Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Pendidikan Gratis Di Kabupaten Mandailing Natal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
  • print Cetak

Proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) telah lama berakhir, hampir seluruh Kecamatan Di Kabupaten Mandailing Natal mendukung dan mencoblos penuh terhadap pasangan No.6 yakni pasangan H.M Hidayat Batubara dan Dahlan Nasution menjadi Bupati dan wakil Bupati Mandailing Natal. Setelah resmi dilantik oleh Gubernur Sumatera Utara menjadi Bupati syah Mandailing Natal sejuta tantangan yang diberikan rakyat kepada Kepala Daerah/wakil kepala Daerah,SKPD dan wakil rakyat Bagaimanakah mewujudkan Madina yang madani di bumi Gordang sambilan?
Untuk hal itu pemerintah menilai peningkatan sector pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal merupakan prioritas utama sebagai agenda kerja yang merupakan sebagai wujud dari program pemerintah didalam meningkatkan sector pendidikan mulai dari tingkat SD,SLTP dan SLTA sekaligus pemerataan pendidikan di Mandailing Natal.
Pemerintah dan SKPD terkait yakni Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal yang saat ini sedang menggodok bagaimana mewujudkan pendidikan gratis setingkat SLTA yang pada tahun 2012 program pendidikan gratis ini akan terwujud.
Namun semua itu tidak terlepas dari dukungan dan parsitipasi, doa dan pemikiran dari segenap kompoinen masyarakat. Mengingat Pendidikan adalah sector yang berperan didalam meningkatkan harkat dan martabat manusia. Atas semua itu tidak terlepas dari peranan pihak kepolisian dan pengawasan yang ketat dari Bawasda, Dinas Pendidikan Kabupaten Manadailing Natal. Apalagi didaerah MandailingNatal dikenal dengan penghasil Sayur haram ( Ganja ). Faktor ini merupakan suatu tantangan yang berat bagi Pemerintah Daerah dan Aparat kepolisian un tuk mewujudkan semua itu. Para siswa perlu dilindungi dari Ancaman tersebut sungguh tidak ada gunanya para siswa berprestasi kalau siswa dibelenggu dengan ancaman Narkoba. Belum lagi kegiatan praktek KKN ( Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) yang sudah mengakar dikehidupan masyarakat sungguh sutau tantangan yang sangat besar bagi Pemerintah Daerah unrtuk program Pendidikan Gratis di Kabupaten Mandailing Natal. Suatu ketegasan dan pengewasan serta monitoring yang terkordinir sangat diharapkan untuk mewujudkan cita-cita pembangunan khususnya peningkatan Mutu pendidikan dari Kepala Daerah,SKPD terkait dan wakil rakyat.
Karena suatu saat nanti bila ini terwujud Kabupaten Mandailing Natal pasti akan melahirkan guru-guru yang professional, para wira usahawan, polisi, dokter, dan ahli-ahli lainnya yang dapat mengharumkan nama Mandailing Natal di Tingkat Nasional.
(Redaksi)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Santri Musthafawiyah Ikuti Vaksinasi

    Ribuan Santri Musthafawiyah Ikuti Vaksinasi

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PURBA BARU (Mandailing Online) – Ribuan santri dan santriwati Pondok Pesantren Musthafawiyah mengikuti vaksinasi massal hari Kamis (25/11). Vaksinasi ini merupakan pendekatan pemerintah Kabupaten Mandailing Natal bersama Kodim 212 Tapanuli Selatan bersama Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Vaksinasi untuk pokir (santri laki-laki) digelar di perpustakaan, sedangkan fatayat dilaksanakan di asrama putri pesantren, Purba Baru, Madina. […]

  • Parbuko Ramadan : Toge Taing Tumpat Masih Dicari Warga

    Parbuko Ramadan : Toge Taing Tumpat Masih Dicari Warga

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Masyarakat  kota Panyabungan, Mandailing Natal setiap bulan Ramadhan selalu ramai mengunjungi tempat-tempat penjualan menu buka puasa (parbuko), baik yang di pinggir jalan maupun di pasar dadakan. Yang paling ramai dikunjungi oleh masyarakat adalah Pasar Baru Panyabungan untuk membeli toge dan pakkat (pusuk ni otang) sebagai makanan yang tidak pernah tinggal jika waktu berbuka tiba. […]

  • Kejati Sumut Selamatkan Uang Negara Rp 3,1 miliar

    Kejati Sumut Selamatkan Uang Negara Rp 3,1 miliar

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, – Sepanjang Januari sampai Juni 2013, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) telah menyelamatkan uang negara dari kasus korupsi sebanyak Rp 3,1 miliar. Kepala Kejati Sumut Bambang Setyo Wahyudi yang dijumpai di ruangannya usai peringatan Hari Bhakti Adhyaksa, Senin (22/7/2013), uang negara dari kasus korupsi, yang ditangani tindak pidana khusus sebanyak Rp3.110.698.000. Adapun 98 […]

  • Elizar Yahmid : Kesejatraan Nelayah di Pantai Barat Madina Hanya Dijanji Politik

    Elizar Yahmid : Kesejatraan Nelayah di Pantai Barat Madina Hanya Dijanji Politik

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      NATAL ( Mandailing Online ): Nelayan di wilayah Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal keluhkan tak adanya perhatian Pemerintah Daerah. Kesejahtraan seolah hanya pada saat janji politi saja. Meski TPI ( tempat pelelangan ikan ) telah ada, namun tidak serta merta membantu kesejahtraan nelayan. Harga ikan hasil tangkapan nelayan tetap saja dibawah sebab tidak adanya […]

  • FPI Minta Walikota Larang Ahmadiyah Beraktifitas di Medan

    FPI Minta Walikota Larang Ahmadiyah Beraktifitas di Medan

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Front Pembela Islam (FPI) Sumatera Utara meminta Walikota Medan melarang Ahmadiyah melakukan aktifitasnya di Kota Medan, dengan mengeluarkan surat keputusan seperti yang telah dilakukan oleh daerah lain. “Kami meminta agar Pemko Medan melarang aktifitas Ahmadiyah dengan membuat suatu keputusan seperti yang telah dilakukan oleh daerah lain yaitu Jawa Timur dan daerah lainnya,” pinta Sekretaris […]

  • Petasan Dilarang Beredar!

    Petasan Dilarang Beredar!

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunte menegaskan, segala bentuk dan ukuran petasan dilarang digunakan. Sebab bisa membahayakan keamanan dan ketertiban masyarakat. Sementara itu, untuk kembang api juga memiliki ukuran yang bisa digunakan atau tidak. Menurut kapolres, dalam waktu dekat Polres Madina akan merazia petasan yang dijajakan di pasar Panyabungan. “Para pedagang petasan itu tidak ada […]

expand_less