Senin, 20 Apr 2026
light_mode

Apa yang Diharapkan dari Kedatangan Presiden Jokowi ke Madina? (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Mar 2017
  • print Cetak

Jalan tol di Tabagsel ilustrasi

Hemat kita, persoalan Indonesia itu adalah infrastruktur. Jika pilihan menunggu tumbuh dulu indutri dan perdagangannya baru muncul jalan tol tentu itu adalah kebijakan klasik yang membuat kita begini-begini saja sejak berdiri RI. Sebaiknya pemerintah (indonesia atau sumut) harus keluar dari candu kebijakan klasik itu, sebab jalan tol dan pelabuhan merupakan poin penting menggenjot pertumbuhan industri dan perdagangan, dan jasa serta akan berrantai ke sektor-sektor lain.

————————————————————————————-

Presiden Republik Indonesia, Joko Wododo dijadwal berkunjung ke Mandailing Natal dan Barus di Tapanuli Tengah pada 24 hingga 25 Maret 2017.

Di Barus, Bupati akan meresmikan tugu titik nol atau awal mula masuknya agama Islam ke Nusantara (Indonesia sekarang).

Sedangkan di Mandailing Natal, Presiden Jokowi direncanai melakukan Silaturrahim Nasional dengan para ulama se Tapanuli Bagian Selatan bertempat di Pesantren Musthofawiyah Purbabaru; meresmikan pembangunan asrama santri di pesantren itu serta meresmikan pembangunan asrama haji di Panyabungan; juga kabarnya dijadwal minum kopi Mandailing (Mandheling Coffee) di Taman Raja Batu.

Moment kunjungan presiden ini merupakan kunjungan ke kawasan Tapanuli Bagian Selatan dan Tapanuli Bagian Tengah. Dua kawasan di Sumatera Bagian Tenggara yang memiiki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang tinggi. Pun kunjungan ini memiliki kaitan harapan terhadap laju pertumbuhan ekonomi di dua kawasan itu melalui sisi penggenjotan laju infrastruktur.  

Kabarnya Madina akan mengajukan percepatan pembangunan Bandara Bukit Malintang  yang terletak di Kecamatan Bukit Malintang serta percepatan pembangunan beberapa hal lain pelabuhan Palimbungan di Batahan.

Pelabuhan Palimbungan memang harus digenjot, tetapi apakah bandara Bukit Malintang akan berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi di kawasan ini?  Apakah akan disebut mimpi jika wacana jalan tol lebih baik diperjuangankan? Bukankah jalan tol telah diakui negara-negara di dunia sebagai infrastruktur maha penting sebagai pemicu pembangkit geliat industri, perdagangan dan jasa.

Hemat kita, persoalan Indonesia itu adalah infrastruktur. Jika pilihan menunggu tumbuh dulu indutri dan perdagangannya baru muncul jalan tol tentu itu adalah kebijakan klasik yang membuat kita begini-begini saja sejak berdiri RI. Sebaiknya pemerintah (indonesia atau sumut) harus keluar dari candu kebijakan klasik itu, sebab jalan tol dan pelabuhan merupakan poin penting menggenjot pertumbuhan industri dan perdagangan, dan jasa serta akan berrantai ke sektor-sektor lain.

Pemerintah-pemerintah daerah di kawasan Tabagsel (Madina, Palas, Paluta, Tapsel, Sidimpuan) dan Tapanuli Bagian Tengah selayaknya satu kata satu kesepakatan merancang pembukaan ruas-ruas jalan tol yang  menghubungkan akses jalur cepat dari titik-titik di Tabagsel ke Bandara Pinang Sori, dan koneksi jalur lebar antar kawasan di Tabagsel yang menghubungan sentra-sentra ekonomi se-Tabagsel dengan pelabuhan laut di pantai barat dan pantai timur.

Jalur-jalur itu meliputi lintasan Kotanopan-Panyabungan-Pinang Sori-pelabuhan laut di pantai timur-pantai barat; jalur Pinangsori-Angkola-Pinarik-Gunungtua-Sibuhuan-pantai barat-pantai timur. Pelabuhan laut di pantai barat sudah dimulai pembangunan Palimbungan; di Patai Timur ada Dumai maupun Tanjung Balai.

Jika selama ini waktu tempuh Panyabungan-Pinangsori sekitar 4 (dan pinggang seperti patah karna jalan buruk) akan terpangkas menjadi 1,5 jam saja (tak sakit lagi pinggang) kalau ada jalan tol.

 

***

Tulisan CEO Jawa Pos, Dahlan Iskan (2004, jauh sebelum dia diangkat menjadi Menteri BUMN) tentang perjalanan dua kali mengunjungi satu kebupaten di Provisni Xinjiang, Cina.

Bunyi tulisan itu kira-kira seperti ini : “Kabupaten itu sangat jauh masuk ke dalam, sekitar 400 Km jarak tempuhnya dari jalan provinsi. Tentu saya harus siapkan fisik saya di dalam bus…….dugaan saya meleset, jalan sepajang 400 Km itu ternyata sangat mulus dan lebar. Dua jalur. Dalam satu jalur muat 4 fuso jika disusun membentang”.

Lalu Dahlan Iskan tiba di kabupetan itu. Ibukotanya biasa saja. Hanya ada 1 pabrik besar, dan sebanyak 3 pabrik besar sedang dibangun. Uniknya, di pinggiran kota sudah dibangun jalan pemukiman di sana sini walau belum ada rumah. Jalan-jalan pemukiman itu dibangun sesuai Perencanaan Tata Ruang Kota.

Setelah kembali dari kabupaten itu, Dahlan Iskan menemui kepala “Bappeda” provinsi dan berkata : “Mengapa pemerintah Anda membangun jalan lebar sepanjang 400 Km ke satu kabupaten, padahal kabupaten itu tak menghasilkan apa-apa. Toh hanya ada 1 pabrik besar di sana. Di Indonesia pemerintah akan dituduh melakukan pembangunan mubazir”.

Si kepala Bappeda menjawab : “kita tunggu saja 3 tahun lagi apa yang akan terjadi”.

Tiga tahun kemudian, kunjungan kedua (dan tulisan itu ditulis di kunjungan kedua itu) Dahlan Iskan menulis kira-kira begini: “Ternyata, sudah ada 7 pabrik skala besar di kabupaten itu, dan 3 pabrik lagi sedang tahap membangun. Belum termasuk industri-industri kecil yang bertumbuhan. Lapangan kerja banyak. Bahkan banyak dari daerah lain berdatangan merantau ke kabupaten ini”. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral..! Orang Tua Siswa SDN 126 Gunungbaringin Curhat di Media Sosial Gegara Buku Pelajaran.Segini Dana Bos SD tersebut

    Viral..! Orang Tua Siswa SDN 126 Gunungbaringin Curhat di Media Sosial Gegara Buku Pelajaran.Segini Dana Bos SD tersebut

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Miris, Orang tua murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 126 Kelurahan Gunung Baringin, Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) curhat di platform sosial media Facebook sebab ada buku yang digunakan untuk kegiatan belajar telah diikat dengan tali plastik, rusak, lapuk, dan dijahit. “Assalamualaikum,terhusus untuk pihak SDN 126 Kelurahan Gunung Baringin,kecamatan panyabungan timur, […]

  • Kumpulkan Rp1 M untuk Biayai Teroris

    Kumpulkan Rp1 M untuk Biayai Teroris

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sidang Pembacaan Dakwaan Abu Bakar Ba’asyir JAKARTA- Sempat tertunda, sidang pembacaan dakwaan terhadap terdakwa tindak pidana teroris Abu Bakar Ba’asyir digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) kemarin (14/2). Tim Jaksa Penuntut Umum menyebut Ba’asyir merencanakan dan menggerakkan orang melakukan tindak pidana terorisme. Terungkap, aktivitas Ba’asyir tersebut menelan anggaran Rp1 miliar lebih. Secara bergantian, […]

  • KMM Salurkan Zakat Usaha ke  Angota dan Warga Sekitar

    KMM Salurkan Zakat Usaha ke Angota dan Warga Sekitar

    • calendar_month Kamis, 31 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online )- Koperasi Konsumen Mitra Manindo (KMM) telah menyalurkan zakat usaha kepada 41 orang warga yang layak menerimanya pada akhir pekan lalu. Seluruh penerima zakat itu bertempat tinggal di sekitar kantor kas (KK) KMM yang berada di KK Kotanopan, KK Siabu, KK Maga, KK Panyabungan dan dan di sekitar gudang gas LPG […]

  • 11 Isu Strategis Dalam Visi Misi Yusuf Imron

    11 Isu Strategis Dalam Visi Misi Yusuf Imron

    • calendar_month Selasa, 1 Des 2015
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di dalam visi misi pasangan calon bupati Madina Nomor 1, Yusuf Nasution-Imron Libis, terdapat 11 poin isu strategis daerah Madina. Berdasar inventarisir itu, pasangan ini menetapkan 6 solusi sebagai arah kebijakan dan sasaran pembangunan lima tahun ke depan. Adapun isu strategis Kabupaten Mandailing Natal adalah sebagai berikut : 1. Rendahnya kualitas […]

  • Selamatkan Generasi Dari Kaum Pelangi

    Selamatkan Generasi Dari Kaum Pelangi

    • calendar_month Kamis, 20 Jul 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Islam Merajelela! Semakin berani terang-terangan! Kalimat-kalimat tersebut tentu saja muncul dibenak umat ketika mengetahui pergerakan kaum Pelangi yang semakin tidak terkendali. Mereka bukan lagi sosok-sosok yang memiliki rasa malu karena kebodohan pilihannya, tetapi sebaliknya. Kebanggaan yang ditonjolkan karena merasa tidak bersalah sama sekali dari sudut pandang apapun. Keberanian kaum […]

  • Tuntutan korupsi DAK ditunda

    Tuntutan korupsi DAK ditunda

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN – Tiga kali tertunda akibat Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum menyiapkan berkas tuntutan. Kini giliran majelis hakim yang menunda sidang pembacaan tuntutan dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan Kota Padangsidimpuan tahun anggaran 2009. Sidang pembacaan tuntutan terhadap mantan Kadis Pendidikan, PH dan mantan Kasi Sarana Prasarana, MH ditunda untuk yang keempat kalinya. […]

expand_less