Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Abdul Latif Minta Pemda Tak Ganggu Perusahaan Gegara Politik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2020
  • print Cetak

KAUM IBU JANGAN DIPERALAT

Abdul Latif

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Kepada pemerintah daerah, tolong lindungi pengusaha yang punya izin. Jangan karena politik kenyamanan kami terganggu”.

Itu dinyatakan pegusaha pemilik perusahaan pemecah batu, Abdul Latif Lubis di hadapan wartawan, Selasa (15/9/2020).

Pernyataan itu meresfon adanya rombongan kaum ibu dari Desa Sipapaga Kecamatan Panyabungan yang bertemu bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution tanggal 13 September 2020 lalu di Taman Raja Batu.

Rombongan kaum ibu itu mengeluhkan kondisi batu pecah mereka tak laku lagi sejak kehadiran PT. Binham di Sipapaga.

Menurut Latif, yang dikeluhkan kaum ibu itu tak benar.

“Angota saya sudah investigasi langsung ke rumah ibu-ibu itu. Dan fakta kami temukan bahwa ibu-ibu itu tak memahami apa apa, dan diduga dikondisikan seseorang yang bertujuan kepentingan pribadi,” ungkap Latif.

Latif menegaskan bahwa hingga kini kebutuhan batu pecah justru masih kurang.

“Justru kami masih membutuhkan banyak batu pecah. Bahkan kami sangat siap membeli batu pecah dari ibu-ibu itu jika memang mereka memproduksi batu pecah”, imbuh Latif.

Oleh karena itu, Latif melihat ada upaya sistematis di balik kehadiran kaum ibu yang bertemu bupati itu.

Dia manghimbau agar dunia usaha jangan dinganggu dalam konstlasi politik saat ini.

Latif menyatakan bahwa perusahaan yang mereka kelola memiliki izin resmi dari Pemprovsu. Berupa izin produksi Galian C.

“Bahkan kami menyumbang PAD sekitar 600 juta rupiah per tahun,” ungkapnya.

Latif menyatakan, usaha pemecah batu yang mereka kelola berada di dua tempat diwadahi perusahaan jenis CV dan usaha perseorangan. Keduanya ditanggungjawabi Abdul Latif.

CV. Binham beroperasi di Sipapaga, Panyabungan. Sedangkan Usaha Perseorangan Abdul Latif beroperasi di Tebing Tinggi, Panyabungan Timur.

Dalam hal ini, Latif justru menantang pemerintah daerah mengusut 2 perusahaan aspal mixing plant (AMP) alias pabrik pencampuran aspal yakni PT. KMN dan PT.TK yang bertahun-tahun beroperasi di Madina yang tak memiliki izin produksi galian C.

Dia mempertanyakan sikap diam pejabat pemerintah daerah terhadap perusahaan-perusahaan tanpa izin produksi itu, sebab jika tak punya izin produksi berarti kategori penggelapan pajak.

“Tolong ini dikejar atas dugaan penggelapan pajak,” katanya.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Unlearning Loss Education

    Unlearning Loss Education

    • calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Alfisyah S.Pd Guru dan Pegiat Literasi   Polemik learning loss dalam sistem pendidikan negeri ini makin parah. Sudah sebelas bulan pelaksanaan pendidikan melalui PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) hanya menghasilkan masalah baru. Learning loss education seharusnya sudah bisa diprediksi. Kebijakan pemerintah membuat kurikulum  darurat di era pandemi   pun tidak banyak menolong. Para orang tua […]

  • Bertemu, Delegasi Riau-Sumut Selalu Ribut

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Upaya mencari kesepakatan terkait sengketa tapal batas antara Sumut dengan Riau, lumayan panas. Setiap kali dipertemukan, delegasi kedua pihak selalu ribut. Ini untuk sengketa batas antara Labuhanbatu Selatan dengan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) dan antara Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, dengan Kabupaten Padang Lawas (Palas), Sumut. Nah, daripada ribut terus jika dipertemukan, untuk […]

  • Gegara Wanprestasi, Pemko Padangsidimpuan Dihukum Bayar Rp.883 Juta

    Gegara Wanprestasi, Pemko Padangsidimpuan Dihukum Bayar Rp.883 Juta

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    P.Sidimpuan (Mandailing Online ): Upaya hukum banding yang diajukan Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menemui jalan buntu. Pengadilan Tinggi Medan secara resmi menguatkan putusan tingkat pertama yang menyatakan pihak pemerintah telah melakukan wanprestasi atau cidera janji terhadap rekanan proyek CV Central Grafika Print dalam pengadaan dan pemasangan Alat Pengendalian Isyarat Lalu Lintas […]

  • Dilema Tender PU, Antara Penipuan dan Kekurangtegasan

    Dilema Tender PU, Antara Penipuan dan Kekurangtegasan

    • calendar_month Jumat, 10 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Proses tender proyek di Dinas Pekerjaan Umum Mandailing Natal (Madina) tahun ini benar-benar memprihatinkan dan bahkan teramat memalukan. Dilema tender ini pun mencuatkan beberapa catatan hitam. Kenapa disebut catatan hitam? Karena dari kasus tender itu muncul kasus suap, kasus penipuan, kasus terpidananya oknum Kadis PU. Kemudian kasus pembatalan dan pengulangan tender hingga gerakan kelompok pengusaha […]

  • Pelantikan Pengurus PMI Madina Periode 2021-2026

    Pelantikan Pengurus PMI Madina Periode 2021-2026

    • calendar_month Selasa, 9 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution dilantik sebagai Ketua PMI Madina. Pelantikan yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Parbangunan ini juga menetapkan Hj. Eli Maharani sebagai Ketua Dewan Kehormatan. Acara dibuka dengan penampilan gordang sambilan Sinondang Nauli Panyabungan Julu.  

  • Bupati Madina Masih Sebatas Menasihati Pelaku Tambang Ilegal Batang Natal

    Bupati Madina Masih Sebatas Menasihati Pelaku Tambang Ilegal Batang Natal

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pada kunjungan ke kawasan Pantai Barat, Jum’at (10/12/2021), Bupati Mandailing Natal (Madina), Ja’far Sukhairi Nasution, singgah di titik Desa Ampung Siala Kecamatan Batang Natal memantau aktivitas tammbang di pinggiran Sungai Batang Natal. Dia menasihati para penambang agar menghentikan kegiatan perusakan lingkungan itu. Sejauh ini belum terdengar tindakan tegas dari pemerintah daerah terhadap para penambang emas […]

expand_less