Selasa, 26 Mei 2026
light_mode

Bulu Payung Belum ada Listrik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
  • print Cetak

Jaringan Melintas di Atas Rumah


SIPIROK-
Sangat ironis. Sejak Indonesia merdeka sampai saat ini, warga Dusun Bulu Payung, Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel belum menikmati listrik PLN. Padahal jaringan listrik PLN melintas di atas dan pekarangan rumah warga.
Tidak itu saja yang membuat miris, permukiman 17 Kepala Keluarga (KK) di dusun ini juga sebenarnya berada di jalur jalinsum Sipirok-Taput yang ramai lalu-lintas. Selama ini, warga hanya mengandalkan lampu teplok ataupun lilin di malam hari. Sebagian warga memang mendapatkan listrik dari genset, tapi biaya operasionalnya terlalu mahal.
Yang lebih mempriahtinkan, anak-anak warga yang masa sekolah terpaksa belajar di malam hari dengan penerangan seadanya berupa lampu teplok, dan lilin.
Kepala Desa Luat Lombang, Muara Siregar membenarkan, warganya sangat mendambakan kehadiran listrik di rumahnya. Apalagi di antara mereka sudah ada yang menetap 30-an tahun di dusun tersebut.
“Warga sudah pernah saya kumpulkan dan 14 di antara mereka sudah bersedia mendaftarkan diri. Namun, ketika itu baru 9 KK yang secara ekonomi menyanggupi. Lantas saya bicarakan langsung dengan Kepala PLN Ranting Sipirok pada Juni dan Juli tahun 2011 lalu, tapi belum ada kejelasan hingga saat ini,” ucap Muara Siregar kepada METRO, Senin (23/1).
Pantauan METRO Senin (23/1), beberapa rumah yang berdiri di sekitar jembatan Sihoru-Horu Dusun Bulu Payung memang belum dialiri listrik, sehingga warga cenderung menggunakan teplok untuk penerangan di malam hari. Sedangkan di beberapa kedai hanya menggunakan listrik genset. Jika diamati, jarak dari titik terakhir pelanggan PLN di Bulu Payung menuju Jembatan Sihoru-Horu sekitar 700 meter, namun jarak antar rumah di Sihoru Horu cukup jauh, rata-rata sekitar 50 hingga 100 meter.
Manager PT PLN Ranting Sipirok, Achmad Mulidainy ketika dikonfirmasi METRO melalui telepon selulernya mengatakan, usulan warga sudah masuk ke PLN Cabang Psp dan tinggal menunggu pemasangan saja.
“Usulan itu sudah masuk ke cabang, dan kita sifatnya tinggal menunggu jadwal pemasangan saja pak,” kata Achmad, Senin (23/1). (ran/mer.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • The Scary Khilafah

    The Scary Khilafah

    • calendar_month Kamis, 24 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Emha Ainun Najib Kenapa dunia begitu ketakutan kepada Khilafah? Yang salah visi Khilafahnya ataukah yang menyampaikan Khilafah kepada dunia? Sejak 2-3 abad yang lalu para pemimpin dunia bersepakat untuk memastikan jangan pernah Kaum Muslimin dibiarkan bersatu, agar dunia tidak dikuasai oleh Khilafah. Maka pekerjaan utama sejarah dunia adalah: dengan segala cara memecah […]

  • Madina Pemilik Laut, Tetapi Ikan Laut Dari Luar

    Madina Pemilik Laut, Tetapi Ikan Laut Dari Luar

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – “Ini memalukan. Ibaratnya padi dipasok ke sawah. Kabupaten kita (Madina-red) pemilik terpanjang pantai laut di Sumatera Utara, kok ikan dari provinsi lain,” ujar Sutan Mangkutur, pengamat Madina menjawab wartawan, Senin (10/6/2013) di Panyabungan. Itu dikatakan Sutan terkait sekitar 1,7 ton ikan laut per hari dipasok pedagang dari Sumatera Barat ke Kecamatan […]

  • Ibu Bunuh Anak Kandung, Buah dari Demokrasi

    Ibu Bunuh Anak Kandung, Buah dari Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Radayu Irawan, S.Pt Tinggal di Padangsidimpuan Lagi, dan terus berulang. Bak buih di lautan. Kali ini kasus pembunuhan anak kandung berasal dari Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara. Ibu muda (30) berinisial MT tega membunuh ketiga anak balitanya yang berinisial YL (5), SL (4), dan DL (2). Ketiganya tewas dalam keadaan leher tergorok. […]

  • THR Wajib Dibayar 7 Hari Sebelum Lebaran

    THR Wajib Dibayar 7 Hari Sebelum Lebaran

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan bahwa pengusaha wajib membayar tunjangan hari raya (THR) paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. “THR keagamaan merupakan pendapatan upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan,” kata Ida dalam konferensi pers […]

  • Ki Dalang Asep S Sunarya Tutup Usia

    Ki Dalang Asep S Sunarya Tutup Usia

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    BALEENDAH – Mulih ka jati, mulang ka asal. Telah meninggal dunia maestro dalang wayang golek Asep Sunandar Sunarya karena serangan jantung di RS AL-Ikhsan Baleendah Kabupaten Bandung, kemarin (31/3) pukul 14.20. Rencananya, jasad almarhum akan dikebumikan di pemakaman keluarga dekat rumahnya di Jalan Giriharja RT 01 RW 01, Kampung Jelekong, Kelurahan Jelokong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten […]

  • Benarkah Negara Nyasar di Arse Tapsel?

    Benarkah Negara Nyasar di Arse Tapsel?

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epcentrum   Ada bincang-bincang di Grup WA “Kami Sumut Bersatu dan Bersaudara”. Tajam, hiperbolis dan emosional. Muncul Pertanyaan tentang negara yang terlalu lama tersesat di jalan negara, jalan miliknya sendiri. Sekaligus mohon izin, kami angkat topik seru ini ke media. Teorinya, agenda media bisa jadi sama dengan agenda negara. Kadang-kadang, kegelisahan […]

expand_less