Kamis, 5 Mar 2026
light_mode

Presentasi Kawasan Ekonomi Khusus di HUT Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2020
  • print Cetak

Presentasi Kawasan Ekonomi Khusus di Taman Raja Batu

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Presentasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batahan dilangsungkan di Taman Raja Batu, Panyabungan, Mandailing Natal, Senin (9/3/2020).

Kegiatan presentasi ini bagian dari berbagai agenda peringatan HUT ke21 Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Peserta presentasi antara lain : matan Gubernur Sumut, Tengku Eri Nuradi; Ketua Kadin Sumut, Ivan Iskandar Batubara; Komjen Pol Saud Usman; Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution; Ketua STAIN, Torkis Lubis; Dandim 02121 TS; Kapolres Madina;  pengusaha nasional asal Madina, Aswin Parinduri; Ketua HIPMI Madina, Zainul Arifin; Wakil Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Nasution; Ketua Komisi 1 DPRD Madina, Sobir Lubis.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumut, Ivan Iskandar Batubara dalam presentasinya mengungkapkan bahwa Kadin membagi Sumut dalam 5 bagian kawasan peta ekonomi yakni Medan Karo, Toba, Aslab, Tabagsel, Nias.

Masing masing kawasan ini berbeda peluang ekonominya.

Kawasan Pantai Barat sendiri termasuk kawasan minim investasi. Pengusaha enggan berinvestasi karena biaya tinggi, akibat faktor pintu logistik tak ada di Pantai Barat Sumut.

Belawan yang berada di Pantai Timur yang menjadi pintu ekonomi sangat jauh dari kawasan Pantai Barat penyebab high cost distribusi.

Oleh karena itulah, Kadin melihat keberadaan KEK Batahan di Madina merupakan satu solusi dari berbagai variabel mendorong pertumbuhan investasi.

KEK Batahan yang berada di Pantai Barat Sumut ini menjadi pintu ekonomi Pantai Barat Sumut di sisi laut Samudera.

Bahkan dalam catatan sejarah, era 1800-an sejumlah pelabuhan laut di sepanjang pantai barat Sumatera telah menjadi jalur distribusi barang dan perdagagan strategis untuk kawasan Eropa.

Perubahan pintu masuk di era Orde Baru ke arah Belawan di Pantai Timur menyebabkan kawasan Pantai Barat Sumut ketinggalan.

KEK Batahan akan menjadi pintu ekspor bagi kabupaten/kota yang berada di  kawasan Pantai Barat Sumut menuju daratan Timur Tengah, Afrika, Eropa dan India. Sedangkan menuju Jepang, Korea dan Cina tetap dari Selat Malaka (Pantai Timur).

Oleh karena itu, Kadin melihat bahwa kehadiran KEK Batahan bukan saja kelak akan menjadi peluang ekonomi bagi Madina saja, tetapi juga peluang ekonomi bagi sekitar 15 kabupaten/kota di kawasan Pantai Barat Sumut dan 3 daerah di Aceh serta 2 daerah di Sumbar.

Sejauh ini Kadin Sumut telah melakukan presentasi dengan berbagai perwakilan berbagai negara termasuk dengan Tanzania, India dan Belgia. Untuk Sumut presentasi telah dilakukan di berbagai daerah, dan sejauh ini Sibolga, Pakpak dan Dairi sudah menyatakan bergabung dalam KEK Batahan.

Namun, Ivan juga melihat berbagai kendala dan tantangan yang harus diperhatikan dan secara bersama dicari solusinya.

Kendala kendala itu antara lain ego sektoral kabupaten/kota.

Tantangan yang dihadapi termasuk mainset semua pihak dari rasa rendah diri yang harus dirubah ke arah memantaskan diri di posisi masyarakat maju berdaya saing yang kompetitif.

Minat orang muda pada pertanian drop juga menjadi tantangan bagi semua pihak untuk merangsangnya. Termasuk merangsang orang muda usai kuliah yang selama ini tak mau pulang kampung membangun pertanian.

Sementara itu, mantan Gubsu Tengku Ery Nuradi menyatakan perjuangan mendirikan KEK Batahan merupakan terobosan penting dan menunjukkan bahwa niat mengembangkan kawasan Pantai Barat sejauh ini sudah ada.

Dia menyatakan bahwa membangun suatu kawasan tak akan mampu maksimal jika hanya bergantung pada APBD saja karena APBD itu terbatas. Harus ada dukungan pemerintah pusat dan sokongan dunia usaha dari sisi investasi.

Dan KEK Batahan menurut Tengku Ery menjadi solusi.

Sebelumnya, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution dalam pengantar persentasi mengungkap bahwa andalan KEK Batahan di Madina meliputi sektor industri, perkebunan dan pariwisata. Poin poinnya antara lain sawit, CPO, kopi, serai wangi, holtikultura, aspal campur karet.

Pengembangan pengembangan sektor sektor itu selama ini masih seret akibat biaya distribusi ke Pantai Timur terlalu tinggi.

Dan KEK Batahan diharapkannya menjadi solusi dan peluang penting bagi kawasan ini di masa mendatang.

 

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Enam Penambang Emas Huta Bargot Ditangkap

    Enam Penambang Emas Huta Bargot Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak enam penambang emas di Huta Bargot, Mandailing Natal (Madina) ditangkap tim gabungan Polres Madina dan aparat TNI-AD dari Subdenpom yang menggelar operasi terpadu, Kamis (23/1/2014). Mereka tertangkap di jembatan Simalagi, Desa Simalagi, Kecamatan Hutabargot , Kabupaten Madina, kemarin saat ketika mereka kembali dari lokasi perbukitan tambang. Keenam penambang emas tersebut, […]

  • Kasus korupsi Poltekes rampung

    Kasus korupsi Poltekes rampung

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Poltekes senilai Rp9,3 miliar, kepada Jermias Sinaga sudah tuntas, kata Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Medan, pagi ini. “Sudah selesai tinggal dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Medan, ” tambah Dharmabella Tymbasz. Begitu tersangka pulih dari sakitnya, lanjut Dharmabella, langsung dilimpahkan. Dharmabelle menegaskan, timnya telah sudah menuntaskan penyelidikan […]

  • Notulen Serasehan Kebudayaan Mandailing Menuju Kongres Kebudayaan Mandailing (1)

    Notulen Serasehan Kebudayaan Mandailing Menuju Kongres Kebudayaan Mandailing (1)

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PENGANTAR Sejumlah penggiat kebudayaan aktivis mahasiswa, pemuda dan tokoh masyarakat yang berasal dari Mandailing pada awal bulan Januari 2013 lalu menggelar pertemuan untuk membahas seputar persoalan kebudayaan Mandailing dan rencana penyelenggaraan “Kongres Kebudayaan Mandaling” di Jakarta. Salah seorang diantaranya, M. Syurbainy (Beny) Nasution Ketua Pengurus Harian Saroha Foundation yang akrab disapa Benas, mengungkapkan alasan rencana […]

  • Proses Tender DPRD Madina Panggil Kadis Pendidikan

    Proses Tender DPRD Madina Panggil Kadis Pendidikan

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Komisi I DPRD Mandailing Natal (Madina) melayangkan surat panggilan kepada Kadis Pendidikan Musaddad Daulay terkait proses tender pengadaan barang dan jasa yang dananya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2010. Pasalnya, proses tender itu diduga menyalahi undang-undang. Ketua Komisi I M Jafar Rangkuty, Kamis (28/10), mengatakan, Kadis Pendidikan dinilai terlalu berani melaksanakan tender, padahal […]

  • Mahasiswa Tak Digubris Kadisdik, Ketua Komisi I: Aspirasi Masyarakat Saja Tak Ditanggapi

    Mahasiswa Tak Digubris Kadisdik, Ketua Komisi I: Aspirasi Masyarakat Saja Tak Ditanggapi

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aksi unjuk rasa organisasi mahasiswa PC PMII Mandailing Natal (Madina) yang tidak digubris Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Lis Mulyadi Nasution mendapat tanggapan dari Ketua Komisi I DPRD Zubaidah Nasution. “Aspirasi masyarakat saja yang kita sampaikan melalui lembaga yang sah dan sebagai mitra pemerintah yang diamanahkan undang-undang tidak digubris,” kata Zubaidah ketika […]

  • Penambang Emas Ilegal Meninggal Tertimpa Kayu

    Penambang Emas Ilegal Meninggal Tertimpa Kayu

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jenazah Wawan (35) korban meninggal akibat tertimpa kayu di lokasi tambang emas ilegal Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal, diotopsi di RSUD Panyabungan, Jumat (13/05/2011). (Ist) |Sumber |: |Beritasumut

expand_less