Sabtu, 15 Agu 2026
light_mode

Musim Tanam Padi Sawah Tiba Bibit Lokal Primadona

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 4 Jan 2012
  • print Cetak

Musim tanam padi sawah di Sipirok, Tapsel telah tiba, dan masyarakat petani masih memprimadonakan (cenderung) menggunakan bibit lokal jenis Silatihan untuk musim tanam raya. Alasan mereka, hasilnya lebih menjanjikan.
Keunggulan lainnya dari bibit lokal ini adalah rasanya lebih enak, harganya lebih mahal serta perawatannya lebih mudah. Kecendrungan petani ini untuk menggunakan bibit lokal, tidak mempengaruhi promosi bibit unggul lainnya yang terus dipromosikan pemerintah selama ini.
Seorang warga Lingkungan Pagaran Batu, Kelurahan Parausorat, Sipirok, Tapsel, Tua Siregar (46) mengatakan, masih lebih memilih bibit lokal jenis Silatihan untuk musim tanam kali ini. Alasannya, karena harga gabah atau beras Silatihan jauh lebih mahal dari jenis lain, kendati usia tanaman bisa mencapai 5 bulan.
“Usia tanamannya memang 5 bulan, tapi kami lebih menyukai jenis ini karena hasilnya lebih bagus, dan harganya juga lebih baik,” katanya sambil menanam jenis padi tersebut, Selasa (3/1).
Adapun jarak tanam jenis padi Silatihan sambung Tua, lebar sekitar 25 centimeter dan panjang 40 centimeter, sedangkan pemupukan juga sama saja dengan tanaman padi lainnya yakni 2 kali setiap musim. “Tanaman Silatihan inikan rimbun, jadi jaraknya harus disesuaikan, kalau tidak maka kurang bagus,” katanya sambil mengatakan jenis pupuk yang digunakan adalah urea dan ponska.
Disamping itu, perawatan tanaman padi lokal dengan padi unggul juga hampir sama. Dimana ketika tanaman sudah rimbun tentunya perkembangbiakan gulma diantara tanaman juga semakin berkurang. “Bedanya cuma harus menunggu lebih lama,” kata Tua.
Untuk diketahui, pola tanam pertanian lahan basah (sawah) di wilayah Sipirok memang secara berangsur selama 15 tahun terakhir sudah mulai bergeser dari pola tanam sekali setahun menjadi 2 kali setahun, kendatipun belum secara keseluruhan menerapkannya. Sehingga, setiap musim tanam yang dimulai setiap akhir dan awal tahun merupakan musim tanam raya atau secara keseluruhan sawah yang ada tanpa terkecuali pasti akan ditanami padi.
Dan setiap musim tanam yang dipertengahan tahun merupakan musim tanam selang (taon holang) dan pada musim tanam ini tak semua sawah bisa ditanami dengan berbagai faktor, seperti petani belum faham betul akibat kurang dan lemahnyanya penyuluhan, kurangnya sarana-prasarana pendukung terutama air dan berbagai alasan lainnya. Yang jelas, setiap musim tanam raya, petani cenderung menggunakan bibit lokal, sedangkan pada musim selangan, petani cenderung menggunakan bibit unggul dari pemerintah.
Apapun alasannya, dengan 85 persen masyarakat Tapsel merupakan petani dan mengandalkan mata pencahariannya dari sektor pertanian, tentunya pemerintah Tapsel dibawah kepemimpinan Bupati, H Syahrul Martua Pasaribu harus terus berupaya mewujudnyatakan sektor pertanian sebagai primadona menuju kesejahteraan dan kemakmuran Tapsel ke depan. (amr/mer.metrotabagsel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 16 Nopember Diumumkan ke Publik

    16 Nopember Diumumkan ke Publik

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kuota formasi penerimaan CPNS untuk Kota Padangsidimpuan (Psp) tahun 2010 yang diterima dari Pemprov Sumut dalam rapat penerimaan CPNS di Medan, Jumat (12/11), tetap sebanyak 210 orang. Selanjutnya hasil rapat tersebut akan diumumkan kepada masyarakat Psp tanggal 16 November mendatang. “Rencananya sepulang kita dari Medan, apa hasil rapat di Medan ini akan kita umumkan tanggal […]

  • 7 Tersangka Tambang Emas Ilegal di Madina Tahap Pelimpahan Berkas ke JPU

    7 Tersangka Tambang Emas Ilegal di Madina Tahap Pelimpahan Berkas ke JPU

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online : Masih ingat 7 tersangka pelaku tambang enas ilegal yang diamankan Polres Mandailing Natal ( Madina) di Kecamatan Kotanopan sebulan lalu. Perkembangan nya sekarang, Penyidik Polres Madina kabarnya sudah tahap sidik, dan pelimpahan berkas nya ke Kejaksaan. Ipda Bagus Seto, Kaurbin OPS Reskrim Polres Madina mengatakan, berkas ke 7 tersangka pelaku tambang […]

  • 2.000 Massa Muslim Istighosah di Panyabungan

    2.000 Massa Muslim Istighosah di Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 4 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 2.000 massa kaum muslim melakukan zikir akbar dan istighostah di lapangan Jl.Abri, Panyabungan, Mandailing Natal dalam mendukung aksi demo Bela Islam Jilid II hari ini 4 November 2016 di Jakarta. Ummat Muslim berkumpul di lapangan itu usai solat Jum’at yang berdatangan dari berbagai penjuru Panyabungan serta luar Panyabungan. Untuk menghindari […]

  • P-APBD Madina 2022 “Zero Defisit” Disahkan

    P-APBD Madina 2022 “Zero Defisit” Disahkan

    • calendar_month Jumat, 30 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) TA 2022 Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, disahkan, Jum’at (30/9/2022). Pada P-APBD ini Pendapatan Daerah disepakati sebesar Rp 1.622.439.803.865. Sementara sisi Belanja Daerah disepakati sebesar Rp 1.741.937.114.097. Gambaran angka tersebut mencerminkan pagu pendapatan lebih kecil dibanding belanja. Selisihnya Rp 119.497.310.232. Namun, selisih itu dapat […]

  • Pemkab Madina Belum Tuntaskan Batas Kecamatan Bermasalah

    Pemkab Madina Belum Tuntaskan Batas Kecamatan Bermasalah

    • calendar_month Selasa, 16 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sejauh ini belum menetapkan tata batas yang bersifat final, baik tata batas antar kecamatan maupun antar desa. Tata batas berpolemik di Madina sebagai dampak rangkaian pemekaran kecamatan maupun pemekaran desa di masa pemerintahan Bupati Amru Daulay. Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setdakab Madina, Hasan Basri Rangkuty kepada […]

  • Burhanuddin Siregar Sosok Pengusaha dan Politisi PKS Calon Bupati Madina

    Burhanuddin Siregar Sosok Pengusaha dan Politisi PKS Calon Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Tak dapat dipungkiri, Kabupaten Mandailing Natal membutuhkan pemimpin dari figur pengusaha, yang memahami cara menggerakkan ekonomi rakyat, pun perekonomian daerah. Karena persoalan yang dihadapi rakyat Madina adalah masalah ekonomi. Dan akan kian mendekati sempurna jika figur pengusaha itu juga memiliki pengalaman sebagai politisi yang memahami belantara birokrasi daerah. Apalagi politisinya dari PKS (Partai Keadilan […]

expand_less