Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Nama Bandara Abdul Haris Nasution Bentuk Penghargaan terhadap Jasa Pahlawan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 2 Okt 2024
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penyematan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution sebagai nama bandar udara (bandara) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) merupakan bentuk penghargaan atas jasa pahlawan nasional yang berasal dari Bumi Gordang Sambilan.

Perjalanan penamaan bandar udara di Bukitmalintang itu juga panjang. Mulai dari diskusi, pengambilan keputusan, surat bupati kepada pemerintah provinsi dan pusat, surat pernyataan dari keluarga Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, sampai kemudian ditetapkan.

“Itu penghargaan kita, masyarakat dan Pemkab Madina, atas jasa-jasa beliau kepada bangsa ini,” kata Bupati Madina HM Jakfar Sukhairi Nasution saat dibincangi wartawan di Kecamatan Panyabungan, Selasa (1/10/2024) malam.

Lebih lanjut, Sukhairi menjelaskan penyematan nama satire ‘Bandara Insyaallah’ oleh masyarakat karena pembangunan yang tak kunjung selesai mendorong Pemkab Madina untuk menuntaskan pembangunannya. “Sembari dalam hal itu tentu harus disiapkan namanya,” lanjut bupati.

Dia menerangkan, kelanjutan pembangunan Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution merupakan prestasi tersendiri, karena berlangsung di tengah situasi anggaran yang tidak maksimal.

“Itu ada situasi Covid, refocusing anggaran, tapi Pemkab Madina bertekad dan berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk melanjutkan pembangunan bandara,” ungkapnya.

Di sisi lain, bupati dan wakil bupati menimbang nama besar dan jasa Jenderal Besar Abdul Haris Nasution bagi bangsa ini patut dikenang. “Itu murni dari kami pemilihan nama itu,” tutur ketua DPW PKB Sumut ini.

Bupati Sukhairi mengungkapkan, pada pemerintahan sebelumnya sudah ada rencana membangun monumen untuk Jenderal Besar Abdul Haris Nasution. “Tapi, ada semacam perbedaan pendapat yang tak selesai sampai hari ini, apa dibangun patung atau monumen,” ungkapnya.

Pembangunan monumen atau patung, jelas Sukhairi, belum menjadi prioritas pada masa pemerintahannya karena berbagai hal. Pertama, kondisi keuangan daerah yang tidak ideal karena refocusing dan tahun politik. Kedua, gaungnya hanya skop kabupaten yang dipandang tidak maksimal dalam membesarkan nama mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu.

“Kalau monumen kita bangun tidak fundamental dan gaungnya, kan, hanya di kabupaten ini. Kalau nama bandara gaungnya lebih luas, nasional,” sebut Bupati Sukhairi.

Dia menutup keterangannya dengan memaparkan perjalanan penamaan bandar udara di Bukitmalintang itu. Mulai dari diskusi, pengambilan keputusan, surat bupati kepada pemerintah provinsi dan pusat, surat pernyataan dari keluarga Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, sampai kemudian ditetapkan.

Pemberian nama pahlawan untuk bandar udara bukan hal baru di dunia. Di Indonesia pun banyak bandar udara yang memakai nama pahlawan sebagai bentuk kebanggaan dan penghormatan. Beberapa di antaranya Soekarno-Hatta, Adi Soemarno, I Gusti Ngurah Rai, Halim Perdanakusuma, Jenderal Ahmad Yani, Djoeanda (Juanda), dan Sultan Hasanuddin. (dahlan batubara)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Masih Usut Motif Pembunuhan Abdullah

    Polisi Masih Usut Motif Pembunuhan Abdullah

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA SIPONGI (Mandailing Online) : Pihak polisi masih melakukan penyelidikan motif pembunuhan terhadap Abdullah, warga perumahan relokasi Afgas, Kecamatan Muarasipongi, Mandailing Natal. Jenazah Abdullah (21) ditemukan di dalam jurang jalan Lintas Sumatera sedalam 30 meter di kawasan Ai Molili, Bukit Dua Belas, Dusun Pinyongek, Desa Ranjo Batu, Kecamatan Muarasipongi, Senin (1/2) sekira pukul 06.30 Wib. […]

  • BANDARA DI TENGAH JALAN ASPAL (bagian 3-selesai)

    BANDARA DI TENGAH JALAN ASPAL (bagian 3-selesai)

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BELAJAR DARI SUSI AIR: JANGAN SAMPAI MADINA MENGULANG SIKLUS LAMA DENGAN WAJAH BARU   Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Subsidi Bisa Membuka Jalur, Tapi Tidak Bisa Menggantikan Ekosistem   Ada pelajaran mahal yang seharusnya tidak dilupakan Madina. Dulu kawasan Tabagsel pernah mencoba membangun konektivitas udara melalui Susi Air. Rute Aek Godang–Kualanamu sempat hidup dengan […]

  • Agar Harga Karet Naik, Pemerintah Didesak Pakai Karet Alam Untuk Aspal

    Agar Harga Karet Naik, Pemerintah Didesak Pakai Karet Alam Untuk Aspal

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah didesak segera mendorong pemakaian karet alam untuk campuran aspal jalan di Indonesia dalam upaya mengangkat harga karet alam yang terus terpuruk. Pemerintah jangan hanya mengandalkan pada luar negeri dalam persoalan pemasaran karet alam, sebab berbagai proyek infrastruktur jalan di Indonesia bisa mendongkrak pemakaian karet alam di dalam negeri. Jika pemerintah […]

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (3-habis)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (3-habis)

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Oleh: Askolani Nasution SASTRA ENTERTAINMENT Sastra dalam lirik lagu patut ditandai sebagai bentuk sastra. Tentu karena kita meyakini bahwa lirik lagu merupakan musikalisasi puisi. Hal ini menjadi penting karena pada saat sastra literer Mandailing meredup, musikalisasi puisi tersebut menguat perannya. Lirik lagu Mandailing bukan hanya ungkapan perasaan, tetapi beberapa penulis lagu ternyata mampu menyelipkan berbagai […]

  • Rencana Produksi 10.000 Ton per Tahun Pabrik Pupuk Segera Beroperasi di Sumut

    Rencana Produksi 10.000 Ton per Tahun Pabrik Pupuk Segera Beroperasi di Sumut

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Permasalahan kelangkaan pupuk yang sering terjadi di Sumut tampaknya akan mulai berkurang tahun ini seiring dengan beroperasinya pabrik pupuk yang diperkirakan memproduksi 10.000 ton pupuk per tahun. Direktur PT Agro Tani Marisi Tulus P Sitorus mengatakan, pabrik yang mereka bangun tersebut merupakan salah satu wujud mencapai ketahanan pangan nasional. “Kehadiran industri kompleks pupuk terpadu, […]

  • Usia Masih Baru, SMA Negeri 2 Siabu Gemilang

    Usia Masih Baru, SMA Negeri 2 Siabu Gemilang

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Meski barus berusia muda, SMA Negeri 2 Siabu  termasuk sekolah yang mampu bersaing di Kecamatan Siabu dengan sekolah lain. Soalnya SMA Negeri 2 ini yang berdiri pada tahun 2013  sudah mampu meraih berbagai prestasi, dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang mereka proleh, teramusk di bidang seni. Sekolah ini memenangi perlombaan bidang seni […]

expand_less