Rabu, 22 Apr 2026
light_mode

nternet Alat Bantu Proses Belajar Mengajar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
  • print Cetak

Oleh:
Pinondang Situmorang SS SPd
Guru SMP/SMA WR Supratman 2 Medan


Pergeseran yang mengarah pada perubahan paradigma pendidikan sekarang ini berpengaruh pada metode dan strategi pembelajaran. Sebagian besar peserta didik sekarang ini telah belajar melalui internet ataupun media elektronik lainnya, yang merupakan alat bantu mempercepat proses untuk memperoleh informasi ataupun ilmu pengetahuan.

Hal ini, akan berpengaruh pada fungsi pendidik, yaitu sebagai fasilitator, mediator,dan motivator dalam proses pembelajaran. Jadi guru bukan lagi satu-satunya sumber belajar, tetapi merupakan salah satu sumber dari sekian sumber belajar di dalam proses pembelajaran.

Kenapa demikian, karena saat sekarang ini peserta didik, mungkin saja akan lebih banyak belajar dari media eloktronik dan media lain daripada guru. Dengan demikian, tugas utama pendidik lebih terfokus pada mengajar peserta didik untuk mengakses sendiri informasi dan pengetahuan yang diperlukan dari berbagai sumber belajar.
Sejalan dengan apa yang dikatakan Rusjdy Sjakyakirti Arifin, Kepala Bidang Teknologi Informasi Depdiknas RI pada Acara Festival dan Anugerah Pendidikan yang diadakan Pusat Teknologi Komunikasi (Pustekkom) Depdiknas di Asrama Haji Pangkalan Mansyur beberapa waktu lalu menyebutkan kemajuan teknologi informasi mengharuskan terjadinya perubahan paradigma proses pembelajaran yang harus dilaksanakan seluruh siswa.

Misalnya pergeseran dari guru yang tadinya selalu dianggap sebagai pusat pembelajaran berubah menjadi siswa sebagai pembelajaran itu sendiri. Kemudian perubahan dari stimulan tunggal oleh guru menjadi stimulan pada seluruh aspek yang dipelajari tersebut. Dengan demikian anak didik dituntut memiliki penguasaan yang baik terhadap TIK, sehingga siswa dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang bergerak sangat cepat.

Kondisi proses pembelajaran seperti ini lebih cenderung menggunakan konsep yang disebut dengan istilah ’learning based’ atau ’student learning’ daripada’ teaching-based’ yang akan menjadi kunci pengembangan peserta didik. Metode dan strategi pembelajaran lebih diorientasikan pada cara mengaktifkan peseta didik, yaitu cara untuk menemukan dan memecahkan masalah. Metode pembelajaran semacam ini akan menjadi kunci pengembangan peserta didik yang lebih berkualitas.

Maka untuk mengaktifkan peserta didik secara optimal, proses pembelajaran harus didasarkan pada prinsip belajar siswa aktif atau mengembangkan kemampuan belajar yang lebih menekankan pada proses pembelajaran dan bukan pada mengajar.

Oleh karena itu, metode pembelajaran lebih didasarkan pada kompetensi pembelajaran atau disebut dengan istilah learning competency, yaitu peserta didik akan memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, sikap, wawasan dan penerapannya sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Namun kenyataannya di lapangan, yang sering menjadi dilema adalah bagaimana tujuan pembelajaran itu bisa tercapai atau proses pembelajaran itu dapat terlaksana dengan baik apabila pengajar dalam hal ini guru, tidak menguasai TIK atau paling tidak memahami cara penggunaan perangkat-perangkat pendukung pembelajaran yang dibutuhkan?
Untuk itulah para pendidik saat ini harus melakukan perubahan dalam pembelajaran dengan mengembangkan diri, yaitu dengan mengikuti perkembangan jaman dalam dunia pendidikan. Tidak heran jika ada guru yang secara pribadi ataupun melalui institusinya berusaha meningkatkan kompetensinya masing-masing, baik itu dengan mengikuti kursus, workshop ataupun seminar-seminar yang ada kaitannya dengan peningkatan potensi diri. Sehingga guru itu memiliki kompetensi standar yang diinginkan dalam proses pendidikan yaitu: penguasaan nilai-nilai (value), penguasaan pengetahuan (knowledge), penguasaan keterampilan(skill) dan kemahiran berkarya serta memiliki attitude dan ability tertentu.

Di sisi lain sebagian guru itu ingin mengembangkan potensi dirinya sebagai seorang guru yang memiliki kompetensi standar sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sekarang ini, namun kesempatan tidak selalu sama dengan yang lainnya.

Misalnya untuk membeli perangkat komputer yang cukup mahal, biaya kursus yang lumayan tinggi, harus berpikir-pikir dulu karena gaji yang diperolehpun sulit mengaturnya untuk kebutuhan sehari-hari, ditambah lagi dengan harga-harga untuk kebutuhan sehari-hari semakin membubung tinggi.

Selain itu juga fasilitas dan subsidi yang diperoleh masing-masing sekolah dari pemerintah tidak merata. Memang hal ini dapat dimaklumi, walaupun pemerintah menganggarkan dana dalam APBN sebesar 20 persen untuk operasional pendidikan tetapi begitu banyak sekolah dan elemen pendidikan yang harus disubsidi dan dibenahi.
Seperti halnya yang dikatakan staf ahli Pustekkom, Michael S Sunggiardi, bahwa dari kisaran 3,6 juta guru di Indonesia hanya 6000 orang guru yang telah mengakses film tentang pendidikan melalui TV.

Kendalanya karena belum terpasangnya jaringan film tersebut di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia yang mencapai hampir 240.000 sekolah. Pada saat ini hanya di Jakarta yang sudah terpasang. Pada hal Metode pembelajaran sistem jaringan ini sangat mendesak, seiring perkembangan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang bergerak sangat pesat. Untuk itu, katanya sesuai rencana strategis pendidikan nasional Depdiknas RI ditargetkan sampai tahun 2014 nanti sekitar 100 ribu sekolah sudah akan dapat mengakses jaringan video pendidikan ini. Dengan film pendididkan ini siswa dapat mengetahui lebih jauh tentang ilmu pengetahuan yang terus berkembang, selanjutnya mempraktekkannya.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa adanya guru yang masih mempertahankan sistem pengajaran dengan metode-metode lama yang merasa dan memposisikan dirinya sebagai sentral dan satu-satunya sumber belajar dalam proses pembelajaran. Dan selama proses pembelajaran monoton menggunakan metode ceramah, dimana guru berbicara kurang lebih 100-200 kata permenit. Sehingga muncullah pertanyaan, berapa banyak kata yang dapat didengar dan dipahami peserta didik dengan metode seperti itu?

Nah, jawabannya sudah pasti tergantung pada bagaimana kemampuan mereka mendengarkan. Jika peserta didik yang betul-betul konsentrasi, barangkali mereka akan mampu mendengarkan antara 50-100 kata per-menit, atau setengah dari yang dikatakan pengajar. Kemampuan mendengar dan menyerap apa yang dikatakan, sangat tergantung pada konsentrasi dan tingkat intelijensia si anak didik.

Dari paparan ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang paling efektif saat ini adalah dengan model pembelajaran aktif. Jadi tidak lagi terus-menerus mempertahankan pola-pola klasik, tetapi para pendidik harus mengadakan perubahan, yaitu dengan mengikuti perkembangan TIK dalam proses pembelajaran agar menjadi seorang pendidik yang standar dan profesional sesuai dengan harapan pemerintah yang tertuang dalam UU sistim pendidikan Nasional Tahun 2003 Bab 19 Pasal 35 ayat 1 tentang standar nasional Pendidikan yang di dalamnya termasuk standar tenaga kependidikan dan Peraturan Menteri Pendikan Nasional RI No. 18 tahun 2007 tentang sertifikasi guru dalam jabatan. (*)
Sumber : Sumut POs

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Madina Perpanjang Libur Sekolah Hingga 12 Juli

    Madina Perpanjang Libur Sekolah Hingga 12 Juli

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sistem belajar dari rumah untuk TK,SD,SMP/Mts diperpanjang di Madina hingga 12 Juli 2020. Sedangkan untuk SLTA di Sumut mengikuti perpajangan tanggap darurat Covid-19 hingga 7 Juni 2020. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sahnan Pasaribu kepada wartawan, Jumat (29/5) menyampaikan, perpanjangan di Madina itu ditetapkan dalam Surat Edaran […]

  • Utang Suami, Siapa yang Membayar?

    Utang Suami, Siapa yang Membayar?

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tanggungan utang tidak serta-merta menjadi tanggungan para ahli waris. Dalam kehidupan berumah tangga, kondisi ekonomi keluarga tak selamanya stabil, bahkan membaik. Sering kali, suami, sebagai kepala rumah tangga, memeras otak dan tenaga untuk gali lubang mencari pinjaman di sana-sini. Karena itu, utang pun acap kali menggunung. Tetapi, bagaimana bila ajal menjemput sang suami, sementara utang […]

  • Umbar janji lima pasangan Cagubsu

    Umbar janji lima pasangan Cagubsu

    • calendar_month Sabtu, 17 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Sebanyak lima pasangan Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) dan Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cawagubsu) yang akan bertarung untuk memperebutkan Sumut 1 dan Sumut 2 pada pemilihan umum kepala daerah Sumatera Utara yang digelar pada 7 Maret 2013 mendatang. Seperti biasanya, para pasangan calon tersebut selalu mengumbar janji disetiap kesempatan untuk meyakinkan […]

  • Dianggap Kurang Bermasyarakat, Warga Minta Bupati Copot Lurah Panyabungan III

    Dianggap Kurang Bermasyarakat, Warga Minta Bupati Copot Lurah Panyabungan III

    • calendar_month Jumat, 29 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online )- Dianggap kurang perduli terhadap keagamaan dan sosial, Andi Bugis Lurah Panyabungan III, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) diminta warga agar di ganti karena karena sudah 3 tahun menjabat sebaga lurah, jarang mengikuti kegiatan keagamaan dan sosial. Hal ini diungkapkan warga pada saat memperingati Maulid Nabi Muhammad 12 Rabiul […]

  • Membawa Anak ke Masjid, Bolehkah? (1)

    Membawa Anak ke Masjid, Bolehkah? (1)

    • calendar_month Selasa, 1 Apr 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Oleh: Hafidz Muftisany Anak-anak diperintahkan shalat saat usia tujuh tahun. Saat melaksanakan ibadah shalat di masjid, sering diawali dengan imbauan mematikan alat komunikasi atau mengondisikan bagi jamaah yang membawa anak. Harapannya agar pelaksanaan ibadah shalat bisa khusyuk tanpa terganggu suara-suara dari alat komunikasi atau anak-anak. Bahkan, tak jarang beberapa pengurus masjid memarahi anak-anak yang masih […]

  • Dinkes Madina Cek Kesehatan TKA Tiongkok di PT. SMGP

    Dinkes Madina Cek Kesehatan TKA Tiongkok di PT. SMGP

    • calendar_month Kamis, 30 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Kesehatan Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap TKA asal Tiogkok yang bekerja di PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), Selasa (28/01). Pemeriksaan kesehatan tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona yang saat ini jadi isu internasional. Kepala Dinas Kesehatan Madina, dr Syarifuddin kepada wartawan menyatakan, selain melakukan pemeriksaan, dinas […]

expand_less