Sabtu, 8 Agu 2026
light_mode

nternet Alat Bantu Proses Belajar Mengajar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
  • print Cetak

Oleh:
Pinondang Situmorang SS SPd
Guru SMP/SMA WR Supratman 2 Medan


Pergeseran yang mengarah pada perubahan paradigma pendidikan sekarang ini berpengaruh pada metode dan strategi pembelajaran. Sebagian besar peserta didik sekarang ini telah belajar melalui internet ataupun media elektronik lainnya, yang merupakan alat bantu mempercepat proses untuk memperoleh informasi ataupun ilmu pengetahuan.

Hal ini, akan berpengaruh pada fungsi pendidik, yaitu sebagai fasilitator, mediator,dan motivator dalam proses pembelajaran. Jadi guru bukan lagi satu-satunya sumber belajar, tetapi merupakan salah satu sumber dari sekian sumber belajar di dalam proses pembelajaran.

Kenapa demikian, karena saat sekarang ini peserta didik, mungkin saja akan lebih banyak belajar dari media eloktronik dan media lain daripada guru. Dengan demikian, tugas utama pendidik lebih terfokus pada mengajar peserta didik untuk mengakses sendiri informasi dan pengetahuan yang diperlukan dari berbagai sumber belajar.
Sejalan dengan apa yang dikatakan Rusjdy Sjakyakirti Arifin, Kepala Bidang Teknologi Informasi Depdiknas RI pada Acara Festival dan Anugerah Pendidikan yang diadakan Pusat Teknologi Komunikasi (Pustekkom) Depdiknas di Asrama Haji Pangkalan Mansyur beberapa waktu lalu menyebutkan kemajuan teknologi informasi mengharuskan terjadinya perubahan paradigma proses pembelajaran yang harus dilaksanakan seluruh siswa.

Misalnya pergeseran dari guru yang tadinya selalu dianggap sebagai pusat pembelajaran berubah menjadi siswa sebagai pembelajaran itu sendiri. Kemudian perubahan dari stimulan tunggal oleh guru menjadi stimulan pada seluruh aspek yang dipelajari tersebut. Dengan demikian anak didik dituntut memiliki penguasaan yang baik terhadap TIK, sehingga siswa dapat mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan yang bergerak sangat cepat.

Kondisi proses pembelajaran seperti ini lebih cenderung menggunakan konsep yang disebut dengan istilah ’learning based’ atau ’student learning’ daripada’ teaching-based’ yang akan menjadi kunci pengembangan peserta didik. Metode dan strategi pembelajaran lebih diorientasikan pada cara mengaktifkan peseta didik, yaitu cara untuk menemukan dan memecahkan masalah. Metode pembelajaran semacam ini akan menjadi kunci pengembangan peserta didik yang lebih berkualitas.

Maka untuk mengaktifkan peserta didik secara optimal, proses pembelajaran harus didasarkan pada prinsip belajar siswa aktif atau mengembangkan kemampuan belajar yang lebih menekankan pada proses pembelajaran dan bukan pada mengajar.

Oleh karena itu, metode pembelajaran lebih didasarkan pada kompetensi pembelajaran atau disebut dengan istilah learning competency, yaitu peserta didik akan memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, sikap, wawasan dan penerapannya sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Namun kenyataannya di lapangan, yang sering menjadi dilema adalah bagaimana tujuan pembelajaran itu bisa tercapai atau proses pembelajaran itu dapat terlaksana dengan baik apabila pengajar dalam hal ini guru, tidak menguasai TIK atau paling tidak memahami cara penggunaan perangkat-perangkat pendukung pembelajaran yang dibutuhkan?
Untuk itulah para pendidik saat ini harus melakukan perubahan dalam pembelajaran dengan mengembangkan diri, yaitu dengan mengikuti perkembangan jaman dalam dunia pendidikan. Tidak heran jika ada guru yang secara pribadi ataupun melalui institusinya berusaha meningkatkan kompetensinya masing-masing, baik itu dengan mengikuti kursus, workshop ataupun seminar-seminar yang ada kaitannya dengan peningkatan potensi diri. Sehingga guru itu memiliki kompetensi standar yang diinginkan dalam proses pendidikan yaitu: penguasaan nilai-nilai (value), penguasaan pengetahuan (knowledge), penguasaan keterampilan(skill) dan kemahiran berkarya serta memiliki attitude dan ability tertentu.

Di sisi lain sebagian guru itu ingin mengembangkan potensi dirinya sebagai seorang guru yang memiliki kompetensi standar sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman sekarang ini, namun kesempatan tidak selalu sama dengan yang lainnya.

Misalnya untuk membeli perangkat komputer yang cukup mahal, biaya kursus yang lumayan tinggi, harus berpikir-pikir dulu karena gaji yang diperolehpun sulit mengaturnya untuk kebutuhan sehari-hari, ditambah lagi dengan harga-harga untuk kebutuhan sehari-hari semakin membubung tinggi.

Selain itu juga fasilitas dan subsidi yang diperoleh masing-masing sekolah dari pemerintah tidak merata. Memang hal ini dapat dimaklumi, walaupun pemerintah menganggarkan dana dalam APBN sebesar 20 persen untuk operasional pendidikan tetapi begitu banyak sekolah dan elemen pendidikan yang harus disubsidi dan dibenahi.
Seperti halnya yang dikatakan staf ahli Pustekkom, Michael S Sunggiardi, bahwa dari kisaran 3,6 juta guru di Indonesia hanya 6000 orang guru yang telah mengakses film tentang pendidikan melalui TV.

Kendalanya karena belum terpasangnya jaringan film tersebut di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia yang mencapai hampir 240.000 sekolah. Pada saat ini hanya di Jakarta yang sudah terpasang. Pada hal Metode pembelajaran sistem jaringan ini sangat mendesak, seiring perkembangan kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang bergerak sangat pesat. Untuk itu, katanya sesuai rencana strategis pendidikan nasional Depdiknas RI ditargetkan sampai tahun 2014 nanti sekitar 100 ribu sekolah sudah akan dapat mengakses jaringan video pendidikan ini. Dengan film pendididkan ini siswa dapat mengetahui lebih jauh tentang ilmu pengetahuan yang terus berkembang, selanjutnya mempraktekkannya.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa adanya guru yang masih mempertahankan sistem pengajaran dengan metode-metode lama yang merasa dan memposisikan dirinya sebagai sentral dan satu-satunya sumber belajar dalam proses pembelajaran. Dan selama proses pembelajaran monoton menggunakan metode ceramah, dimana guru berbicara kurang lebih 100-200 kata permenit. Sehingga muncullah pertanyaan, berapa banyak kata yang dapat didengar dan dipahami peserta didik dengan metode seperti itu?

Nah, jawabannya sudah pasti tergantung pada bagaimana kemampuan mereka mendengarkan. Jika peserta didik yang betul-betul konsentrasi, barangkali mereka akan mampu mendengarkan antara 50-100 kata per-menit, atau setengah dari yang dikatakan pengajar. Kemampuan mendengar dan menyerap apa yang dikatakan, sangat tergantung pada konsentrasi dan tingkat intelijensia si anak didik.

Dari paparan ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang paling efektif saat ini adalah dengan model pembelajaran aktif. Jadi tidak lagi terus-menerus mempertahankan pola-pola klasik, tetapi para pendidik harus mengadakan perubahan, yaitu dengan mengikuti perkembangan TIK dalam proses pembelajaran agar menjadi seorang pendidik yang standar dan profesional sesuai dengan harapan pemerintah yang tertuang dalam UU sistim pendidikan Nasional Tahun 2003 Bab 19 Pasal 35 ayat 1 tentang standar nasional Pendidikan yang di dalamnya termasuk standar tenaga kependidikan dan Peraturan Menteri Pendikan Nasional RI No. 18 tahun 2007 tentang sertifikasi guru dalam jabatan. (*)
Sumber : Sumut POs

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Revitalisasi Kebudayaan Mandailing (2-selesai)

    Revitalisasi Kebudayaan Mandailing (2-selesai)

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Mengenang Z Pengaduan Lubis) Pusat Revitalisasi Kebudayaan Mandailing Sebenarnya gagasan untuk mendirikan Pusat Revitalisasi Kebudayaan Mandailing sudah muncul 14 tahun yang lalu ketika kami mendirikan Yayasan Pengkajian Budaya Mandailing (YAPEBUMA) dengan mengumpulkan kurang lebih 90 orang mahasiswa Mandailing dan didukung oleh beberapa orang donator yang benar-benar mencintai kebudayaan Mandailing dan ingin mengangkatnya kembali ke permukaan […]

  • Ini Progres Terbaru Pembangunan Bandara Mandailing Natal

    Ini Progres Terbaru Pembangunan Bandara Mandailing Natal

    • calendar_month Senin, 17 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) Pembangunan Bandar Udara Mandailing Natal di Kecamatan Bukit Malintang Kabupaten Mandailing Natal( Madina) masih menjadi perhatian sejumlah kalangan, pasalnya sesuai target Kementerian Perhubungan proyek ini akhir  2023 akan selesai dan akan beroperasi di tahun 2024 depan. Sejumlah kalangan khawatir, proyek bandar Udara ini tidak akan rampung di kerjakan oleh dua perusahaan yakni […]

  • Oji Ganding Batal Dilantik

    Oji Ganding Batal Dilantik

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – 39 orang dilantik dan diambil sumpahnya menjadi anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) priode 2014-2019 hasil Pemilu 2014 pada rapat paripurna istimewa di gedung DPRD Madina, Selasa (2/9/2014). Sejatinya jumlah yang dilantik sebanyak 40 orang, namun Ali Makmur Nasution alias Oji Ganding tidak bisa hadir. Informasi di gedung dewan menyebutkan bahwa Oji […]

  • Gempa Keempat Kembali Guncang Sidimpuan

    Gempa Keempat Kembali Guncang Sidimpuan

    • calendar_month Jumat, 14 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Gempa susulan kembali mengguncang Sidimpuan, Jum’at (14/7/2017). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  dalam laporan di situs www.bmkg.go.id, mengungkap gempa di sore hari ini terjadi sekira pukul 17:13:00 WIB berkekuatan 4.6 Scala Richter. Pusat gempa berada di darat 4 kilo meter Barat Laut Padang Sidimpuan atau di 1.41 Lintang Utara, […]

  • Desa Huraba Menggelar Magrib Mengaji

    Desa Huraba Menggelar Magrib Mengaji

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Siabu (Mandailing Online) – Desa Huraba Kecamatan Siabu, Mandailing Natal menggelar Magrib Mengaji di mesjid raya Al Istiqomah. Pelaksanaan Magrib Mengaji ini dilakukan setiap malam dengan peserta para anak-anak desa yang diasuh oleh guru mengaji. Materi pengajian adalah mempelajari membaca huruf arab dan Al-Qur’an. Nazir mesjid Raya Al Istiqomah Desa Huraba, Abdul Halim Pulungan, Minggu […]

  • Belasan Orang Disambar Petir di Simalungun, 2 Tewas

    Belasan Orang Disambar Petir di Simalungun, 2 Tewas

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SIMALUNGUN (Mandailing Online) – Belasan orang disambar petir saat berteduh di sebuah pondok di Pemandian Alam Sejuk Timuran, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (15/10/2013) sore. Akibat kejadian itu, dua orang dikabarkan tewas, sementara empat lainnya terluka. Dari berbagai informasi yang dikumpulkan Kompas.com, belasan orang berteduh di sebuah pondok di sebuah lokasi pemandian akibat hujan deras […]

expand_less