Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Fraksi Golkar Melihat Tampungan RKPD Hanya Diisi Satu Pihak

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2021
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) dalam pandangan fraksi yang disampaikan pada Paripurna Penyampaian Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) 2022 melihat tampungan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) hanya diisi oleh satu pihak saja.

Adanya pernyataan pemerintah yang tidak mengambil kesempatan untuk mengubah RKPD menimbulkan pertanyaan sensitivitas pemerintah terhadap aspirasi masyarakat yang diserap melalui reses.

Padahal anggaran yang digelontorkan untuk menyambut aspirasi masyarakat melalui kegiatan reses mencapai miliaran rupiah.

Anggaran ini, menurut Fraksi Golkar, terbuang percuma atau sia-sia.

Fraksi Partai Golkar menyampaikan, RKPD mestinya menampung hasil reses dari ruang legislatif dan musrenbang secara bersamaan. RKPD merupakan dokumen yang bersifat universal.

“Apakah anggaran yang miliaran rupiah pada saat reses itu dibiarkan jadi binasa begitu saja,” sebut Zubaidah yang didaulat membaca Pandangan Fraksi Partai Golkar, Jumat (26/11) kemarin.

Sikap Pemkab Madina yang melemahkan posisi DPRD ini, menurut fraksi Golkar, menimbulkan kewajaran ketika pemerintah tidak menggubris permintaan masyarakat Lubuk Kapundung II, Siulangaling, untuk membangun beronjong di pinggir Aek Parlampungan. Padahal jarak bibir sungai dengan permukiman saat ini hanya sekitar 30 meter.

Dengan tidak diakomodirnya hasil reses dan aspirasi masyarakat dari ruang legislatif, Fraksi Golkar berharap rincian program benar-benar sudah ditimbang sesuai skala prioritas dan tema pembangunan yang menitikberatkan pada sektor kesehatan, perekonomian, dan infrastruktur.

Terkait beronjong di Desa Lubuk Kapundung, Wakil Bupati memerintah Kadis PU-PR Madina melakukan pengecekan lokasi.

Namun, mengenai tidak diakomodirnya aspirasi masyarakat dan hasil reses dari ruang legislatif, Pemkab Madina menyebut hal tersebut sebagai koreksi.

“Semua yang disampaikan oleh fraksi Partai Golkar akan menjadi koreksi bagi pemerintah. Untuk kitu kami memerintahkan TAPD agar berkoordinasi dengan DPRD sebelum RAPBD ditetapkan,” sebut Atika.

Ketidakhadiran Bupati Madina H. M. Ja’far Sukhairi Nasution pada rapat paripurna yang dimulai sejak Jumat (26/11) pagi sampai malam menjadi catatan tersendiri bagi fraksi Partai Golkar.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMPN 01 Panyabungan Selatan Isi Ramadan Bernuansa Religi

    SMPN 01 Panyabungan Selatan Isi Ramadan Bernuansa Religi

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN SELATAN (Mandailing Online) – SMP Negeri 01 Panyabungan Selatan mengisi Ramadan dengan berbagai kegiatan pelajar yang bernuansa mengasah religiusitas. Kegiatan-kegiatan itu meliputi Tadarus Al-Qur’an, Tahfizd Al-Qur’an, Lomba Azan, dan Pidato yang berlangsung sepekan penuh. Berakhir pada Sabtu (18/05/2019). Kepala Sekolah SMP Negeri 01 Panyabungan Selatan, Zulkarnain S.Pd menyerahkan hadiah kepada pera pelajar pemenang. Lomba […]

  • Presiden Jokowi Awasi Pembangunan Listrik 35.000 MW di Seluruh Indonesia

    Presiden Jokowi Awasi Pembangunan Listrik 35.000 MW di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online)  – Presiden Jokowi mengatakan akan mengawasi pembangunan proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt di seluruh Indonesia agar dapat terrealisasi tepat waktu. Presiden juga menghimbau gubernur, bupati/walikota  yang wilayahnya dijadikan lokasi proyek untuk  membantu mempermudah perizinan dan membantu proses pembebasan lahan. Proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt senilai 1.100 triliun ini diharapkan selesai pada […]

  • Wakil Bupati: Kebijakan di Madina Perlu Kaji Ulang

    Wakil Bupati: Kebijakan di Madina Perlu Kaji Ulang

    • calendar_month Sabtu, 17 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onine) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Drs. Dahlan Hasan Nasution menyatakan perlu dilakukan pengkajian kembali komposisi pejabat di jajaran Pemkab Madina. Sebab, menurutnya hampir 60 persen putra asli Madina sudah non job, dan diisi oleh pejabat yang didatangkan dari luar daerah. Dia juga menghimbau diadakan tobat missal dalam rangka membela kepentingan rakyat […]

  • Haji Dari Mandailing Era 1800-an

    Haji Dari Mandailing Era 1800-an

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan: Askolani Nasution Hari itu tahun 1884. Snouck Horgronje, ahli Islam berkebangsaan Belanda, sedang singgah di Konsulat Belanda di Jeddah. Ia melihat 13 orang jemaah haji dari Mandailing di depan konsulat. Lalu dipotretnya. Mereka, para jemaah haji itu sedang melengkapi berkas untuk melanjutkan studi di Mekah. Zaman itu, memang orang pergi haji tidak sebatas menunaikan […]

  • Danrem 023/KS Instruksikan  Prajurit Tanam Cabai di Polybag

    Danrem 023/KS Instruksikan Prajurit Tanam Cabai di Polybag

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Danrem 023/KS Kolonel Inf Richard TH Tampubolon menginstruksikan kepada seluruh prajurit di jajarannya menanam cabai di pekarangan rumah maupun di wilayah perkantoran memakai polybag. Hal tersebut disampaikan Richard TH Tampubolon melalui Kapenrem Mayor Arm Ojak Simarmata kepada wartawan, Kamis (26/1/2016) dalam mensiasati lonjakan harga cabai. Jika seluruh prajurit yang ada di […]

  • Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 3)

    Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 3)

    • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masa Kolonial Beberapa tonggak sastra yang berkembang pada masa kolonial antara lain: Willem Iskander (1840-1876) Pria kelahiran Pidoli bernama asli Sati Nasution ini menulis beberapa buku, antara lain: 1) “Hendrik Nadenggan Roa, Sada Boekoe Basaon ni Dakdanak.” (Terjemahan). Padang: Van Zadelhoff and Fabritius (1865). 2) “Leesboek van W.C. Thurn in het Mandhelingsch Vertaald.” Batavia: Landsdrukkerij. (1871) […]

expand_less