Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Alame Mandailing Rozi Nasution: Mengangkat Cita Rasa Tradisional ke Pasar Nasional

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Armi Fadhilah Lubis
Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Andalas

 

Di tengah berkembangnya industri kuliner modern, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis tradisional tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satunya adalah usaha “Alame Mandailing Rozi Nasution” yang berlokasi di Kotasiantar, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, yang berdiri sejak tahun 2012. Usaha ini hadir sebagai bentuk komitmen untuk melestarikan sekaligus mempopulerkan makanan khas daerah, khususnya alame atau dodol khas Mandailing.

UMKM ini dimiliki oleh Rozi Nasution, seorang pelaku usaha yang memiliki semangat besar dalam memajukan produk lokal. Ia mendirikan usahanya dengan tujuan sederhana namun bermakna, yaitu memperkenalkan alame sebagai salah satu makanan khas Mandailing yang dapat dikenal luas oleh masyarakat, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga hingga nasional.

Rozi Nasution mengungkapkan bahwa ide mendirikan usaha ini berawal dari keinginannya untuk melestarikan kuliner tradisional yang mulai tergeser oleh makanan modern. “Saya ingin alame tidak hanya dikenal di kampung sendiri, tetapi juga bisa dinikmati oleh masyarakat luas, termasuk para perantau,” ujarnya.

Produk alame

Dalam menjalankan usahanya, Rozi memiliki visi untuk menjadikan alame sebagai produk khas yang diminati oleh berbagai kalangan. Sementara itu, misinya adalah menjadikan alame sebagai produk UMKM unggulan yang dicari masyarakat luas, khususnya produk alame dari usahanya.

Selain memproduksi alame, UMKM ini juga menawarkan berbagai produk lainnya seperti sasagun, kipang, dan pisang gula. Ragam produk tersebut menunjukkan upaya diversifikasi yang dilakukan untuk menarik minat konsumen sekaligus memperluas pasar.

Proses Produksi Alame
Dalam proses produksinya, alame dibuat dari bahan-bahan alami seperti tepung ketan, gula merah, santan kelapa, dan bahan tambahan lainnya yang menjaga cita rasa khas tradisional. Proses pembuatan alame sendiri masih dilakukan secara tradisional, dengan teknik memasak yang membutuhkan waktu dan ketelatenan tinggi agar menghasilkan tekstur dan rasa yang sempurna.

Peralatan yang digunakan dalam produksi pun masih sederhana, seperti kuali besar, tungku, dan alat pengaduk tradisional. Namun demikian, kualitas produk tetap menjadi prioritas utama. “Kami menjaga kualitas dari bahan baku hingga proses pembuatan agar rasa alame tetap autentik,” tambah Rozi.

Tahap memasak alame

Dalam hal pemasaran, UMKM ini telah memanfaatkan berbagai strategi, termasuk penggunaan media sosial untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Selain itu, pemasaran juga dilakukan secara langsung melalui toko oleh-oleh dan jaringan pelanggan yang sudah tersebar di berbagai daerah.

Menariknya, produk alame dari Rozi Nasution telah menembus pasar nasional. Hal ini tidak lepas dari peran para perantau Mandailing yang turut memperkenalkan produk tersebut ke daerah lain sebagai buah tangan khas kampung halaman.

Dari sisi ekonomi, usaha ini memberikan kontribusi yang cukup signifikan. Dengan biaya produksi harian yang disesuaikan dengan jumlah pesanan, produk alame dijual dengan harga yang terjangkau sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Omzet yang diperoleh pun cukup stabil setiap bulannya, terutama saat permintaan meningkat.

UMKM ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Para karyawan yang bekerja diberikan pelatihan khusus, terutama dalam hal teknik produksi dan menjaga kualitas produk. Hal ini dilakukan agar setiap produk yang dihasilkan tetap konsisten dan sesuai standar.

Seperti halnya usaha lainnya, Rozi Nasution juga menghadapi berbagai tantangan, terutama pada masa awal merintis usaha. Salah satu tantangan terberat adalah memperkenalkan produk kepada masyarakat luas dan membangun kepercayaan konsumen. Namun, dengan ketekunan dan konsistensi dalam menjaga kualitas, perlahan usaha ini mulai dikenal.

Produk Alame
Motivasi utama Rozi dalam menjalankan usaha ini adalah keinginan untuk melestarikan warisan kuliner daerah sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar. Ia percaya bahwa produk lokal memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik.

Respon pelanggan terhadap produk alame ini pun sangat positif. Banyak pelanggan yang merasa puas dengan rasa dan kualitas yang ditawarkan. Bahkan, tidak sedikit pelanggan yang kembali membeli dan merekomendasikan produk ini kepada orang lain. Ada pula cerita unik dari pelanggan yang sengaja memesan dalam jumlah besar untuk dibawa ke luar daerah sebagai oleh-oleh khas Mandailing. “Rasanya sangat khas dan berbeda dari dodol lain. Manisnya pas dan teksturnya lembut. Saya sering membawanya ke Medan untuk oleh-oleh,” ungkap Desi, pelanggan alame ini.

Keunggulan utama dari usaha ini terletak pada cita rasa autentik yang tetap dipertahankan serta penggunaan bahan-bahan alami. Hal ini menjadi nilai tambah yang membedakan produk alame Rozi Nasution dengan produk sejenis di pasaran.

Dalam menghadapi berbagai tantangan, Rozi terus berupaya mencari solusi, seperti meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta memanfaatkan teknologi digital. Ia juga terus belajar dan berinovasi agar usahanya dapat berkembang lebih baik lagi.

Permintaan terhadap produk alame biasanya meningkat pada momen-momen tertentu, seperti hari raya dan musim liburan. Pada saat tersebut, produksi pun ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang melonjak.

Ke depan, Rozi Nasution berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon kuliner khas Mandailing yang dikenal secara luas. Ia juga berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk mengembangkan produk lokal agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, UMKM Alame Mandailing Rozi Nasution menjadi contoh nyata bagaimana usaha kecil dapat memberikan dampak besar, baik dalam pelestarian budaya maupun peningkatan ekonomi masyarakat.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Pertama Kerja Anggota DPRD Pasca Dilantik, Kantor DPRD Madina Sepi

    Hari Pertama Kerja Anggota DPRD Pasca Dilantik, Kantor DPRD Madina Sepi

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasca dilantiknya 40 Anggota DPRD Madina, hari ini merupakan hari pertama masuk kerja. Namun pantauan Mandailing Online, Kantor DPRD yang beralamat di komplek perkantoran bupati di bukit payaloting, aek godang Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan terlihat sepi. Tak ada aktifitas berarti di gedung dewan itu, demimian juga anggota DPRD nya belum ada […]

  • Kontraktor Mulai Kerjakan Peningkatan Jalan Simpang Siobon-Aek Mata dan Aek Godang -Hutabargot

    Kontraktor Mulai Kerjakan Peningkatan Jalan Simpang Siobon-Aek Mata dan Aek Godang -Hutabargot

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ):Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Madina lewat pemenang tender proyek mulai mengerjakan Pembangunan ruas jalan simpang Siobon – Aek Mata Kecamatan Panyabungan. Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPR Madina Rajab Asri mengatakan Pembangunan jalan tersebut dikerjakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2024.” Ruas Jalan tersebut dibangun secara bertahap, tahun […]

  • Pj Bupati Madina akan Panggil PT GLP

    Pj Bupati Madina akan Panggil PT GLP

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Pj Bupati Mandailing Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofyan akan memanggil PT Gruti Lestari Pratama (GLP) terkait belum jelasnya kebun plasma terhadap masyarakat. Demikian disampaikan Kabag Humas Taufik Lubis kepada MedanBisnis, Rabu (27/10), di Panyabungan. Menurut Taufik, persoalan plasma merupakan hal yang wajib bagi setiap perusaan perkebunan yang diperuntukkan untuk mesyarakat sekitar. Apalagi, perusahaan itu […]

  • Maret Berdarah di Sumatera Timur

    Maret Berdarah di Sumatera Timur

    • calendar_month Kamis, 24 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tanah itu tak luas. Ukurannya hanya sekitar 2 x 3 meter. Kondisinya tampak tak terurus. Rumput tumbuh sembarang. Lokasinya berada di halaman depan Masjid Raya Tuan Ahmadsyah, Tanjung Balai, sekitar empat meter dari bangunan masjid. Tak banyak orang yang tahu bahwa tanah tersebut adalah sebuah kuburan massal. Sebanyak 73 nama terpahat di nisan tersebut. Mereka […]

  • Ratusan Hektar Padi Usia Panen Terrendam Banjir

    Ratusan Hektar Padi Usia Panen Terrendam Banjir

    • calendar_month Senin, 22 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Curah hujan yang tinggi dalam satu minggu terakhir mengakibatkan ratusan hektar padi siap panen di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terendam oleh banjir. Sejumlah petani menyebutkan, Minggu (21/10) bahwa tanaman padi mereka sudah terrendam sejak Jum’at. Hamparan sawah terrendam air akibat meluapnya dua sungai di kawasan itu, yakni […]

  • Gaji SBY naik, daerah bangkrut

    Gaji SBY naik, daerah bangkrut

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Rencana menaikkan gaji presiden dipandang dapat menimbulkan dampak negatif terhadap anggaran keuangan daerah. Kenaikan gaji presiden yang akan diikuti dengan kenaikan sekitar 8000 pejabat negara lainnya hingga ke daerah akan menguras anggaran daerah. “Kalau presiden naik gaji, pejabat naik juga, akan bebani APBD karena kepala daerah juga akan ikut naik,” ujar Koordinator Investigasi […]

expand_less