Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode

Abituren di Yaman Kembali Gelar Haul Syekh Musthafa Husein Nasution

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 19 Des 2022
  • print Cetak

TARIM, YAMAN (Mandailing Online) –   Keluarga Abituren Musthafawiyah (KAMUS) di Yaman kembali menyelenggarakan haul Syekh Musthafa Husein Nasution dan Milad pesantren Musthafawiyah Purba Baru ke 110 tahun.

Kegiatan berlangsung di aula Masbah Syahir, Kota Tarim, Hadhramaut, Yaman, Jumat (16/12/22).

Pesantren Musthofawiyah berada di Purba Baru, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Indonesia. Tokoh pendirinya adalah Syekh Musthafa Husein Nasution.

Lulusan Pesantren Musthofawiyah tersebar di berbagai penjuru Indonesia dan banyak negara, termasuk di Yaman.

Haul diawali pembacaan ayat suci Al-Quran oleh seluruh anggota KAMUS Yaman, tamu undangan, dan setiap perwakilan pondok pesantren se-Indonesia yang turut menghadiri acara besar ini.

 

Ketua KAMUS Yaman, Muhammad Sufi (tengah); Ketua IPSU (Ikatan Pelajar Sumatera Utara) di Yaman, Ahmad Raja Azani (samping kanan) dan Ketua Tanfidziyah PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) Yaman, Gus Muhammad Faruq (sebelah kiri)

 

Selanjutknya khataman Al-Quran, tahlil serta takhtim yang dihadiahkan pahalanya kepada almarhum Syekh Mustafa Husein Nasution dan seluruh pendiri serta dewan guru Pesantren Musthofawiyah yang telahl menghadap Allah swt. Dan diakhiri dengan do’a oleh Habib Sidi Husein bin Yahya.

Dalam sambutannya, Muhammad Sufi selaku Ketua KAMUS Yaman tahun ini, menyampaikan bahwa acara itu dilakukan untuk mempererat silaturahmi antar pondok pesantren se-Indonesia. Serta meneladani para guru dan masyaikh yang telah banyak berjasa bagi ummat.

Dahulu ketika masih menimba ilmu di kota Mekkah, Syekh Mustafa Husein pernah satu meja dan satu halaqoh keilmuan dengan KH. Hasyim Asy’ari, sang pendiri Nahdlatul Ulama. Begitu juga dengan Syekh Mustafa Husein yang pertama kali menggaungkan berdirinya Nahdlatul Ulama di kawasan Sumatera Utara.

“Dan sudah pasti juga bahwa hubungan dan silaturahmi diantara Syekh Mustafa Husein dan KH. Hasyim Asy’ari sangat erat ketika itu. Dan inilah juga yang kita harapkan agar dapat mempererat silaturahmi kepada Pengurus PCINU yang ada di Yaman, silaturahmi antar pondok dan antar sesama kita,” ucap Sufi.

Acara kemudian adalah penayangan video dokumenter tentang biografi hidup Syekh Mustafa Husein serta cikal bakal pembangunan pondok pesantren Mustafawiah hingga saat ini. Acara pun diakhiri dengan foto bersama dan makan malam.

Peliput: Ahmad Raja Anjani dari Tarim, Yaman.
Editor: Dahlan Batubara

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teh Rasa Eksklusif Ada di Panggorengan

    Teh Rasa Eksklusif Ada di Panggorengan

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ingin minuman teh dengan aroma dan rasa belum ada di Madina? Silakan datang ke Desa Panggorengan. Berlokasi di jalan Willem Iskander, Panggorengan, Panyabungan, Mandailing Natal. Tepatnya di antara masjid Taqwa dan kantor Gerindra Madina. Minuman teh ini baru dirintis hari Rabu kemarin (16/7/2025). Minuman yang dijual Es Teh Sultan Al-Barkah Teh […]

  • Harga Sayur Mayur di Madina Turun

    Harga Sayur Mayur di Madina Turun

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam beberapa hari terakhir harga berbagai jenis sayuran di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami penurunan. Penurunan antara Rp.500 hingga Rp.2.000/ ikat dan / kg. Pantauan wartawan di Pasar Baru Panyabungan, Rabu (26/3/2014) turunya harga diakibatkan menumpuknya pasokan pedagang. “Harga sayuran turun, karena kita masih banyak memiliki stok […]

  • IPM Sorot Aksi Coret Baju di Kalangan Pelajar

    IPM Sorot Aksi Coret Baju di Kalangan Pelajar

    • calendar_month Sabtu, 13 Apr 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Trend corat coret pakaian di kalangan plajar kembali terjadi pasca pengumuman kelulusan SMA sederajat. Penomena ini menjadi keprihatinan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Mandailing Natal (Madina). Banyak pelajar usai kelulusan melakukan corat coret pakaian pada Senin (8/4/2019). IPM Madina memantau, di berbagai kawasan ditemukan berbagai aksi corat-coret baju, bahkan  konvoi sepeda motor. […]

  • Lagi, 3 Hektar Ladang Ganja Ditemukan

    Lagi, 3 Hektar Ladang Ganja Ditemukan

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga hektar ladang ganja kembali ditemukan di perbukitajn Panyabungan Timur, Mandailing Natal. Ladang itu ditemukan tim gabungan TNI dan Polres Madina dan FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI Polri), Kamis (2/6/2016). Sehari sebelumnya, 37,5 hektar ladang ganja ditemukan di kawawan perbukitan Tor Sihite dan Tor Antarsa oleh pihak TNI yang […]

  • Medan Peringkat Keempat Kekerasan Terhadap Anak

    Medan Peringkat Keempat Kekerasan Terhadap Anak

    • calendar_month Kamis, 26 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Kota Medan menduduki urutan keempat terbanyak kasus kekerasan terhadap anak setelah Jakarta, Makassar dan Jawa Barat, terhadap kekerasan seksual yang dialami anak. “Data yang kita peroleh dan di upgrade setiap tahunnya terdapat dari 21 juta anak di Indonesia, Medan menduduki peringkat keempat kasus kekerasan seksual. Dimana sekitar 62 persennya kasus kekerasan seksual itu dilakukan […]

  • Apa yang Diharapkan dari Kedatangan Presiden Jokowi ke Madina? (bagian 2)

    Apa yang Diharapkan dari Kedatangan Presiden Jokowi ke Madina? (bagian 2)

    • calendar_month Senin, 20 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

                        Untuk itu kita berharap kepada Gubernur Sumatera Utara agar berani melakukan langkah radikal dalam mewujudkan jalur-jalur jalan tol di dua kawasan itu. Kebijakan yang selama ini dilakukan oleh para gubernur maupun bupati/walikota di kawasan ini masih di berkelas kebijakan klasik bernilai keberanian rendah dan kekuatan […]

expand_less