Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Pengacara : Bupati Madina Yang Paling Bertanggungjawab

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 20 Sep 2019
  • print Cetak

Sidang kasus Taman Raja Batu agenda pembacaan eksepsi di Pengadilan Negeri Medan, Kamis 19 September 2019. Foto : Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk

 

MEDAN (Mandailing Online) – Baginda Umar Lubis, pengacara terdakwa Kadis Perkim Rahmadsyah, menyebutkan bahwa kliennya mengerjakan proyek yang merugikan keuangan negara hingga Rp 1,63 miliar ini berdasarkan perintah Bupati Madina Dahlan.

Itu ditegaskan pengacara Baginda Umar Lubis dalam nota eksepsi persidangan kasus pembangunan Taman Raja Batu (TRB) dan Tapian Siri-siri Syariah (TSS) di Mandailing Natal (Madina) di Pengadilan Negeri Medan, Kamis (19/9/2019).

Hadir 3 terdakwa, yakni mantan Plt Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Madina, Rahmadsyah Lubis (49) serta dua mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Edy Djunaedi (42), dan Khairul Akhyar Rangkuti (39).

“Jika JPU mendalilkan pekerjaan yang dilakukan oleh Dinas Perkim Madina adalah dalam kawasan sempadan sungai, maka orang yang paling bertanggungjawab atas kesalahan tersebut adalah Bupati Madina Drs. Dahlan Hasan Nasution,” terang Baginda Umar Lubis didampingi tim Law Office Baginda Umar Lubis & Associates Rozak Harahap dan Husaini Rambe yang dikutip harian Tribun Medan.

Ia melanjutkan apa yang ada dalam dakwaan JPU yang menyebutkan pada akhir 2016 Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution mempunyai gagasan untuk membangun kawasan wisata dan tempat upacara yang letaknya di kawasan perkantoran di Desa Parbaungan, Panyabungan Madina.

“Untuk menindaklanjuti gagasan tersebut, kemudian bupati memerintahkan tiga Kadis yaitu Dinas PU, Dispora, dan Dinas Perkim untuk bersama-sama merancang dan mewujudkan gagasan Bupati tersebut,” tegasnya.

Untuk itu ia mengungkapkan bahwa pembangunan kawasan wisata TSS dan TRB tersebut adalah keinginan dan perintah dari Bupatu Madina dan Dinas Perkim sebagai pelaksana.

“Dalam proses peradilan selanjutnya, kita akan mohonkan Majelis Hakim untuk memanggil Bupati Madina. Pada intinya Bupati mengetahui dan lahir dari gagasan dia yang dituangkan dalam Renja dan APBD. Seharusnya dalam persoalan ini tentu ada peranan bupati yang memang wajib hukumnya dalam proses persidangan,” beber Baginda.

Terkait dengan tidak adanya nama Bupati Madina dalam Berita Acara Perkara (BAP) kejaksaan tidak adanya nama Bupati, para pengacara tak ingin terlalu mempermasalahkan.

Kuasa hukum lainnya Rozak Harahap juga menerangkan bahwa keterangan Bupati sangat penting untuk membuktikan kebenaran materil dalam perkara ini.

“Kenapa di BAP tidak ada nama bupati memang kita tidak bisa mengintervensi jaksa. Cuma untuk kepentingan pemeriksaan pembuktian kepada klien kami di persidangan kita berharap bupati dihadirkan untuk mencari kebenaran materil,” tegasnya.

Terakhir Rozak juga menegaskan bahwa dakwaan Jaksa tentang jumlah korupsi terhadap ketiganya tidak jelas serta berapa kerugian yang dilakukan masing-masing terdakwa.

“Dakwaan Jaksa tidak cermat dan tidak lengkap tentang jumlah kerugian negara yang ditimbulkan. Jaksa menyatakan kerugian negara Rp1.635.847.400 tapi dalam dakwaan tidak diuraikan darimana kerugian negara itu diperoleh. Kalau asumsi yang dibangun kerugian negara adalah total loss yaitu pekerjaan itu fiktif harus terbantah. Karena pekerjaan dikerjakan para terdakwa dengan baik dan masih berfungsi dengan baik,” pungkasnya.

Jaksa Penuntut Umum, Nurul Nasution saat ditanya tentang kemungkinan akan memanggil Bupati dalam perkara ini tampak tak ingin memberikan komentar.

Hakim Ketua Irwan Effendi seusai sidang saat dikonfirmasi terkait kemungkinan akan memanggil Bupati Madina, ia mengaku siap apabila fakta persidangan terbukti.

“Ya, kita bisa memanggil bupati sebagai saksi,” tegas Hakim.

Sebelumnya, dalam dakwaan yang dibacakan jaksa Nurul Nasution, dijelaskan pada akhir tahun 2016, Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menggagas untuk membangun kawasan wisata di kawasan perkantoran Pemkab Madina yang berada di Desa Parbangunan Kec. Panyabungan.

“Menindaklanjuti gagasan tersebut, kemudian Bupati memerintahkan kepada tiga Kadis yakni, Dinas Pekerjaan Umum , Dinas Perkim dan Dispora Madina untuk mewujudkan gagasan bupati,” kata Jaksa Nurul di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Irwan Effendi.

Bupati kemudian, bersama terdakwa Kadis Perkim dan kadis lainnya di Pemkab Madina meninjau lokasi yang akan dikerjakan. Tepatnya di kasawan Sempadan Sungai Batang Gadis dan Sempadan Aek Singolot.

“Ketiga dinas terkait, atas perintah Bupati memasukkan beberapa paket kegiatan yang akan dibangun tersebut ke dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPPA SKPD) Tahun 2016 dan Tahun 2017,” terang jaksa.

Namun dalam pelaksanannya, ternyata, mekanisme penganggaran dan penetapan paket pekerjaan yang diperintahkan Bupati dilaksanakan tanpa mengindahkan atau melanggar ketentuan undang-undang karena pelaksanaan pekerjaan yang lebih dahulu dikerjakan telah mendahului kontrak.

“Terdakwa dua dan terdakwa tiga selaku PPK dalam proses penunjukan rekanan tidak melaksanakan proses pengadaan barang/jasa yang sesuai dengan ketentuan Perpres No.54 Tahun 2010,” ujarnya.

Jaksa melanjutkan, kedua terdakwa PPK membuat Harga Perkiraan Sendiri (HPS), tanpa mengkalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan terhadap harga pasar.

“Selanjutnya terdakwa dua dan terdakwa tiga selaku PPK memerintahkan kontraktor untuk untuk melaksanakan pembangunan seperti yang sudah diarahkan oleh terdakwa Rahmadsyah Lubis,” urai jaksa.

Jaksa mengatakan, perbuatan para terdakwa bertentangan dengan Pasal 2 dan Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sumber : tribun-medan.com / vic

 

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SBY korbankan rakyat sendiri

    SBY korbankan rakyat sendiri

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Aboe Bakar Al Habsyi berpendapat pemberian pembebasan bersyarat kepada terpidana kasus narkoba asal Australia, Schapelle Leigh Corby, sama seperti mengorbankan rakyat sendiri. Corby merupakan salah satu terpidana kasus narkoba jaringan internasional yang berpotensi merusak masa depan rakyat Indonesia. “Ini tidak memberikan efek jera terhadap para pengedar narkoba, padahal Corby adalah Ratu Marijuana yang […]

  • Polres Tapsel Harus Ungkap Rentetan Kasus Pembunuhan di Palas

    Polres Tapsel Harus Ungkap Rentetan Kasus Pembunuhan di Palas

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PALAS (Mandailing Online) – Polres Tapanuli Selatan didesak mengungkap berbagai kasus pembunuhan di Kabupaten Padang Lawas (Palas). “Kalau menurut catatan saya sebagai putra asal Desa Sigorbus, yang tersiar di media cetak sudah beberapa kali kasus pembunuhan yang terjadi, hanya beberapa kasus yang terungkap. Karena itu saya mengharapkan kepada Kapolres Tapsel untuk segera mengungkap semua […]

  • Pemudik di Madina Turun 50%

    Pemudik di Madina Turun 50%

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Hari Raya Idul Fitri tahun ini jumlah pemudik turun 50% bila dibandingkan dengan tahun – tahun kemarin demikian dikatakann Wakil Ketua Organda Madina, Palit Nasution kepada wartawan (MB).

  • Pejabat Pemkab Madina Wajib Lancar Baca Alquran

    Pejabat Pemkab Madina Wajib Lancar Baca Alquran

    • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Wakil Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumatera Utara Nuzirwan Lubis menegaskan, satu-satunya partai yang menyatakan diri sebagai partai Islam dan siap menjadikan partai sebagai lembaga syiar Islam adalah PPP. Hal itu ditegaskan Nuzirwan dihadapan 400an kader DPC PPP Mandailing Natal (Madina) di Panyabungan, Senin (15/08/2011) malam. Safari Ramadhan DPW PPP Sumut di Madina […]

  • Bupati Pimpin Upacara Hari Guru

    Bupati Pimpin Upacara Hari Guru

    • calendar_month Jumat, 25 Nov 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution memimpin upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun ke-77 PGRI di Halaman Masjid Agung Nur Ala Nur, Kecamatan Panyabungan, Madina, Sumut, Jumat (25/11/2022). Sebagai inspektur upcara, Sukhairi membacakan pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim. Sukhairi Nasution […]

  • 2012, Penerimaan CPNS Dihentikan

    2012, Penerimaan CPNS Dihentikan

    • calendar_month Jumat, 15 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Kabar baik bagi para peminat lowongan Pegawai Negeri Sipil. Wacana penghentian sementara penerimaan calon PNS tidak diberlakukan tahun ini, tetapi berlaku 2012. Tiga kementerian terkait sudah menyepakati perlunya moratorium penerimaan CPNS yang akan diterapkan mulai tahun depan. Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan, memang diperlukan jeda waktu rekrutmen CPNS guna memberi waktu kepada pemerintah untuk melakukan […]

expand_less