Selasa, 22 Sep 2026
light_mode

Jual Tape Ubi, Awalnya Modal 5 Juta, Kini Omzet 450 Juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 2 Mei 2022
  • print Cetak

Tamat kuliah jangan berfikir melamar kerja. Itu bukan lagi zamannya.

Jangan mau jadi pekerja. Sebab, pekerja itu tak ada bedanya pegawai, karyawan, buruh, kuli, jongos.

Jangan menggantungkan hidupmu pada gaji.

Jadilah enterpreneur. Mandiri. Membuka usaha. Jadilah pengusaha.

Tak usah dulu modal besar. Mulailah dengan yang kecil, modal kecil.

Peluang usaha menabur di hadadapan Anda. Kuncinya hanya satu: Anda mau atau tidak..!!

Danny Waskita (41) memilih jadi pengusaha.

Bapak dua anak asal Malang, Jawa Timur itu awalnya hanya memiliki modal 5 juta rupiah.

Modal itu diperolehnya dari menjual laptop, printer. Uang itu digunakan untuk membeli singkong, peralatan dapur seadanya hingga kemasan box.

Usaha yang digelutinya dengan modal 5 juta itu adalah memproduksi tape berbahan baku singkong.

Sebelum memulai usaha, dia belajar mendirikan perusahaan, manajemen perusahaan, membangun ekosistem di perusahaan.

Kepada detikcom, Senin (2/5/2022) Danny menceritakan, sebelum membuka produksi tape singkong ini berbagai usaha memang pernah dijalani dengan jatuh bangun seperti counter handphone (HP), e-commerce, kafe, aplikasi jasa, hingga terakhir produk minuman, semua berakhir dengan alami kerugian dan gulung tikar.

Semua itu dijalani Danny dengan pantang menyerah dan tetap bertekad menjadi wirausaha, hingga akhirnya September 2020 memulai bisnis pia tape yang diberi nama ‘MisterPia’.

Danny bisa dibilang cukup berani membuka usaha pia tape karena dilakukan saat pandemi COVID-19. Dia pede produknya cukup unik karena biasanya pia lebih sering ditemui berisi kacang hijau. Tape sendiri dipilih karena merupakan khas Jawa Timur.

“Akhirnya aku coba cari petani singkong dan alhamdulillah dapat. Tape kan ada dua jenis yaitu warna putih dan kuning, kita pilih warna kuning karena ini yang paling bagus selain rasanya yang manis tapi nggak terlalu legit banget, tapi dia bisa nge-blend akhirnya kita bikin tuh pia tape,” ujarnya.

Butuh waktu 3-4 bulan hingga akhirnya jadi produk baru seperti pia tape yang dibantu oleh juru masak khususnya. Tak disangka ternyata antusiasme masyarakat sangat besar hingga jadi salah satu oleh-oleh favorit di Malang. Dari awalnya 1 outlet di sebuah perumahan, kini ada 5 outlet MisterPia.

MisterPia yang diproduksi Danny Waskita

Rata-rata dapurnya kini bisa produksi 1.000 pcs per hari dengan omzet Rp 480-an juta per bulan. Hal itu bisa didapatkan karena penjualannya yang aktif lewat media sosial, 27 reseller, mitra toko, sales point, hingga menerima pesanan acara pernikahan.

“Alhamdulillah mungkin omzetnya yang tadinya Rp 70 juta sekarang bisa Rp 480-an juta per bulan. Kalau penjualannya sudah sampai Hong Kong, kebetulan ada salah satu customer orang Hongkong. Pertamanya cuma beli 2 box, jadi setiap Kamis kita mesti kirim ke Hong Kong sekarang ini, sampai di sana hari Sabtu. Awal-awal kirim cuma 2, akhirnya naik jadi 100, 200, 250, 300,” jelasnya.

Produk MisterPia juga banyak dikenal berkat dipromosikan oleh beberapa influencer yang dikenalkan lewat teman Danny. Hal itu dilakukan secara cuma-cuma alias gratis karena keterbatasan modal saat itu.

“Karena saya benar-benar sudah nggak ada modal saya ngomong ke beberapa teman yang punya kenalan influencer, buzzer, selebgram Malang, saya ngomong ‘pengin promosi tapi beneran nggak ada uang, mau nggak kira-kira kalau mereka imbal baliknya kita kasih produk, goodie bag gitu’. Alhamdulillah banyak yang support,” tuturnya.

Mendirikan usaha memang membutuhkan komitmen yang tinggi. Jika ditarik ke awal dia mendirikan MastetPia itu, saat omzet membuka usaha MisterPia sekitar Rp 5 juta itu. Modal yang terbatas itu didapat dari hasil menjual laptop, printer, untuk digunakan membeli tape, peralatan dapur seadanya hingga kemasan box.

“Rp 5 juta juta kurang sebenarnya, bisa karena kekuatan relationship. Kita kan pasti punya kolega, punya teman entah sahabat. Jadi dengan dana yang terbatas, saya mau cetak box untuk MisterPia kan minimal 2.000 box, sudah Rp 4 juta sendiri waktu itu. Saya bilang ke kolega saya ‘boleh nggak bayarnya Rp 2 juta dulu, uang saya kurang nanti kalau sudah laku saya bayar lagi sisanya’. Masaknya pun saya nggak banyak dulu waktu itu, tape sendiri murah ya karena saya ngambilnya dari petani langsung,” ujarnya.

Bagi yang mau berbisnis seperti Danny, tipsnya adalah jangan malu untuk berjualan dan menawarkannya kepada orang lain. Jangan ragu dan takut gagal dalam memulai karena itu bisa jadi awal kesuksesan kita.

“Mulai aja dari yang kecil-kecil dulu, jangan keluarkan modal yang gede-gede dulu, sederhana dulu karena kita harus tes market. Pastikan produk yang kita keluarkan itu pasarnya ada, jadi jangan sampai kita sudah mengeluarkan produk, marketnya nggak ada,” tambahnya.

Selain pia tape original yang dijual seharga Rp 25.000, kini MisterPia tersedia berbagai varian seperti pia tape blueberry Rp 30.000, pia tape kacang Rp 30.000, pia tape tiramisu Rp 30.000, pia tape cappuccino Rp 30.000, pia tape cokelat Rp 33.000, pia tape keju Rp 33.000 dan pia tape durian Rp 33.000.

Sumber: Detik Finance
Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Material Bangunan Berserakan Di Jalinsum Lingkar Timur

    Material Bangunan Berserakan Di Jalinsum Lingkar Timur

    • calendar_month Sabtu, 11 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Material bangunan di pinggir jalan lintas sumatera, lingkar timur Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) berserakan, kondisi ini dikhawatirkan bisa membahayakan jiwa para pengguna jalan. Amatan Mandailing Online (MO) di sepanjang jalinsum lingkar timur Panyabungan, Sabtu (11/2) ada beberapa tumpukan material bangunan yang berada tepat di pinggir badan jalan, bahkan material itu berada […]

  • Pemkab Madina ajukan Perda disiplin PNS

    Pemkab Madina ajukan Perda disiplin PNS

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal akan mengajukan peraturan daerah yang mengatur tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang ada dilingkungan Pemkab Madina tanpa mengeyampingkan peraturan pemerintah nomor 53 tentang kepegawaian. Demikian dikatakan Sekda Kabupaten Madina, Gozali Pulungan, tadi sore. Diakui Gozali, bahwa kehadiran para kalangan Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) yang ada dilingkungan Pemkab Madina, […]

  • DCS Dapil 2 GERINDRA Madina

    DCS Dapil 2 GERINDRA Madina

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 2 GERINDRA Madina

  • Amankan Barang Bukti Penambang Ilegal di Madina, Polisi Bermalam di TKP

    Amankan Barang Bukti Penambang Ilegal di Madina, Polisi Bermalam di TKP

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTA NOPAN ( Mandailing Online ): Pastikan 11 alat berat milik penambang emas ilegal aman sebelum diangkut ke Mako Polres Madina, Kapolres AKBP.Ari Sopandi Paloh beswrra anggota tongkrongi lokasi penambang emas tadi malam Selasa 29/5/2024. Mereka mendirikan tenda di lokasi, sejumlah anggota disiagakan untuk menjaga alat berat yang ditinggal pelaku tambang emas ilegal itu untuk […]

  • Antara Indonesia dan Sri Lanka

    Antara Indonesia dan Sri Lanka

    • calendar_month Senin, 11 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban   Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menemukan komoditas daging ayam, bawang putih, cabai, gula, minyak goreng, daging sapi, telur dan tepung terigu selalu mengalami kenaikan harga tiap jelang Ramadhan. Komisioner KPPU Dinni Melanie mengatakan, sebagian besar komoditas belum menunjukkan gejala kelangkaan. Hanya saja KPPU menyoroti lonjakan […]

  • Gempa Kuat Terasa di Padang

    Gempa Kuat Terasa di Padang

    • calendar_month Kamis, 7 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG,(MO)- Gempa dengan kekuatan relatif besar, Kamis (7/2/2013) pagi, terasa di Kota Padang, Sumatera Barat. Guncangan gempa yang terjadi sekitar pukul 05.00 itu mengagetkan sebagian warga yang masih terlelap. Sebagian warga juga terlonjak dari tidurnya menyusul guncangan kuat tersebut. Selama sekitar setengah jam, sebagian warga memperbincangkan gempa tersebut sebelum kembali pada aktivitas masing-masing. Berdasarkan informasi […]

expand_less