Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

KETAKUTAN DI TANAH SENDIRI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
  • print Cetak

Warga Sibanggor Tak Lagi Tidur Nyenyak (Bagian 2)

Gubuk sawah yang sudah kosong di Desa Sibanggor Julu. Kawasan persawahan ini kini tak digarap petani menyusul tragedi keracunan 25 Januari 2021 lalu. (Foto : Dahlan Batubara)

 

Laporan : Dahlan Batubara dan Seri Aida Lubis

 

Hamparan sawah itu kini terbengkalai. Petaninya takut ke sawah itu. Bayangan meregang nyawa di sawah oleh sebaran racun senantiasa menghantui sanubari petani.

Itu gambaran terkini di kalangan petani Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Penulusuran tim media dari Mandailing Online, Malintang Pos dan Madina Pos, Kamis (11/2/2012) di Sibanggor Julu mencatat banyak hal pengakuan beberapa warga pasca tragedi tewasnya 5 warga Sibanggor Julu dan puluhan korban hidup pada 25 Januari 2021 ketika pihak SMGP membuka sumur SMP-T02 untuk komisioning PLTP Unit II.

Peristiwa keracunan yang dialami sejumlah petani pada tanggal 25 Januari 2021 lalu telah memukul mental para petani Sibanggor Julu.

Sebagian wafat di tengah perjalanan menuju rumah sakit.

Warga Sibanggor Julu kini telah menyadari secara penuh bahwa kehadiran PLTP Sorik Marapi adalah teror yang mematikan.

“Kami warga di sini takut ke sawah. Takut gas racun sewaktu-waktu,” kata Pak Nasution berusia 62 tahun, warga setempat.

“Tulis saja pak Nasution, panggilan saya,” katanya.

Padahal, menurutnya, seharusnya sudah 3 minggu yang lalu masa untuk mencangkul sawah tahap mula proses musim tanam.

Sawah dan kebun menjadi mata pencaharian utama warga turun temurun.

Hamparan sawah di Sibanggor Julu yang belum digarap petani pasca tragedi keracunan 25 Januari 2021.

Sejumlah warga menunjuk hamparan sawah kepada tim wartawan. Hamparan sawah itu berada di sisi timur pemukiman.

Di hamparan sawah itulah beberapa petani menghirup zat H2S yang sangat berracun pada 25 Januari 2021.

Tim wartawan melihat sejumlah titik persemaian bibit padi yang terkesan tak lagi dirawat. Sebagian sawah sudah ada yang dicangkul namun kesannya tak lagi dilanjutkan.

Sejumlah warga menyebut bahwa saat ini tak ada yang pergi ke sawah. Terutama dalam radius 200 meter dari wellpad SMP-T02 PLTP Unit II.

Hamparan sawah itu berada di sisi timur pemukiman desa.

Jalan menuju hamparan sawah ada dua jalur.

Satu jalur harus melewati sisi kiri wellpad SMP-T02 PLTP Unit II. Jalannya persis berbatasan dengan dinding seng wellpad.

Jalur lainnya lewat melalui jalan setapak jenis rabat beton, persimpangan masuknya melalui depan sekolah dasar.

Rabat beton itu lebih dikenal sebagai jalan PNPM karena dibangun melalui program PNPM era presiden SBY.

Hamparan sawah yang berada di sisi timur pemukiman itu sangat dekat dengan wellpad sumur PLTP.

Sangat dekat. Bahkan ada yang hanya berbatas beberapa meter dari pagar wellpad. Bisa dikatakan wellpad sumur PLTP dikelilingi sawah.

Sejumlah warga mengingatkan tim wartawan agar tak masuk ke hamparan sawah yang berada di kawasan wellpad.

Security PT SMGP yang berjaga di jalur masuk wellpad juga megingatkan tim wartawan tak memasuki hamparan sawah, dengan alasan bahwa kesehatan tim bisa terancam, karena dikhawatirkan masih ada potensi sisa zat racun.

Dan tim wartawan pun memilih jalur rabat beton PNPM untuk menuju areal pesawahan. Jalur itu dianggap relatif aman.

Apakah hamparan sawah di Sibanggor Julu ini masih akan ditanami kembali oleh penduduk? Warga tak ada yang bisa memastikan.

Warga hanya mampu memastikan bahwa hamparan sawah yang berradius kurang lebih 300 meter dari wellpad telah jatuh nilainya. Tak lagi bernilai jual.

Sawah yang dulu menjadi harta masyarakat tak lagi berharga. Asset modal primitif tak lagi bernilai.

Kasus Sibanggor Julu bisa mengarah pada apa yang disebut sebagai ekspansi kapitalisme yang telah merenggut nilai masa depan petani di sektor pertanian.

Kehadiran industri energi panas bumi pun telah mengaburkan nilai-nilai asset modal primitif Sibanggor Julu. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pekan Depan 254 Pj Kepala Desa Ditetapkan

    Pekan Depan 254 Pj Kepala Desa Ditetapkan

    • calendar_month Rabu, 22 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Penetapan 254 penjabat kepala desa (Kades) di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara direncanakan berlangsug pekan depan. Itu diungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Madina Ahmad Meinul Lubis di Panyabungan, Selasa (21/2/2023). Hanya saja Mainul tidak menyebut tanggal atau hari penetapan. “Insya Allah, penetapan 254 pj kades di Madina ditetapkan […]

  • Solusi Memberantas Kasus Perundungan di Kalangan Pelajar

    Solusi Memberantas Kasus Perundungan di Kalangan Pelajar

    • calendar_month Senin, 20 Nov 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nurmala Sari, S.Pd Aktivis Dakwah tinggal di Tarutung, Sumut Tiada hari tanpa adanya masalah. Kejahatan yang terus menjelma di sistem kehidupan hari ini. Masalah yang terjadi bukan hanya menimpa masyarakat, tetapi juga merambah ke kalangan anak-anak termasuk pelajar. Permasalahan yang paling banyak terjadi dan terus meningkat yakni tentang perundungan (bullying) terhadap sesama pelajar, […]

  • Kabut Asap Selimuti Madina

    Kabut Asap Selimuti Madina

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Beberapa hari terakhir kabut asap menyelimuti wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sejauh ini belum ada pernyataan resmi pemerintah daerah soal tingkat Indeks Standar Polusi di Madina. Pantauan Mandailing Online Kamis dan Jum’at (18-19/9/2014) sejumlah pengendara sepeda motor terlihat memakai masker. Para warga sangat resah terhadap kehadiran kabut. Sementara itu, beberapa […]

  • Nyawanya Terancam, Shafron Adukan Evaline Sago

    Nyawanya Terancam, Shafron Adukan Evaline Sago

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        MEDAN (Mandailing Online) – Tokoh Pantai Barat Madina, Shafron mengadukan anggota DPRD Madina, Evaline Sago ke Poldasu. Pengaduan berlangsung Kamis (21/11/2019) di ruang Sentra Layanan Kepolisian Terpadu Polda Sumatera Utara. Pengaduan ini dilakukan Shafron karena dia merasa akan dibunuh oleh putri pengusaha sawit Ignasius Sago itu. “Saya mengartikan kalimat Eveline Sago ‘shafron selesai […]

  • Kaki Santri Yang Terancam Diamputasi Itu, Ternyata Sedang Program Tahfizul Qur’an

    Kaki Santri Yang Terancam Diamputasi Itu, Ternyata Sedang Program Tahfizul Qur’an

    • calendar_month Jumat, 16 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aldi Subhandi Hasibuan, santri Pesantren Darul Ikhlas Dalanlidang, Panyabungan yang kakinya terancam diamputasi ternyata sedang mengikuti program Tahfizul Qur’an.  “Aldi santri yang cerdas. Mendapat juara II II ketika semester I, dan sekarang masuk program Tahfizul Qur’an,” kata salah seorang pengajar Pesantren Darul Ikhlas, Damratua Siregar, SHI kepada Mandailing Online, Jum’at (16/9). […]

  • Tak Berkategori

    Kemendagri: E-KTP Boleh Difotokopi

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA, — Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman mengatakan, kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP boleh difotokopi. Menurut Irman, cip dalam e-KTP itu tak akan rusak bila difotokopi. “Tidak ada masalah kalau difotokopi dan tidak ada larangan bagi masyarakat untuk memfotokopi,” kata Irman seusai rapat bersama Komisi V di Gedung […]

expand_less