Jumat, 15 Mei 2026
light_mode

Alame Mandailing Rozi Nasution: Mengangkat Cita Rasa Tradisional ke Pasar Nasional

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh: Armi Fadhilah Lubis
Mahasiswa Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Andalas

 

Di tengah berkembangnya industri kuliner modern, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis tradisional tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satunya adalah usaha “Alame Mandailing Rozi Nasution” yang berlokasi di Kotasiantar, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, yang berdiri sejak tahun 2012. Usaha ini hadir sebagai bentuk komitmen untuk melestarikan sekaligus mempopulerkan makanan khas daerah, khususnya alame atau dodol khas Mandailing.

UMKM ini dimiliki oleh Rozi Nasution, seorang pelaku usaha yang memiliki semangat besar dalam memajukan produk lokal. Ia mendirikan usahanya dengan tujuan sederhana namun bermakna, yaitu memperkenalkan alame sebagai salah satu makanan khas Mandailing yang dapat dikenal luas oleh masyarakat, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga hingga nasional.

Rozi Nasution mengungkapkan bahwa ide mendirikan usaha ini berawal dari keinginannya untuk melestarikan kuliner tradisional yang mulai tergeser oleh makanan modern. “Saya ingin alame tidak hanya dikenal di kampung sendiri, tetapi juga bisa dinikmati oleh masyarakat luas, termasuk para perantau,” ujarnya.

Produk alame

Dalam menjalankan usahanya, Rozi memiliki visi untuk menjadikan alame sebagai produk khas yang diminati oleh berbagai kalangan. Sementara itu, misinya adalah menjadikan alame sebagai produk UMKM unggulan yang dicari masyarakat luas, khususnya produk alame dari usahanya.

Selain memproduksi alame, UMKM ini juga menawarkan berbagai produk lainnya seperti sasagun, kipang, dan pisang gula. Ragam produk tersebut menunjukkan upaya diversifikasi yang dilakukan untuk menarik minat konsumen sekaligus memperluas pasar.

Proses Produksi Alame
Dalam proses produksinya, alame dibuat dari bahan-bahan alami seperti tepung ketan, gula merah, santan kelapa, dan bahan tambahan lainnya yang menjaga cita rasa khas tradisional. Proses pembuatan alame sendiri masih dilakukan secara tradisional, dengan teknik memasak yang membutuhkan waktu dan ketelatenan tinggi agar menghasilkan tekstur dan rasa yang sempurna.

Peralatan yang digunakan dalam produksi pun masih sederhana, seperti kuali besar, tungku, dan alat pengaduk tradisional. Namun demikian, kualitas produk tetap menjadi prioritas utama. “Kami menjaga kualitas dari bahan baku hingga proses pembuatan agar rasa alame tetap autentik,” tambah Rozi.

Tahap memasak alame

Dalam hal pemasaran, UMKM ini telah memanfaatkan berbagai strategi, termasuk penggunaan media sosial untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Selain itu, pemasaran juga dilakukan secara langsung melalui toko oleh-oleh dan jaringan pelanggan yang sudah tersebar di berbagai daerah.

Menariknya, produk alame dari Rozi Nasution telah menembus pasar nasional. Hal ini tidak lepas dari peran para perantau Mandailing yang turut memperkenalkan produk tersebut ke daerah lain sebagai buah tangan khas kampung halaman.

Dari sisi ekonomi, usaha ini memberikan kontribusi yang cukup signifikan. Dengan biaya produksi harian yang disesuaikan dengan jumlah pesanan, produk alame dijual dengan harga yang terjangkau sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan. Omzet yang diperoleh pun cukup stabil setiap bulannya, terutama saat permintaan meningkat.

UMKM ini juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Para karyawan yang bekerja diberikan pelatihan khusus, terutama dalam hal teknik produksi dan menjaga kualitas produk. Hal ini dilakukan agar setiap produk yang dihasilkan tetap konsisten dan sesuai standar.

Seperti halnya usaha lainnya, Rozi Nasution juga menghadapi berbagai tantangan, terutama pada masa awal merintis usaha. Salah satu tantangan terberat adalah memperkenalkan produk kepada masyarakat luas dan membangun kepercayaan konsumen. Namun, dengan ketekunan dan konsistensi dalam menjaga kualitas, perlahan usaha ini mulai dikenal.

Produk Alame
Motivasi utama Rozi dalam menjalankan usaha ini adalah keinginan untuk melestarikan warisan kuliner daerah sekaligus meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar. Ia percaya bahwa produk lokal memiliki potensi besar jika dikelola dengan baik.

Respon pelanggan terhadap produk alame ini pun sangat positif. Banyak pelanggan yang merasa puas dengan rasa dan kualitas yang ditawarkan. Bahkan, tidak sedikit pelanggan yang kembali membeli dan merekomendasikan produk ini kepada orang lain. Ada pula cerita unik dari pelanggan yang sengaja memesan dalam jumlah besar untuk dibawa ke luar daerah sebagai oleh-oleh khas Mandailing. “Rasanya sangat khas dan berbeda dari dodol lain. Manisnya pas dan teksturnya lembut. Saya sering membawanya ke Medan untuk oleh-oleh,” ungkap Desi, pelanggan alame ini.

Keunggulan utama dari usaha ini terletak pada cita rasa autentik yang tetap dipertahankan serta penggunaan bahan-bahan alami. Hal ini menjadi nilai tambah yang membedakan produk alame Rozi Nasution dengan produk sejenis di pasaran.

Dalam menghadapi berbagai tantangan, Rozi terus berupaya mencari solusi, seperti meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta memanfaatkan teknologi digital. Ia juga terus belajar dan berinovasi agar usahanya dapat berkembang lebih baik lagi.

Permintaan terhadap produk alame biasanya meningkat pada momen-momen tertentu, seperti hari raya dan musim liburan. Pada saat tersebut, produksi pun ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang melonjak.

Ke depan, Rozi Nasution berharap usahanya dapat terus berkembang dan menjadi salah satu ikon kuliner khas Mandailing yang dikenal secara luas. Ia juga berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk mengembangkan produk lokal agar tetap lestari di tengah arus modernisasi.

Dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, UMKM Alame Mandailing Rozi Nasution menjadi contoh nyata bagaimana usaha kecil dapat memberikan dampak besar, baik dalam pelestarian budaya maupun peningkatan ekonomi masyarakat.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Madina Bertemu Menteri Perhubungan, Bandara Madina Kian Berprogres

    Bupati Madina Bertemu Menteri Perhubungan, Bandara Madina Kian Berprogres

    • calendar_month Jumat, 10 Agt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Pertemuan antara Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution dengan Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, di Jakarta, menghasilkan titik terang perceoaan pembangunan bandar udara di daerah ini. Pertemuan yang berlangsung pada 8 Agustus 2018 di Kementerian Perhubungan RI itu membahas progres-progres lanjutan pembangunan bandara yang berada di Bukit Malintang, Mandailing […]

  • Perambahan Hutan di Hulu Sungai Bintuas Meresahkan

    Perambahan Hutan di Hulu Sungai Bintuas Meresahkan

    • calendar_month Rabu, 8 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Perambahan hutan di hulu Sungai Bintuas, Dusun Aek Putih, Desa Adangkahan, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meresahkan masyarakat, karena sudah berdampak pada berkurangnya debit air di sungai tersebut. Demikian disampaikan anggota DPRD Madina Komisi II DPRD Madina, H Sariful Sarling Lubis kepada MedanBisnis, Selasa (7/2), di Panyabungan. Ia mengatakan itu sesuai laporan […]

  • RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

    RUPST BNI Setujui Dividen Rp13 Triliun dan Buyback Saham Rp905 Miliar

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Jakarta ( Mandailing Online )- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp13,03 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Senin (9/3/2026). Dividen tersebut setara 65% dari laba bersih konsolidasian yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp20,04 triliun. Corporate Secretary BNI […]

  • Polres Madina Temukan 3 Ha Ladang Ganja

    Polres Madina Temukan 3 Ha Ladang Ganja

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sita 2 Senjata Api dari Tersangka Pemilik Kebun PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kebun ganja seluas sekitar 3 hektar kembali ditemukan di perbukitan Tor Sihite, Panyabungan Timur, Mandailing Natal, Jum’at (8/4/1016). Ladang itu ditemukan tim Polres Madina pukul 06.00 Wib yang melakukan penyisiran di perbukitan itu. Jumlah batang tanaman ganja yang ditemukan sebanyak sekitar 5.000 batang […]

  • Jika Masyarakat Adat Diakui, Akan Tercipta Pembangunan Berdasar Kearifan Lokal

    Jika Masyarakat Adat Diakui, Akan Tercipta Pembangunan Berdasar Kearifan Lokal

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ULU PUNGKUT (Mandailing Online) – Pengakuan terhadap masyarakat adat memiliki dampak positif bagi kelangsungan pembangunan di Mandailing Natal (Madina) yang harmonis serta terjaganya alam dari penjarahan perusahaan kapitalis yang rakus. Dampak positifnya juga mudahnya pemerintah daerah menyeselasikan sengketa antara masyarakat dengan investor yang bergerak di sektor pertambangan dan perkebunan. Sampai saat ini Madina belum memiliki […]

  • Sekda Madina dan Kabag Hukum Diperiksa Mabes Polri

    Sekda Madina dan Kabag Hukum Diperiksa Mabes Polri

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt.Sekda Kabupaten Mandailing Natal, Syafei Lubis dan Kabag Hukum, Alamulhaq Daulay diperiksa di Mabes Polri terkait pencabutan izin KP USU. Menjawab wartawan via telefon seluler, Selasa (29/9), Alamulhaq Daulay membenarkan adanya pemeriksaan itu pada Senin (28/9). Pihak Mabes Poliri memeriksa kedua pejabat Pemkab Mandailing Natal (Madina) itu menyusul adanya pengaduan […]

expand_less