Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Eddy Rangkuty Minta Tambang Emas Batang Toru Dihentikan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
  • print Cetak

Tapsel. Anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan Sumut IV, Eddy Rangkuty meminta agar penambangan emas di BatangToru, Tapanuli Selatan (Tepsel) dihentikan. Hal itu dikatakan politisi PDIP ini usai reses ke daerah pemilihannya di Tapanuli bagian selatan (Tabagsel).
Ditemui di Kantor DPC PDIP Tapsel, Jalan Mawar, Kelurahan Ujung Padang, Padangsidimpuan, Rabu (8/2), Eddy menjelaskan, apapun alasannya, PT Agincourt sebagai investor harus mengurungkan rencananya memulai penambangan emas pada Maret mendatang.

Sebab, katanya, dalam banyak hal masih terdapat kejanggalan, keanehan, ketidakjujuran, ketidakterbukaan dan hal-hal berbahaya lainnya, terutama jika masalahnya dikaji dari sudut kepentingan masyarakat.

Saat ini, katanya telah berkembang 3 situasi psikologis di tengah-tengah masyarakat Batang Toru dan sekitarnya. Pertama, sikap segelintir masyarakat yang diliputi eforia kesenangan karena sudah lama mendapatkan keuntungan yang berlimpah dari kehadiran perusahaan tambang emas itu.

Kedua, sikap sejumlah kecil masyarakat yang tak peduli dengan kehadiran perusahaan tambang emas tersebut. Ketiga, yang paling dominan, sikap masyarakat yang mulai gelisah mendengar akan dimulainya eksploitasi penambangan emas di daerah mereka.

Rangkuty menuturkan, situasi yang terbilang kritis tersebut sudah makin berkembang sejak akhir tahun lalu. Tapi anehnya pihak perusahaan dan para pemimpin di daerah ini seperti tidak mau tahu dengan suasana psikologis yang dialami masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan pertambangan.

“Nampaknya pihak investor dan penguasa lebih suka mengkaji keuntungan yang akan didapat setelah pertambangan beroperasi daripada memikirkan kegelisahan masyarakat,” keluhnya.
Padahal, kata Rangkuti, dari hasil pantauannya selama mengadakan reses, mulai terlihat adanya gesekan kecil di tengah-tengah masyarakat, yang merupakan suara-suara ketidakpuasan, dibarengi dengan provokasi yang bersifat massif dan sistemik.

“Saya tidak mengerti mengapa seperti tidak ada yang peduli. Apakah semua pihak masih harus menunggu terjadinya situasi seperti di daerah lain seperti Bima,” sebutnya.

Karena itulah ia mendesak agar pihak perusahaan berkenan menghentikan, membatalkan atau setidak-tidaknya mengurungkan ambisinya untuk memulai tahapan eksploitasi pertambangan emas.

“Tak ada jalan lain. Pihak perusahaan harus rela menjadwal ulang rencananya untuk melakukan eksploitasi besar-besaran atas harta kekayaan yang terpendam di Tapsel,” katanya.

Selain itu, ia juga meminta pihak perusahaan dan pemerintah melakukan sosialisasi yang jujur, terbuka dan jauh dari kebohongan. Sebab sosialisasi yang dilakukan selama ini masih penuh dengan intrik-intrik manipulasi, khayalan dan hal-hal berbau kebohongan.

“Jangan sampaikan angan-angan. Itulah sebabnya mengapa harus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Masyarakat jangan hanya dicekcoki dengan cerita manis dan angin sorga dan dibekali dengan iming-iming keuntungan yang belum pasti. Masyarakat juga berhak tahu hal negatif apa yang akan mereka terima nantinya jika eksploitasi dimulai,” paparnya.

Yang pasti, menurut Eddy, sampai saat ini belum ada usaha pertambangan besar yang membawa kemakmuran bagi masyarakat di sekitarnya. Karena hampir semua keuntungan dari hasil tambang ‘ditelan’ oleh perusahaan dan sebagian diberikan ke pemerintah pusat.

“Yang kita lihat dan dengar hanyalah cerita pahit, kemiskinan yang makin parah, lingkungan yang menjadi rusak akibat dari pengerukan hasil kekayaan alam dan kisah sedih lainnya,” ujar Eddy.
(ikhwan nasution.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pedagang Prediksi Harga Daging 170 Ribu Jelang Idul Fitri

    Pedagang Prediksi Harga Daging 170 Ribu Jelang Idul Fitri

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pedagang memprediksi harga daging sapi menyentuh Rp170 ribu per kg menjelang Hari Raya Idul Fitri.  Prediksi itu berdasar pergerakan harga daging sapi saat ini yang merangkak naik dari Rp110 ribu per Kg. “Daging sapi ya normalnya Rp110 ribu per Kg. Tapi makin ke sini, pelan-pelan naik jadi Rp130 ribu per Kg. Kadang bisa […]

  • MULAK TU KAMPUNG

    MULAK TU KAMPUNG

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Nasution Budayawan/Sutrdara film Mandailing   Anak-anak yang pulang kampung juga menjadi ruh bagi sebuah keluarga. Orang tua dan saudara akan bergembira, meskipun tak selalu ada “silua” yang dibawa. Bagi sebuah keluarga, berkumpulnya semua anggota keluarga dalam masa lebaran menjadi hal yang sangat istimewa. Selain karena mengulang kembali masa-masa indah, juga kenikmatan yang […]

  • Peringatan Merdeka di Tambangan Hikmat

    Peringatan Merdeka di Tambangan Hikmat

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia berlangsung hikmat di Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Upacara berlangsung di lapangan SMA Negeri Tambangan, Rabu (17/8/2022) dipimpin Camat Tambangan, Muslih Lubis selaku inspektur upacara. Pembacaan teks proklamsi oleh Anggota DPRD Madina, Nissad Sidik Nasution sangat menggugah yang dikuatkan derap pasukan pengibar bendera ketika tahap demi […]

  • 5 Orang Usia Sekolah Tewas Tertimbun Di Tambang Emas

    5 Orang Usia Sekolah Tewas Tertimbun Di Tambang Emas

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak sembilan orang tertimbun longsor, 5 diantaranya tewas di tambang emas tepian sungai Batang Natal, Dusun Simarombun, Kelurahan Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal (Madina), Kamis (26/06/2014). Peristiwa terjadi sekira pukul 16:30 WIB ketika anak-anak yang masih usia sekolah itu sibuk mencetek biji emas di lobang tambang tersebut. Nama-nama yang […]

  • NUSANTARA BERUTANG KEPADA KHILAFAH

    NUSANTARA BERUTANG KEPADA KHILAFAH

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Khilafah adalah sistem kepemimpinan Islam setelah kepemimpinan Nabi Muhammad saw. Khilafah bertugas untuk menjaga agama dan mengatur urusan dunia (li-hirasah ad-din wa siyasah ad-dunya’). Khilafah juga wajib menyebarkan dakwah Islam ke seluruh dunia. Allah SWT berfirman: وَمَآ أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ كَآفَّةً لِلنَّاسِ Kami tidak mengutus engkau melainkan kepada seluruh umat manusia (TQS Saba’ [34]: 28). Nusantara […]

  • Merasa Hak-hak Dikangkangi, Karyawan PT.RMM Unjukrasa

    Merasa Hak-hak Dikangkangi, Karyawan PT.RMM Unjukrasa

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Ratusan karyawan dan karyawati melakukan unjukrasa ke kantor distrik PT.RMM (Rimba Mujur Mahkota) Kebun Sikarakara, Kecamatan Natal, Mandailing Natal (Madina), Selasa (14/04). Pengunjukrasa mengaku, sudah sekian lama hak-hak para karyawan dan karyawati yang telah dikangkangi oleh pihak perusahaan sebagaimana diatur pada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Mereka menuntut […]

expand_less