Senin, 2 Mar 2026
light_mode

Banyak Masalah, Warga Batu Sondat Batahan Demo PTPN IV

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Senin, 8 Jul 2024
  • print Cetak

BATAHAN – Mandailing Online : Ratusan warga Desa Batu Sondat yang tergabung dalam KUD Setia Abadi di Kecamatan Batahan, Madina melakukan unjuk rasa ke kantor PTPN IV Batahan. Mereka melakukan aksi akibat banyaknya masalah yang ditimbulkan perusahaan pelat merah tersebut khususnya menyangkut hak warga selalu peserta plasma.

Najamuddin selaku kordinator aksi mengatakan, PTPN IV dianggap telah mempermainkan masyarakat khusus nya mereka yang tergabung di Koperaai Unit Desa ( KUD) Setia Abadi.

Dalam orasinya, Najamuddin menjelaskan bahwa perusahaan PTPN IV telah ingkar janji terhadap kesepakatan terkait kekurangan lahan koperasi.

Selain itu, KUD Setia Abadi kata Najamuddin juga mengkritik kebijakan PTPN IV selaku ayah angkat terkait harga TBS yang tidak sesuai dengan harga pedoman dari Disbun atau harga PKS sekitar Batu Sondat.

“Bila dibandingkan dengan harga TBS di pabrik kelapa sawit ( PKS) milik PT. TBS Tandikek dengan PKS Timur PTPN IV, selisih harganya lebih dari 400 Rupiah/kg. Jadi jelas, kerugian dialami peserta plasma dari nilai jual TBS 400 Rupiah/kg.”ungkapnya.

Selain masalah kekurangan lahan dan harga TBS, para pengunjuk rasa juga menuntut perusahaan PTPN IV menjelaskan terkait hutang Koperaai yang dinilai tak lunas lunas

” Pembangunan kebun plasma KUD Setia Abadi itu dari dana Revitalisasi akad kredit dengan Bank Mandiri dan itu sudah lunas. Namun aneh, meski lunas, Keperasi Setia Abadi tetap dinyatakan memiliki hutang senilai Rp. 23 miliar, ”

Najamuddi dan ratusan orang lainnya menuntut perusahaan perkebunan itu menjelaskan alur hutang Koperasi Setiap Abadi tersebut.

Awalnya Izin lokasi jelas Najamuddin yang terbit 2.400 Ha untuk 1.200 Anggota KUD (Desa Batusondat, Kampung Kapas, Bintungan dan Muara Pertemuan) dan akad kreditnya cair 110 miliar. Namun tidak bisa dikuasai dan dibangunkan Oleh pihak PTPN IV.

Setelah itu imbuhnya, sesuai kesepakatan Izin lokasi berubah menjadi 1.000 Ha, tapi khusus untuk Masyarakat Desa Batu Sondat.

Namun sampai saat ini kata Najamuddin yang terealisasi hanya 212 Ha. Itupun lahannya tidak produktif semuanya dan hanya 110 Ha yang produksi maksimal.

Atas kronologis diatas tambahnya jelas Najamuddun sebelum tuntutan Kami Terealisasi, Maka lahan yang kami patok hari ini, akan kami Stanvaskan berketerusan.

Najamuddin dan warga mengancam, apabila tuntutan tidak direalisasikan akan dilakukan Penyetopan Tangki CPO, Inti dan TBS yang keluar masuk PTPN IV.(***)

 

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mewaspadai  Agenda Moderasi di Sekolah Negeri Berbalut Toleransi

    Mewaspadai  Agenda Moderasi di Sekolah Negeri Berbalut Toleransi

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Jagat berita nasional sedang diramaikan kasus penggunaan seragam hijab yang dikabarkan mengundang pemaksaan. Meskipun telah beredar klarifikasi dari pihak alumni sekolah yang menjadi objek kasus, bahwa dirinya tidak pernah merasa dipaksa untuk mengikuti peraturan sekolah yang mewajibkan berbusana muslim. Ia justru menyatakan dengan rela dan senang […]

  • Indomaret Beroperasi Tanpa Izin, Pemkab Palas Dinilai Mandul

    Indomaret Beroperasi Tanpa Izin, Pemkab Palas Dinilai Mandul

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PALAS – Pemkab Palas dinilai mandul dan tidak berani menindak tegas pemilik usaha Indomaret yang telah beroperasi di Jalan Ki Hajar Dewantara Sibuhuan sejak akhir Februari lalu. Dimana dengan beroperasinya Indomaret meski tanpa izin resmi dari Pemkab Palas, seolah Pemkab Palas tidak dihargai. “Dengan masih beroperasinya Indomaret itu berarti pemkab tidak ada apa-apanya dianggap, sebab […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 28)

    MARSIDAO-DAO (episode 28)

    • calendar_month Kamis, 9 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Kuhur-kuhur Si Siti i dapur, marsiuman-umanan dohot sora ni tarahim i masojid. Mardahan manggule i marayak kotu Subuh, ima nangkan na giot kehe marsidao-dao. Dung sumbayang Subuh, ipalalusa mangan i dapur i sada-sadasa. Pinomparna na modom dope mungkor marsitune-tunean. Marayak mangalao tingon bagas i, ingotisa Si Poso i pantar […]

  • Inspektorat Madina : Kades Batang Gadis Wajib Kebalikan Gaji Dobel yang Diterima

    Inspektorat Madina : Kades Batang Gadis Wajib Kebalikan Gaji Dobel yang Diterima

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – (Mandailing Online) –  Masih ingat Erwinsyah Pasaribu seorang Kepala Desa Batang Gadis, di Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) yang nekat memiliki dua jabatan dan penerimaan gaji yang dobel dari negara. Inspektorat Madina menegaskan sang Kades harus mengembalikan uang negara jika benar terima 2 sumber gaji yang berasal dari APBD. […]

  • Ketika Cinta Ditolak, Iman Ditabrak?

    Ketika Cinta Ditolak, Iman Ditabrak?

    • calendar_month Selasa, 11 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Cinta ditolak, dukun bertindak! Begitulah kalimat yang dulu sempat popular bagi pejuang cinta yang menabrak akal sehatnya demi mengejar atau juga melampiaskan sakit hati pada lawan jenisnya. Namun saat ini, dukun tidak lagi diminati. Karena mungkin, kerjanya terlalu bertele-tele apalagi jika sampai merogok kocek yang hingga kendor. […]

  • Pegawai Dishub Binjai Cekik Wartawan

    Pegawai Dishub Binjai Cekik Wartawan

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BINJAI- Malam hari raya Idul Adha di Kota Binjai memang terlihat ramai, seluruh masyarakat berbondong-bondong mengendarai sepeda motor menuju pusat kota guna menyaksikan pawai takbir yang dilepas Wali Kota Binjai Idaham. Akibatnya, sejumlah ruas jalan di Kota Rambutan itu menjadi macat diantaranya, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Veteran, Jalan Kartini, Jalan Sultan Hasanuddin dan masih ada […]

expand_less