Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Apa yang Diharapkan dari Kedatangan Presiden Jokowi ke Madina? (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Mar 2017
  • print Cetak

Jalan tol di Tabagsel ilustrasi

Hemat kita, persoalan Indonesia itu adalah infrastruktur. Jika pilihan menunggu tumbuh dulu indutri dan perdagangannya baru muncul jalan tol tentu itu adalah kebijakan klasik yang membuat kita begini-begini saja sejak berdiri RI. Sebaiknya pemerintah (indonesia atau sumut) harus keluar dari candu kebijakan klasik itu, sebab jalan tol dan pelabuhan merupakan poin penting menggenjot pertumbuhan industri dan perdagangan, dan jasa serta akan berrantai ke sektor-sektor lain.

————————————————————————————-

Presiden Republik Indonesia, Joko Wododo dijadwal berkunjung ke Mandailing Natal dan Barus di Tapanuli Tengah pada 24 hingga 25 Maret 2017.

Di Barus, Bupati akan meresmikan tugu titik nol atau awal mula masuknya agama Islam ke Nusantara (Indonesia sekarang).

Sedangkan di Mandailing Natal, Presiden Jokowi direncanai melakukan Silaturrahim Nasional dengan para ulama se Tapanuli Bagian Selatan bertempat di Pesantren Musthofawiyah Purbabaru; meresmikan pembangunan asrama santri di pesantren itu serta meresmikan pembangunan asrama haji di Panyabungan; juga kabarnya dijadwal minum kopi Mandailing (Mandheling Coffee) di Taman Raja Batu.

Moment kunjungan presiden ini merupakan kunjungan ke kawasan Tapanuli Bagian Selatan dan Tapanuli Bagian Tengah. Dua kawasan di Sumatera Bagian Tenggara yang memiiki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang tinggi. Pun kunjungan ini memiliki kaitan harapan terhadap laju pertumbuhan ekonomi di dua kawasan itu melalui sisi penggenjotan laju infrastruktur.  

Kabarnya Madina akan mengajukan percepatan pembangunan Bandara Bukit Malintang  yang terletak di Kecamatan Bukit Malintang serta percepatan pembangunan beberapa hal lain pelabuhan Palimbungan di Batahan.

Pelabuhan Palimbungan memang harus digenjot, tetapi apakah bandara Bukit Malintang akan berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi di kawasan ini?  Apakah akan disebut mimpi jika wacana jalan tol lebih baik diperjuangankan? Bukankah jalan tol telah diakui negara-negara di dunia sebagai infrastruktur maha penting sebagai pemicu pembangkit geliat industri, perdagangan dan jasa.

Hemat kita, persoalan Indonesia itu adalah infrastruktur. Jika pilihan menunggu tumbuh dulu indutri dan perdagangannya baru muncul jalan tol tentu itu adalah kebijakan klasik yang membuat kita begini-begini saja sejak berdiri RI. Sebaiknya pemerintah (indonesia atau sumut) harus keluar dari candu kebijakan klasik itu, sebab jalan tol dan pelabuhan merupakan poin penting menggenjot pertumbuhan industri dan perdagangan, dan jasa serta akan berrantai ke sektor-sektor lain.

Pemerintah-pemerintah daerah di kawasan Tabagsel (Madina, Palas, Paluta, Tapsel, Sidimpuan) dan Tapanuli Bagian Tengah selayaknya satu kata satu kesepakatan merancang pembukaan ruas-ruas jalan tol yang  menghubungkan akses jalur cepat dari titik-titik di Tabagsel ke Bandara Pinang Sori, dan koneksi jalur lebar antar kawasan di Tabagsel yang menghubungan sentra-sentra ekonomi se-Tabagsel dengan pelabuhan laut di pantai barat dan pantai timur.

Jalur-jalur itu meliputi lintasan Kotanopan-Panyabungan-Pinang Sori-pelabuhan laut di pantai timur-pantai barat; jalur Pinangsori-Angkola-Pinarik-Gunungtua-Sibuhuan-pantai barat-pantai timur. Pelabuhan laut di pantai barat sudah dimulai pembangunan Palimbungan; di Patai Timur ada Dumai maupun Tanjung Balai.

Jika selama ini waktu tempuh Panyabungan-Pinangsori sekitar 4 (dan pinggang seperti patah karna jalan buruk) akan terpangkas menjadi 1,5 jam saja (tak sakit lagi pinggang) kalau ada jalan tol.

 

***

Tulisan CEO Jawa Pos, Dahlan Iskan (2004, jauh sebelum dia diangkat menjadi Menteri BUMN) tentang perjalanan dua kali mengunjungi satu kebupaten di Provisni Xinjiang, Cina.

Bunyi tulisan itu kira-kira seperti ini : “Kabupaten itu sangat jauh masuk ke dalam, sekitar 400 Km jarak tempuhnya dari jalan provinsi. Tentu saya harus siapkan fisik saya di dalam bus…….dugaan saya meleset, jalan sepajang 400 Km itu ternyata sangat mulus dan lebar. Dua jalur. Dalam satu jalur muat 4 fuso jika disusun membentang”.

Lalu Dahlan Iskan tiba di kabupetan itu. Ibukotanya biasa saja. Hanya ada 1 pabrik besar, dan sebanyak 3 pabrik besar sedang dibangun. Uniknya, di pinggiran kota sudah dibangun jalan pemukiman di sana sini walau belum ada rumah. Jalan-jalan pemukiman itu dibangun sesuai Perencanaan Tata Ruang Kota.

Setelah kembali dari kabupaten itu, Dahlan Iskan menemui kepala “Bappeda” provinsi dan berkata : “Mengapa pemerintah Anda membangun jalan lebar sepanjang 400 Km ke satu kabupaten, padahal kabupaten itu tak menghasilkan apa-apa. Toh hanya ada 1 pabrik besar di sana. Di Indonesia pemerintah akan dituduh melakukan pembangunan mubazir”.

Si kepala Bappeda menjawab : “kita tunggu saja 3 tahun lagi apa yang akan terjadi”.

Tiga tahun kemudian, kunjungan kedua (dan tulisan itu ditulis di kunjungan kedua itu) Dahlan Iskan menulis kira-kira begini: “Ternyata, sudah ada 7 pabrik skala besar di kabupaten itu, dan 3 pabrik lagi sedang tahap membangun. Belum termasuk industri-industri kecil yang bertumbuhan. Lapangan kerja banyak. Bahkan banyak dari daerah lain berdatangan merantau ke kabupaten ini”. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina dan Nias Paling Rawan Bencana

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEMATANGSIANTAR, –  Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat Kabupaten Mandailing Natal dan Nias merupakan daerah yang memiliki kerawanan paling tinggi di Provinsi Sumatera Utara. “Semua potensi bencana ada disana,” Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Asren Nasution dalam pelatihan pembinaan teknis manajemen dasar penangulangan bencana di Pematang Siantar, Senin malam, 3 Juni 2013. Menurut […]

  • Mahfud: Hampir Semua Calon “Incumbent” Curang

    Mahfud: Hampir Semua Calon “Incumbent” Curang

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD bersama Ketua Tim Investigasi atas dugaan kasus suap di MK, Refly Harun (tengah) dan Anggota Tim Investigasi Adnan Buyung Nasution menggelar konferensi pers. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan, sidang sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang melibatkan pasangan dari “incumbent” terbukti curang. “Dari 190 kasus lebih yang ditangani […]

  • Saipullah-Atika Ajak Masyarakat Bergandeng Tangan Bangun Madina

    Saipullah-Atika Ajak Masyarakat Bergandeng Tangan Bangun Madina

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) terpilih, H. Saipullah Nasution – Atika Azmi Utammi Nasution mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Madina bergandeng tangan membangun kabupaten ini ke arah yang lebih baik. “Alhamdulillah robbilalamin atas putusan yang diberikan MK (Mahkamah Konstitusi) yang betul-betul luar biasa dengan segala pertimbangan yang sangat konkrit […]

  • Dugaan Malapraktik, Kuasa Hukum Minta Penjelasan RS Permata Madina

    Dugaan Malapraktik, Kuasa Hukum Minta Penjelasan RS Permata Madina

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasus dugaan malapraktik kembali mencuat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara. Keluarga pasien berinisial RSH resmi melayangkan somasi atau teguran hukum pertama kepada RS Permata Madina, Senin (30/3/2026). Langkah hukum tersebut disampaikan melalui kuasa hukum dari Kantor Hukum Nur Miswari, S.H. & Rekan sebagai upaya meminta klarifikasi sekaligus penyelesaian secara […]

  • BWS Sumatera II Dinilai Lamban Keruk  Irigasi Batang Gadis, Petani Kecewa

    BWS Sumatera II Dinilai Lamban Keruk  Irigasi Batang Gadis, Petani Kecewa

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN, (Mandailing Online) — Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II dinilai terlalu lama mengerjakan pengerukan jalur kanan Irigasi Batang Gadis, akibatnya petani di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, kecewa. Kekecewaan petani karena lahan persawahan tak terairi. Sebab, irigasi harus kering di kala pengerukan berlangsung. Banyak hamparan persawahan dan perikanan darat di desa-desa kawasan Kecamatan […]

  • Atika di Pasar Kayu Laut, Data Persoalan Pedagang

    Atika di Pasar Kayu Laut, Data Persoalan Pedagang

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – Pasar termasuk posisi urgen dalam dinamika ekonomi Mandailing Natal (Madina). Rotasi perdagangan terutama produk-produk yang dihasilkan petani sangat dipengaruhi oleh peran pedagang. Oleh karena itu, pasar dan dunia perdagangan harus menjadi perhatian penting calon pemimpin di daerah terutama menyangkut kebijakan-kebijakan dan regulasinya terkini dan kelak. Kunjungan Calon Wakil Bupati Madina, […]

expand_less