Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

KETAKUTAN DI TANAH SENDIRI

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
  • print Cetak

Warga Sibanggor Tak Lagi Tidur Nyenyak (Bagian 2)

Gubuk sawah yang sudah kosong di Desa Sibanggor Julu. Kawasan persawahan ini kini tak digarap petani menyusul tragedi keracunan 25 Januari 2021 lalu. (Foto : Dahlan Batubara)

 

Laporan : Dahlan Batubara dan Seri Aida Lubis

 

Hamparan sawah itu kini terbengkalai. Petaninya takut ke sawah itu. Bayangan meregang nyawa di sawah oleh sebaran racun senantiasa menghantui sanubari petani.

Itu gambaran terkini di kalangan petani Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Penulusuran tim media dari Mandailing Online, Malintang Pos dan Madina Pos, Kamis (11/2/2012) di Sibanggor Julu mencatat banyak hal pengakuan beberapa warga pasca tragedi tewasnya 5 warga Sibanggor Julu dan puluhan korban hidup pada 25 Januari 2021 ketika pihak SMGP membuka sumur SMP-T02 untuk komisioning PLTP Unit II.

Peristiwa keracunan yang dialami sejumlah petani pada tanggal 25 Januari 2021 lalu telah memukul mental para petani Sibanggor Julu.

Sebagian wafat di tengah perjalanan menuju rumah sakit.

Warga Sibanggor Julu kini telah menyadari secara penuh bahwa kehadiran PLTP Sorik Marapi adalah teror yang mematikan.

“Kami warga di sini takut ke sawah. Takut gas racun sewaktu-waktu,” kata Pak Nasution berusia 62 tahun, warga setempat.

“Tulis saja pak Nasution, panggilan saya,” katanya.

Padahal, menurutnya, seharusnya sudah 3 minggu yang lalu masa untuk mencangkul sawah tahap mula proses musim tanam.

Sawah dan kebun menjadi mata pencaharian utama warga turun temurun.

Hamparan sawah di Sibanggor Julu yang belum digarap petani pasca tragedi keracunan 25 Januari 2021.

Sejumlah warga menunjuk hamparan sawah kepada tim wartawan. Hamparan sawah itu berada di sisi timur pemukiman.

Di hamparan sawah itulah beberapa petani menghirup zat H2S yang sangat berracun pada 25 Januari 2021.

Tim wartawan melihat sejumlah titik persemaian bibit padi yang terkesan tak lagi dirawat. Sebagian sawah sudah ada yang dicangkul namun kesannya tak lagi dilanjutkan.

Sejumlah warga menyebut bahwa saat ini tak ada yang pergi ke sawah. Terutama dalam radius 200 meter dari wellpad SMP-T02 PLTP Unit II.

Hamparan sawah itu berada di sisi timur pemukiman desa.

Jalan menuju hamparan sawah ada dua jalur.

Satu jalur harus melewati sisi kiri wellpad SMP-T02 PLTP Unit II. Jalannya persis berbatasan dengan dinding seng wellpad.

Jalur lainnya lewat melalui jalan setapak jenis rabat beton, persimpangan masuknya melalui depan sekolah dasar.

Rabat beton itu lebih dikenal sebagai jalan PNPM karena dibangun melalui program PNPM era presiden SBY.

Hamparan sawah yang berada di sisi timur pemukiman itu sangat dekat dengan wellpad sumur PLTP.

Sangat dekat. Bahkan ada yang hanya berbatas beberapa meter dari pagar wellpad. Bisa dikatakan wellpad sumur PLTP dikelilingi sawah.

Sejumlah warga mengingatkan tim wartawan agar tak masuk ke hamparan sawah yang berada di kawasan wellpad.

Security PT SMGP yang berjaga di jalur masuk wellpad juga megingatkan tim wartawan tak memasuki hamparan sawah, dengan alasan bahwa kesehatan tim bisa terancam, karena dikhawatirkan masih ada potensi sisa zat racun.

Dan tim wartawan pun memilih jalur rabat beton PNPM untuk menuju areal pesawahan. Jalur itu dianggap relatif aman.

Apakah hamparan sawah di Sibanggor Julu ini masih akan ditanami kembali oleh penduduk? Warga tak ada yang bisa memastikan.

Warga hanya mampu memastikan bahwa hamparan sawah yang berradius kurang lebih 300 meter dari wellpad telah jatuh nilainya. Tak lagi bernilai jual.

Sawah yang dulu menjadi harta masyarakat tak lagi berharga. Asset modal primitif tak lagi bernilai.

Kasus Sibanggor Julu bisa mengarah pada apa yang disebut sebagai ekspansi kapitalisme yang telah merenggut nilai masa depan petani di sektor pertanian.

Kehadiran industri energi panas bumi pun telah mengaburkan nilai-nilai asset modal primitif Sibanggor Julu. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Songon Gogat Doma Boto Angkang  Boi Nibayoi

    Songon Gogat Doma Boto Angkang Boi Nibayoi

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sinabiarna nagiot ona rampingkoni marpenong-penong jabat songon aruting nahona tuba, martingkat-tingkat boi nai songon gogat bulusoma, arana inda piga pokennaibe napalaluon ni amantai ma ningna caritona nagiot perampingani, pala namaramping mantong ibarat ni suping nanyiak dei boto, manyarira songon bugang nailasiakan doihot lasiak cino, ning Jatulillama markombur laos mangaregep karupuk jangek. Baen kopi paeti Jabulele […]

  • Dua Pendeta Jadi Korban

    Dua Pendeta Jadi Korban

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    * Termakan Isu Penculikan, Warga Pancurbatu Mengamuk * Poldasu Lacak Penebar Isu, 15 Tahun Penjara untuk Penganiaya MEDAN-Aksi main hakim sendiri terkait isu penculikan anak kembali terjadi. Kali ini di Kecamatan Pancurbatu, Selasa (14/12) sekitar pukul 11.00 WIB. Keluarga pendeta dari Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) nyaris meninggal sia-sia dibakar warga yang tak percaya mereka pelayan […]

  • Lapas II B Panyabungan Tes Urine 51 WBP

    Lapas II B Panyabungan Tes Urine 51 WBP

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Panyabungan melakukan tes urine terhadap 51 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lapas II B Panyabungan, Desa Sipapaga, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (6/9). Tes urine ini merupakan bagian dari program integrasi yang dilakukan pihak lapas. “Ini merupakan bagian dari rencana pelaksanaan pemberian program […]

  • Bupati Madina : Jadi Paskibraka Bukti Potensi Putra Putri Madina Tidak Diragukan

    Bupati Madina : Jadi Paskibraka Bukti Potensi Putra Putri Madina Tidak Diragukan

    • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Potensi putra putri Mandailing Natal ( Madina ) jangan diragukan, mereka Paskibraka Nasional dan Propinsi Sumatera Utara salah satu buktinya. Kata Bupati Madina H.M.Ja’far Sukhairi Nasution saat menyambut kedatangan Paskibraka Nasional atas nama Nabil Arya Barata Lubis, siswa SMA Negeri 2 Plus Panyabungan dan Paskibraka Propinsi Sumatera Utara, atas nama Aprilia […]

  • Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (1)

    Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (1)

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Hari panen Lubuk Larangan adalah hari meriah. Orang-orang selalu berjibun ruah di sepanjang aliran sungai dan tepian sungai. Sejak pukul 6 hingga 7 pagi, ratusan sepeda motor akan menderu-deru di sepanjang jalan raya menuju desa yang memanen Lubuk Larangan. Sepeda motor-sepada motor itu dikendarai para penangkap ikan yang membawa […]

  • Sampuraga Ditampilkan Versi Berbeda

    Sampuraga Ditampilkan Versi Berbeda

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Bisa jadi Sampuraga itu bukan pemuda yang durhaka. Justru sosok berbudi baik. Sosok Sampuraga versi ini ditampilkan dalam drama “Sampuraga Jatuh Cinta”. Drama itu dipentaskan Sanggar Samisara di Siabu, Mandailing Natal, Sumatera Utara, Sabtu (31/8/2024) dan menjadi puncak kegiatan Fasilitasi Kebahasaan dan Kesastraan dimotori Badan Bahasa Kemendikbudristek tahun 2024. Naskah drama […]

expand_less