Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

FN dari Aceh Dibarter AK 47 di Medan Penyelundup Senjata Aceh-Medan Ditangkap di Langkat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
  • print Cetak

FN dari Aceh Dibarter AK 47 di Medan

LANGKAT-
Jajaran Polres Langkat berhasil membekuk Wahyudi (39) dan Syaiful (39), dua warga Biruen, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), yang diduga anggota sindikat penyelundup senjata Aceh-Medan. Keduanya digelandang ke Mapolresta beserta barang buktisenjataapi(senpi) jenis FN tanpa izin serta 18 peluru. Turut pula diamankan, mobil rental Toyota Avanza BK 1661 KG serta supirnya.

Kapolres Langkat, AKBP H Mardiyono, menduga kalau kedua pemilik senpi ilegal ini memiliki kaitan dengan penembakan misterius sejumlah warga yang belakangan terjadi di NAD. “Untuk persoalan ini, kita akan berkoordinasi dengan Poldasu serta Polda NAD, guna mengungkap kasus,” ujar Kapolres.

Dugaan itu sesuai pengakuan Wahyudi dan Syaiful kepada petugas.

Mereka ke Medan bertujuan melakukan transaksi senpi dengan warga negara (WN) Malaysia.

Kuat dugaan, Wahyudi dan Syaiful akan melakukan barter FN dan pelurunya dengan senjata laras panjang AK 47, jenis senjata yang digunakan dalam sejumlah penembakan di Aceh beberapa hari lalu.

Penangkapan Wahyudi dan Syaiful ini diamankan dari mobil yang dihentikan saat melaju dari arah NAD menuju Medan, persisnya seputaran wilayah hukum Polsek Hinai-Langkat.

Saat didekati petigas patroli Lantas, keduanya memperlihatkan gelagat yang mencurigakan.

“Saat keduanya melakukan perlawanan, diketahui kalau senpi terselip di balik baju mereka,” kata AKBP H Mardiyono.

Dengan penangkapan pria asal Aceh ini, Kapolres memerintahkan anak buahnya untuk lebih meningkatkan razia di perbatasan. “Selanjutnya, razia dari NAD menuju Medan akan terus kita tingkatkan seketat mungkin,” ujarnya.

Poldasu Perketat Perbatasan Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara memang telah mengantisipasi masuknya para pelaku teror di Provinsi NAD. Sejumlah pos pemeriksaan di sejumlah titik wilayah perbatasan, dijaga polisi dan Brimob.

Kapolda Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro melalui Direktur Bimbangan Masyarakat (Dir Bimas), Kombes Pol Heri Subiansauri, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh kendaraan yang datang dari NAD mau pun kendaraan dari Sumut menuju Aceh.

Hery mengimbau masyarakat Sumut agar tidak mudah terprofokasi dengan penembakan di Aceh. “Bila ada hal-hal yang mencurigakan yang dianggap bisa merusak Kantibmas, khususnya di Sumut, diimbau segera melapor ke Polisi terdekat,” ujar Hery.

Dari Aceh dikabarkan, Forum Komunikasi Mahasiswa Aceh (FKMA) meminta semua tetap tenang, tidak mudah terpengaruh serta terprovokasi, terkait kasus penembakan warga non Aceh akhir-akhir ini, jelang Pemilukada Aceh.

Rentetan penembakan terus terjadi membuat mata dunia kembali tertuju ke Provinsi Aceh, yang baru lepas dari konflik berkepanjang 15 Agustus2005lalu. Bahkan, PresidenSBYtelahmemerintahkan Kapolri, untuk segera menangkap pelaku penembakan warga non Aceh, oleh orang tak dikenal (OTK) bersenjata api.

Tentunya, siapun pelakunya harus diusut tuntas dan dihadapkan pada meja hijau (pengadilan).

“Jangan gara-gara beberapa orang yang tidak ingin Aceh menikmati perdamaian, hingga membuat kerusuhan menembak orang-orang yang tidak berdosa, lalu merusak perdamaian Aceh yang baru bangkit,” tegas Tim Advokasi FKMA, Isbahannur, kepada Rakyat Aceh (grup Sumut Pos), di Lhokseumawe, Sabtu (7/1).

Kata dia, elit politik Aceh, pejabat, TNI/Polri di Aceh dan semua elemen masyarakat Aceh dan warga non Aceh, harus selalu waspada setiap permainan yang dilakukan oleh perusak perdamaian Aceh.

FKMA juga berharap kepada semua rakyat Aceh, untuk bersatu bukan untuk saling menciptakan strategi pembunuhan demi meraih tujuan misi tententu. Selain itu, lanjut aktivis mahasiswa ini, memberontak atas ketidakadilan sah-sah saja sebagai warga Negara yang baik untuk melawan pemerintah zhalim yang berhukum dengan hukum rimba dan bermental korup.

Sementara itu masyarakat perdalaman Gayo Aceh Tengah mengecam dan mengutuk keras tindakanaksipenembakanbrutalyangdilakukan orang tak bertanggung jawab di Aceh pesisir.

Ini disampaikan Suhardi bersama puluhan perwakilan tokoh masyarakat Aceh Tengah tergabung dalam Elemen Cinta Damai saat bertemu dengan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat.

Elemen masyarakat cinta damai menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dilingkungan masing- masing dan tidak terprovokasi dengan isu-isu yang mudah terpancing dalam segala hal ingin merusak perdamaian Aceh.

“Tidak semua masyarakat baca Koran, jadi diharapkan wakil rakyat, aparat kampung dan polisi ikut berperan untuk secepatnya mengumumkan kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak terpancing dengan isu tersebut, pinta Suhardi.

Sementara pakar dan pengamat di Aceh yang dulunya selalu nyaring bersuara, kini lebih memilihdiamkalauurusannyasoalpenembakanitu, kalau pun mau berkomentar tapi dengan catatan ‘off the record’.

“Tanya soal yang lain saja. Kalau itu, saya tidak mau berbicara. Statement yang bilang itu, karena kecemburuan sosial ekonomi atau lainnya, sepertinyamedia-lahyangmengarahkanpertanyaan ke arah itu,” kata Pakar Sosiologi NAD, Saifuddin Bantasyam, di Bandaaceh.

Psikolog Nurjannah Nitura juga enggan menjawab pertanyaan perilaku dan kejiwaan pelaku penembakan.

Sejumlah pihak lainnya pun lebih memilih bungkam. Alasannya, bila salah memberi statement, malah berpengaruh buruk terhadap masyarakat. (arm/ian/ron/jpnn/mag-5.sumutpos)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati: Koperasi ikuti perkembangan zaman

    Bupati: Koperasi ikuti perkembangan zaman

    • calendar_month Jumat, 8 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Meskipun zaman telah berubah dan berbagai kegiatan ekonomi telah muncul ke permukaan, namun koperasi senantiasa masih tetap relevan dengan perkembangan zaman. Koperasi telah mampu memberikan kontribusi pada pembangunan ekonomi daerah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat atau masyarakat. Hal ini, disampaikan Bupati Mandailing Natal, Aspan Sofyan Batubara, malam ini. Dikatakan, Pemerintah menyadari bahwa sektor Koperasi, […]

  • PT Rendi Harus Bangun Kebun Plasma Untuk Warga Singkuang

    PT Rendi Harus Bangun Kebun Plasma Untuk Warga Singkuang

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – PT. Rendi Permata Raya harus merealisasikan kebun plasma sawit kepada warga Singkuang 1 Kecamatan Muara Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina). Pembangunan plasma merupakan kewajiban perusahaan itu sesuai tuntutan aturan yang berlaku. Bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution memberikan waktu tempo 1 bulan bagi PT. Rendi Permata Raya untuk memulai pembangunan kebun plasma […]

  • PSMS masih banyak kekurangan

    PSMS masih banyak kekurangan

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – PSMS Medan hanya mampu menang tipis di laga ujicoba ketiganya. Menghadapi PS Kampus USU di Stadion Mini USU, Kamis, tim besutan Edi Syahputra itu menang 2-1. Bermain di hadapan ratusan suporternya, skuad Ayam Kinantan bermain menyerang. Namun gol yang ditunggu-tunggu baru tercipta di menit 15. Menerima umpan terobosan Tri Yudha Handoko, Fajar Adinata […]

  • Bupati Madina Ajukan RAPBD Tahun 2011 Sebesar Rp574,15 Miliar

    Bupati Madina Ajukan RAPBD Tahun 2011 Sebesar Rp574,15 Miliar

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pejabat Bupati Madina Ir Aspan Sofian Batubara menyampaikan nota pengantar Rancangan Paraturan Daerah tentang RAPBD Tahun Anggaran 2011 sebesar Rp.574.152.038.000 pada sidang paripurna di Gedung DPRD Mandailing Natal (Madina), Jum’at(17/12). Sidang dipimpin Ketua DPRD Madina As Imran Khaitamy Daulay SH dan dihadiri 24 Anggota DPRD dari 40 angota, Kapolres Madina, Kajari Panyabungan, Ketua Pengadilan Negeri […]

  • Nasib Rekomendasi Palmaris, DPRD Madina Harus Tanya Pemkab Madina

    Nasib Rekomendasi Palmaris, DPRD Madina Harus Tanya Pemkab Madina

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Mandailing Natal (Madina) harus menanyakan kepada Pemkab Madina sudah sejauh mana nasib rekomendasi pencabutan izin PT. Palmaris. Sebab, setelah DPRD menerbitkan rekomendasi pencabutan itu pada tahun 2013 lalu, maka Pemkab Madina yang harus melakukan eksekusi. Jika eksekusi tak jalan, maka lembaga DPRD Madina harus menanyakannya kepada Pemkab Madina, mengapa tak […]

  • 11 Ranperda dan Kemauan Politik

    11 Ranperda dan Kemauan Politik

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pihak Badan Legislasi (Baleg) DPRD Mandailing Natal (Madina) pertengahan Juli 2013 menyatakan sikap menunda pembahasan 11 Ranperda yang diajukan pemerintah daerah. Alasan yang diusung terkait anggaran dana bagi kegiatan koordinasi atau kunjungan kerja ke Jakarta. Koordinasi atau kunjungan kerja yang dimaksud pihak Baleg DPRD Madina sangat krusial, karena memiliki keterkaitan dengan kebijakan departemen di Jakarta. […]

expand_less