Konsistensi Pemda Madina Dipertanyakan.Publik Soroti Pernyataan Bupati Tentang Disiplin
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Aktivis mahasiswa Mandailing Natal, Rio Wahyudi ( ist )
MADINA||Mandailing Online – Pernyataan H. Saipullah Nasution yang menilai masyarakat kurang disiplin dalam pembukaan tradisi lubuk larangan di Mandailing Natal menuai sorotan keras dari kalangan mahasiswa. Aktivis mahasiswa Mandailing Natal, Rio Wahyudi, mempertanyakan konsistensi pemerintah daerah dalam tata kelola Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Pernyataan soal ketidakdisiplinan masyarakat itu sah-sah saja, tetapi publik juga berhak mempertanyakan apakah pemerintah daerah sudah sepenuhnya disiplin dalam mengelola ASN,” tegas Rio pada wartawan Selasa 24/3/2026.
Ia menyoroti sejumlah isu yang berkembang, seperti mutasi ASN, pengunduran diri beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga dugaan adanya tekanan terhadap ASN tertentu untuk mengundurkan diri dari jabatan maupun dari lingkungan birokrasi di Mandailing Natal.
Rio menilai bahwa jika dugaan tersebut benar adanya, maka hal itu justru berpotensi mencederai prinsip profesionalitas dan netralitas ASN. “Jangan sampai standar disiplin hanya diberlakukan ke masyarakat, sementara di internal pemerintah sendiri masih menyisakan tanda tanya,” ujarnya.
Tradisi lubuk larangan, lanjutnya, merupakan simbol ketaatan terhadap aturan bersama yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Oleh karena itu, nilai-nilai tersebut semestinya juga tercermin dalam kepemimpinan daerah.
Rio juga mendorong adanya transparansi dari pemerintah daerah terkait kebijakan strategis, khususnya menyangkut mutasi ASN dan dinamika di tubuh OPD. “Alangkah baiknya setiap pemimpin bercermin terlebih dahulu sebelum menyampaikan kritik kepada masyarakat. Dengan begitu, kepercayaan publik dapat terjaga,” tutupnya.(*)
- Penulis: Muhammad Hanapi

