Kamis, 12 Mar 2026
light_mode

Eddy Rangkuty Minta Tambang Emas Batang Toru Dihentikan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
  • print Cetak

Tapsel. Anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Sumut IV, Eddy Rangkuty meminta agar penambangan emas di BatangToru, Tapanuli Selatan (Tepsel) dihentikan. Hal itu dikatakan politisi PDIP ini usai reses ke daerah pemilihannya di Tapanuli bagian selatan (Tabagsel).
Ditemui di Kantor DPC PDIP Tapsel, Jalan Mawar, Kelurahan Ujung Padang, Padangsidimpuan, Rabu (8/2), Eddy menjelaskan, apapun alasannya, PT Agincourt sebagai investor harus mengurungkan rencananya memulai penambangan emas pada Maret mendatang.

Sebab, katanya, dalam banyak hal masih terdapat kejanggalan, keanehan, ketidakjujuran, ketidakterbukaan dan hal-hal berbahaya lainnya, terutama jika masalahnya dikaji dari sudut kepentingan masyarakat.

Saat ini, katanya telah berkembang 3 situasi psikologis di tengah-tengah masyarakat Batang Toru dan sekitarnya. Pertama, sikap segelintir masyarakat yang diliputi eforia kesenangan karena sudah lama mendapatkan keuntungan yang berlimpah dari kehadiran perusahaan tambang emas itu.

Kedua, sikap sejumlah kecil masyarakat yang tak peduli dengan kehadiran perusahaan tambang emas tersebut. Ketiga, yang paling dominan, sikap masyarakat yang mulai gelisah mendengar akan dimulainya eksploitasi penambangan emas di daerah mereka.

Rangkuty menuturkan, situasi yang terbilang kritis tersebut sudah makin berkembang sejak akhir tahun lalu. Tapi anehnya pihak perusahaan dan para pemimpin di daerah ini seperti tidak mau tahu dengan suasana psikologis yang dialami masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan pertambangan.

“Nampaknya pihak investor dan penguasa lebih suka mengkaji keuntungan yang akan didapat setelah pertambangan beroperasi daripada memikirkan kegelisahan masyarakat,” keluhnya.
Padahal, kata Rangkuti, dari hasil pantauannya selama mengadakan reses, mulai terlihat adanya gesekan kecil di tengah-tengah masyarakat, yang merupakan suara-suara ketidakpuasan, dibarengi dengan provokasi yang bersifat massif dan sistemik.

“Saya tidak mengerti mengapa seperti tidak ada yang peduli. Apakah semua pihak masih harus menunggu terjadinya situasi seperti di daerah lain seperti Bima,” sebutnya.

Karena itulah ia mendesak agar pihak perusahaan berkenan menghentikan, membatalkan atau setidak-tidaknya mengurungkan ambisinya untuk memulai tahapan eksploitasi pertambangan emas.

“Tak ada jalan lain. Pihak perusahaan harus rela menjadwal ulang rencananya untuk melakukan eksploitasi besar-besaran atas harta kekayaan yang terpendam di Tapsel,” katanya.

Selain itu, ia juga meminta pihak perusahaan dan pemerintah melakukan sosialisasi yang jujur, terbuka dan jauh dari kebohongan. Sebab sosialisasi yang dilakukan selama ini masih penuh dengan intrik-intrik manipulasi, khayalan dan hal-hal berbau kebohongan.

“Jangan sampaikan angan-angan. Itulah sebabnya mengapa harus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Masyarakat jangan hanya dicekcoki dengan cerita manis dan angin sorga dan dibekali dengan iming-iming keuntungan yang belum pasti. Masyarakat juga berhak tahu hal negatif apa yang akan mereka terima nantinya jika eksploitasi dimulai,” paparnya.

Yang pasti, menurut Eddy, sampai saat ini belum ada usaha pertambangan besar yang membawa kemakmuran bagi masyarakat di sekitarnya. Karena hampir semua keuntungan dari hasil tambang ‘ditelan’ oleh perusahaan dan sebagian diberikan ke pemerintah pusat.

“Yang kita lihat dan dengar hanyalah cerita pahit, kemiskinan yang makin parah, lingkungan yang menjadi rusak akibat dari pengerukan hasil kekayaan alam dan kisah sedih lainnya,” ujar Eddy.
(ikhwan nasution.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Bibit Pohon Untuk Kampanye Lingkungan Di Madina

    Ribuan Bibit Pohon Untuk Kampanye Lingkungan Di Madina

    • calendar_month Senin, 24 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapat ribuan bibit pohon buah-buahan dari berbagai jenis dalam rangka kampanye penghijauan lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomis. Jenis bibit pohon yang disalurkan kepada Mandailing Natal meliputi bibit mangga 1.750 batang, durian 556 batang, rambutan 325 batang, aren 200 batang dan pohon mahoni sebanyak 125 batang. Bantuan ini […]

  • Urus Naik Golongan, Guru Dimintai Uang

    Urus Naik Golongan, Guru Dimintai Uang

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PALUTA – Sejumlah guru di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) mengaku dipersulit beberapa oknum di Dinas Pendidikan (Disdik) Paluta saat hendak mengurus naik golongan. Mereka juga dimintai sejumlah uang dengan dalih untuk menghitung angka kredit jam kerja. Menurut guru-guru yang meminta namanya tidak dituliskan ini, meskipun sudah dimintai uang dengan nominal antara Rp1 […]

  • Bansos Sumut di Madina Terkendala Indomie

    Bansos Sumut di Madina Terkendala Indomie

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga kini Pemkab Madina belum mampu menuntaskan penyaluran bansos tahap I dari Pemprov Sumut di Kecamatan Panyabungan, Madina. Pemkab Madina menyatakan pasokan Indomie belum cukup, penyebab kendala penyaluran. Mie instan merek Indomie dijadikan salah satu bahan pangan dalam paket bantuan sosial (bansos) itu selain beras, minyak makan dan gula putih. “Indomie […]

  • Polisi Gerebek Gudang Pengoplosan Pupuk Bersubsidi di Simalungun

    Polisi Gerebek Gudang Pengoplosan Pupuk Bersubsidi di Simalungun

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Kepolisian Daerah (Polda) Sumut menggerebek sebuah gudang pengoplosan pupuk subsidi,di Desa Nagujur Huta Bayu, Kabupaten Simalungun, Selasa 16 Agustus 2011 dini hari. Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan tiga orang yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka.Ketiga tersangka yakni, Rahmadani dan Isnandar Mawi, keduanya sebagai pekerja, serta Doni Sibarani selaku sopir truk. Sedangkan, pemilik gudang, diketahui bernama […]

  • Gerindra Fasilitasi Vaksinasi, Erwin Efendi Lubis: Kita Sediakan Tranportasi dan Akomodasi

    Gerindra Fasilitasi Vaksinasi, Erwin Efendi Lubis: Kita Sediakan Tranportasi dan Akomodasi

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPC partai Gerindra Mandailing Natal (Madina) memfasilitasi 800-an warga Kecamatan Panyabungan untuk mengikuti vaksinasi di Mapolres, Kamis (16/12). Fasilitas vaksinasi ini berupa transportasi ke Mapolres dan uang akomodasi (uang makan) bagi peserta sehingga meskipun libur kerja tetap bisa memberikan uang belanja rumah tangga. Hal itu disampaikan Ketua DPC Gerindra Erwin Efendi […]

  • LKPJ Bupati Madina dan Proyek Dinas Kesehatan – Guru Makan Berdiri, Murid Makan Berlari

    LKPJ Bupati Madina dan Proyek Dinas Kesehatan – Guru Makan Berdiri, Murid Makan Berlari

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Dahlan Hasan Nasution dilantik lagi hari ini menjadi bupati Mandailing Natal. Pelantikan ini merupakan amanat konstitusi atau undang-undang atau peraturan pemerintah terhadap rangkaian proses pemilihan kepala daerah alias pilkada lalu, dimana Dahlan Hasan Nasution yang berstatus incumbent atau patahana memenangi pilkada itu. Pelantikan ini sebagai amanah konstitusi  […]

expand_less