyarakat yang mau divaksin silahkan dan bagi masyarakat yang tidak mau juga tidak ada masalah.

GP Ansor juga menyinggung adanya informasi di lapangan bahwa bidan ditekan untuk melakukan penyuntikan Vaksin MR. Bagi yang tidak melaksanakan akan dikenakan sanksi, hal ini juga sudah diklarifikasi oleh Dinkes bahwa tidak benar ada penekanan dan sanksi bagi bidan desa dalam pelaksanaan Vaksin MR ini.

Dikatakan Rijal, dalam hal ini Dinkes harus memberikan informasi yang jelas dan benar kepda masyarakat, yaitu dengan mensosialisasikan informasi Vaksin MR sebelum pelaksanaan penyuntikan.

Dinkes wajib menyampaikan kepada Bidan Desa dan masyarakat bahwa penyuntikan Vaksin MR ini tidak ada paksaan. Sosialisasi ini penting dan wajib disampaikan supaya tidak ada kesimpangsiuran informasi yang berkembang di masyarakat.

 

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Golkar Belum Niat Ganti Syamsul

    Golkar Belum Niat Ganti Syamsul

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya (DPP Partai Golkar) belum berniat mengganti Ketua Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golongan Karya Sumatera Utara (DPD I Partai Golkar Sumut) Syamsul Arifin. Hal itu ditegaskan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie usai membuka Rakerda II Partai Golkar Sumut di Hotel Polonia, Medan, Sabtu (27/11/2010). Rakerda akan […]

  • Bupati Madina Lepas Peserta MTQ Tingkat Provinsi

    Bupati Madina Lepas Peserta MTQ Tingkat Provinsi

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online: Bupati Madina Ja’kfar Sukhairi Nasution lepas 52 peserta Kafilah Musabaqoh Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke 39 asal Madina yang akan bersaing di tingkat Provinsi. Kamis, (20/06/2024). Sebelum melepas peserta MTQ Bupati Madina Muhammad Ja’kfar Sukhairi Nasution berikan arahan dan bimbingan. Kata Sukhairi Momentum MTQ tersebut tak hanya sebatas mencari gelar juara. Namun, […]

  • Konten Pornografi di Buku Pelajaran, Pendidikan Gagal Beri Harapan?

    Konten Pornografi di Buku Pelajaran, Pendidikan Gagal Beri Harapan?

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Masalah Generasi Sungguh miris dengan berita yang baru-baru ini viral dan kembali mengejutkan publik, tentang adanya konten pornografi di buku pelajaran sekolah. Seperti diberitakan bahwa perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G) menerima laporan dari guru di daerah Jawa Barat mengenai adanya tautan situs porno di dalam Buku Pelajaran […]

  • Cawabup Atika Bawa Warga Hutabargot Berobat, Pastikan Operasi Berlangsung

    Cawabup Atika Bawa Warga Hutabargot Berobat, Pastikan Operasi Berlangsung

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 Atika Azmi Utammi Nasution kembali membawa warga berobat ke rumah sakit usai melaksanakan penyantunan. Kali ini di Kecamatan Hutabargot, Jumat (20/10/2024). Cerita bermula saat Atika bersilaturahmi dengan pengurus dan anggota Muslimat NU kecamatan itu. Di sela-sela dialog, salah satunya menyampaikan bahwa di […]

  • Sebut Batak Mandailing, Presiden Jokowi Diprotes Warga Mandailing

    Sebut Batak Mandailing, Presiden Jokowi Diprotes Warga Mandailing

    • calendar_month Rabu, 20 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) : Warga Mandailing di Jakarta memprotes Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) terkait pernyataan Batak Mandailing. Aksi protes berlangsung di lapangan Monas, Jakarta, Selasa (20/3/2019) dengan menggelar spanduk panjang bertulis : “Tuan Presiden, Mandailing Bukan Batak”. Protes itu dilakukan menyusul adaya pernyataan Presiden RI Joko Widodo melalui akun resmi facebook– nya yang […]

  • Paluta Terima 122 CPNS Formasi Didominasi Guru

    Paluta Terima 122 CPNS Formasi Didominasi Guru

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PALUTA, – Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Pemkab Paluta) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD), akhirnya secara resmi membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Ada 122 formasi yang diterima tahun 2013 ini. Dari 122 formasi itu, rinciannya terdiri dari tenaga guru 67 orang, tenaga kesehatan 42 orang dan tenaga teknis sebanyak 13 orang. “Sesuai dengan […]

expand_less