Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Aksi Pengarakan Bendera Merah oleh PAM Unair

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Jul 2011
  • print Cetak


Aksi Pengarakan Bendera Merah Sepanjang Putih 54 Meter dan Penutupan jalan Airlangga depan pintu masuk kampus B Unair selama 54 Menit 54 detik. Aksi yang di pimpin koordinator aksi Dani Samuel ini mengambil Angka 54 yang merupakan simbol nasionalisasi Unair tahun 1954.
*
Kawan-kawan sekalian, beberapa waktu ini telah dilangsungkan
proses verifikasi data maba Unair yang diterima lewat jalur SNMPTN. Bagi
sebagian mahasiswa yang tidak lolos SNMPTN banyak yang memilih seleksi jalur
mandiri agar bisa masuk Unair, tentunya dengan resiko biaya masuk yang lebih
“sensasional” daripada jalur SNMPTN. Walaupun sampai saat ini tidak ada
transparansi mengenai kebenaran defisit anggaran Unair, skema baru kenaikan
biaya dengan sistem proporsional yang tetap sangat memberatkan para
mahasiswa baru, masih tetap di jalankan.

Hal tersebut terbukti ketika para mahasiswa baru melakukan
verifikasi data (bukan pendaftaran ulang) yang menentukan besaran nominal
yang di harus di bayar mahasiswa baru dengan sistem proporsional tersebut.
Banyak orang tua mahasiswa baru yang mengeluh dengan sistem tersebut yang
tetap saja membebankan biaya SP3 (Uang Gedung) yang sangat mahal kepada
mahasiswa. Apalagi pembayaran SP3 ini harus tunai dan tidak boleh dicicil,
sehingga beberapa orang tua mahasiswa merasa keberatan untuk melunasinya.
Bilamana orang tua mahasiswa tidak mempunyai uang, pihak birokrasi Unair
hanya memberikan tawaran agar para orang tua meminjam uang dari bank untuk
melunasi biaya masuk tersebut. Inilah wajah kampus Unair yang katannya *Pro
Poor * (Pro keluarga miskin), sangat arogan memaksa calon mahasiswa untuk
membayar di luar kemampuannya.

Berdasarkan kondisi diatas, kami kemudian membuat aksi simbolis
Pengarakan Bendera Merah Putih 54 Meter. Bendera sepanjang 54 meter ini
adalah untuk melambangkan tahun diresmikannya Unair oleh Presiden pertama
Indonesia Bung Karno, yang sejarahnya berasal dari dua lembaga pendidikan
kolonial Belanda bernama NIAS dan STOVIT yang dinasionalisasi oleh para
pejuang kemerdekaan untuk kepentingan rakyat di sektor pendidikan.

Aksi simbolis ini bertujuan untuk mengingatkan kembali bahwa
nasionalisasi Unair tahun 1954 bukanlah ingin menjadikan kampus Unair ini
sebagai kampus yang mahal, namun menjadikannya kampus yang terjangkau oleh
semua kalangan rakyat. Namun sayangnya, amnesia sejarah ternyata masih tetap
terjadi. Terjadi permufakatan jahat antara Rezim Neoliberal SBY-Boediono,
Menteri Pendidikan Nasional dan Pejabat struktural Unair, untuk menggadaikan
kampus Unair kepada kaum pemodal dan tiga setan dunia (IMF, World Bank,
WTO). Rasa kebangsaan yang digembor-gemborkan dalam Kongres Pancasila di
Unair beberapa waktu lalu, ternyata tak lebih hanyalah pepesan kosong, tak
terwujud di lapangan.

Oleh karena itulah, dalam aksi damai ini kami dari Forum
Advokasi Mahasiswa Universitas Airlangga menyatakan sikap :

1. Menuntut kepada Pejabat Unair, Menteri Pendidikan Nasional dan
Pemerintahan SBY-Boediono untuk segera membatalkan kenaikan biaya pendidikan
di Unair karena kebijakan tersebut adalah simbol pelupaan dan pengkhianatan
sejarah perjuangan nasionalisasi Unair dari tangan Kolonial Belanda.

2. Kasus kenaikan Biaya SP3 di Unair semakin menunjukkan tentang
bahaya neoliberalisme Pendidikan yang pasti akan di ikuti dengan kenaikan
biaya kuliah, Pemadatan Kurikulum, pungutan liar dalam dunia pendidikan.

3. Hancurkan Neoliberalisme yang terbukti hanya akan membawa
keuntungan bagi segelintir orang dan sebaliknya akan menyengsarakan banyak
orang.

Kawan di Tanah Unair ini tertulis sebuah cerita tentang perjuangan
gigih anak bangsa untuk menasionalisasi aset Kolonial Belanda menjadi milik
rakyat Indonesia. Di tanah Surabaya ini ! tertulis cerita, dulu tahun 1945
arek-arek Surabaya dan Rakyat Jawa Timur tidak pernah takut serta mundur
menghadapi gempuran kaum kolonial Sekutu. Di tanah air Indonesia ini ! tentu
masih sangat terasa bagi kita semua bau anyir ceceran darah dari para
pejuang kemerdekaan. Jadi sekali lagi kami serukan kepada kawan-kawan
sekalian, *“Jangan pernah takut dan mundur dalam melawan penjajahan gaya
baru di Universitas Airlangga maupun di Indonesia umumnya”*.
*Juru Bicara FAM Unair*

* *

*Angela Sima Nariswari Mahasiswa Kedokteran Unair
08385566400*

*Albertus Beny Mahasiswa Farmasi Unair
085732584042 ***

* *

*NB : FAM UNAIR juga membuka “Posko Gerakan Merah Putih 1954” bagi
kawan-kawan yang ingin bersolidaritas mengumpulkan bendera dan pengaduan
kasus bagi kawan-kawan mahasiswa baru terkait kenailkan SP3. Bertempat di
depan perpustakaan kampus B Unair dan Depan Auditorium Kampus C Unair. *

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Korupsi Kades Hutaraja Terus Mencuat. Kegiatan Keagamaan dan Budaya Juga Diduga Takrealisasi

    Dugaan Korupsi Kades Hutaraja Terus Mencuat. Kegiatan Keagamaan dan Budaya Juga Diduga Takrealisasi

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – (Mandailing Online) – Ternyata selain  gaji aparat desa, insentif BPD, Guru Magrib mengaji, Kepala MDA, Bilal Mayit, serta insentif petugas Kesehatan desa yang diduga digelapkan Rahmad Parmonangan selaku Kepala Desa Hutajara Panyabungan Selatan, Madina. Uang kegiatan Program Keagamaan serta Kebudayaan juga di diduga diembat. Ratusan Juta Anggaran Dana Desa dan Dana Desa Tahun […]

  • Biografi Willem Iskander: Syarat Kunci Pengusulan Pahlawan Nasional?

    Biografi Willem Iskander: Syarat Kunci Pengusulan Pahlawan Nasional?

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Ole: Muhammad Ludfan Nasution Anggota Komunitas Pengusul Willem Iskander Pahlawan Nasional   Ada satu pertanyaan yang jarang muncul dalam diskusi tentang Willem Iskander. Padahal pertanyaan ini mungkin lebih penting daripada seminar, webinar, bahkan rekomendasi politik. Pertanyaannya sederhana: Sudahkah kita memiliki biografi Willem Iskander yang cukup kuat untuk mengantarkannya menjadi Pahlawan Nasional? Banyak orang mungkin […]

  • Tarutung Tambangan Go Market (2-selesai)

    Tarutung Tambangan Go Market (2-selesai)

    • calendar_month Jumat, 11 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Para kepala desa dan camat Tambangan sudah menggodok moment Tarutung Tambangan itu. Namanya: Pekan Raya Durian Tambangan. Pekan Raya ini akan berlangsung besok, Sabtu hingga Minggu, tanggal 12-13 Pebruari 2022. Lokasinya: pinggir Jalan Lintas Sumatera titik Laru Baringin, sekitar 1 km setelah pasar Laru jika kita datang dari arah Panyabungan. Momen ini kali […]

  • 14 Ranperda Terpendam 1 Tahun di DPRD Palas

    14 Ranperda Terpendam 1 Tahun di DPRD Palas

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS (Mandailing Online) – Sebanyak 14 rancangan peraturan daerah (Ranperda) Kabupaten Palas terpendam hampir satu tahun lamanya di Sekretariat DPRD Palas dan tidak dibahas oleh anggota DPRD Palas atau sejak 2012. Dimana sesuai hasil informasi dari sekretariat DPRD Palas, berdasarkan surat Bupati No.1888-34/8061/2012 tanggal 12 Desember TA 2012 dan Nomor 180/596/2013 tanggal 30 Januari 2013 […]

  • Lahan PT GPL Kurang, Masyarakat Sinunukan Meradang

    Lahan PT GPL Kurang, Masyarakat Sinunukan Meradang

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Masyarakat Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), meradang. Kebun plasma kelapa sawit yang dijanjikan PT Gruti Pratama Lestari (GPL), hingga kini tak kunjung terealisasi. Warga meradang, anggota dewan tak tinggal diam. Komisi II DPRD Madina lantas memanggil pihak perkebunan, kenapa kebun plasma untuk masyarakat tak kunjung direalisasikan. Pada pertemuan di Kantor DPRD Madina, Panyabungan, […]

  • Wali Kota Pekanbaru Kecam Pungutan Liar Aparatnya

    Wali Kota Pekanbaru Kecam Pungutan Liar Aparatnya

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEKANBARU-: Wali Kota Pekanbaru mengecam aparatur tingkat kecamatan dan kelurahan yang masih saja melakukan pungutan liar di luar ketentuan dalam pengurusan administrasi bagi masyarakat. “Masih adanya pungutan di luar ketentuan yang dilakukan oleh aparatur di tingkat bawah menandakan ada perilaku korupsi di bidang pelayanan publik,” ungkap Wali Kota Herman Abdullah, Kamis (11/11). Itu mendapat sorotan […]

expand_less