Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

KETAKUTAN DI TANAH SENDIRI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
  • print Cetak

Warga Sibanggor Tak Lagi Tidur Nyenyak (Bagian 2)

Gubuk sawah yang sudah kosong di Desa Sibanggor Julu. Kawasan persawahan ini kini tak digarap petani menyusul tragedi keracunan 25 Januari 2021 lalu. (Foto : Dahlan Batubara)

 

Laporan : Dahlan Batubara dan Seri Aida Lubis

 

Hamparan sawah itu kini terbengkalai. Petaninya takut ke sawah itu. Bayangan meregang nyawa di sawah oleh sebaran racun senantiasa menghantui sanubari petani.

Itu gambaran terkini di kalangan petani Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Penulusuran tim media dari Mandailing Online, Malintang Pos dan Madina Pos, Kamis (11/2/2012) di Sibanggor Julu mencatat banyak hal pengakuan beberapa warga pasca tragedi tewasnya 5 warga Sibanggor Julu dan puluhan korban hidup pada 25 Januari 2021 ketika pihak SMGP membuka sumur SMP-T02 untuk komisioning PLTP Unit II.

Peristiwa keracunan yang dialami sejumlah petani pada tanggal 25 Januari 2021 lalu telah memukul mental para petani Sibanggor Julu.

Sebagian wafat di tengah perjalanan menuju rumah sakit.

Warga Sibanggor Julu kini telah menyadari secara penuh bahwa kehadiran PLTP Sorik Marapi adalah teror yang mematikan.

“Kami warga di sini takut ke sawah. Takut gas racun sewaktu-waktu,” kata Pak Nasution berusia 62 tahun, warga setempat.

“Tulis saja pak Nasution, panggilan saya,” katanya.

Padahal, menurutnya, seharusnya sudah 3 minggu yang lalu masa untuk mencangkul sawah tahap mula proses musim tanam.

Sawah dan kebun menjadi mata pencaharian utama warga turun temurun.

Hamparan sawah di Sibanggor Julu yang belum digarap petani pasca tragedi keracunan 25 Januari 2021.

Sejumlah warga menunjuk hamparan sawah kepada tim wartawan. Hamparan sawah itu berada di sisi timur pemukiman.

Di hamparan sawah itulah beberapa petani menghirup zat H2S yang sangat berracun pada 25 Januari 2021.

Tim wartawan melihat sejumlah titik persemaian bibit padi yang terkesan tak lagi dirawat. Sebagian sawah sudah ada yang dicangkul namun kesannya tak lagi dilanjutkan.

Sejumlah warga menyebut bahwa saat ini tak ada yang pergi ke sawah. Terutama dalam radius 200 meter dari wellpad SMP-T02 PLTP Unit II.

Hamparan sawah itu berada di sisi timur pemukiman desa.

Jalan menuju hamparan sawah ada dua jalur.

Satu jalur harus melewati sisi kiri wellpad SMP-T02 PLTP Unit II. Jalannya persis berbatasan dengan dinding seng wellpad.

Jalur lainnya lewat melalui jalan setapak jenis rabat beton, persimpangan masuknya melalui depan sekolah dasar.

Rabat beton itu lebih dikenal sebagai jalan PNPM karena dibangun melalui program PNPM era presiden SBY.

Hamparan sawah yang berada di sisi timur pemukiman itu sangat dekat dengan wellpad sumur PLTP.

Sangat dekat. Bahkan ada yang hanya berbatas beberapa meter dari pagar wellpad. Bisa dikatakan wellpad sumur PLTP dikelilingi sawah.

Sejumlah warga mengingatkan tim wartawan agar tak masuk ke hamparan sawah yang berada di kawasan wellpad.

Security PT SMGP yang berjaga di jalur masuk wellpad juga megingatkan tim wartawan tak memasuki hamparan sawah, dengan alasan bahwa kesehatan tim bisa terancam, karena dikhawatirkan masih ada potensi sisa zat racun.

Dan tim wartawan pun memilih jalur rabat beton PNPM untuk menuju areal pesawahan. Jalur itu dianggap relatif aman.

Apakah hamparan sawah di Sibanggor Julu ini masih akan ditanami kembali oleh penduduk? Warga tak ada yang bisa memastikan.

Warga hanya mampu memastikan bahwa hamparan sawah yang berradius kurang lebih 300 meter dari wellpad telah jatuh nilainya. Tak lagi bernilai jual.

Sawah yang dulu menjadi harta masyarakat tak lagi berharga. Asset modal primitif tak lagi bernilai.

Kasus Sibanggor Julu bisa mengarah pada apa yang disebut sebagai ekspansi kapitalisme yang telah merenggut nilai masa depan petani di sektor pertanian.

Kehadiran industri energi panas bumi pun telah mengaburkan nilai-nilai asset modal primitif Sibanggor Julu. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kartu Indonesia Pintar dari Presiden

    Kartu Indonesia Pintar dari Presiden

    • calendar_month Sabtu, 25 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BERSAMA PELAJAR – Presiden Jokowi bersama pelajar di Tapian Sirisiri, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Sabtu (25/3/2017). Selain sejumlah agenda lain, kunjungan Jokowi ke Mandailing Natal ini juga menyerahkan Kartu Indonesia Pintar kepada pelajar. Berdasar data yang diperoleh dari Kementerian Pendidikan, sebanyak 2.690 pelajar tingkat SD, SMP dan SMA yang mendapat KIP, sejumlah diantaranya diserahkan […]

  • Mahasiswa STAIN Madina KKN di Pasaman Barat

    Mahasiswa STAIN Madina KKN di Pasaman Barat

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PASAMAN BARAT (Mandailing Online) – Mahasiswa Kelompok 9 STAIN Mandailing Natal, Sumut melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar. KKN pada Jum’at (26/07/2024) menggelar Edukasi Taharah dan Edukasi Tajhizul Mayid, dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 12 Ranah Batahan, Jorong Taming Batahan, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat. Edukasi Taharah dan Edukasi Tajhizul […]

  • Kasus Dugaan Korupsi TPAPD

    Kasus Dugaan Korupsi TPAPD

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pengacara Ajukan Eksepsi, Sidang Ditunda SIDIMPUAN-; Sidang dugaan korupsi Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) Pemkab Tapanuli Selatan tahun 2005 sebesar Rp1.590.944.500 yang seyogianya digelar Kamis (28/10), ditunda hingga Kamis (4/11) mendatang. Penundaan sidang dengan terdakwa mantan Pemegang Kas Sekretariat Kantor Bupati Tapsel, Amrin Tambunan ini dikarenakan pengacara terdakwa mengajukan eksepsi kepada majelis hakim. Sidang […]

  • Gagalnya Revisi UU ITE

    Gagalnya Revisi UU ITE

    • calendar_month Kamis, 25 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Ummu Ameera Pegiat literasi tinggal di Medan “Iklim demokrasi pasti mati” begitulah ungkapan Muslim Arbi sebagai pengamat sosial politik dalam menanggapi hasil survey Indikator Politik Indonesia yang memperlihatkan bahwa 53,7 persen anak muda setuju UU ITE direvisi. Ungkapan seperti ini adalah wajar. Kita bisa melihat semakin banyak masalah yang muncul dan demokrasi tidak […]

  • MMI : Jokowi-JK Membawa Misi Anti Agama

    MMI : Jokowi-JK Membawa Misi Anti Agama

    • calendar_month Kamis, 16 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) menantang tim sukses Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk melakukan debat terbuka terkait rencana pencabutan peraturan daerah (perda) Syariat.  Lewat siaran persnya, MMI mengungkapkan, wacana penarikan Perda Syariah tersebut merupakan halusinasi kaum anti agama. Sebelumnya, Ketua Timses Jokowi-JK Trimedya Panjaitan mengungkap kepada publik tentang harapannya agar perda syariat Islam […]

  • Puluhan Rumah Hanyut di Lingga Bayu

    Puluhan Rumah Hanyut di Lingga Bayu

    • calendar_month Kamis, 8 Nov 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Satu titik pemukiman yang hanya menyisakan pertapakan rumah di Lingga Bayu LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Setidaknya 38 rumah hanyut saat banjir yang melanda Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal, Kamis dini hari (8/11/2018). Ketinggian arus Sungai Batang Natal sempat menggenangi lantai jembatan Simpang Gambir. Sementara ketinggian air di pemukiman sempat mencapai 1 hingga 2 meter. […]

expand_less