Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Komnas HAM: Polisi intimidasi wartawan di Bima

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
  • print Cetak

JAKARTA – Sejumlah wartawan di Bima, Nusa Tenggara Barat, mengalami intimidasi dari oknum kepolisian.

Ketua Komnas HAM Ifdal Kasim mengatakan, intimidasi itu terkait video yang dipunyai oleh Komnas HAM mengenai kasus kekerasan yang dilakukan kepolisian saat membubarkan paksa pengunjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, pada 24 Desember 2011.
“Situasi yang berkembang sekarang menimpa rekan-rekan wartawan. Kita perlu tekankan kepada tataran kepolisian agar tidak melakukan intimidasi atau menciptakan suasana yang membuat rekan-rekan pers di sana (Bima) tidak nyaman,” ujar Ifdal dalam rapat bersama sejumlah anggota Komisi III DPR, di kantor Komnas HAM, Jakarta, hari ini.

Hadir dalam pertemuan itu di antaranya Ketua Komisi III Nasir Jamil, kemudian anggotanya asal Fraksi Gerindra Martin Hutabarat (Gerindra), Ahmad Basara, Ahmad Yani dari Fraksi PPP, serta Eva Sundari dan Ahmad Basara dari Fraksi PDI Perjuangan. Mereka diterima oleh Ketua Komnas HAM Ifdal Kasim serta dua wakilnya, Nurkholis dan Ridha Saleh.

Lebih lanjut, Ifdal menjelaskan, informasi mengenai intimidasi itu didapatnya dari sejumlah wartawan yang sedang berada di Bima. Polisi, kata Ifdal, mengintimidasi dengan cara meneror melalui pesan singkat, bahkan ada yang mendatangi sejumlah wartawan tersebut. “Mereka (polisi) mencurigai gambar video yang kami dapatkan berasal dari wartawan. Padahal, video itu bukan dari mereka. Ini kan bukan zamannya lagi intimidasi,” kata Ifdal.

Wakil Komnas HAM Nurkholis mengaku kecewa dengan tindakan intimidasi tersebut. Menurutnya, seharusnya aparat kepolisian seusai insiden tersebut dapat memperbaiki proses pemulihan kembali keamanan di Bima. “Tapi justru laporan yang masuk ke kami, warga masih ada yang ditahan, lalu ada laporan intimidasi dari wartawan itu. Jadi, saya harap Komisi III juga memperhatikan ini,” kata Nurkholis.

Seperti diberitakan, Komnas HAM, Selasa (3/1/2012), merilis video tindakan represif polisi saat membubarkan demonstran di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat, pada 24 Desember 2011. Dalam video, jelas sekali terlihat sejumlah polisi menembaki warga saat membubarkan secara paksa pengunjuk rasa.

Video versi Komnas HAM itu diawali dengan gambar penyerbuan polisi ke kantor Pelabuhan Sape, tempat pengunjuk rasa bersembunyi. Aparat lalu menangkap demonstran yang bersembunyi. Beberapa kali polisi menembak dari jarak jauh secara horizontal dari tepi laut. Di bagian lain, sejumlah warga yang berada di pantai, di luar areal kantor Pelabuhan Sape juga ditangkapi.

Komnas HAM juga mencermati aksi polisi mengumpulkan selongsong peluru setelah penembakan. Komnas HAM kini tengah menyelidiki apakah selongsong peluru itu adalah peluru karet atau tajam.(waspada)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilkada Madina, Narkoba & Desa Sangat Tertinggal

    Pilkada Madina, Narkoba & Desa Sangat Tertinggal

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Effan Zulfiqar Harahap Staf pengajar FISIP dan Ketua Pusat Studi Otonomi Daerah dan Kebijakan Publik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan   Dinamika Pilkada Mandailing Natal (Madina) sepertinya akan lebih kompetitif  dibandingkan Pilkada Tapsel. Kenapa Pilkada Madina lebih menarik?  Karena bakal terjadinya pertarungan sengit antara tiga pasangan calon (paslon). Ketiganya punya kekuatan berimbang jika disandingkan […]

  • Tim Liverpool Tiba di Indonesia

    Tim Liverpool Tiba di Indonesia

    • calendar_month Rabu, 17 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Liverpool FC akhirnya menginjakkan kakinya di Indonesia. The Reds tiba di Indonesia melalui Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Rabu (17/7) sekitar pukul 14.07 WIB dengan menumpang pesawat khusus dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Liverpool dipimpin oleh sang kapten Steven Gerrard dan pelatih Brendan Rodgers. Rombongan disambut meriah oleh petugas bandara saat menuruni tangga yang […]

  • Meraih Superpower dengan Intervensi Investasi, Mungkinkah?

    Meraih Superpower dengan Intervensi Investasi, Mungkinkah?

    • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Baru-baru ini berita dari beberapa media nasional mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara superpower di dunia melalui perdagangan internasional. Suatu harapan yang sangat besar tetapi tidak mustahil untuk terwujud. Hanya saja, perlu kesungguh-sungguhan dalam merealisasikan mimpi besar tersebut agar kelak dapat terwujud. Menteri Perdagangan, Muhammad […]

  • Infrastruktur Masih Mendominasi Usulan Reses

    Infrastruktur Masih Mendominasi Usulan Reses

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembangunan infrastruktur dan peningkatan irigasi pertanian merupakan poin terbanyak yang diajukan oleh konstituen di Daerah Pemilihan Madina V meliputi Kecamatan Siabu, Bukit Malintang, Panyabungan Utara, Naga Juang dan Huta Bargot. Aspirasi itu tercuat dalam acara reses anggota DPRD Madina Suandi Hasibuan. Menjawab Mandailing Online usai reses di Desa Huraba, Siabu, […]

  • Pujakesuma Deklarasi Dukung SAHATA, Saipullah Pidato Bahasa Jawa

    Pujakesuma Deklarasi Dukung SAHATA, Saipullah Pidato Bahasa Jawa

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon bupati Madina Saipullah Nasution ternyata sangat mahir berbahasa Jawa. Nyaris sebagian besar durasi pidatonya disampaikan dalam bahasa Jawa pada acara Deklarasi Dukungan DPD Pujakesuma Madina kepada Saipullah-Atika yang berlangsung di Ball Room, Panggorengan, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Kamis (10/10/2024). Acara deklarasi berjalan lancar oleh pengurus Pujakesuma serta keluarga besar Pujakesmuma […]

  • Warga Tuntut Ketua DPRD Tapanuli Tengah Mundur

    Warga Tuntut Ketua DPRD Tapanuli Tengah Mundur

    • calendar_month Selasa, 26 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapanuli Tengah: Unjuk rasa warga yang tergabung dalam Forum Lampu Merah (FLM) Pandan di depan Gedung DPRD Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, Senin (25/10), diwarnai keributan. Kericuhan terjadi saat pendemo mendorong pagar kantor DPRD karena tidak diperbolehkan masuk ke dalam gedung. Petugas Satpol PP bersikeras tidak memasukkan para demonstran meski turun hujan. Salah satu ketua anggota […]

expand_less